Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19021 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.8, Sept, 1995: hal. 510-514
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.6, Juli, 1995: hal. 369-373
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesti Harianti Eka Putri; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Murba Marakarma
S-4172
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.7, Agt, 1995: hal. 437-439
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dani Ferdian; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Sandi Iljanto, Purnawan Junadi, Mawari Edy, Indah Amelia
Abstrak:

ABSTRAK Nama Program Studi Judul : : : Dani Ferdian Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Motivasi Kesediaan Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Dalam Berkarier Di Layanan Kesehatan Primer Tersedianya pelayanan kesehatan primer yang berkualitas dan memadai adalah elemen penting dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional. Kurangnya minat dari mahasiswa kedokteran dalam memilih karier sebagai dokter yang bekerja di layanan kesehatan primer akan berdampak terhadap kesinambungan pelaksanaan sistem kesehatan nasional. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mendalam tentang motivasi kesediaan Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) dalam berkarier di layanan kesehatan primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Informan adalah Mahasiswa PSPD FK Unpad periode Februari 2016 – Juli 2017 yang telah melewati stase/rotasi klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat maupun Ilmu Kedokteran Keluarga. Untuk meningkatkan validitas data dilakukan triangulasi sumber, metode, data, dan analisis. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian yang didapatkan melalui 13 wawancara mendalam dan 1 diskusi kelompok terarah menunjukkan bahwa motivasi yang hanya ditemukan pada Mahasiswa PSPD FK Unpad yang tertarik dalam berkarier di layanan kesehatan primer adalah berkaitan dengan beban kerja dan waktu kerja (intrinsic process motivation); nilai orientasi sosial, tanggung jawab, dan kepedulian (goal internalization); konsep diri supel (internal self concept-based motivation); dan penerimaan masyarakat (external self concept-based motivation). Dari hasil ini, FK Unpad diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa melalui kurikulum dan lingkungan akademis yang mendukung tumbuhnya minat untuk berkarier di layanan kesehatan primer. FK Unpad perlu memperkuat proses pendidikan yang memastikan konsep nilai dapat tumbuh dan berkembang. Proses pendidikan juga wajib memperhatikan role model yang berinteraksi sebagai lingkungan terdekat mahasiswa selama pendidikan berlangsung. FK Unpad bersama Ikatan Alumni dan Organisasi Kemahasiswaan juga perlu menyusun program pengenalan profesi kepada mahasiswa sejak Program Studi Sarjana Kedokteran (PSSK) secara berkala, efektif, dan menarik. Kata kunci: FK Unpad, Layanan Kesehatan Primer, Motivasi, Pemilihan Karier, Pendidikan Dokter


ABSTRACT Name Study Program Title : : : Dani Ferdian Public Health Motivation and willingness to work in primary healthcare service among interns in Faculty of Medicine Padjadjaran University The availability of high quality primary healthcare service is an important factor to improve the National Health Insurance program in Indonesia. Decreasing interest of medical students to work in primary healthcare service would give an impact to the continuity of healthcare system. The aim of this study was to explore the motivation and willingness to work in primary healthcare service among interns in Faculty of Medicine Padjadjaran University. A qualitative approach with in-depth interview and focused group discussion was used in this study. The participants were interns that already finished their rotation in Public Health and Family Medicine course during February 2016 - July 2017. Data validity is examined by triangulation of informant, method, data, and analysis. Data were analyzed by thematic analysis. Thirteen individual in-depth interview and one focused group discussion sessions were conducted. The results showed that participants’ motivation was related to workload and working time (intrinsic process motivation); social orientation value, responsibility, and concern (goal internalization); sociable self-concept (internal self-concept-based motivation); and community acceptance (external self-concept-based motivation). Based on these results, it is important to promote medical students motivation to work in primary healthcare service through regular curriculum and academic environment. The medical faculty should promote growth and developmental value in learning process with good role model as the closest learning experience for students. Together with association of alumni and students organization, Faculty of Medicine Padjadjaran University also need to introduce the career options early in effective ways and a regular period. Key words: Career preference, FK Unpad, medical education, motivation, primary healthcare service

Read More
T-4958
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Suryani Utami; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Puput Oktamianti, Lita Dwi Astari
Abstrak:
Krisis ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan tenaga perawat di pasar kesehatan global menjadi perhatian, termasuk di Indonesia. Saat ini tenaga perawat Indonesia mengalami surplus, yakni sebanyak 2.298 perawat secara nasional, dan diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Di samping itu, hampir seluruh Puskesmas (99.9%) sudah memiliki perawat yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan demand, saat ini terdapat 23.579 job order, namun hanya 20,4% penempatan tenaga perawat Indonesia di pasar global yang telah terpenuhi. Tantangan seperti kualifikasi yang tidak sesuai, kesulitan adaptasi budaya, ketahanan mental, karir stagnan, deskilling, dan brain waste bertentangan dengan tujuan Permenkes 37/2015 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri. Permenkes ini belum menjelaskan detail pendayagunaan sebelum dan pasca migrasi serta matriks peranan stakeholder. Analisis menggunakan teori Van Meter dan Van Horn (1975) melalui wawancara mendalam menunjukkan tujuan kebijakan mencakup alih ilmu, peningkatan profesionalisme, dan penyediaan lapangan kerja. Sumber daya dan komunikasi antar badan pelaksana memadai, namun peran pemerintah daerah dalam diseminasi informasi dan pelatihan perlu ditingkatkan. Disposisi badan pelaksana positif, namun kinerja kebijakan belum optimal, terbukti dari belum terpenuhinya job order, alih ilmu pengetahuan yang belum optimal, dan belum adanya payung hukum pendayagunaan pasca migrasi. Kemenkes berupaya meningkatkan kinerja dengan menyiapkan tenaga perawat berkualifikasi dan merinci pendayagunaan dalam revisi Permenkes 37/2015. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi koordinasi antara Kemenkes dan stakeholder lainnya seperti Kemdikbud, BP2MI, Pemerintah Daerah, Kemlu, dan Kemnaker.

The imbalance crisis between the demand and supply of nursing personnel in the global healthcare market is a concern, including in Indonesia. Currently, Indonesia is experiencing a surplus of nurses, amounting to 2,298 nurses nationally, and this number is predicted to continue to increase in the coming years. Moreover, almost all Community Health Centers (Puskesmas) (99.9%) already have nurses spread throughout Indonesia. Based on demand, there are currently 23,579 job orders, but only 20.4% of the placement of Indonesian nurses in the global market has been fulfilled. Challenges such as mismatched qualifications, cultural adaptation difficulties, mental resilience, career stagnation, deskilling, and brain waste contradict the objectives of Permenkes 37/2015 regarding the Utilization of Indonesian Health Workers Abroad. This regulation does not detail the utilization before and after migration, nor the stakeholder role matrix. An analysis using the theory of Van Meter and Van Horn (1975) through in-depth interviews shows that policy objectives include knowledge transfer, professionalism enhancement, and job creation. Resources and communication between implementing bodies are adequate, but the role of local governments in information dissemination and training needs to be enhanced. The disposition of the implementing bodies is positive, but policy performance has not been optimal, as evidenced by the unfulfilled job orders, suboptimal knowledge transfer, and the absence of a legal framework for post-migration utilization. The Ministry of Health is working to improve performance by preparing qualified nurses and detailing utilization in the revision of Permenkes 37/2015. This study recommends optimizing coordination between the Ministry of Health and other stakeholders such as the Ministry of Education and Culture, BP2MI, Local Governments, the Ministry of Foreign Affairs, and the Ministry of Manpower.
Read More
S-11695
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Masy. Indonesia (MKMI), XXIII, No.10, Nop, 1995: hal. 643-646
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXIV, No.10, 1996, hal. 641-645, ( ket. ada di bendel 1994-2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satria Adjie Nugraha; Pembimbing: Vetty Yulianti Permanasari; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Witanta Karina Theresia
Abstrak: Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penangulangan Tuberkulosis (KOPI TB) adalah gabungan dari beberapa organisasi profesi yang mempunyai komitmen dalam upaya penanggulangan TB. Skripsi ini membahas analisis tugas dan fungsi Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) terhadap tatalaksana pelayanan Tuberkulosis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa RSU Cinta Kasih Tzu Chi merupakan salah satu rumah sakit swasta yang mempunyai pelayanan TB yang sudah cukup baik dan fasilitas yang sudah lengkap. Peneliti mengetahui bahwa tenaga yang tergabung dalam tim DOTS kecuali penanggung jawab poli di RSU Cinta Kasih Tzu Chi belum mengetahui apa itu KOPI TB serta tugas dan fungsi dari KOPI TB. Untuk tingkat DKI Jakarta sudah terbentuk KOPI TB tingkat provinsi. Namun untuk tingkat Kota administrasi belum terbentuk di seluruh DKI Jakarta salah satunya di Jakarta Barat. Selama hampir 2 tahun ini KOPI TB masih pada tahap pengembangan dan belajar untuk mencoba membangun terlebih dahulu struktur KOPI TB di seluruh daerah. Serta masih akan terus melakukan advokasi ke pihak-pihak terkait dan mengoptimalkan peran masing-masing organisasi profesi.
Read More
S-10128
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXV, No.8, Sept. 1997, hal. 499-504. ( ket. ada di bendel 1994-2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive