Ditemukan 36131 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sarwo Handayani ... [et al.]
BPK Vol.33, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nunung Seniawati; Pembimbing: Ratna Djuwita
S-1902
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pad Yadipa Nasrul Khatab; Pembimbing: Sudarti Kresno, Rina Artining Anggorodi; Penguji: Nasrin Kodim, Felly Philipus Senewe, Riris Nainggolan
Abstrak:
Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan virus Hepatitis B, menduduki peringkat kedua di dunia sebagai agent penyebab kanker pada manusia setelah tembakau sedang di Indonesia peringkat ketiga terbesar di dunia dengan prevalensi 2,50%-36,17%. Angka cakupan imunisasi Hepatitis B 0-7 hari di Propinsi Sumatera Barat tahun 2005 adalah 42,2%, di Kabupaten Padang Pariaman 23,86% dan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Alung mencapai 1,07% dari 80% target Nasional.
Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi mendalam tentang perilaku ibu dan faktor yang menunjang dan menghambat dalam pemberian imunisasi Hepatitis 13 pada bayi 0-7 hari di Puskesmas Lubuk Alung. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan kunci (seorang Kasie P2M, seorang Wasor Imunisasi, seorang Kepala Puskesmas, seorang Juru Imunisasi, tiga bidan, tiga kader posyandu dan dua dukun bersalin) dan informan (enam ibu yang bayinya diimunisasi Hepatitis B pada umur 0-7 hari, enam ibu yang bayinya diimunisasi Hepatitis B di atas tujuh hari dan tujuh ibu yang bayinya belum diimunisasi Hepatitis B).
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik (umur dan paritas), pengalaman masa lalu, tempat persalinan, penolong persalinan, media infomasi dan dukungan keluargalmasyarakat sangat mempengaruhi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari. Selain itu pengetahuan semua informan ibu masih kurang tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari. llmumnya intorman hersikap positif terhadap pemberian imunisasi. Adanya kepercayaan masyarakat setempat kalau bayi yang berumur dibawah umur 40 hari tidak botch dibawa keluar rumah karena dipercaya bayi bisa terkena Palasik. Pengalaman imunisasi ibu, persepsi terhadap jarak tempat pelayanan imunisasi dan biaya imunisasi tidak mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari.
Dari hasil penelitian disarankan perlunya pembinaan terhadap bidan balk yang ada di puskesmas maupun di desa serta koordinasi dengan 113I, 1DAI dan POGI yang berperan sebagai orang yang kontak pertama terhadap bayi barn lahir, meningkatkan sosialisasi pentingnya melaksanakan KNI, meningkatkan advokasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dan Pemda untuk memperoleh dukungan politis, bantuan teknis dalam pencarian dana yang mendukung kelangsungan program imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari, melaksanakan pelatihan imunisasi Hepatitis B kepada petugas kesehatan dan penyebarluasan informasi tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan semua pihak terutama masyarakat melalui televisi dan poster.
Hepatitis B is a liver inflammatory disease that caused by Hepatitis B virus, which sat in world second rank as agent that cause cancer on human after tobacco, while Indonesia sat as world third rank with prevalence 2,50% - 36,17%. Range number of Hepatitis B immunization 0-7 days in West Sumatra Province year 2005 is 42,2%, in Padang Pariaman Regency 23,86% and in Lubuk Alung Puskesmas working area reach 1,07% from 80% National target.
Research objective is getting circumstantial information toward mother behavior and factor that supporting and pursuing in giving Hepatitis B immunization to 0-7 days baby in Lubuk Aiung Puskesmas. This research is Qualitative research using circumstantial interview toward key informants (a P2M Kasie, a Immunization Wasor, a Puskesmas Chief, a Immunization Worker, three midwife, three posyandu cadre and two give birth shaman) and informants (six mother with baby that Hepatitis B immunized in 0-7 day's, six mother with 0-7 day's baby that not yet Hepatitis B immunized).
Research result shows characteristic (age and parity), past experience, give birth place, give birth helper, information media and public/family support that was very influencing mother behavior toward giving Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby.
Commonly, informant act positively toward giving immunization. The existence of local public believe that baby under 40 days age should not brought out from home because believed that the baby could got Palasik. Mother immunization experience, perception toward immunization service distance, and immunization cost not affecting mother behavior in giving Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby.
From research result, suggest improvement toward midwife whether in Puskesmas and in village and coordination with IBI, IDAI, and POGI that role as first person do contact with newborn baby, to improve the importance of socialization KN1 conducted, improving advocate from Health Agency of Padang Pariaman Regency and Pemda to get political support, technical support in searching fund that support Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby occurrence, do Hepatitis B immunization training to health officer and spreading information toward Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby by improving perception and knowledge of all people thorough television and poster.
Read More
Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi mendalam tentang perilaku ibu dan faktor yang menunjang dan menghambat dalam pemberian imunisasi Hepatitis 13 pada bayi 0-7 hari di Puskesmas Lubuk Alung. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan kunci (seorang Kasie P2M, seorang Wasor Imunisasi, seorang Kepala Puskesmas, seorang Juru Imunisasi, tiga bidan, tiga kader posyandu dan dua dukun bersalin) dan informan (enam ibu yang bayinya diimunisasi Hepatitis B pada umur 0-7 hari, enam ibu yang bayinya diimunisasi Hepatitis B di atas tujuh hari dan tujuh ibu yang bayinya belum diimunisasi Hepatitis B).
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik (umur dan paritas), pengalaman masa lalu, tempat persalinan, penolong persalinan, media infomasi dan dukungan keluargalmasyarakat sangat mempengaruhi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari. Selain itu pengetahuan semua informan ibu masih kurang tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari. llmumnya intorman hersikap positif terhadap pemberian imunisasi. Adanya kepercayaan masyarakat setempat kalau bayi yang berumur dibawah umur 40 hari tidak botch dibawa keluar rumah karena dipercaya bayi bisa terkena Palasik. Pengalaman imunisasi ibu, persepsi terhadap jarak tempat pelayanan imunisasi dan biaya imunisasi tidak mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari.
Dari hasil penelitian disarankan perlunya pembinaan terhadap bidan balk yang ada di puskesmas maupun di desa serta koordinasi dengan 113I, 1DAI dan POGI yang berperan sebagai orang yang kontak pertama terhadap bayi barn lahir, meningkatkan sosialisasi pentingnya melaksanakan KNI, meningkatkan advokasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dan Pemda untuk memperoleh dukungan politis, bantuan teknis dalam pencarian dana yang mendukung kelangsungan program imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari, melaksanakan pelatihan imunisasi Hepatitis B kepada petugas kesehatan dan penyebarluasan informasi tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan semua pihak terutama masyarakat melalui televisi dan poster.
Hepatitis B is a liver inflammatory disease that caused by Hepatitis B virus, which sat in world second rank as agent that cause cancer on human after tobacco, while Indonesia sat as world third rank with prevalence 2,50% - 36,17%. Range number of Hepatitis B immunization 0-7 days in West Sumatra Province year 2005 is 42,2%, in Padang Pariaman Regency 23,86% and in Lubuk Alung Puskesmas working area reach 1,07% from 80% National target.
Research objective is getting circumstantial information toward mother behavior and factor that supporting and pursuing in giving Hepatitis B immunization to 0-7 days baby in Lubuk Aiung Puskesmas. This research is Qualitative research using circumstantial interview toward key informants (a P2M Kasie, a Immunization Wasor, a Puskesmas Chief, a Immunization Worker, three midwife, three posyandu cadre and two give birth shaman) and informants (six mother with baby that Hepatitis B immunized in 0-7 day's, six mother with 0-7 day's baby that not yet Hepatitis B immunized).
Research result shows characteristic (age and parity), past experience, give birth place, give birth helper, information media and public/family support that was very influencing mother behavior toward giving Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby.
Commonly, informant act positively toward giving immunization. The existence of local public believe that baby under 40 days age should not brought out from home because believed that the baby could got Palasik. Mother immunization experience, perception toward immunization service distance, and immunization cost not affecting mother behavior in giving Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby.
From research result, suggest improvement toward midwife whether in Puskesmas and in village and coordination with IBI, IDAI, and POGI that role as first person do contact with newborn baby, to improve the importance of socialization KN1 conducted, improving advocate from Health Agency of Padang Pariaman Regency and Pemda to get political support, technical support in searching fund that support Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby occurrence, do Hepatitis B immunization training to health officer and spreading information toward Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby by improving perception and knowledge of all people thorough television and poster.
T-2271
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muljati Prijanto ... [et al.]
BPK Vol.22, No.4
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ati Dwi Kurniati; Pembimbing: Adang Bachtiar
S-938
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
British Medical Association, Irene Winata, Rima Melati Harjono
616.3623 BRI i
Jakarta : Hipokrates, 1995
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Emil Noviyadi; Pembimbing: Toha Muhaimin
T-581
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.53, No.10, Okt., 2003 : hal. 354-359
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sonia Annisa Br Ketaren; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Putri Bungsu, Nurhalina Afriana, Bai Kusnadi
Abstrak:
Read More
Hepatitis B merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk pada ibu hamil yang berisiko mengalami transmisi vertikal kepada bayinya. Di Kota Bogor, ditemukan 155 ibu hamil dengan HBsAg reaktif dari 18.713 ibu hamil yang diperiksa pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang memengaruhi kejadian hepatitis B pada ibu hamil di Puskesmas Kota Bogor tahun 2026. Desain penelitian adalah studi kasus-kontrol tidak berpasangan yang dilaksanakan di 25 Puskesmas Kota Bogor pada periode Januari–Mei 2026. Sampel terdiri dari 112 kasus (ibu hamil HBsAg reaktif) dan 112 kontrol (ibu hamil HBsAg nonreaktif) yang dipilih menggunakan total sampling dengan rasio 1:1. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda dengan metode forward selection, disertai koreksi bias menggunakan Firth's penalized likelihood logistic regression untuk mengatasi complete separation. Hasil analisis bivariat menunjukkan empat variabel yang berhubungan bermakna: usia ≥30 tahun (COR=2,48; 95%CI: 1,45–4,25), riwayat paparan darah (COR=5,34; 95%CI: 2,10–13,56), riwayat tinggal bersama penderita hepatitis B (COR=17,47; 95%CI: 4,04–75,52), dan paritas lebih dari satu kali (COR=1,92; 95%CI: 1,12–3,28). Hasil analisis multivariat dengan metode Firth mengidentifikasi tiga faktor risiko dominan, yaitu riwayat tinggal bersama penderita hepatitis B (AOR=20,98; 95%CI: 4,97–88,48; p<0,001), riwayat paparan darah (AOR=3,90; 95%CI: 1,43–10,61; p=0,008), dan usia ≥30 tahun (AOR=2,50; 95%CI: 1,36–4,59; p=0,003), serta status bekerja sebagai faktor protektif (AOR=0,25; 95%CI: 0,09–0,67; p=0,006). Penelitian ini merekomendasikan penguatan skrining berbasis keluarga, edukasi pencegahan penularan dalam rumah tangga, dan perluasan vaksinasi bagi anggota keluarga serumah ibu hamil HBsAg reaktif.
Hepatitis B remains a significant public health problem, particularly among pregnant women at risk of vertical transmission to their infants. In Bogor City, 155 pregnant women tested HBsAg-reactive out of 18,713 screened in 2025. This study aimed to analyze risk factors associated with hepatitis B among pregnant women at community health centers in Bogor City in 2026. An unmatched case-control design was applied across 25 community health centers from January to May 2026. The sample consisted of 112 cases (HBsAg-reactive pregnant women) and 112 controls (HBsAg-non-reactive pregnant women), selected by total sampling at a 1:1 ratio. Data were collected through structured questionnaire interviews. Analysis included univariate, bivariate using chi-square test, and multivariate using multiple logistic regression with forward selection, with bias correction applied using Firth's penalized likelihood logistic regression to address complete separation. Bivariate analysis identified four significantly associated variables: age ≥30 years (COR=2.48; 95%CI: 1.45–4.25), history of blood exposure (COR=5.34; 95%CI: 2.10–13.56), history of living with a hepatitis B patient (COR=17.47; 95%CI: 4.04–75.52), and parity greater than once (COR=1.92; 95%CI: 1.12–3.28). Multivariate analysis using the Firth method identified three dominant risk factors: history of living with a hepatitis B patient (AOR=20.98; 95%CI: 4.97–88.48; p<0.001), history of blood exposure (AOR=3.90; 95%CI: 1.43–10.61; p=0.008), and age ≥30 years (AOR=2.50; 95%CI: 1.36–4.59; p=0.003), with employment status as a protective factor (AOR=0.25; 95%CI: 0.09–0.67; p=0.006). This study recommends strengthening family-based screening, household transmission prevention education, and expanding vaccination for household members of HBsAg-reactive pregnant women.
T-7600
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Djoko Yuwono ... [et al.]
Bulitkes Vol.29, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
