Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36177 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
A. Arsunan Arsin, Nurhayati Habib
MJKI No.2, XXXII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismarani Ismail; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo
S-3671
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nasri Kodim
MJKI No.XXXII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Susilowati, Ridwan Amiruddin
MJKI No.3
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Martha; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: L Meily Kurniawidjaja, Chandra Satrya, Mayarni
Abstrak:

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan masalah di Perusahaan X, data pemeriksaan kesehatan berkala tahun 2008-2009 memperlihatkan sebanyak 25% pekerja berisiko menderita penyakit diabetes melitus. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan faktor risiko penyakit diabetes mellitus pada pekerja perusahaan X, tujuan khususnya menjelaskan gambaran faktor risiko diabetes, yaitu: dislipidemia, riwayat hipertensi, stres, merokok, obesitas, kurang olah raga, usia, riwayat keluarga dengan diabetes mellitus, kebiasaan makan tinggi lemak dan gula. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari ? Mei 2012. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan studi cross sectional, dengan sampel 111 orang. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi diabetes melitus pada perusahaan X sebesar 21,6%. Dari variabel dislipidemia berhubungan signifikan dengan diabetes mellitus (p= 0,058, OR= 3,36). Variabel umur ≥ 40 tahun berhubungan signifikan dengan diabetes mellitus (p= 0,038, OR=5,22). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah prevalensi diabetes mellitus di perusahaan X cukup tinggi dan kejadian diabetes ini berhubungan dengan dislipidemia dan usia ≥ 40 tahun. Dari penelitian ini disarankan untuk melakukan pola hidup gizi seimbang.


  ABSTRACT Diabetes Mellitus has been a problem to factory X, base on screening of medical checkup data of factory X on year 2008 ? 2009 shown that 25% of their employee indicated with Diabetes Mellitus. Mine concern on this research are to explain risk factor of Diabetes Mellitus to the employee, with more focus on explaining the factor and risk of Diabetes, which is: Dyslipidemia Syndrome, history of hypertension, stress, smoking habit, obesity, low physical activity, age, family history with Diabetes, unhealthy eating habit. This research has conduct on February to May of 2012. The design study used in this study is a cross sectional study, number of sample are 111 person of sample. The prevalence of Diabetes on factory X are 21,6%. The Dyslipidemia variable shown significant relation on Diabetes Mellitus (p= 0,058, OR= 3,36). Age variable of ≥ 40 has direct relation with Diabetes Mellitus (p= 0,038, OR=5,22). Conclusion, from this study it is shown the prevalent of Diabetes Mellitus on factory X are high and correlation between Diabetes Mellitus with Dyslipidemia and age ≥ 40 years old. It is suggest from this study to live base on healthy diet.

Read More
T-3652
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Maharani Zhafirah Khotib; ;Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Pola keteraturan kunjungan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) menjadi salah satu indikator pemanfaatan layanan yang penting dalam mendukung pengendalian penyakit dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pola keteraturan kunjungan RJTP serta hubungan faktor predisposisi dan faktor pemungkin dengan pola keteraturan kunjungan tersebut pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penderita DM usia produktif di DKI Jakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang mencakup periode pelayanan Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 2.074 peserta aktual yang merepresentasikan estimasi sampel terbobot sebanyak 25.470 peserta usia 15–64 tahun dengan diagnosis DMT1 maupun DMT2. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta (90,5%) termasuk dalam kategori tidak rutin melakukan kunjungan RJTP berdasarkan definisi operasional penelitian. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmen kepesertaan, jenis FKTP, dan kepemilikan FKTP, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan pola keteraturan kunjungan RJTP (p-value > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ketidakteraturan kunjungan RJTP yang tercatat dalam data klaim ditemukan pada sebagian besar peserta JKN usia produktif dengan DM di DKI Jakarta, dan belum dapat dijelaskan oleh variabel predisposisi maupun pemungkin yang dianalisis dalam penelitian ini. Diperlukan penguatan peran FKTP dalam pemantauan peserta DM, optimalisasi sistem pengingat kunjungan, serta evaluasi hambatan layanan untuk meningkatkan kesinambungan pengelolaan DM di pelayanan primer.

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous monitoring through primary healthcare services. The pattern of regularity of Primary Outpatient Care (POC) visits is an important indicator of service utilization in supporting disease control and preventing complications. This study aimed to analyze the pattern of regularity of POC visits and the association between predisposing and enabling factors and visit regularity among productive-age National Health Insurance (JKN) participants with DM in DKI Jakarta in 2024. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data, covering services from January to December 2024. The study sample consisted of 2,074 actual participants, representing a weighted estimate of 25,470 participants aged 15–64 years diagnosed with T1DM or T2DM. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with simple logistic regression. The results showed that the majority of participants (90.5%) were classified as having irregular POC visits based on the study’s operational definition. Bivariate analysis revealed that all independent variables, namely age, sex, marital status, membership segment, type of primary healthcare facility, and facility ownership, were not significantly associated with the pattern of regularity of POC visits (p-value > 0.05). These findings indicate that irregular POC visits recorded in claims data were observed among most productive-age JKN participants with DM in DKI Jakarta and were not explained by the predisposing and enabling variables analyzed in this study. Strengthening the role of primary healthcare facilities in monitoring DM patients, optimizing appointment reminder systems, and evaluating service barriers are needed to support sustainable DM management in primary care.
Read More
S-12441
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Davin Edbert Yang; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Fitri Hudayani
Abstrak:

Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menduduki peringkat ke-5 dunia dengan jumlah penderita terbanyak, diperkirakan akan meningkat menjadi 29 juta kasus pada tahun 2045. Keparahan DM sering kali dikaitkan dengan komplikasi jangka panjang seperti gangguan jantung, stroke, dan kerusakan saraf. Salah satu indikator untuk mengukur keparahan DM adalah kadar HbA1c, yang mencerminkan kontrol gula darah dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan diabetes melitus pada pasien di RS Universitas Indonesia (RS UI) Poli IPD Tahun 2022-2023, dengan menggunakan kadar HbA1c sebagai indikator keparahan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan membuka website cengkeh.ui.ac.id bagian CPPT (SOAP Notes) untuk membaca catatan dokter dan ners, serta membuka Medical Support Result untuk membaca lebih lanjut hasil lab yang dijalani pasien. Total data yang dikumpulkan oleh peneliti sebanyak 129 orang dari data rekam medis pasien DM 2022-2023 di Poli IPD RS UI. Peneliti akan mengolah data dengan cara analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,8% pasien DM di RS UI dalam kondisi parah dengan kadar HbA1c ≥8%, dengan mayoritas pasien (78,3%) berusia lanjut (≥60 tahun), 53,5% berjenis kelamin perempuan, dan 70,5% menggunakan pembiayaan melalui BPJS. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel usia, GDP kadar LDL, trigliserida, dan riwayat keluarga dengan tingkat keparahan DM (p-value <0,05).


Diabetes mellitus (DM) is a major health issue in Indonesia, ranking 5th worldwide with the highest number of sufferers, and it is estimated to increase to 29 million cases by 2045. The severity of DM is often associated with long-term complications such as heart disease, stroke, and nerve damage. One of the indicators used to measure the severity of DM is the HbA1c level, which reflects long-term blood glucose control. This study aims to identify factors that are related to the severity of diabetes mellitus in patients at the RS Universitas Indonesia (RS UI) Internal Medicine Outpatient Department (IPD) from 2022 to 2023, using HbA1c levels as an indicator of severity. The method used in this study is cross-sectional with data collection techniques using purposive sampling. Data collection was carried out by opening the cengkeh.ui.ac.id website in the CPPT (SOAP Notes) section to read the doctor's and nurse's notes, as well as opening the Medical Support Results to read more about the patient's lab results. The total data collected by researchers was 129 people from medical records of 2022-2023 DM patients at the UI Hospital IPD Polyclinic. Researchers will process the data using univariate analysis to describe the frequency distribution, as well as bivariate analysis using the chi-square test to see the relationship between variables. The results showed that 38.8% of DM patients at UI Hospital were in severe condition with HbA1c levels ≥8%, with the majority of patients (78.3%) being elderly (≥60 years), 53.5% female, and 70 .5% uses financing through BPJS. Bivariate analysis showed a significant relationship between the variables age, fasting plasma glucose, LDL levels, triglycerides, and family history with the severity of DM (p-value <0.05). 

Read More
S-11843
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.40, No.11, Nov. 2013: hal. 868-869. ( ket. ada di bendel 2013- 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Youvita Indamaika Simbolon; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Ari Wijayanti
Abstrak: Tingkat kepatuhan diet di Indonesia rata-rata masih rendah. Diet dalam menjaga makanan seringkali menjadi kendala karena masih tergoda dengan segala makanan yang dapat memperburuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia 25-65 tahun yang sedang rawat jalan, sampel diambil dengan metode non-random sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 130 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, pengisian kuesioner, form food recall 1x24 jam dan semi- quantitative food frequency questionnaire (SFFQ). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 13,8% responden yang patuh diet. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2 dengan jenis kelamin (p=0,008) dan lama menderita (p=0,044). Hasil uji regresi logistik menunjukkan lama menderita merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes melitus diharapkan untuk memperhatikan pola makan yang dianjurkan dan melaksanakannya dengan baik, mampu secara aktif untuk meningkatkan pengetahuannya terkait penyakit diabetes melitus dan faktor-faktor terkait lainnya dan tetap mempertahankan pola makan yang sudah dijalankan bagi yang sudah lama menderita diabetes melitus tipe 2.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, kepatuhan diet, karakteristik individu, faktor psikososial

The level of dietary adherence in Indonesia is still low. Diet in maintaining food is often become an obstacles because the patient is still tempted by all food that can worsen their health. The purpose of this study is to determine the factors that associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. This study was using a cross-sectional design. The samples studied were all type 2 diabetes mellitus type 2 with the age range 25-65 years was outpatient, samples were taken with non-random sampling method with purposive sampling of 130 people. Data were collected through anthropometric measurements, filling-out questionnaires, 1x24 hour food recall and dan (semi- quantitative food frequency questionnaire) SFFQ form. The results showed 13.8% of respondents were diet-compliant. There were significant relationship between gender (p=0.008) and length of suffering (p=0.044) with between dietary adherence. The result of logistic regression test showed that the duration of suffering is the dominant factor associated with dietary adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Type 2 diabetes mellitus patients were expected to pay attention to the diet recommended and carry it out well, to actively to improve the knowledge related to the disease diabetes mellitus and related to the other factors and still preserve diet that has been run for who has long been suffering from type 2 diabetes mellitus.
Keywords: Type 2 diabetes mellitus, dietary adherence, individual characteristics, psychosocial factors
Read More
T-5499
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuslihur Rahmi, Prijono Satyabakti
JBE Vol.1, No.1
Surabaya : FKM Unair, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive