Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25567 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cermin Dunia Kedokteran-191, Vol.39, No.3, Maret 2012, hal. 219
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christien S. Ibrahim
615.1 IBR o 19
Jakarta : Bhratara Karya Aksara, 1986
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alana Arumsari Pramono; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Woro Riyadina
Abstrak: Latar belakang: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit tidak menular. Faktor risiko penyakit jantung koroner antara lain hipertensi, merokok, kolesterol tinggi, obesitas, dan rendahnya konsumsi buah dan sayuran. Menurut data Riskesdas pada tahun 2013, prevalensi penyakit jantung koroner dengan diagnosa dokter adalah sebesar 0,5%. Sedangkan pada tahun 2018 prevalensi penyakit jantung koroner dengan diagnosa dokter adalah sebesar 1,5%. Maka terjadi peningkatan oleh responden yang menderita penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri yang memasok darah ke jantung dan bagian tubuh lainnya. Plak tersebut terdiri dari deposit kolesterol dan zat lain di arteri. Penumpukan plak menyebabkan bagian dalam arteri menyempit dari waktu ke waktu, yang sebagian atau seluruhnya dapat menghalangi aliran darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efek gabungan hipertensi dan obesitas dengan kejadian penyakit jantung koroner Metode: Pada analisis ini menggunakan analisis univariat untuk mengetahui proporsi dari varibel penelitian, analisis bivariat untuk mengetahui adanya hubungan pada variabel, analisis stratifikasi untuk mengetahui adanya confounding dan efek modifikasi. Analisis multivariat untuk mengetahui model akhir. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Hasil: didapatkan variabel penyakit jantung koroner 1,44%, hipertensi dan obesitas 9,77%, hipertensi dan tidak obesitas 9,64%, tidak hipertensi dan obesitas 22,04%, tidak hipertensi dan tidak obesitas 58,55%. Dan hubungan hipertensi dan obesitas terhadap penyakit jantung koroner setelah dikontrol oleh variabel usia dan jenis kelamin. Kesimpulan: Hubungan dari efek gabungan hipertensi dan obesitas dengan kejadian penyakit jantung koroner setelah dilakukan kontrol oleh variabel usia dan jenis kelamin
Background: Coronary heart disease is a non-communicable disease. Risk faktors for coronary heart disease include hypertension, smoking, high cholesterol, obesity, and low consumption of fruits and vegetables. According to Riskesdas data in 2013, the prevalence of coronary heart disease with a doctor's diagnosis was 0.5%. Meanwhile, in 2018 the prevalence of coronary heart disease with a doctor's diagnosis was 1.5%. Then there is an increase in respondents who suffer from coronary heart disease. Coronary heart disease is caused by the buildup of plaque on the walls of the arteries that supply blood to the heart and other parts of the body. The plaque consists of deposits of cholesterol and other substances in the arteries. Plaque buildup causes the inside of the arteries to narrow over time, which can partially or completely block blood flow. The purpose of this study was to determine the relationship between the combined effect of hypertension and obesity with the incidence of coronary heart disease Methods: This analysis uses univariate analysis to determine the proportion of research variables, bivariate analysis to determine the relationship between variables, stratification analysis to determine the presence of confounding and modification effects. Multivariate analysis to determine the final model. This study used a cross sectional design. Results: found coronary heart disease variables 1.44%, hypertension and obesity 9.77%, hypertension and not obesity 9.64%, not hypertension and obesity 22.04%, not hypertension and not obesity 58.55%. And the relationship of hypertension and obesity to coronary heart disease after being controlled by age and sex variables. Conclusion: The relationship of the combined effect of hypertension and obesity with the incidence of coronary heart disease after being controlled by age and sex variables
Read More
T-6129
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.42, No.6, Juni 1992, hal. 363-368
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Sudiarni ... [et al]
JRI Vol.25, N0.3
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifqah Indri Amalia; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Iih Supiasih
S-7961
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.40, No.9, Sept. 2013: hal. 694. ( ket. ada di bendel 2013- 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Harpini; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Yudianto, Zulfi
Abstrak: Sebagian besar kematian jamaah haji Indonesia pada tahun 2007 (54,5%) disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Di Asia Tenggara, jenis kardiovaskuler terbanyak adalah penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini menggunakan disain studi kasus kontrol, dimana semua jamaah haji embarkasi Jawa Barat yang mengalami PJK di tanah suci dimasukkan ke dalam kelompok kasus, dan yang tidak mengalami PJK di tanah suci dimasukkan ke dalam kelompok kontrol. Penentuan kelompok kontrol dilakukan dengan cara mematchingkan karakteristik individu pada masing-masing kasus (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan), dengan perbandingan 1 kasus untuk 5 kontrol. Terdapat 48 kasus dan 240 kontrol dalam penelitian ini, dengan jumlah total sampel adalah 288. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dan diabetes mellitus pada jamaah dengan kejadian PJK di tanah suci. Dimana odds yang mengalami PJK pada jamaah yang hipertensi 10,69 kali odds PJK pada jamaah yang tidak hipertensi. Dan odds yang mengalami PJK pada jamaah yang diabetes mellitus 4,48 kali odds PJK pada jamaah yang tidak diabetes mellitus. Untuk menurunkan kematian dan kesakitan akibat PJK, jamaah dengan riwayat hipertensi dan diabetes mellitus disarankan untuk selalu menjaga kesehatannya sesuai anjuran petugas medis. Untuk petugas yang menangani kesehatan jamaah, diharapkan meningkatkan pengawasan dan penyuluhan kepada jamaah dengan riwayat hipertensi dan diabetes mellitus.
 

 
In 2007, most of Indonesian pilgrims (54.5%) died due to cardiovascular disease. In Southeast Asia, most common type of cardiovascular is coronary heart disease (CHD). The study design was case-control, in which all hajj pilgrims From The West Javanese Embarkation who experienced CHD in the holy land were in the case group, and who did not have CHD at the holy land were in the control group. Control group was chosen by matching the individual characteristics of each case (age, sex, education, and employment), with a ratio of 1 case to 5 controls. There were 48 cases and 240 controls in this study; with the total number of samples were 288. There were significant relationship between a history of hypertension and diabetes mellitus upon the incidence of CHD in the holy land. Where the odds of experiencing CHD in hypertensive pilgrims was 10.69 times the odds of CHD among those who were not hypertensive. And odds of experiencing CHD in diabetes mellitus pilgrims was 4.48 times the odds of CHD among those who were not diabetes mellitus. To reduce mortality and morbidity due to CHD, pilgrims with a history of hypertension and diabetes mellitus are advised to always keep their health as recommended by the medical officer. For healthcare workers who handle pilgrims, are expected to increase supervision and counseling to the hajj pilgrims with a history of hypertension and diabetes mellitus.
Read More
T-3762
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Desti Ayu; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Muhammad Sugeng Hidayat, Misti
Abstrak:
enyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian secara global dengan angka mortalitas hampir 17,5 juta setiap tahunnya. Merokok menyumbang 33% dan Hipertensi menyumbang 31% dari semua kematian akibat cardiovascular disease. Merokok dan Hipertensi merupakan faktor risiko utama PJK yang menjadi masalah serius yang perlu ditangani di Indonesia maupun dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar risiko merokok dan hipertensi dengan kejadian penyakit jantung koroner di Indonesia. Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif. Data yang digunakan yaitu data sekunder Indonesian Family Life Survey (Data IFLS-4 dan IFLS-5 tahun 2007-2014) dengan total sampel 19.486 responden penduduk yang berusia ≥18 tahun. Analisis data dengan cox regression dan besar risiko dinyatakan dalam risk ratio (RR) dengan confidence interval (CI) 95%. Data analisis menggunakan software pengolah data. Hasil analisis multivariat setelah di kontrol berdasarkan jenis kelamin dan riwayat DM didapatkan bahwa merokok secara individual tidak berhubungan dengan PJK di Indonesia tahun 2007-2014 dengan nilai (RR 1,08 ; 95% CI = 0,70-1,67). Hipertensi secara individual meningkatkan risiko PJK (RR 1,19 ; 95% CI = 0,92-1,53). Merokok dan hipertensi secara bersama meningkatkan risiko PJK dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dan tidak mempunyai hipertensi di Indonesia tahun 2007-2014 (RR 1,66 ; 95% CI = 1,11-2,48) artinya responden yang merokok dan hipertensi berisiko mengalami PJK 1,66 kali (95% CI; 1,11-2,48) dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dan tidak hipertensi.

Coronary Heart Disease (CHD) is one of the leading causes of death globally with a mortality rate of nearly 17.5 million annually. Smoking accounts for 33% and hypertension accounts for 31% of all deaths from cardiovascular disease. Smoking and hypertension are major risk factors for CHD, which are a serious problem that needs to be addressed in Indonesia and the world. The purpose of this study was to determine the greater risk of smoking and hypertension with the incidence of coronary heart disease in Indonesia. The study used a retrospective cohort design. The data used are secondary data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS-4 and IFLS-5 data for 2007-2014) with a total sample of 19,486 population respondents aged ≥18 years. Data analysis with cox regression and the amount of risk is expressed in risk ratio (RR) with a confidence interval (CI) of 95%. Data analysis using data processing software. The results of multivariate analysis after being controlled by sex and DM history showed that smoking individually was not related to CHD in Indonesia in 2007-2014 with a value (RR 1.08; 95% CI = 0.70- 1.67). Hypertension individually increases CHD risk (RR 1.19; 95% CI = 0.92-1.53). Smoking and hypertension together increase the risk of CHD compared to people who don't smoke and don't have hypertension in Indonesia in 2007-2014 (RR 1.66; 95% CI = 1.11-2.48) meaning that respondents who smoke and hypertension are at risk of experiencing CHD 1.66 times (95% CI; 1.11-2.48) compared to nonsmokers and those without hypertension.

Read More
T-5958
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martiem Mawi
JKT Vol.23, No.3
Jakarta : FK Univ. Trisakti, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive