Ditemukan 18352 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Makara Sei Teknologi, Vol.10, No.1, Apr. 2006, hal. 24-27, ( Cat. ada di bendel 2005 - 2007 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Utami; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Ella Nurlaela Hadi
T-1518
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nasrin Kodim
KJKMN Vol.8, No.4
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nasrin Kodim
KJKMN Vol.2, No.5
Depok : FKM UI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Medika, No.11, th XXXIII, Nopember, 2007, hal. 774-778
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Makara, sains, Vol.5, No.2, Des. 2001, hal. 62-67. ( ket. ada di bendel 2000 - 2009 ); ( dan ada di bendel 2000 - 2001 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arum Puspitasari; Pembimbing: Helda; Penguji: Nurhayati Adnan, Dewi Kristanti, Budi Setiawan
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama pada masyarakat perkotaan. Obesitas sentral diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi, sedangkan aktivitas fisik diduga dapat memodifikasi hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modifikasi aktivitas fisik terhadap hubungan obesitas sentral dengan kejadian hipertensi pada orang dewasa di DKI Jakarta berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 7.050 penduduk usia 18-59 tahun, berdomisili di DKI Jakarta, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen adalah hipertensi, sedangkan variabel independen utama adalah obesitas sentral. Aktivitas fisik dianalisis sebagai variabel modifikasi. Variabel kovariat terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, konsumsi garam, konsumsi lemak, merokok, konsumsi alkohol, depresi, dan masalah kesehatan jiwa. Analisis menggunakan regresi Poisson complex survei. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 29,67% dan obesitas sentral sebesar 52,04%. Responden dengan obesitas sentral memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden tanpa obesitas sentral (adjusted PR=1,751; 95% CI: 1,539-1,994). Hasil analisis menunjukkan hampir tidak ada perbedaan risiko pada obesitas sentral dengan aktivitas fisik kurang, dengan hasil pada kelompok aktivitas fisik kurang (PR=1,820; 95% CI: 1,531–2,586), sedangkan pada kelompok aktivitas fisik cukup (PR=1,713; 95% CI: 1,457–2,015). Dengan demikian, aktivitas fisik tidak memodifikasi hubungan antara obesitas sentral dan kejadian hipertensi pada dewasa di DKI Jakarta. Namun, aktivitas fisik tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan hipertensi di masyarakat perkotaan selain pengendalian obesitas sentral.
Hypertension is a noncommunicable disease that remains a public health problem in Indonesia, particularly among urban populations. Central obesity is known to be associated with an increased risk of hypertension, while physical activity is thought to modulate this association. This study aims to analyze the role of physical activity as a modifier in the relationship between central obesity and the incidence of hypertension among adults in DKI Jakarta based on data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) using a cross-sectional study design. The study sample consisted of 7,050 residents aged 18–59 years, residing in DKI Jakarta, who met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable was hypertension, while the primary independent variable was central obesity. Physical activity was analyzed as a modifying variable. Covariates included age, sex, education, occupation, marital status, salt intake, fat intake, smoking, alcohol consumption, depression, and mental health issues. The analysis used complex Poisson regression. The results showed a prevalence of hypertension of 29.67% and a prevalence of central obesity of 52.04%. Respondents with central obesity had a higher risk of hypertension compared to those without central obesity (adjusted PR = 1,751; 95% CI: 1,539-1,994). The results of the analysis showed almost no difference in risk between central obesity and low physical activity, with the results for the low physical activity group (PR=1,820; 95% CI: 1,531–2,586) and for the moderate physical activity group (PR=1,713; 95% CI: 1,457–2,015)Thus, physical activity does not modify the association between central obesity and the incidence of hypertension among adults in DKI Jakarta. However, physical activity remains an important component of hypertension prevention efforts in urban communities, in addition to controlling central obesity.
T-7564
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sukarijanto
Hiperkes Vol.XXIII, No.4
Jakarta : Depnakertrans, 1990
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
