Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30581 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hardono Susanto
MMI-Vol.42/No.2
Semarang : Undip, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisa Vinesha; Pembimbing: Wahyu Kurrnia Yusrin Putra; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Anies Irawati
S-9781
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anita Khairani Tarigan; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Abas Basuni Jahari
S-9998
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Agustin; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Julianty Pradono, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut penelitian NHANES tahun 1999-2008, faktor risiko yang paling signifikan dari hipertensi pada wanita adalah obesitas. Provinsi Jawa Timur memiliki prevalensi hipertensi (26,2%) dan obesitas (28,06%) yang lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional (25% dan 26,23%) tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan obesitas dengan hipertensi pada wanita usia 18 tahun ke atas di Provinsi Jawa Timur dikontrol variabel umur, pendidikan, status ekonomi sosial, aktivitas fisik, konsumsi rokok, dan stres. Analisis ini menggunakan data Riskesdas 2013 dengan desain studi cross sectional yang dilaksanakan bulan Maret hingga Juni 2015. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi pada wanita usia 18 tahun ke atas di Provinsi Jawa Timur tahun 2013 adalah 33,7% dan prevalensi obesitas adalah 33,6%. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara obesitas dan hipertensi (OR 3,67; 95%CI: 2,79-4,83) setelah dikontrol umur, tingkat pendidikan, status ekonomi sosial, aktivitas fisik, konsumsi rokok, dan stres. Terdapat interaksi positif antara umur dengan obesitas dalam kaitannya dengan hipertensi. Pada perbandingan antar strata umur, umur bersama dengan obesitas meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, meningkat secara linier pada usia yang makin tua. Dalam strata umur yang sama, risiko obesitas menyebabkan hipertensi makin kecil secara linier pada usia yang makin tua. Kemenkes dan Dinkes diharapkan memperluas program posbindu ke lingkungan masyarakat dengan kerja sama antara Puskesmas dan RT setempat. Wanita disarankan untuk menjaga berat badan tetap normal dan melakukan aktivitas yang cukup.
Kata kunci: Obesitas, hipertensi, wanita, umur, Riskesdas 2013, Provinsi Jawa Timur
Read More
T-4488
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tadzkia Dara Ayunda; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Mugi Wahidin
Abstrak: Kasus kanker payudara di seluruh dunia mengalami peningkatan tajam dalam limatahun terakhir terutama pada wanita. Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan trendiet terjadi di berbagai negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan dietdengan kanker payudara pada wanita usia 15 tahun ke atas di Indonesia. Penelitian dilakukandengan desain cross sectional dengan sumber data yang digunakan adalah data Riskesdas 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan diet tidak sehat memiliki odds lebih tinggiuntuk mengalami kanker payudara (OR=1,14), serta faktor risiko lainnya adalah konsumsimakanan manis (OR=1,53), berlemak (OR=2,41), dan berkafein (OR=2,22) setelah dikontrololeh umur, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, penggunaan alatkontrasepsi hormonal, dan aktivitas fisik. Maka, dianjurkan kepada wanita usia 15 tahun keatas di Indonesia untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah serta membatasi konsumsimakanan manis, berlemak, dan berkafein untuk mencegah kanker payudara.Kata Kunci:diet, kanker payudara, wanita
Breast cancer cases in worldwide has increased sharply in the last ten years, especiallyin women. In recent decades, changes in diet trend occurred in various countries. The purposeof this study was to determine the dietary relationship to breast cancer in women aged 15years and over in Indonesia. The study was conducted with a cross sectional design with thesource of data used is Riskesdas 2013. The results shows that women with unhealthy diets havehigher odds of having breast cancer (OR = 1.14), as well as other risk factors are consumptionof sweet foods ( OR = 1.53), fat (OR = 2.41), and caffeine (OR = 2.22) after controlled by age,marital status, education, occupation, residence, the use of hormonal contraception, andphysical activity. Thus, it is recommended for women aged 15 years and over in Indonesia toincrease fruit and vegetable consumption and limiting consumption of sugary foods, fattyfoods, and caffeine to prevent breast cancer.Keywords:diet, breast cancer, women.
Read More
S-9299
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melly Kristanti; Pembimbing: Helda; Penguji: Ratna Djuwita, Sylviana Andinisari, Frima Elda
T-5150
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Nurul Triastuti; Pembimbing: Sudijanto Kamso
S-3735
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabilla Sicillia Arya Putri; Pembimbing: Rico Kurniawan; Penguji: Popy Yuniar, Devi Mayori
Abstrak:
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular dengan tren peningkatan kasus yang signifikan di tingkat global. Indonesia berada di urutan ke-5 negara dengan kejadian DM tertinggi. Tingginya angka kejadian didominasi oleh DM tipe 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup seseorang. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan karena adanya keterbatasan mobilitas, hambatan informasi, dan kesenjangan aksesibilitas layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan kejadian diabetes melitus pada kelompok disabilitas di Indonesia tahun 2023. Metode: penelitian menggunakan data sekunder  dengan desain studi cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Besar sampel yang didapatkan sebesar 13.451. Hasil: Prevalensi diabetes melitus pada penyandang disabilitas sebesar 3,7%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan hubungan yang signifikan antara usia, tempat tinggal, status ekonomi, hipertensi, obesitas, jenis disabilitas, depresi, konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, perilaku pemeriksaan kadar gluksoa darah berkala, dan gangguan tidur. Berdasarkan hasil analisis multivariabel, faktor dominan kejadian diabetes melitus pada penyandang disabilitas adalah status ekonomi pada kuintil IV (aOR = 3,020; 95% CI = 1,628 – 5,601)  setelah dikontrol oleh usia, tempat tinggal, hipertensi, konsumsi makanan manis, konsumsi minuman manis, dan perilaku pemeriksaan glukosa darah berkala. Kesimpulan:  Adanya posyandu integrasi layanan primer (ILP) yang disertai layanan dan fasilitas penunjang untuk disabilitas membantu pencegahan diabetes melitus pada penyandang disabilitas sehingga dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus pada populasi tersebut.

Background: Diabetes mellitus is noncommunicable disease with a significantly increasing trend globally. Indonesia is on fifth among countries with the highest incidence of diabetes mellitus. This high incidence is dominated by type 2 diabetes mellitus, which is linked to individual’s lifestyle.  Disability people represent a highly vulnerable group due to mobility limitations, information barriers. Objective: This study aims to determine the factors associated with the incidence of diabetes mellitus among disability people in Indonesia in 2023. Methods: This study utilized secondary data with cross-sectional design. Data analysis was performed using multiple logistic regression, yielding a total sample size of 13,451 respondents. Results: The prevalence of diabetes mellitus among people with disabilities was 3.7%. Based on the results of the bivariate analysis, significant associations were found between age, residency, economic status, hypertension, obesity, type of disability, depression, consumption of sugary foods, consumption of sugary beverages, regular blood glucose monitoring behavior, and sleep disorders. On multivariable analysis, the dominant factor was found that economic status in quintile IV was the dominant factor for diabetes mellitus incidence among disability people (aOR = 3.020; 95% CI = 1.629 – 5.601) after adjusting for age, residency, hypertension, consumption of sweet foods, consumption of sugary beverages, and regular blood glucose monitoring behavior. Conclusion: The implementation of Integrated Primary Care Health Posts (Posyandu Integrasi Layanan Primer/ILP), equipped with services and facilities that support with disabilities, could support the prevention of diabetes mellitus among disability people, thereby reducing its incidence within this population.
Read More
S-12339
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roeberji; Pembimbing: Nasrin Kodim; Pnguji: Yovsyah, Renti Mahkota, Sri Diniharini, Hernowo Tri H
Abstrak:

ABSTRAK Tujuan Penelitian: Mengetahui pngaruh waktu tinggal terhadap kematian Calon Jemaah Haji Indonesia (CJHI) reguler periode Armina dan pasca Armina usia 40 tahun keatas pada tahun 1427 H. Metode Penelitian: Disain studi yang digunakan adalah desain studi analitik rancangan kohort retrospektif yaitu melakukan pengamatan obyek penelitian CJHI reguler usia 40 tahun keatas selama kurang lebih 68 hari mulai dari kedatanagan pertama kali (kloter pertama) di Arab Saudi (27 November 2006) hingga berakhirnya aktivitas jamaah haji pada tahun 1427 H (2 Februari 2007). Hasil penelitian: Walctu tinggal berpengaruh secara konsisten terhadap terjadinya kematian. Hasil uji rnenunjukkan konsistensi sesuai dengan Jose respons semakin singkat waktu tinggalnya semakin tinggi risiko untuk mengalami kematian. Dengan demikian CJHl yang memiliki waktu tinggal yang singkat berisiko terkena kematian seiring dengan tingkat kesingkatan waktu tinggalnya. Artinya kelompok jemaah yang haji tiba di tanah paling akhir adalah kelompok yang berisiko mengalami kematian paling tinggi. Mortality risk CJHI rcguler periode Armina dan pasca Armina usia 40 tahun ke atas pada tahun 1427 H sebesar 3.4%.

Read More
T-2731
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive