Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33770 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Warta Demografi, Ke-38, No.4, 2008, hal. 21-31, ( Cat. ada di bendel 2008-2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, 30. No.2, 2000, hal. 21-29. ( ket ada di bendel 2000, no.1-4)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, 30. No.2, 2000, hal. 47-49. ( ket ada di bendel 2000, no.1-4)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia : early age of marriage and pregnancy among women in Indonesia (Daftar isi: 1.Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan dan kehamilan wanita muda di Daerah Istimewa Aceh; 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia Daerah Sumut. ; 3. Pola perkawinan di Kec. Batipuh dan Sepuluh Koto Kab. Tanah Datar Prop. Sumbar (Laporan pendahuluan dari suatu studi kasus; 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan pada wanita muda usia di Prop. Sumsel; 5. Masalah perkawinan dan kehamilan wanita usia muda di Jawa Barat; 7. Pengaruh perkawinan dan kehamilan wanita muda usia di Jawa Barat; 8. Pengaruh perkawinan dan kehamilan wanita usia muda; 9. Masalah perkawinan dan kehamilan wanita muda usia di Jateng; 10. Usia kawin muda dan permasalahannya di DIY; 11. Perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda di Jatim; 12. Masalah kehamilan pada usia muda di Jatim; 13. Keluarga Jawa Timur; 14. Tinjauan tentang besarnya masalah perkawinan dan kehamilan muda usia di Sulsel; ; 15. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia ditinjau dari sudut kesehatan; 16. Faktor-faktor dan implikasi perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia ditinjau dari sudut kesehatan anak; 17. Akibat perkawinan dan kehamilan wanita usia muda terhadap kesehatan anak; 18. Implikasi perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia ditinjau dari segi kesehatan anak; 19. Faktor-faktor dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia ditinjau dari sudut kesehatan ibu dan janin; 20. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia ditinjau dari sudut kesehatan ibu; 21. Problema klinis kehamilan primi muda; 22. Implikasi kesehatan reproduksi dalam perkawinan usia muda; 23. Faktor-faktor dan imlikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut kesehatan masyarakat; 24. Faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia, ditinjau dari dudut kesehatan masyarakat; 25. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut psikologi; 26. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut psikologi; 27. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut sosial budaya; 28. Fakktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia, ditinjau dari sudut sosial budaya; 29. Faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi kehamilan dan persalinan usia muda di Jawa Barat; 30. Faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi usia kawin: suatu studi kasus di Desa Harjobinangun Yogyakarta ; 31. Pengaruh perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda (suatu tinjauan sosial Sulawesi Selatan); 32. Faktor sosial budaya yang mempengaruhi terjadinya perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Bali; 33. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut Agama Islam; 34. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda, ditinjau dari sudut Agama Islam; 35. Implikasi sosial psychologis dari perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda di Sulawesi Selatan (suatu tinjauan dari sudut Agama Islam); 36. Tinjauan Islam pada masalah perkawinan dan kehamilan ibu; 37. Upaya menunda perkawinan dan kehamilan usia muda di Jawa Barat; 38. Program/kegiatan yang mungkin dikembangkan untuk mengatasi masalah perkawinan dan kehamilan wanita usia muda di Jawa Barat; 39. Kegiatan yang perlu dikembangkan dalam mengatasi perkawinan dan kehamilan wanita muda usia di Sulawesi Selatan)
P 612.661598 SAM p
[s.l.] : Jakarta IAKMI 1987, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, 30. No.2, 2000, hal. 11-20. ( ket ada di bendel 2000, no.1-4)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, 30. No.2, 2000, hal. 30-35. ( ket ada di bendel 2000, no.1-4)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Biro Pusat Statistik
R 312.5 BIR p
Jakarta : BPS, 1980
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni`matullah; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-235
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, 30. No.2, 2000, hal. 8-10. ( ket ada di bendel 2000, no.1-4)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Amran; Promotor: Budi Utomo; Kopromotor: Rita Damayanti; Penguji: Purnawan Junadi, Besral, Dwiyana Ocviyanti, Rina Herarti, Soewarta Kosen, Julianto Witjaksono
Abstrak: Dalam siklus reproduksi, bertambah usia, jumlah anak dan kondisi kesehatan menimbulkan kebutuhan jenis alat kontrasepsi baru yang lebih rasional. Peralihan ke metode yang tidak rasional dapat berdampak pada kehamilan tidak direncanakan. Pengetahuan yang tinggi serta persepsi efektifitas dan efisiensi penggunaan alat kontrasepsi berhubungan dengan pola penggantian metode rasional. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggantian metode kontrasepsi, serta membuktikan perbedaan hubungan pengetahuan serta persepsi penggunaan alat kontrasepsi dengan pola penggantian metode kontrasepsi rasional antara perempuan akseptor KB di Jawa Timur dan NTB.Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi Cross-Sectional. Subyek penelitian adalah wanita usia subur dengan jumlah 4616 perempuan di Jawa Timur dan 4819 perempuan di NTB. Perubahan jenis kontrasepsi ditinjau dari perbedaan jenis kontrasepsi saat ini dengan sebelumnya selama rentang waktu mengikuti program KB. Penilaian rasionalitas ditinjau dari kecocokan metode kontrasepsi terakhir dengan usia, jumlah anak dan motivasi KB. Pengetahuan yang diukur terkait MKJP. Sementara persepsi yang diukur terkait efektifitas efek samping dan cara pemakaian dan efisiensi biaya dan kemudahan memperoleh alat kontrasepsi. Data dianalisis dengan meggunakan multilevel analisis regresi logistik berganda untuk membuktikan hipotesis penelitian. Pola pengantian metode kontrasepsi didominasi oleh perpindahan dari non MKJP ke non MKJP lainnya. Hanya sebagian kecil perempuan berisiko tinggi yang beralih menggunakan kontrasepsi rasional baik di NTB maupun Jawa Timur. Persepsi terhadap efek samping terbukti berhubungan dengan pola penggantian rasional pada perempuan di Jawa Timur, dan persepsi terhadap cara pemakaian alat kontrasepsi terbukti berhubungan dengan pola penggantian metode kontrasepsi rasional pada perempuan di NTB. Persepsi terhadap biaya alat kontrasepsi terbukti berhubungan dengan pola penggantian metode kontrasepsi rasional pada perempuan di Jawa Timur dan NTB.Dapat disimpulkan ada perbedaan hubungan persepsi penggunaan alat kontrasepsi dengan pola penggantian metode kontrasepsi antara Jawa Timur dan NTB. Oleh karena itu, disarankan strategi KIE pada perempuan di Jawa Timur fokus pada penyelesaian masalah persepsi terkait efek samping dan pada perempuan NTB fokus pada penyelesaian masalah persepsi cara pemakaian alat kontrasepsi. Untuk menyelesaikan permasalah terkait persepsi biaya alat kontrasepsi pada perempuan di Jawa Timur dan NTB, perlu didukung keberlanjutan program penggratisan alat kontrasepsi pada masyarakat miskin dan juga masyarakat katagori lainnya melalui program BPJS.
 

In the reproductive cycle, the increasing age, number of children and health conditions lead to the need for more rational types of new contraceptives. Switching contraception to irrational methods may cause unintended pregnancies. High knowledge and perceptions of the effectiveness and efficiency of contraceptive use are related to the rational switching method pattern. Therefore, this study aims to evaluate the pattern of switching contraceptive methods, and to prove the difference association of knowledge and perception of contraceptive use with the pattern of rational switching contraceptive methods among women of Family Planning FP acceptors in East Java and West Nusa Tenggara.This study used a quantitative approach with Cross Sectional study design. Research subjects were women of reproductive age with 4616 women in East Java and 4819 women in West Nusa Tenggara. Changes in types of contraceptives were reviewed from the different types of contraceptives with the previous one during the timeframe of the FP program. Assessment of rationality was reviewed from the compatibility of the last method of contraception with age, number of children and family planning motivation. Knowledge was measured related to Long Term Contraceptive Method LTCM . While, perception rsquo s measurement was related to the effectiveness side effects and mode of use and efficiency cost and ease of obtaining of contraceptives. Data were analyzed using Multilevel Multiple Logistic Regression analysis to prove the research hypothesis.The switching pattern of contraceptive methods was dominated by changing from non LTCM to other non LTCM. Only a small proportion of high risk women switched to use rational contraception both in West Nusa Tenggara and East Java. Perceptions of side effect was associated with rational patterns of switching method in women in East Java, and perceptions of the use of contraceptives had relationship with patterns of rational contraceptive methods for women in West Nusa Tenggara. Perceptions of the cost of contraceptives was foundto be related withrational switching pattern of contraceptive methods among women in East Java and West Nusa Tenggara.In conclusion, there was a difference relationship of perceptionon contraception use and switching contraceptive method between East Java and West Nusa Tenggara. Therefore, it is recommended that Communication, Information and Education CIE strategies for women in East Java should focus on solving perceptual problems related to side effect while in West Nusa Tenggara women more focus on solving perception problems about how to use contraceptives. To solve the problems related to perception of contraceptive cost among women in East Java and West Nusa Tenggara, it is necessary to support the continuity of contraceptive application program for the poor and other categories through the Social Insurance Administration Organization Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS program.
Read More
D-377
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive