Ditemukan 1548 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Universa medicina, Vol.30, No.1, Jan. - April. 2011, hal. 11-21, ( Cat. ada di bendel 2010 - 2011 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syahrul Rauf, Rina Masadah
MJI-Vol.18/No.2
Jakarta : Faculty of Medicine Universitas Indonesia, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aris R. Hanafi ... [et al]
JRI Vol.30, N0.3
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ester Mustika Simbolon; Pembimbig: Kurnia Sari; Penguji: Jaslis Ilyas, Dwi Indah Anjarsari
Abstrak:
Read More
Karantina X merupakan unit pelaksana teknis Badan Karantina Indonesia yang berperan penting dalam mendukung pelaksanaan pengujian karantina melalui penggunaan metode pengujian terstandar dan peralatan laboratorium yang relatif modern. Seiring dengan meningkatnya kapasitas pengujian, laboratorium Karantina X dihadapkan pada tingginya volume dan kompleksitas pekerjaan yang harus ditangani oleh pegawai. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan sumber daya manusia yang proporsional agar kinerja dan kualitas pelayanan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja pegawai laboratorium Karantina X serta menentukan kebutuhan pegawai optimal berdasarkan kondisi kerja aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi sampel adalah seluruh pegawai laboratorium Divisi KMPP Karantina X sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung non-intervensi menggunakan metode stopwatch time study serta penelusuran dokumen pendukung. Analisis beban kerja dilakukan dengan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk mengukur beban kerja pegawai, serta metode Workload Analysis (WLA) untuk menghitung kebutuhan jumlah pegawai optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja pegawai laboratorium Karantina X berada pada kategori overload, yang ditandai oleh nilai indeks FTE 1,51 – 1,84. Hasil perhitungan kebutuhan pegawai menggunakan metode WLA menunjukkan bahwa jumlah pegawai optimal yang dibutuhkan berada pada kisaran 11 hingga 19 pegawai, lebih besar dibandingkan jumlah pegawai aktual sebanyak 10 orang. Berbagai skenario perhitungan melalui uji sensitivitas terhadap nilai rating factor, allowance, dan jam kerja menunjukkan variasi kebutuhan pegawai, namun seluruh hasil secara konsisten mengindikasikan bahwa jumlah pegawai yang tersedia belum mencukupi, sehingga beban kerja pegawai berada pada kategori berlebih. Kata Kunci : Beban kerja, Full Time Equivalent (FTE), Workload Analysis (WLA), Keamanan Mutu Pangan Pakan.
Quarantine X is a technical implementing unit of the Indonesian Quarantine Agency that plays a vital role in supporting quarantine testing through the use of standardised testing methods and relatively modern laboratory equipment. Along with the increasing testing capacity, the Quarantine X laboratory faces a high volume and complexity of work that must be handled by its staff. This condition requires proportional human resource management to ensure that performance and service quality are maintained. This study aims to analyse the workload of laboratory staff at Quarantine X and to determine the optimal staffing requirements based on actual working conditions. This study employs a quantitative approach with a descriptive design. The population and sample consist of all laboratory staff in the KMPP Division of Quarantine X, totalling 10 employees. Data were collected through direct non-intervention observations using the stopwatch time study method and a review of supporting documents. Workload analysis was conducted using the Full Time Equivalent (FTE) method to measure staff workload and the Workload Analysis (WLA) method to calculate optimal staffing requirements. The results indicate that the workload of laboratory staff at Quarantine X falls into the overload category, as reflected by FTEindex values ranging from 1.51 to 1.84. The WLA results show that the optimal number of staff required ranges from 15 to 17 employees, which is higher than the current staffing level of 10 employees. Various calculation scenarios based on sensitivity testing of rating factors, allowance values, and working hours demonstrate variations in staffing needs. However, all scenarios consistently indicate that the current number of staff is insufficient, resulting in an excessive workload condition.
S-12164
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Asia-Pacific Jour. of PUblic Health ( APJPH), Suppl. Vol.25, No.4, July 2013 : hal. 80s-87s
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Teaching Statistics: An Int. J. for Teachers, Vol.34, No.1, 2012, hal. 2-9. ( ket. ada di bendel 2012 - 2014 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Michelle Kim; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Yulianti Wibowo
Abstrak:
Read More
Obesitas sentral merupakan kondisi akumulasi lemak berlebih di area perut (intra-abdominal fat) yang berperan sebagai faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik. Di Indonesia, termasuk wilayah Jakarta, prevalensi obesitas sentral menunjukkan tren peningkatan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi adalah pola konsumsi minuman berpemanis atau Sugar-Sweetened Beverages (SSB), yakni minuman yang mengandung pemanis berkalori tinggi seperti soda, minuman rasa buah, teh/kopi kemasan, dan sejenisnya. Konsumsi SSB meningkat seiring dengan kemudahan akses dan kecenderungan masyarakat menjadikannya sebagai pelarian saat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian obesitas sentral pada kelompok dewasa di perusahaan X. Penelitian dilakukan pada bulan April 2024 menggunakan desain cross-sectional dengan metode purposive sampling, melibatkan 86 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi SSB (p=0,002), asupan energi (p=0,009), dan asupan karbohidrat (p=0,001) dengan kejadian obesitas sentral. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara obesitas sentral dengan aktivitas fisik (p=0,536), jenis kelamin (p=1,000), pengetahuan mengenai SSB (p =0,647), asupan lemak (p=0,219), dan asupan serat (p=0,376). Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi SSB, asupan energi, dan karbohidrat perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan obesitas sentral di kalangan dewasa pekerja.
Central obesity is a condition characterized by excessive fat accumulation in the abdominal area (intra-abdominal fat), which serves as a major risk factor for cardiovascular diseases and metabolic syndrome. In Indonesia, including the Jakarta area, the prevalence of central obesity continues to rise. One contributing factor is the pattern of consuming sugar-sweetened beverages (SSBs), which are drinks containing high-calorie sweeteners, such as soda, fruit-flavored drinks, packaged tea/coffee, and other sweetened liquid products. SSB consumption has increased due to easier access and the tendency for individuals to use these beverages as a coping mechanism during stress. This study aimed to examine the relationship between SSB consumption and the incidence of central obesity among adults in Company X. The research was conducted in April 2024 using a cross-sectional design and purposive sampling method, involving 86 respondents. The results showed a significant association between SSB consumption (p=0.002), energy intake (p=0.009), and carbohydrate intake (p=0.001) with the incidence of central obesity. Meanwhile, no significant association was found between central obesity and physical activity (p=0.536), sex (p=1.000), knowledge about SSB (p=0.647), fat intake (p=0.219), or fiber intake (p=0.376). These findings suggest that SSB consumption, energy intake, and carbohydrate intake are important factors to consider in efforts to prevent central obesity among working adults.
S-11921
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elza Ibrahim Auerkari, Mehmet Gunduz, Mamoru Ouchida
JKG UI, Vol.8, No.2
Jakarta : FKG UI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bull. of the WHO, Vol.90, No.8, Augt. 2012, hal. 564-565
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bulletin of the WHO, Vol.90, 8, Augt. 2012 : hal. 564-565
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
