Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17361 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
T. Fatimah Djajasudarma Idat-Abdulwahid; Pembimbing: Anton M. Moeliono, Bernd Nothofer, Ayatrohaedi
D-152
Jakarta : FS UI, 1986
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
William and Mary Morris
R 423 WIL h
New York : Harper & Row, 1985
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Daliman Edi Subroto; Pembimbing: Amran Halim, H. Steinhauer, Muhadjir
Abstrak: This thesis tries to describe the transposition from adjectives to verbs and vice versa in standard Javanese.
 
 
In this case, each of the major word-classes (substantive, verb, adjective) is determined primarily and accordingly to a set of its morphological features which differ in the whole aspects from the others. Except for those features, a set of its syntactical valences are also identified.
 
 
Adjectives and verbs in Javanese are two different word-classes. Each of them is a word-class system which covers a set of morphological categories--i.e. a series of words with identical formal features corresponding to identical semantic features--which differ in the whole aspects from each other.
 
 
ABSTRACT
 
 
The verbal system is divided into two classes (class I and class II). Morphologically, class I is characterized by di-D category (passive) which is in contrast with N-D category (active-transitive), whereas class II isn't, al-though it has N-D category (intransitive). Structurally, there are some important differences between the two classes caused by this principal difference. Each of the classes is also separated into two parts (part A and part B). Morphologically, part B is characterized by two specific categories: maq-D 'to do D suddenly' and patin-D 'plural subject involved to do something varies in rhythm and intensities', and semantically is characterized by "emotive-expressive" or "onomatopoeic" semantic values, whereas part A isn't.
 
 
The object being studied in this thesis is the verb-al morphological procedes --whether productive or improductive--which transpose adjectives in monomorphemic category into verbs (or maybe called "deadjectival, verbal categories") and the adjectival morphological procedes which transpose verbs into adjectives (or maybe called "deverbal, adjectival categories")
 
Based on the data, we know that the great parts' of the monomorphemic adjectives can be transposed into verbs class II A (none into class II B) and only some of them can be transposed into class I A (none into class I B). Most of the transpositional categories in verb II A are productive; their formal forms: N-D-i, N-D-ake; ke-D-an; di-D-i, di-D-ake; ka-D-an, ka-D-ake; -in-D-an, -in-D-ake; taq-D_i, taq-D-ake; taq-D-ane, taq-D-ne; koq-D-i, koq-D-ake; D-ana, D-na; D-i:, D-ke:; D-in-D-an, D-in-D-ake; D-D-an; but there are some other categories which are improductive. On the other hand, all of the transpositional categories in verb I A are improductive.
 
 
 
There are only three procedes of adjectives (-an, ke-en, -em-, -um-) which transpose verbs into adjectives. All of the transpositional categories of adjective are improductive.
 
In this thesis, we also know that a certain word-class system is not totally transposed into the other.
Read More
D-129
Jakarta : FS UI, 1985
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahayu Surtiati Hidayat; Pembimbing: A.M. Moeliono, P.W.J. Nababan
D-139
Jakarta : FS UI, 1989
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyastuti ... [et al.]
PHPMA-Vol.2/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarsono; Pembimbing: Anton M. Moeliono, E.K.M. Masinambow, Asim Gunawan
Abstrak: Kajian ini mengenai salah satu aspek ke dwi bahasaan , yaitu pamertahanan bahasa. Objeknya adalah bahasa Melayu Loloan, sebuah ragani bahasa Melayu yang di pakai oleh minoritas muslim didalam kota Negara, Bali. Masalah yang dikaji ialah faktor-faktor yang mendukung pemertahanan bahasa Melayu Loloan terhadap bahasa Bali, bahasa yang menjadi bahasa ibu guyup mayoritas Bali, dan bagai mana kondisi pemertahanan itu terhadap bahasa Indonesia saat ini.
 
Dengan ancangan sosiologi, metode survei, dan teknik wawancara, kuesionier, dan pengalnatan partisipasi , peneliti menjaring data utama berupa pengakuan pribadi (self-report) dart dua gerierasi dengan percontoh 290 kepala keluarga dan 120 ariak rnuda (13-21), dan 28 anak (6-12) tentang sikap, penguasaan, dan pengguriaan bahasa yang merijadi khazarrah kevahasaan rrlereka, yaltu bahasa Melayu Loloan (sebagal bahasa ibu= Bi), bahasa Bali (sebagai bahasa kedua= B2), dan bahasa Indonesia (sebagai B2 baru).
 
Hasilnya ialah di temukannya beberapa faktor yang mendukung peme rtahanan bahasa Melayu Loloan terhadap bahasa Bali, mencakupi faktor eksternal dan faktor internal yang saling berpaut. Dua faktor penting yang tergolong faktor eksternal ialah (1) adanya letak konsentras pemukiman yang secara geograf is , agak terpisah dan i letak pemukiman guyup mayoritas; dan sikap toleransi, atau setidak-tidaknya s i kap akomodatif . guyup mayoritas Bali yang tanpa rasa enggan menggunakan bahasa Melayu Loloan dalam interaksi mereka dengan warga guyup minoritastas. Dari tubuh guyup Loloan sendiri ditemukan tiga faktor panting pendukung pemertahanan bahasa, yaitu sikap atau pandangan keislaman guyup Loloan yang tidak akomodatif terhadap guyup, dan bahasa Bali, sehingga bahasa ini tidak digunakan dalam interaksi intra kelompok Loloan; loyalitas yang tinggi terhadap bahasa Melayu Loloan karena bahasa ini dianggap sebagai lambang guyup Melayu Loloan yang beragama Islam; sedangkan bahasa Bali di pandang sebagai lambang guyup Bali yang Hindu. Akhirnya faktor kesinambungan pengalihan (transmisi) bahasa melayu Loloan dari generasi ke generasi berikutnya.
 
Pemertahanan itu menjadi agak melemah dalam menghadapi ekspansi bahasa Indonesia. Bahasa ini dipandang tidak mengandung konotasi agama tertentu, di anggap tidak berbeaa dengan bahasa Melayu Loloan karena itu dianggap sebagai milik mereka juga terutama oleh posisi mereka sebagai orang Indonesia. Akibatnya, pada saat ini bahasa Indonesia sudah mendominas ranah pemerintahan , pendidikan , dan agama, dan sudah menjalankan peran sebagai alat komunikasi antar kelompok, menggeser peran yang semula dijalankan oleh bahasa Melayu Loloan atau bahasa Bali.
Read More
D-151
Jakarta : FS UI, 1990
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medias Imroni, Nur Alam Fajar, Fatmalina Febry
JIKM-Vol.1/No.1
Ogan Ilir : IAKMI FKM-Unsri, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
David P. Rein, Anna Veltfort
R 428 REI g
Danbury, Conn. : Grolier International, 1989
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
oleh Grace Wiradisastra dan Sisilia Setiawati Halimi
428 WIR e (RS)
Depok : Universitas Indonesia, 2007
Reserved (pinjaman 1 hari)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Poerwadarminta
R 499.22103 POE k
Djakarta : PN. Balai Pustaka, 1965, 1966-1995
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive