Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37760 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurmala Situmorang; Pembimbing: Hasbullah Tabrany
D-94
[s.l.] : [s.n.] : 2004
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Toha Muhaimin; Promotro: Budi Utomo; Ko-Promotor: Sudarto Ronoatmodjo, Samsuridjal Djauzi; Penguji: Sudijanto Kamso, Arwin Akib, Irwanto, Kemal N. Siregar
D-239
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Milla Herdayati; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Ratna Djuwita, Meiwita P. Budiharsana, Kemal Nazaruddin Siregar, Wendy Hartanto, Sri Sunarti Purwaningsih, Yayat Supriyatna
Abstrak: ABSTRAK Nama : Milla Herdayati Program : Kesehatan Masyarakat Judul : Pola commuting, Peran Gender dan Kualitas Hidup Komuter: Studi Kasus di Tiga Kota Metropolitan di Indonesia. Mobilitas ulang alik (commuting) telah menjadi fenomena global di seluruh kota-kota metropolitan di dunia termasuk Indonesia. Kegiatan perekonomian/bisnis cenderung berada di pusat kota, mengharuskan mereka bermobilitas (commuting) untuk bekerja. Mereka berhadapan kemacetan/kepadatan, polusi, durasi commuting yang panjang, hal ini diperberat buruknya sistem transportasi publik. Pada perempuan kondisi tersebut menjadi permasalahan tersendiri, dikarenakan perempuan bekerja tidak serta merta dapat melepaskan peran domestiknya. Tujuan studi ini menganalisis apakah commuting berkaitan dengan kualitas hidup komuter, dan apakah peran gender memodifikasi pengaruh commuting terhadap kualitas hidup komuter. Studi ini menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tiga Kawasan Metropolitan di Indonesia, yaitu Jabodetabek tahun 2014, Mebidang dan Sarbagita tahun 2015. Sampel studi: Pekerja komuter berusia 15-65 tahun di wilayah tersebut dengan kriteria eksklusi adalah commuting dengan berjalan kaki/bersepeda (active commuting). Untuk memperkaya studi ini dilakukan studi kualitatif. Temuan studi ini membuktikan adanya commuting paradox pada komuter, perempuan memiliki pola commuting yang khas multi-trips dan multi-destinatios. Temuan lain studi pola commuting berhubungan negative dengan kualitas hidup lebih baik belum dapat dibuktikan. Peran gender berpengaruh terhadap negative terhadap kualitas hidup komuter. Selain itu efek commuting terhadap kualitas hidup berbeda menurut kewilayahan. Beberapa rekomendasi studi ini bahwa beban commuting harus diminimalisir dengan mengembangkan sistem transportasi public yang handal dan humanis dan ramah perempuan, serta dan juga mendorong penggunaan transportasi massal lewat dengan kampanye dari perspektif kesehatan masyarakat. Keywords Commuting, peran gender, kualitas hidup, transportasi publik ABSTRACT Name : Milla Herdayati Study Program : Public Health Title : Commuting Patterns, Gender Roles and Quality of Life of Commuters: Case Study in Three Metropolitan Cities in Indonesia. Commuting has become a global phenomenon in various metropolitan cities in the world including Indonesia. Economic and business activities tend to be located in the city center has requires people live suburb area to commute to work. The people facing several problems such as traffic, pollution, long duration of commuting also poor transportation system. For women, this condition becomes a real problem, because women have dual role within the households. The purpose of this study is to analyze whether commuting have an impact for the quality of life of commuters, and whether gender roles also influence of commuting on the quality of life. This study uses 2015 and 2014 Central Bureau of Statistics (BPS) data on three municipality in Indonesia, namely Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok Tangerang and Bekasi) and Mebidang (Medan, Binjai, dan Deli Serdang) and Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Sample study: Commuter workers aged 15-65 years within three municipality with exclusion criteria are walker and people whose work by cycling (active commuting). To enrich this study a qualitative study was conducted. The findings of this study prove the existence of commuting paradoxes in commuters, women have a commuting pattern that is typical of multi-trips and multi-destinations and commuters with minor gender roles have a better quality of life. In addition, the effects of commuting on quality of life differ according to region/area. Some recommendations from this study that the burden of commuting must be minimized by developing a reliable public transportation system that is friendly to women, and providing subsidies for low-income commuters, and also encouraging the use of mass transportation through campaigns from a public health perspective. Keywords Commuting, gender roles, quality of life, public transportation
Read More
D-406
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R Wasis Sumartono; Promotor: Hasbullah Thabrany; Ko Promotor: Ratna Meidyawati; Penguji: Anhari Achadi, Nasrin Kodim, Sudijanto Kamso, Kodrat Pramudho, Rita Damayanti
Abstrak: Latar belakang: Di Indonesia, prevalensi karies gigi berkisar antara 85% - 99% dan 67.4% pria umur 15 tahun atau lebih merokok. Tujuan: Tujuan penelitian ini mengkaji hubungan keparahan karies gigi dan intensitas merokok pada pria Indonesia umur 45 – 54 tahun (n = 34.534), responden Riskesdas 2007. Metode: Pengalaman karies gigi (DMFT) dicatat oleh enumerator yang sudah dilatih. Enumerator juga mencatat karakteristik sosiodemografik (umur, pekerjaan, status sosial ekonomi, pendidikan) perilaku kesehatan gigi (gosok gigi) dan merokok responden. 31.4 % responden DMFT-nya ≥ 8, cut off point karies gigi parah dalam penelitian ini. Uji Chi-square digunakan untuk mendeteksi kemaknaan perbedaan prevalensi karies gigi parah pada perokok berat (BI ≥ 400) dan pada yang tidak pernah merokok (BI = 0). Regresi logistik digunakan untuk meng-estimasi besarnya peran merokok berat pada keparahan karies gigi. Hasil: Prevalensi karies gigi parah pada yang tidak pernah merokok, perokok ringan (BI 1-399) dan perokok berat berturut turut adalah, 24,9 %; 32,5 % dan 38,7% (P <0,005). Dibanding yang tidak pernah merokok, adjusted OR karies gigi parah pada perokok ringan dan perokok berat adalah 1,45 (95% CI 1,37-1,53) dan 1,70 (95% CI: 1,59 – 1,81). Kesimpulan: Merokok merupakan salah satu faktor risiko karies gigi parah pada pria Indonesia dan semakin berat intensitas merokoknya, semakin besar pula risikonya. Saran: Para dokter gigi Indonesia, baik secara perorangan, maupun secara kolektif, perlu ambil bagian secara lebih sungguh sungguh dalam pengendalian tembakau di Indonesia
 

Background: In Indonesia, dental caries the prevalence between 85% - 99% and 67.4% of males aged 15 years or older currently used tobacco. Objective: The aim of this study is to examine the association between dental caries severity and smoking intensity in 45 – 54 years old Indonesian males (n = 34.534), respondents of Basic Health Research 2007. 31.4 % of respondents have DMFT value ≥ 8, the cut off point of severe dental caries in this study. Methods: The dental caries experience (DMFT) were recorded by well trained enumerators. In addition, the enumerators recorded sociodemographic characteristics (age, socio-economic status, education, job), tooth brushing and smoking behavior of respondents. Chisquare test was used to detect significant difference on prevalence of severe dental caries between heavy smokers (BI ≥ 400) and never smokers (BI = 0). Logistic regression was used to estimate contribution of heavy smoking on dental caries severity. Result: The prevalence of severe dental caries on never smokers, light smokers (BI 1-399) and heavy smokers were 24,9 %; 32,5 % and 38,7% respectively (P <0,005). Compared to never smokers, the adjusted OR of light smokers and heavy smokers were 1,45 (95% CI 1,37-1,53) and 1,69 (95% CI: 1,59 – 1,80). Conclusion: Smoking is a risk factor of severe dental caries in Indonesian men and the higher the smoking intensity, the higher the risk. Recommendation: Indonesian dentists, individually and collectively have to take part more seriously in smoking prevention and control in Indonesia.
Read More
D-318
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laksita Ri Hastiti; Promotor: Doni Hikmat Ramdhan; Kopromotor: Laila Fitria, Mila Tejamaya; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, L. Meily Kurniawidjaja, Iting Shofwati, Sudi Astono, Heny D. Mayawati
Abstrak:
Gangguan fungsi ginjal akibat tekanan panas (heat stress) merupakan risiko signifikan bagi pekerja konstruksi yang terpajan panas ekstrem. Pilot studi kuasi eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi hidrasi pada dampak tekanan panas dan risiko gangguan fungsi ginjal pada pekerja konstruksi. Pengambilan sampel purposive dilakukan untuk mengukur faktor risiko (lingkungan, pekerjaan, individu), dampak tekanan panas dan biomarker fungsi ginjal (SCr, LFG, BUN) pada tahap pra dan pascaintervensi. 46 responden terbagi dalam 4 kelompok, yaitu Kontrol, Intervensi 1 (intervensi rehidrasi), Intervensi 2 (intervensi prehidrasi dan rehidrasi), dan Intervensi 3 (intervensi rehidrasi dan elektrolit). Analisis data dilakukan dengan paired t-test, MANOVA, Difference in Differences, dan GLM Repeated Measure. Temuan utama menunjukkan intervensi hidrasi berdampak positif dan konsisten meningkatkan fungsi ginjal, ditunjukkan melalui penurunan kadar SCr dan BUN serta peningkatan LFG (Pillai’s Trace=0,528, F=2.98, p-value=0.003). Efek intervensi menunjukkan 31% perubahan kadar SCr dan LFG, serta 30% perubahan BUN dipengaruhi oleh perbedaan intervensi pada setiap kelompok. Terdapat perbedaan signifikan perubahan tekanan sistolik pagi – siang di antara kelompok intervensi pada kombinasi indikator tekanan panas (Pillai’s Trace=1.055, F=1.677, p-value = 0.026), 27% perubahannya dipengaruhi oleh perbedaan intervensi pada setiap kelompok. Dampak intervensi hidrasi pada perbaikan fungsi ginjal dan tekanan panas terlihat lebih kuat dan bermanfaat pada Kelompok Intervensi 2 dan 3. Selain itu, usia memiliki hubungan yang signifikan dengan fungsi ginjal (Pillai’s Trace=0,724; F=20,139; p-value<0,001), kebiasaan berolahraga berinteraksi dengan fungsi ginjal dari praintervensi dan pascaintervensi (Pillai’s Trace=0,458; F=2,376; p-value=0,043). Perlu mengembangkan regulasi dan pedoman teknis intervensi hidrasi pada sektor konstruksi, pemantauan rutin pajanan panas dan dampaknya, perlunya skrining fungsi ginjal pada pekerja lanjut usia, pentingnya aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat di luar jam kerja sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan fungsi ginjal, serta  perlu melakukan studi lanjutan dengan besar sampel yang lebih banyak.

Kidney dysfunction due to heat stress is a significant risk for construction workers exposed to extremely hot working environments. This quasi-experimental pilot study aimed to analyze the effect of hydration intervention on the impact of heat stress and the risk of kidney dysfunction in construction workers. Purposive sampling was conducted to measure risk factors (environmental, occupational, individual), the impact of heat stress, and biomarkers of kidney function (SCr, GFR, BUN) at the pre- and post-intervention stages. Forty-six respondents were divided into four groups: Control, Intervention 1 (rehydration intervention), Intervention 2 (prehydration and rehydration intervention), and Intervention 3 (rehydration and electrolyte intervention). Data analysis was performed using paired t-test, MANOVA, Difference in Differences, and GLM Repeated Measure. The main findings showed that the hydration intervention had a positive and consistent impact on improving kidney function, indicated by decreased SCr and BUN levels and increased GFR (Pillai's Trace=0.528, F=2.98, p-value=0.003). The intervention effect showed a 31% change in SCr and LFG levels, and a 30% change in BUN influenced by the difference in intervention in each group. There was a significant difference in changes in morning - afternoon systolic pressure between the intervention groups on the combination of heat stress indicators (Pillai's Trace = 1.055, F = 1.677, p-value = 0.026), 27% of the change was influenced by the difference in intervention in each group. The impact of hydration intervention on improving kidney function and heat stress appeared stronger and more beneficial in Intervention Groups 2 and 3. In addition, age had a significant relationship with kidney function (Pillai's Trace = 0.724; F = 20.139; p-value <0.001), exercise habits interacted with kidney function from pre-intervention and post-intervention (Pillai's Trace = 0.458; F = 2.376; p-value = 0.043). There is a need to develop regulations and technical guidelines for hydration interventions in the construction sector, routine monitoring of heat exposure and its impacts, the need for kidney function screening in elderly workers, the importance of physical activity and healthy lifestyle habits outside of work hours as part of efforts to prevent kidney function disorders, and the need to conduct further studies with a larger sample size.
Read More
D-612
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sigma Citta Binajit; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Rahmi Ruri
Abstrak: Salah satu indikator keberhasilan program KB adalah meningkatnya cakupanpenggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Namun, sampai saat ini cakupanpenggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih terbilang rendah dibandingkanpenggunaan metode kontrasepsi suntik atau pil. Peningkatan kualitas pelayanan KBmenjadi salah satu strategi dalam peningkatan cakupan metode kontrasepsi jangkapanjang di Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitaspelayanan metode kontrasepsi jangka panjang di Puskesmas Kecamatan SukmajayaKota Depok tahun 2019 dengan menggunakan studi deskriptif kualitatif. Pengumpulandata dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Sampel penelitian iniadalah kepala puskesmas, bidan puskesmas dan bidan praktik, unit pengadaan sertaakseptor KB. Hasil penelitian ini menemukan bahwa beberapa komponen sangatberpengaruh dalam peningkatan cakupan metode kontrasepsi jangka panjang diPuskesmas Kecamatan Sukmajaya. Kesimpulan penelitian, secara umum kualitasprogram pelayanan KB di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya sudah baik. Puskesmasjuga melakukan kegiatan tahunan yang bekerja sama dengan berbagai sektor untukmeningkatkan cakupan MKJP di wilayah kerjanya serta mengikuti kebijakanpemerintah Kota dalam penetapan biaya pelayanan KB.
Kata kunci: Kualitas pelaksanaan, Keluarga Berencana, MKJP, Puskesmas
One indicator of the success of family planning programs is the increasing coverage oflong-term use of contraceptive methods. But, until now the scope of the use of long-term contraceptive methods is relatively low compared to the use of injectable or pillcontraceptive methods. Improving the quality of family planning services is one of thestrategies in increasing the coverage of long-term contraceptive methods at thePuskesmas. The purpose of this study was to determine the quality of long-termcontraceptive service at the Puskesmas Sukmajaya in Depok City in 2019 using aqualitative descriptive study. Data collection is done by in-depth interviews andobservations. The sample of this study was the head of the puskesmas, the midwife ofthe puskesmas and the practice midwife, the procurement unit and the KB acceptor. Theresults of this study found that several components were very influential in increasingthe coverage of long-term contraceptive methods in the Puskesmas Sukmajaya. Theconclusion of the study, in general the quality of family planning services programs inthe Puskesmas Sukmajaya is good. The puskesmas also held annual activities withdifferent scope to increase the coverage of the MKJP in its working area and follows thepolicies of the City government in determining the cost of family planning services.
Kata kunci: Quality of implementation, family planning, long term contraceptivemethods, community health center.
Read More
S-10208
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prih Sarnianto; Promotor: Hasbullah Thabrany; Ko-Promotor: Mardiati Nadjib; Penguji: Sudijanto Kamso, Ratu Ayu Sartika, Soewarta Kosen, Achmad Fuad Afdhal, Trihono
D-326
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Purnama; Promotor: Hadi Pratomo; Kopromotor: Sabarinah Prasetyo; Rita Damayanti; Penguji: Pradana Soewondo, Yayi S. Prabandari, Julianto Witjaksono, Joss Riono, Budi Hartono
Abstrak: Peningkatan prevalensi diabetes menjadi tantangan bagi tenaga profesional kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah menengembangkan model coaching dan menilai efikasinya terhadap kualitas hidup pasien diabetes.
Read More
D-452
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandra Fikawati; Promotor: Kusharisupeni; Ko-Promotor: Sudijanto Kamso, Ratna Djuwita; Penguji: Purnawan Junadi, Ahmad Syafiq, Anies Irawati, Nani Dharmasetiawani
D-285
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sugih Hartiningsih; Promotor: Budi Utomo; Kopromotor: Rita Damayanti; Penguji: Sudijanto Kamso, Hadi Pratomo, Purnawan Junadi, Adang Bachtiar, Didi Turmudzi, Budi Djatmiko, Hendro Prabowo
D-335
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive