Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29281 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Farida Soetiarto; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Tri Budi W.Rahardjo
D-79
Depok : FKM UI, 2003
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dianne Parisia S; Pembimbing: Nasrin Kodim; penguji: Nurhayati Prihartono, Renti Mahkota, Felly P Senewe, Dedi Sofyan
Abstrak:

ABSTRAK

Merokok merupakan penyebab dari sejumlah penyakit kronis, selain terbuktimenjadi faktor penyebab berbagai penyakit, juga dikaitkan dengan berbagaiperubahan yang merugikan di dalam rongga mulut. Merokok juga berhubungandengan derajat keparahan karies, meskipun hal ini masih diperdebatkan, dimanaprevalensi karies di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 43,3% (Riskesdas 2007).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap keparahan kariesdan apakah keparahan karies dapat digunakan sebagai deteksi awal penyakit kronisakibat merokok. Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional.Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dan analisis multivariat dengan ujiregresi logistik. Populasi adalah laki-laki dan perempuan usia 35-65 tahun dariRiskesdas 2007 dengan jumlah sampel 310.858. Hasil penelitian diperoleh prevalensikaries gigi usia 35-65 tahun sebesar 86,6% dan prevalensi keparahan karies gigi padausia 35-65 tahun sebesar 33,6%. Merokok berhubungan dengan keparahan kariessetelah dikontrol variabel lainnya. Hasil uji diagnostik didapatkan derajat keparahankaries (DMF-T) mempunyai kekuatan nilai diagnostik yang lemah terhadap penyakitpenyakitkronis akibat merokok. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut denganmenggunakan data yang lebih spesifik.


 

ABSTRACT

Smoking is the cause of a number of chronic diseases, in addition to proveninto the causes of various diseases, are also associated with variousadverse changes in the oral cavity. Smoking is also associatedthe degree of severity of caries, although this is still debated, wherecaries prevalence in Indonesia is quite high at 43.3% (Riskesdas 2007).This study aimed to determine the effect of smoking on the severity of cariesand whether the severity of caries can be used as an early detection of chronic diseasedue to smoking. Design used in this study is cross-sectional.Data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate analyzes to testlogistic regression. Population were men and women aged 35-65 years fromRiskesdas 2007 with a sample size of 310 858. The results obtained prevalencedental caries aged 35-65 years of 86.6% and the prevalence of dental caries severity inaged 35-65 years was 33.6%. Smoking is associated with caries severityafter other variables are controlled. Diagnostic test results obtained degrees of severitycaries (DMF-T) has the power of the weak diagnostic value for penyakitpenyakitChronic effects of smoking. Further research needs to be done withusing more specific data.

Read More
T-3995
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Sari Romadhona; Pembimbing: Reni Mahkota; Penguji: Nurhayati Adnan, Nathanael Binti
S-4452
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Fauziah; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli
Abstrak:

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut dengan prevalensi tinggi baik secara global maupun nasional. Tingginya kejadian karies serta rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi menunjukkan masih adanya faktor risiko yang perlu dikaji, khususnya pada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada pasien di Agsato Dental tahun 2024.
Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis dan administrasi pasien yang melakukan kunjungan perawatan gigi pada periode Januari–Desember 2024. Sampel penelitian berjumlah 669 responden, terdiri dari 310 pasien karies dan 359 bukan karies. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan perhitungan Prevalence Odds Ratio (POR) pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan Responden perempuan memiliki peluang mengalami karies 1,052 kali dibandingkan laki-laki (95% CI: 0,776–1,427), Dibandingkan usia <10 tahun, kelompok usia 10–17 tahun memiliki peluang karies 0,808 kali (95% CI: 0,373–1,747),, usia 18–59 tahun sebesar 0,930 kali (95% CI: 0,533–1,622),, dan usia >60 tahun sebesar 2,045 kali lebih tinggi (95% CI: 0,848–4,932). Responden yang bekerja memiliki peluang karies 1,042 kali dibandingkan yang tidak bekerja (95% CI: 0,712–1,524). Berdasarkan wilayah tempat tinggal, responden yang tinggal di Jakarta selain Jakarta Selatan memiliki peluang 0,548 kali (95% CI: 0,292–1,027), dan yang tinggal di Jakarta Selatan 0,866 kali dibandingkan responden di luar Kota Jakarta (95% CI: 0,568–1,319). Pada kategori pembayaran, responden yang melakukan pembayaran pribadi memiliki peluang 1,462 kali lebih tinggi mengalami karies dibandingkan pengguna asuransi (95% CI: 1,072–1,995).
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan peluang karies terutama terlihat pada kelompok usia lanjut. Sementara itu, karakteristik demografi lainnya menunjukkan peluang yang relatif serupa antar kelompok. Dengan demikian, upaya promotif dan preventif perlu difokuskan pada kelompok usia lanjut guna menurunkan risiko karies gigi.


Dental caries is one of the most prevalent oral diseases both globally and nationally. The high incidence of caries and the low utilization of dental health services indicate that risk factors still need to be explored, particularly at the level of healthcare facilities. This study aimed to analyze factors associated with the occurrence of dental caries among patients at Agsato Dental in 2024. This research employed an observational study with a cross-sectional design. Data were obtained from medical records and administrative records of patients who visited for dental treatment from January to December 2024. The study sample consisted of 669 respondents, including 310 patients with caries and 359 without caries. The association between variables was analyzed using the Chi-square test, with the calculation of the Prevalence Odds Ratio (POR) at a 95% confidence level. The results showed that female respondents had 1.052 times the odds of experiencing caries compared to males (95% CI: 0.776–1.427). Compared to children aged <10 years, those aged 10–17 years had 0.808 times the odds of caries (95% CI: 0.373–1.747), those aged 18–59 years had 0.930 times the odds (95% CI: 0.533–1.622), and those aged >60 years had 2.045 times higher odds (95% CI: 0.848–4.932). Respondents who were employed had 1.042 times the odds of caries compared to those who were unemployed (95% CI: 0.712–1.524). Based on place of residence, respondents living in Jakarta outside South Jakarta had 0.548 times the odds (95% CI: 0.292–1.027), and those living in South Jakarta had 0.866 times the odds compared to respondents residing outside Jakarta (95% CI: 0.568–1.319). Regarding payment method, respondents who made out-of-pocket payments had 1.462 times higher odds of experiencing caries compared to those using insurance (95% CI: 1.072–1.995). These findings indicate that increased odds of caries were primarily observed in the elderly group. Meanwhile, other demographic characteristics showed relatively similar odds across categories. Therefore, promotive and preventive efforts should be prioritized for the elderly population to reduce the risk of dental caries..

Read More
S-12214
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emi Noviani; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Dede Darmawan
Abstrak: Kesehatan gigi merupakan masalah kesehatan secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kesehatan gigi sering dianggap masalah kecil padahal dapat berdampak lokal pada gigi itu sendiri dan sistemik pada organ tubuh lain. Berdasarkan data Riskesdas 2007 dapat diketahui bahwa prevalensi karies gigi di Indonesia pada usia 12 tahun sebesar 43,4% dan kabupaten Lebak prevalensinya karies gigi tertinggi yaitu 43,6%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada siswa SD kelas 4 -5 Di Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak Banten yaitu faktor jenis kelamin, kelas, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua serta faktor pengetahuan kesehatan gigi dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional.
 
Hasil study menemukan 127 orang (74,7%) responden mempunyai status karies gigi tinggi. Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian karies gigi adalah suka mengkonsumsi makanan kariogenik OR=8,2 (CI 95%=3,0 - 22,3), Pekerjaan Orang tua OR=2,6 (CI 95%= 1,3 - 5,3), serta Tingkat pendidikan orang tua OR=2,4 (CI 95%= 1,1 - 4,9). Dari hasil penelitian disarankan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan serta pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut kepada orang tua dan wali murid siswa SD bahwa penting untuk menjaga dan memelihara kesehatan gigi putraputrinya di rumah, sedangkan bagi siswa didik diberikan pemahaman dan pengertian agar dapat mengurangi konsumsi makanan kariogenik. Hal tersebut dapat mengurangi angka karies gigi di Kecamatan curugbitung Lebak Banten.
 

Dental hygiene is a health problem that can affect the overall quality of life. Dental health is often considered to be a minor problem when a local impact on the tooth itself and other systemic organs. Based on data Riskesdas 2007 can be seen that the prevalence of dental caries in Indonesia at the age of 12 years was 43.4% and Lebak regency highest prevalence of dental caries 43.6%. The purpose of this study was to determine the factors related to the incidence of dental caries in primary school students grades 4 -5 In District Curugbitung Lebak district of Banten which factors of gender, class, parental education, parental employment, and factors of dental health knowledge and behavior of health care teeth. This study is a descriptive study using cross-sectional design.
 
The results of the study found 127 (74.7%) of respondents have a high dental caries status. Factors that influence the incidence of dental caries is likely to consume foods cariogenic OR = 8.2 (95% CI = 3.0 - 22.3), Employment parents OR = 2.6 (95% CI = 1.3 - 5,3), as well as the level of parental education OR = 2.4 (95% CI = 1.1 - 4.9). From the results it is suggested to improve health promotion efforts as well as an understanding of oral health to parents and guardians of elementary school students that it is important to keep and maintain the dental health of children in the home, while the students are given to students comprehension and understanding in order to reduce consumption cariogenic foods. This can reduce the number of dental caries in District curugbitung Lebak Banten.
Read More
S-8430
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mira Musaira; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-3497
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Nugroho; Pembimbing: Tri Yunis Miko
S-3456
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Nugroho; Pembimbing: Tri Yunis Miko
S-3456
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Santoso; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo
S-3176
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Inayah; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Wahyu Septiono, Budi Setiawan, Retno Henderiawati
Abstrak:
Latar belakang: Indonesia mencatat 25.639 kasus suspek campak pada 2024 dengan 12,90% terkonfirmasi laboratorium. Cakupan dosis pertama vaksin campak (MCV1) di DKI Jakarta mencapai 98,40% pada 2024, namun provinsi ini melaporkan incidence rate 32,10 per 100.000 penduduk pada 2023. Studi terdahulu menilai faktor risiko campak pada satu tingkat analisis. Penelitian ini menganalisis faktor individu dan kontekstual yang berhubungan dengan kejadian campak terkonfirmasi di DKI Jakarta tahun 2021–2025. Metode: Penelitian cross-sectional ini menganalisis data surveilans campak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta periode Januari 2021–Desember 2025. Subjek adalah kasus suspek campak dengan hasil laboratorium IgM positif atau negatif; kasus tanpa hasil laboratorium dan tanpa data alamat RW atau kelurahan dieksklusi. Variabel individu meliputi usia, jenis kelamin, status vaksinasi, riwayat kontak, riwayat perjalanan, dan pemberian vitamin A. Variabel kontekstual meliputi klasifikasi permukiman RW serta cakupan MCV1, dosis kedua vaksin campak (MCV2), vitamin A, dan kepadatan penduduk kelurahan. Data dianalisis dengan regresi logistik multilevel tiga tingkat, yaitu individu, RW, dan kelurahan, menggunakan adjusted odds ratio (aOR) dan 95% confidence interval (CI). Hasil: Dari 13.545 kasus suspek, 5.797 (42,80%) memenuhi kriteria dan terkelompok dalam 1.980 RW di 270 kelurahan; 1.341 (23,13%) terkonfirmasi laboratorium. Anak usia ≤5 tahun berhubungan dengan campak terkonfirmasi (aOR 1,52; 95% CI 1,31–1,77), demikian pula status tidak divaksinasi (aOR 1,95; 95% CI 1,65–2,30). Setiap peningkatan 10% cakupan MCV1 di kelurahan menurunkan odds campak (aOR 0,53; 95% CI 0,40–0,69), dan setiap peningkatan 10% cakupan vitamin A menurunkan odds (aOR 0,85; 95% CI 0,78–0,93). Intraclass correlation coefficient sebesar 12% pada tingkat kelurahan dan 18% pada tingkat RW menunjukkan variasi geografis yang persisten. Kesimpulan: Kerentanan anak usia dini, status tidak divaksinasi, dan rendahnya cakupan MCV1 serta vitamin A tingkat kelurahan berhubungan dengan campak terkonfirmasi laboratorium di DKI Jakarta. Dinas Kesehatan DKI Jakarta perlu memprioritaskan catch-up vaccination anak ≤5 tahun yang belum divaksinasi dan micro-planning imunisasi di RW rentan.

Background: Indonesia recorded 25,639 suspected measles cases in 2024, with 12.90% laboratory confirmed. First-dose measles vaccine (MCV1) coverage in DKI Jakarta reached 98.40% in 2024, but the province reported an incidence rate of 32.10 per 100,000 population in 2023. Previous studies assessed measles risk factors at a single level of analysis. This study analyzes individual and contextual factors associated with confirmed measles incidence in DKI Jakarta 2021-2025. Methods: This cross-sectional study analyzed measles surveillance data from the Jakarta Provincial Health Office for the period January 2021–December 2025. Subjects were suspected measles cases with positive or negative IgM laboratory results; cases without laboratory results and without RW or sub-district address data were excluded. Individual variables included age, sex, vaccination status, contact history, travel history, and vitamin A administration. Contextual variables included RW organizational classification and MCV1 coverage, second dose of measles vaccine (MCV2), vitamin A, and sub-district population density. Data were analyzed using three-level multilevel logistic regression: individual, RW, and sub-district, using Adjusted Odds Ratio (aOR) and 95% Confidence Interval (CI). Results: Of the 13,545 suspected cases, 5,797 (42.80%) met the criteria and were clustered in 1,980 RWs across 270 sub-districts; 1,341 (23.13%) were laboratory-confirmed. Children aged ≤5 years were associated with confirmed measles (aOR 1.52; 95% CI 1.31–1.77), as was unvaccinated status (aOR 1.95; 95% CI 1.65–2.30). Each 10% increase in MCV1 coverage in the village decreased the odds of measles (aOR 0.53; 95% CI 0.40–0.69), and each 10% increase in vitamin A coverage decreased the odds (aOR 0.85; 95% CI 0.78–0.93). Intraclass correlation coefficients of 12% at the village level and 18% at the neighborhood unit (RW) level indicated persistent geographic variation. Conclusion: Early childhood vulnerability, unvaccinated status, and low levels of MCV1 and vitamin A coverage at the village level were associated with laboratory-confirmed measles in Jakarta. The Jakarta Health Office needs to prioritize catch-up vaccinations for children under 5 years of age who have not yet received micro-planned immunizations in vulnerable neighborhoods (RW).
Read More
T-7504
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive