Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31700 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitri Sari Dewi; Pembimbing: Syahru Meizar Nasri; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Chandra Satrya, Agung Sundaru
Abstrak: Abstrak

Konsep pelayanan kesehatan kerja pada Puskesmas di kawasan industri dikembangkan berdasarkan SK Menkes No 128/Menkes/SK/II/2004. Puskesmas yang dalam wilayah kerjanya terdapat kawasan industri mempunyai tanggung jawab mengembangkan pelayanan kesehatan yang dilakukan dengan melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pekerja yaitu di Puskesmas sebagai tempat kerja yang memiliki risiko kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugasnya. Selain itu Puskesmas di kawasan/sentra industri mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di sektor formal maupun non formal.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cakupan pemenuhan program pelayanan kesehatan kerja di Puskesmas, sektor formal dan non formal dan melakukan analisa aspek input, proses dan output terhadap pemenuhan pelayanan kesehatan kerja di Puskesmas Kabil Kota Batam tahun 2010-2012. Jenis penelitian ini adalah studi evaluasi yang menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif untuk melihat pemenuhan dan tingkat keberhasilan pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja pada Puskesmas Kabil.

Hasil penelitian ini adalah bahwa kebijakan, sumber daya dan perencanaan program pelayanan kesehatan kerja di Puskesmas Kabil masih kurang. Program pelayanan kesehatan kerja di Puskesmas Kabil masih memfokuskan pada upaya kuratif untuk penegakan diagnosa, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dari PAK/PAHK/KAK. Upaya promosi kesehatan kerja masih terbatas pada upaya sosialisasi dan SOP kesehatan kerja di lingkungan Puskesmas Kabil. Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan komitmen, kebijakan, sumber daya dan perencanaan program pelayanan kesehatan kerja dan kerjasama lintas sektoral di Puskesmas Kawasan Industri.


The concept of occupational health services at the Community Health Center in the industrial area developed based on Menkes (Ministry of Health) Decree No. 128/Menkes/SK/II/2004. The Community Health Center in its working area there is an industrial area has the responsibility to develop health services performed by implementing health services to workers communities at the Community Health Center as a workplace that has a health and safety risks for officers. In addition Community Health Centers in the industrial area has the responsibility for the implementation of occupational health services in the formal and non-formal sectors.

This type of research is a study of evaluation using the method of content analysis with a qualitative approach to see the fulfillment and the rate of successful of occupational health services implementation at Kabil Community Health Center.

The results of this research is that the policies, resources and occupational health services program planning at Kabil Community Health Center is still lacking. The Occupational health services program in Kabil Community Health Center still focused on curative measures for the enforcement of diagnosis, medical examination and treatment from PAK/PAHK/KAK. The effort of occupational health promotion still limited to the socialization efforts and Standard Operating Procedures of occupational health in the area of Kabil Community Health Center. Suggestion of this research is the need for increase of commitment, policies, resources and program planning of occupational health services and cross-sectoral cooperation in the Community Health Center of Industrial Area.

 

Read More
T-3836
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Agung Nugroho; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Aswan Hery Putra
Abstrak: Mutu atau kualitas rumah sakit dipengaruhi oleh dua hal, yaitu : pelayanan olehpetugas kesehatan dan sarana prasarana bangunan rumah sakit itu sendiri. Banyakpenduduk Indonesia (baik yang tinggal di perkotaan atau perbatasan) pergi ke luarnegeri hanya untuk berobat. Hal itu bukan disebabkan oleh rendahnya mutulayanan petugas kesehatan, namun lebih disebabkan oleh minimnya sarana danprasarana rumah sakit sehingga kepercayaan penduduk Indonesia untuk berobat didalam negeri menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasipenerapan kesehatan dan keselamatan kerja di RSUD Kota Tangerang sesuaidengan standar yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1087/ MENKES/ SK/ VIII/ 2010.Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada periode bulan Juni 2014. Sarana prasarana RSUD Kota Tangerang telah memenuhipersyaratan minimal yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri KesehatanRepublik Indonesia No. 1087/ MENKES/ SK/ VIII/ 2010 meskipun ada beberapahal yang perlu diperbaiki.Kata kunci : evaluasi gedung rumah sakit, sarana prasarana rumah sakit, RumahSakit Umum Kota Tangerang
The quality of a hospital depends on two things, they are : services provides byhealth officer also facilities and supporting infrastructure of the building itself.Many Indonesian people (which is live in urban or border area) goes abroad onlyfor medical treatment reason. That is not because of the poor quality of servicesprovides by health officer but mostly because our hospital facilities andsupporting infrastructure is very poor, therefore the trust of our people forchoosing medical treatment within the country is decreasing. The objection of thisresearch is to evaluate the application of occupational health and safety in GeneralHospital of Tangerang City according to the standard stipulated in Minister ofHealth's Desicion No. 1087/ MENKES/ SK/ VIII/ 2010. Method of data analysisis descriptive qualitative. This research is perform during June 2014. Its facilitiesand supporting infrastructure have fulfilled the minimum requirements of Ministerof Health's Desicion No. 1087/ MENKES/ SK/ VIII/ 2010 while several parts ofthem need improvement.Keywords: hospital building evaluation, hospital facilities and infrastrusture,General Hospital of Tangerang City.
Read More
S-8470
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarif Usman; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
T-3308
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rola Mesrani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Khaerudin, Masrulloh
Abstrak:
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan distres kerja sebagai epidemi global abad ke-21. Pegawai yang bekerja di instansi pemerintahan sangat berisiko mengalami distres kerja, termasuk Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Batam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan distres kerja pegawai pada Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Batam tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan sampel penelitian ini diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 174 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) III ditambah dengan 4 pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas pegawai mengalami distres ringan (62,6%). Berdasarkan analisis inferensial dengan uji chi square terdapat hubungan faktor individu (jenis kelamin) dengan distres kerja, dan terdapat hubungan faktor psikososial (work-life balance) dengan distres kerja pegawai pada Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Batam Tahun 2023. Uji regresi logistik ganda menunjukan variabel jenis kelamin merupakan faktor yang paling dominan, yaitu pegawai perempuan memiliki peluang sebesar 6,2 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki untuk mengalami distres kerja setelah dikontrol variabel usia, sifat pekerjaan, hubungan interpersonal, dan work life balance. Perlu dilakukan upaya pengendalian dan pencegahan distres kerja pegawai dengan menerapkan manajemen stres di tempat kerja baik di tingkat individu maupun organisasi.

The World Health Organization (WHO) classifies job distress as a global epidemic of the 21st century. Employees working in government agencies are highly at risk of experiencing job distress, including the Technical Implementation Unit of the Ministry of Health in Batam. This study aims to analyze the determinants of job distress among employees in the Technical Implementation Unit of the Ministry of Health in Batam in 2023. The study adopts a cross-sectional design, with a sample of 174 individuals selected using purposive sampling method. Data collection is done using the Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) III, supplemented with 4 open-ended questions. The results of the study show that the majority of employees experience mild distress (62.6%). Based on inferential analysis using the chi-square test, there is a relationship between individual factors (gender) and job distress, and a relationship between psychosocial factors (work-life balance) and job distress among employees in the Technical Implementation Unit of the Ministry of Health in Batam, 2023. Multiple logistic regression analysis indicates that gender is the most dominant factor, with female employees having a 6,2 times higher chance of experiencing job distress compared to male employees, after controlling for age, job nature, interpersonal relationships, and work-life balance variables. Efforts to control and prevent job distress among employees are necessary, including the implementation of workplace stress management at both individual and organizational levels.
Read More
T-6736
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martarizal; Pembimbing: Wawan Irawan; Penguji: Tata Soemitra, Zulkifli Djunaidi,
Abstrak:
Laju perkembangan teknologi pada berbagai sektor industri disadari telah membawa dampak terhadap aspek-aspek yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tingginya angka kecelakaan kerja yang dilaporkan (reportable accident) dengan kerugian mencapai angka 4% dari produk domestik bruto (PDB), merupakan gambaran bahwa upaya pengelolaan K3 yang dilakukan selama ini belum memadai. Atas dasar fakta tersebut pada tahun 1996 dikeluarkanlah Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/Men/1996 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sebagai altematif dalam mengelola K3 melalui pendekatan sistem manajemen, sekaligus sebagai alat ukur kinerja K3 pada dunia industri. Meskipun pemberlakuan Permenaker No.05/Men/1996 tersebut sudah berjalan lebih dari tujuh tahun (1996-2004), dari data kecelakaan di atas menunjukkan bahwa belum adanya korelasi yang positif antara penerapan SMK3 dengan penurunan tingkat kecelakaan yang teijadi di berbagai sektor industri di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, disini peneliti ingin mengevaluasi sejauhmana implementasi SMK3 dan tingkat pemenuhan (compliancy) penerapan SMK3 pada sektor industri manufaktur dan pengolahan di Indonesia berdasarkan hasil audit untuk tingkat lanjutan yang dilakukan oleh badan audit independen dengan jumlah populasi sebanyak 40 perusahaan (kategori besar, tenaga kerja di atas 100 orang) dalam kurun waktu 1999 - 2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang termasuk dalam golongan penelitian evaluasi (evaluation research). Dari hasil penelitian (data primer dan data sekunder) didapatkan bahwa pemenuhan rata-rata terhadap masing-masing elemen SMK3 menunjukkan sebagian besar populasi telah memenuhi persyaratan elemen SMK3 untuk elemen 4, 5, 10 dan elemen 11. Riga didapatkan gambaran bahwa mayoritas perusahaan menganggap penting kinerja outcome sebagai ukuran kinerja K3 perusahaan (consequences measurement) dan belum memberikan prioritas terhadap audit internal SMK3 sebagai bahan evaluasi bagi kinerja K3 perusahaan (control measurement). Faktor kelemahan internal perusahaan yang cukup menonjol adaiah kurangnya kontrol manajemen terhadap upaya tinjauan ulang dan evaluasi penerapan SMK3 perusahaan serta keterlibatan dan konsultasi dengan tenaga kerja, rencana strategic K3 perusahaan, pengendalian desain dan tinjauan ulang kontrak, pengawasan dan kesiapan untuk menangani keadaan darurat, pemantauan lingkungan kerja dan pemantauan kesehatan, penyelidikan kecelakaan kerja dan penanganan masalah, penanganan secara manual dan mekanis serta pengembangan keterampilan dan kemampuan (pelatihan terhadap sumber daya manusia). Untuk itu perlunya peningkatan dalam hal penegakan hukum yang relevan dengan K3 oleh Pemerintah Indonesia sebagai regulator body serta penerapan standar teknis dan pedoman yang memadai dalam upaya meningkatkan penerapan SMK3 ini ke arah yang lebih baik bagi dunia industri.

Evaluation Study of Level Compliancy HSE Management System Based On Permenaker No.05/Men/1996 At Manufacturing and Processing Industry In IndonesiaTechnological progress has brought with it new, even more incident risks that leading work related diseases and injuries, and environmental impact. Increasing the number of reportable accident, consequently loss of 4% of PDB (ILO, 2000) seems that HSE has been managed improperly. Safety audit are a diagnostic tool, which has been used for many years to assess and evaluate the state of safety and health activities in a workplace. Audits can monitor the effects of changes to the safety program to make the workplace safer_ Audits allow us to undertake regular safety program reviews to ensure these is continuous improvement in safety activities. In 1996, Minister of Labour RI issued Permenaker Nu.051Men11996, a regulation concerning HSE Management System that to be complied in order to evaluate HSE performance for industries in Indonesia. Unfortunately, although that regulation already implemented almost 8 years, there were no positive correlation between implementation of HSE Management System and decreasing of accident rate in many sector of industries in Indonesia. Based on these facts, Researcher encourages to evaluate how far the implementation of HSE management system and level of compliancy in 40 companies of manufacturing and processing industries in Indonesia compare to audit results (advanced level) from independent audit body during 1999-2002. The companies categorized as a big company with employed more than 100 personnel. Researcher used evaluation research model as a method in this research. The result were the level of compliancy average each of element, show that most of population complied in element 4, 5, 10 and element 11. It means that most of companies give attention to outcomes performance as HSE performance indicator and did not give priority to HSE internal audit as an evaluation tool for company HSE performance indicator. Internal factors that need to consider are lack of management control in review and evaluation of company HSEMS & employee involvement, HSE strategic plan, design control & contract review, supervison & emergency responce plan, monitoring of environment & health surveillance, incident investigation and problem solving, manual and mechanic handling, and training. To improve the implementation of the HSEMS according to Pennenaker No.05IMen11996, it is important to continue law enforcement by the Indonesia's government as a regulator body and develop relevant standards and guidelines which more practicable in implementing these system.
Read More
T-1832
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekrem Tarik Supardi; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-6001
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Triyatmoko; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Chandra Satrya, T Saut Siahaan, Pungky Widiatmoko
Abstrak:

Abstrak

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) adalah merupakan cara dalam mengelola resiko di tempat kerja yang bertujuan untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang aman, selamat dan nyaman. Sejak tahun 1996 penerapan SMK3 menjadi ketentuan wajib bagi perusahaan berdasarkan Permenaker No. PER. 05/MEN/1996 tentang SMK3, namun jumlah perusahaan yang menerapkannya masih belum sebanding dengan jumlah perusahaan yang ada di Indonesia.

Tesis ini meneliti dan menganalisa tingkat pemenuhan penerapan SMK3 berdasarkan laporan audit eksternal badan audit tahun 2010 sampai dengan 2012. Penelitian ini merupakan study evaluatif terhadap data skunder sebanyak 793 perusahaan yang telah mendapatkan sertifikasi SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa perusahaan pada sektor industri pengolahan mempunyai tingkat kepatuhan terhadap peraturan yang lebih tinggi di banding sektor lain. Sedangkan perusahaan di sektor konstruksi tingkat penerapan K3 nya lebih rendah dibanding sektor yang lain. Faktor yang menjadi kendala dalam pemenuhan penerapan Sistem Manajemen K3 adalah permasalahan yang berkaitan dengan pembuktian kompetensi personil khususnya di bidang manajemen resiko.


Implementation of occupational safety and health management systems (SMK3) is a way of managing risks in the workplace that aims to create a safe working environment, safety and comfortable. Since 1996 the implementation of the provisions SMK3 become mandatory for companies based decree of the Minister of Manpower No. PER. 05/MEN/1996 about SMK3, but the number of companies that implement it are still not comparable to the total number of companies in Indonesia.

This thesis examines and analyzes the application of SMK3 level of compliance by the external audit agency audit report in 2010 until 2012. This study is an evaluative study on secondary data as much as 793 companies that have been certified SMK3 of the Ministry of Manpower and Transmigration.

From the research shows that companies in the manufacturing sector have a level of regulatory compliance is higher than other sectors. While companies in the construction sector level of OSH implementation is lower than the other sectors. Factors which become obstacles in the fulfillment of the occupational safety and health management systems implementation is the problems related to proving the competence of personnel especially in the area of risk management.

Read More
T-3897
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yangga Yolanda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Syahrul M Nasri, Ratna Muntiowati
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia jika dibandingkan negara-negara di Eropa. Di mana 171 pekerja di Inggris mengalami Fatal Injury, sedangkan di Indonesia tercatat 4.380 cacat fungsi, 42 cacat total, dan 2. 144 meninggal dunia. Tahun 1996 OSHA merilis 5 elemen inti program K3 diantaranya adalah evaluation of program effectiveness. Dalam PP no. 50 tahun 2012 juga mengharuskan melakukan evaluasi SMK3. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi program K3.
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program-program K3 yang dimiliki oleh PT. XYZ berdasarkan standar OSHA PEP pada periode tahun 2012. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa nilai profil program K3 PT. XYZ berada pada tingkatan ke 3 (basic) berdasarkan Standar OSHA PEP.
 

Indonesia has higher work related accident than European Country. They were 171 workers fatally injured in England, meanwhile, they were 4.380 workers function disabilities, 42 has physical defect, and 2.144 died. At 1996, OSHA releases 5 core elements, one of them is evaluation of program effectiveness. PP no. 50, 2012 says occupational safety and health have to evaluated. Therefore, this research have done to evaluated OSH programs.
 
This research have done to evaluating OSH programs which belong to PT. XYZ based on OSHA PEP standard in the period of 2012. The design of this research is qualitative. The collecting of data is conduct with interview, observation, and document review. The result of this research is known that PT. XYZ Occupational Safety and Health programs be in basic level based on OSHA PEP standard.
Read More
S-7723
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M Daveny Soufyan; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Tata Soemitra, Farida Tusafariah
Abstrak:

The International Agency for Research on Cancer (IARC) estimates that in year 2020 the rate of new cancer cases will increase up to 300% to an estimated 27 million people with 17 million estimated to die. At that time, there will be approximately 75 million people in the world who suffer from cancer where 70% of the cancer patients will be from developing countries. With the increasing amount of cancer patients throughout the world, the usage of radiotherapy will also increase. In reality, although the process has been very tightly controlled and supervised, accidents caused by an overdose of radiation exposure still occurs. From a number of radiation accidents, it has been found that the cause is not only due to technical factors, but that planning and administration also plays a role. This factor will be magnified with the increasing work load the radiotherapy operators have to handle with the total patients exceeding the capacity of the available equipment. The purpose of this research is to develop a work health and safety program at XYZ hospital, not only for the safety of the radiation technicians (occupational exposure) and public safety (public exposure) but also and especially for the patients safety (medical exposure). The development of the program is done by identifying all the dangers as well as conducting a risk analysis on each step of the process of providing radiotherapy services. To get an overall picture of the implementation of the health management and safety system, the evaluation is made against the OHSAS 1800:2007 and the IAEA Safety Requirement GS-R-3. Based on the risk analysis and the "gap" analysis with OHSAS 18002:2007 and the IAEA GS-R-3, to reduce the risks identified, the risk management recommendations made are more for the procedural management as well as the continuous development of the manpower competency.


Berdasarkan estimasi dari International Agancy for Research on Cancer (IARC) diperkirakan pada tahun 2020, kasus baru penyakit kanker akan meningkat hingga mencapai 300% yaitu sekitar 27 juta penderita dengan jumlah kematian sekitar 17 juta jiwa. Pada saat itu didunia akan terdapat sekitar 75 juta orang yang menderita penyakit kanker dimana 70 % dari penderita kanker tersebut akan terjadi dinegara yang sedang berkembang. Dengan meningkatnya jumlah penderita kanker diseluruh dunia maka jumlah pemanfaatan terapi radiasi juga semakin meningkat. Tapi kenyataannya, walaupun pengendalian dan pengawasan telah dilakukan dengan sangat ketat, kecelakaan yang disebabkan oleh paparan radiasi disebabkan dosis yang berlebih terhadap pasien masih tetap saja terjadi. Dari beberapa kasus kecelakaan radiasi, faktor penyebabnya tidak saja desebabkan oleh faktor teknis, faktor perencanaan maupun administrasi juga mempunyai peran. Faktor ini akan bertambah lagi dengan beban kerja operator radioterapi dalam menangani pasien yang jumlahnya melebihi kapasitas peralatan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu program kesehatan dan keselamatan kerja di RS XYZ tidak saja untuk keselamatan pekerja radiasi (occupational exposure), keselamatan publik (public exposure) tetapi juga yang terutama untuk keselamatan pasien (medical exposure). Pengembangan program tadi dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh bahaya yang ada dalam proses pelayanan radioterapi beserta kajian risiko untuk mengetahui level bahaya dari setiap tahap kegiatan. Evaluasi sistem yang ada juga dilakukan terhadap standar OHSAS 18001:2007 maupun IAEA Safety Requirement GS-R-3 untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh dari penerapan sistem manajemen kehatan dan keselamatan kerja. Dari hasil analisa Risiko dan hasil evaluasi OHSAS 18001:2007 dan Standard IAEA GS-3-R, dalam hal mengurangi risiko radiasi yang telah diidentifikasi, maka usulan pengendalian risiko lebih banyak diusulkan pada pengendalian secara prosedural disertai pengembangan kompetensi sumber daya manusia secara terus menerus.

Read More
T-3030
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosdja Purnama; Pembimbing: Chandra Satrya
T-1531
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive