Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37951 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mushaddiq Aliah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Artha Prabawa; Penguji: Besral, Dwiati Sekaringsih, Siti Hajar
T-2148
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Junita; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Tri Krianto, Nanik Widayani, Tini Setiawan
Abstrak:

Rumah tangga sehat rnerupakan salah satu indikator Standar Pelayanzm Minimal (SPM) Promosi Kesehatan karena perilaku di rumah tangga Iebih representatiftcrhadap perilaku masyarakat dibanding tatanan yang lain. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko teqiadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit Serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Masalah program PHBS di Kota Bogor dari sisi infonnasi yang ada saat ini adalah belum adanya data base dan informasi yang dihasilkan belum meyajikan infonnasi yang spesifik untuk pcngambilan keputusan dalam rangka perencanaan dan evaluasi PI IBS. Dari hasil analisis terhadap kebutuhan sistem informasi, maka sistem yang dibutuhkan adalah sistem yang dapat menyajikan informasi yang spesifik tentang masalah perilaku di masyarakat sehingga dapat diambil langkah upaya penccgahan dan penanggulangan masalah kesehatan, Untuk itu diperlukan pengcmbangan sistem infommasi yang discsuaikan dengan kebutuhan. Sistem Informasi PHBS yang dihasilkan, dibangun dari pengkajian masajah sistem dengan mengacu pada kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan dalam rnenanggulangi masalah kesehatan di Kota Bogor. Dari kajian kebutuhan infonnasi ini kemudian dibangun kebutuhan sistem meliputi kebutuhan input dan kebutuhan proses serta kebutuhan output berupa tampilan output yang informatif dan akurat sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Sistem informasi PHBS Tatanan Rumah Tangga yang dikembangkan mempunyai beberapa kelebihan diantaranya output yang dihasilkan, interpretasi hasil dengan bantuan gratik dan peta yang mcnggambarkan perilaku menurut kelurahan dan kecamatan, kemudahan akses infonnasi dan kelebihan lain seperti efisensi waktu dan tenaga juga pengelolaan data dan informasi dengan memanfaatkan manajemen basis data sedangkan informasi yang dihasilkan dan sistem sebelumnya hanya berupa klasifikasi Kelurahan Sehal. Diharapkan pengembangan sistem informasi PHBS Talanan Rumah Tangga dapat menjadi solusi permasalahan sistcm informasi yang ada sehingga inlormasi yang dihasilkan dapat mcnjadi dasar pengambilan keputusan untuk mcmccahkan masalah kesehatan. Diperlukan beberapa tahapan yaitu uji coba, sosialisasi dan advokasi, pelatihan, monitoring dan evaluasi secara tems mcnerus agar sistem dapat diterapkan di lapangan.


Healthy household is one of the indicators of Health Promotion Minimal Service Standard because household behavior is more representative toward public behavior compared to other sequences. Hygiene and Healthy Life Behavior in Household is effort to aware household member would and could conduct Hygiene and Healthy Life Behavior to maintain and increasing their health, prevent risk of disease and protecting self from disease threat and actively responsible in health association in public. Hygiene and Healthy Life Behavior program problems in Bogor City from available information recently is unavailability of database and infomation output not yet produced specific information to make a decision in order to plan and evaluating Hygiene and Healthy Life Behavior. From result analysis toward information system needs, needed system is system that presenting specific information toward behavior problems in public so that decided preventing and overcoming action of health problems. Therefore, require information system development that is appropriate with needs. Hygiene and Healthy Life Behavior Infornation System resulted, developed from system problem study by referred from infomation needs for decision-making in overcoming health problems in Bogor City. From this information needs study then developed system needs including input needs and process needs and output needs in the form of informative and accurate output appearance so that become decision-making basis. Hygiene and Healthy Life Behavior Information System of Household Sequences that developed has several excess such as output resulted, result interpretation with graphic assistance and map that describe behavior. According to sub-district and chief of village, ease information access and other excess such as time and force efficient; and data and infomation management by using data basis management while information resulted fiom previous system only in the form of I-lealth Sub-district classilication. Suggested that Hygiene and Healthy Life Behavior information system development of Household Consequence is become problems solution of infomation system so that information outputs become decision-making basis to solve health problems. Need several stages, which are test, socialization and advocate, training, monitoring and evaluation continually so that system implemented in field.

Read More
T-2561
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrul Anwar; Pembimbing: Toha Muhaimin, Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Sunaryadi, Hudi K. Wahyu
T-2169
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bangun; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Artha Prabawa, Besral, Muhammad Syafii, Lies Purnawati
T-2354
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haeria; Pembimbing: Luknis Sabri, Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniarti Makful, Budiarti Setyaningsih, Eko Priyono
Abstrak: Latar Belakang: Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae dan merupakan penyakit menular yang menimbulkan masalah sangat kompleks. Di Kabupaten Cirebon selama tiga tahun terakhir jumlah penderita mencapai 1.207 (Prevalence Rate 1,69/10.000 penduduk) dengan demikian belum mencapai eliminasi kusta, sehingga transmisi penyakit terus berlangsung. Penanggulangan Kusta menggunakan sistem sentinel surveilans kusta, operasional sistem ini belum berjalan optimum dan output yang dihasilkan sebatas laporan reguler Tujuan: Tersusunnya program aplikasi sistem informasi kusta berbasis sistem informasi geografis sebagai solusi dalam sistem informasi penanggulangan kusta untuk percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Cirebon . Metode: Pengembangan sistem menggunakan metode System Development Life Cycle, yaitu planning analysis system, desig, implementation, maintenance dan evaluation system dengan memadukan konsep Data Base Management System dan data spasial. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi permasalahan manajemen sistem informasi penanggulangan kusta serta alternatif solusi pada level input, proses dan output. Pengumpulan data dan informasi melalui wawancara, dan telaah dokumen. Hasil: SIGEK didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahannya menjadi informasi. Output berupa laporan reguler, tabulasi, grafik indikator program dan informasi pemetaan endemisitas dengan unit pengamatan terkecil desa. Interpretasi epidemiologis kusta pada visual peta ini dapat mengetahui model difusi transmisi kasus dan jangkauan pelayanan kesehatan (Puskesmas) dalam penanggulangan kusta. Kesimpulan: Aplikasi SIGEK menjadi alat manajemen program penanggulangan kusta, menguatkan kemampuan kegiatan monitoring dan surveilans. Output yang dihasilkan dapat dijadikan informasi untuk masukan pada pengambil keputusan dalam program percepatan eliminasi penyakit kusta. SIGEK ini diharapkan dapat dijadikan alat bagi pengelola program dan dimungkinkan dapat dikembangkan di Kabupaten lain. Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Eliminasi, Kusta
Background: Leprosy is chronic disease cause by Mycobacterium Leprae infection and it is a contagious disease that generates very complex problems. At Cirebon district over last three years, until 2003, patient number reach 1.207 (Prevalence Rate 1,69/10.000 population), have not reach leprosy elimination, therefore disease contamination keep going. Leprosy elimination in Cirebon district to acquire and process of data using leprosy surveillances sentinel system, this system operational not yet maximum and yielded output only limited to regular report. Objective: The purpose of this system development is to develop an application of Leprosy System Information Program Based on Geography Information System for leprosy elimination acceleration program in Cirebon District Year 2005 Methods: System development done based on System Development Life Cycle method, by combining Data Base Management System concept and spatial data. Data and information needed were collecting by interview and document observation. Results: SIGEK designed for facilitating data input and automatic of its process mechanism into information. Yielded output is in form of regular report, tabulation, graphic, and area endemic mapping information with urban smallest observation unit. Epidemiologic interpretation leprosy case from this visual map can be identified case transmission diffusion model and health service range (Puskesmas) in leprosy elimination. Conclusion: This SIGEK application can be management application on leprosy elimination program, empowered ability on monitoring activity and surveillance. Yielded output could be made as information for decision making input on leprosy elimination acceleration program. SIGEK was hoped to be a device for program management and possible can be developed on other district. Keywords: Geography Information System, Elimination, Leprosy
Read More
T-2161
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainol Mardhiah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, R. Sutiawan, Aris Purwanto, Tutut Indrawahyuni
Abstrak:

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam suatu organisasi: juga penentu berhasil atau tidaknya pembangunan di suatu negara, baik dalam pembanguoan ekonomi dan: kesehatan. Undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 menyatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan salah satu sumber daya kesehatan yang diperlukan sebagai pendukung Sehingga perlu dikembangkan suatu sistem informasi perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Puskesmas berdasarkan beban kerja. Dimana sistem yang akan dikembangkan ini diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dan d.ijadikan bahan acuan dalam menentukan kebijakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi terhadap perencanaan dan distribusi SDM. Sistem infonnasi ini disebut sistem pendukung keputusan. Metodologi yang dipakai adalah dengan menggunakan pendekatan Development Lift Cycle (SDLC) dengan cara wawancara mendalam dengan para informan. Permasalahan sistem yang ada sekarang adalah data yang ada masih terpisah-pisah dibagian yang berbeda, pengolahan masih dilakukan secara manual, sehingga bel diperolehnya informasi. Pengembangn sistem dimulai dari penetapan kebutuban sitepemodelan sistem serta penetapan sofeware dan hardware yang digunakan dengan harapan dapat penghasilan informasi yang dibutuhkan user dalam perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan.


 

Software yang digunakan untuk aplikasi prototype ini adalah Fox pro, dengan spesifikasi minimum hardware adalah pentium ll 450 Mhz, kapasitas RAi\.1 128 MB, kapasitas hardisk 106 B. Human resource is one of the important resources in an organization, it is also a de derminant-factor on success or failure o development in a country, both of economic and health. The health legislation no. 23 in 1992 expressed that a health officer is one of important health resource as a supported health effort in order to existence of public health level optimally. To reach an efficacy of health development as expressed on legislation no. 23 in research used Development Life Cycle (SDLC) method by a deep interview to informant. The existing system problem is existing data still separated by different shares, processing is still conducted by manual, so the information is not obtained yet System development is started by determining of system requirement, system model and also determining of software and hardware which is used in order to get an important information for user on requirement of health human resources planning. Software used for the application of this prototype is Fox pro, 'Yioith a minimum specification of hardware is Pentium II 450 :Mhz, memory capacity is 128MB, hard disk capacity is 10 B. Almost all of required information by user are availaole on development of this system. On the next system, it is expected can result development of health human resources planning and also inventory of health facilities in Depok. By developing an information system o requirement of health human resources planning. it is expected can improve perfcnnance of program organizer-in managing and analyzing data quickly and efficient, so it can result a required information for user.

Read More
T-2351
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jumontang Manurung; Pembimbing: Pandu Riono, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastomo, Ariani Murti, Sehat Ginting
Abstrak: Latar Belakang: Penyebab utama tingginya prevalensi tuberkulosis di Indonesia adalah cukup besarnya jumlah penduduk dan tingginya kepadatan penduduk Indonesia terutama pada beberapa daerah. Pengobatan yang cukup lama yaitu 6 – 8 bulan menyebabkan banyak penderita yang tidak menyelesaikan pengobatannya secara tuntas. Di samping itu tingkat kedisiplinan penderita tuberkulosis untuk minum obat masih rendah dan tuberkulosis menyerang orang dengan status gizi buruk dan kurang dengan kondisi fisik yang lemah. Sementara sistem pencatatan dan pelaporan tuberkulosis yang terlalu rumit dengan formulir isian sebanyak 13 formulir (TB 01 – 13) yang dilakukan secara manual sehingga besar kemungkinan terjadi kesalahan pada waktu pengisian sehingga banyak ditemukan data yang tidak lengkap. Data yang tidak lengkap bila diolah akan menghasilkan informasi yang tidak baik, sehingga informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk menanggulangi tuberkulosis. Tujuan: Tujuan dikembangkannya sistem menjadi komputerisasi dengan pengolahan dan penghitungan secara otomatis dapat memberikan gambaran masalah tuberkulosis di Kotamadya Jakarta Timur. Metoda: Metoda yang digunakan dalam Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis adalah metoda Siklus Hidup Pengembangan Sistem yang terdiri dari preanalisis sistem, analisis sistem, perancangan sistem dan uji coba. Hasil: Hasil pengembangan sistem adalah terbentuknya prototipe Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis yang dapat membantu memberikan gambaran situasi an kegiatan tuberkulosis di Jakarta Timur dan memberikan gambaran yang akan dilakukan serta membantu pengelola program dalam membuat rencana kerja program tahunan. Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis di Kotamadya Jakarta untuk menggantikan sistem lama (TB elektronik) merupakan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan tuberkulosis di Kotamadya Jakarta Timur. Dengan terbentuknya sistem ini, akan membantu dalam mengolah dan menganalisis data tuberkulosis menjadi informasi, seperti angka penemuan kasus baru, angka kesembuhan, angka konversi, angka kesalahan laboratorium, pola penyebaran kasus baru dan kasus dropout pada daerah yang padat penduduknya dan daerah gakin, memberikan gambaran kinerja puskesmas dan penyebaran puskesmas dalam pelayanan penderita tuberkulosis. Kesimpulan: Teridentifikasinya peluang dan kelayakan untuk pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis. Kata kunci: TBC, Sistem Informasi TBC.
Background:The high cause of tuberculosis prevalence in Indonesia is the enough big of population number and the high density of Indonesian population especially in some of regions. The enough long treatment, 6 – 8 months cause many patients cannot settle their treatment completely. Beside that the discipline level of tuberculosis patient for drinking medicine is still low and tuberculosis attacked people with bad nutrient status and weak physical condition. While the system of recording and reporting of tuberculosis which were most complicated with registration form in number of 13 forms (TB 01 – 13) which was executed manually so that it is much possible that the mistake was happened at the time of filling and many found incomplete data. Incomplete data if it is processed, hence it will create improper information, so that said information cannot be used to prevent tuberculosis. Objective: The objective to be developed the former system becoming new system with automatic processing and calculation can give description of tuberculosis problem in East Jakarta Municipality. Methode: Method used in the development of information system of tuberculosis prevention is life cycle of system development consisting of pre analysis, planning and try out systems. Result: The result of system development is established information system prototype of tuberculosis prevention which can give description of tuberculosis condition in East Jakarta and give conducted description activity as well as help program manager in making work plan of annual program. The development of information system of tuberculosis prevention in East Jakarta for changing former system (TB electronic) represents one effort to handle tuberculosis problem in East Jakarta Municipality. With the establishment of this system, it will help in processing and analyzing tuberculosis data becoming information, such as percentage of new case invention, percentage of recovery, percentage of conversion, percentage of laboratory mistake, the path of new case distribution and drop out case and density population area and poor family (gakin) area, as well as give description of health center performance and health center distribution in servicing tuberculosis patient. Conclusion: Identification of the opportunity and feasibility for developing information system of tuberculosis prevention. Keyword: TBC, Information System of Tuberkulosis
Read More
T-2162
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Wijaya; Pembimbing: Tris Eryando, Popy Yuniar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Sensusiati, Nurjamil
Abstrak: Abstrak

Latar Belakang : Tesis ini membahas tentang Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat Untuk Mendukung Pelayanan Kefarmasian (Studi Kasus Di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi). Sistem Informasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan administrasi mulai dari pencatatan, pelaporan, pengarsipan yang baik, bertujuan agar lebih mudah dimonitor dan dievaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen obat untuk mendukung pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi.

Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi ini adalah Pendekatan Rapid Application Development (RAD), Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman observasi dan Pedoman Wawancara.

Hasil : Pencatatan pengelolaan obat yang tertib dan lengkap belum dilaksanakan, sehingga sulit untuk monitoring dan evaluasi. Maka perancangan Sistem Informasi Manajemen Obat yang terintegrasi menggunakan basis data yang dapat memudahkan dalam pengorganisasian data untuk menghasilkan informasi sehingga perencanaan pengelolaan obat, monitoring dan evaluasi menjadi lebih mudah. Keluaran sistem informasi ini berupa laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) dan indikator monitoring dan evaluasi yang ditampilkan dengan grafik.

Kesimpulan : Terbangunnya model sistem informasi manajemen obat yang terintegrasi menggunakan basis data sehingga memudahkan dalam pencatatan, pelaporan dan monitoring serta evaluasi.


Background : This thesis discusses the development of Drug Management Information System to Support Pharmaceutical Services (Case Study In Health Center pejuang Bekasi). This information system is expected to support the administration ranging from record keeping, reporting, good filing, aims to be more easily monitored and evaluated. The purpose of this study to develop a model of Drug Management Information System to support pharmaceutical services at PHC Pejuang Bekasi.

Methods : The approach taken in the development of Drug Management Information System at the Health Center pejuang Bekasi is a Rapid Application Development (RAD), instrument used in this study is the observation and Interview Guide.

Results : Recording of medication management and complete order has not been implemented, making it difficult for monitoring and evaluation.Then the Drug Management Information System design using an integrated database that can facilitate in organizing the data to produce information that medication management planning, monitoring and evaluation easier. Output is in the form of laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) and monitoring and evaluation indicators are displayed with graphs.

Conclusion : Development of a model of management information systems using integrated drug database to facilitate the recording, reporting and monitoring and evaluation.

Read More
T-3853
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sushanty; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Iwan Ariawan; Penguji: Besral, Hasnerita Hartono, Siti Djulaeha
Abstrak: Latar Belakang: Gizi adalah masukan vital dalam pengembangan sumberdaya manusia. Di Kotamadya Jakarta Selatan tahun 2003 jumlah balita dengtan gizi kurang adalah 2.250 balita (12,56%) dan gizi buruk berjumlah 354 balita (1.98%). Sehingga dapat dikatakan setiap hari terjadi KLB Gizi di wilayah tersebut. Pemantauan status gizi dalam pelaksanaannya didukung sistem informasi, yaitu Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) yang telah dimiliki oleh setiap puskesmas tingkat kecamatan di DKI Jakarta, tetapi masih belum dioperasikan karena masih ditemui kendala dalam pelaksanaannya. Tujuan: Dikembangkannya rancangan sistem informasi pemantauan status gizi yang sesuai, memenuhi kebutuhan, dan mudah dilaksanakan di Kecamatan Pesanggrahan. Metodologi: Berdasarkan siklus hidup pengembangan sistem yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan ujicoba sistem. Pengujian sistem dilakukan di laboratorium dengan menggunakan data sampel. Hasil: Diperolehnya prototipe Sistem Informasi Pemantauan Status Gizi Balita (SIPSG) di Kecamatan Pesanggrahan. Kesimpulan: SIPSG diharapkan dapat effektif dan effisien dalam penyediaan informasi yang dibutuhkan. Informasi yang dihasilkan dirancang agar relevan, cepat, tepat dan akurat, serta dapat lebih bermanfaat, terutama untuk kepentingan program gizi pada umumnya, dan pemantauan status gizi pada khususnya, sehinga dapat tercapai optimalisasi pemantauan status gizi di wilayah tersebut. Kata Kunci: SIPSG
Background: Nutrition aspect is one of the most important factors on human resources development. On the other hand the prevalence of malnutrition in South Jakarta District in year 2003 was still very high, there were 2,250 (12.56 %) and 354 (1.98 %) under-five children at severe malnutrition condition. If we refer to those numbers it could assume that everyday there was malnutrition outbreak in that area. In its implementation, the nutrition surveillance (nutritional status monitoring) is supported by an information system called early warning system for food and nutrition problems (SKPG) which has already available in every health center in sub-district level in Jakarta Province. However up to now the system could not implement due to some constraints. Objective: The purpose of the study is to develop an information system for nutritional status monitoring among under-five children that prover, meet the requirement, and user friendly in Pesanggrahan Sub-District. Methodology: The study was conducted based on system development live cycle which consist of planning phase, analyses, and scheme of system tryout. Examination of system only conducted in laboratory by using data of sampel. Results: This research was resulted a prototype of information system to monitor the nutritional status among under-five children in Puskesmas Pesanggrahan (SIPSG). Conclution: SIPSG is expected to supply any needed information effectively. The system is designed to provide relevant, quick, precise and accurate data. Hopefully the system will be more useful in alleviating the nutrition problem through routine nutrition status monitoring in the area. Key words: SIPSG
Read More
T-2166
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mustara; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, R Sutiawan, H. Loekman Hakim Siregar, Sigit Wardojo
Abstrak:

Transisi epidemiologi merupakan masalah sebagian Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ada empat (4) faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, antara lain: lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Menyikapi hal tersebut Departemen Kesehatan telah menetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Visi tersebut dapat terwujud apabila terlebih dahulu membangun provinsi sehat, kabupaten/kota sehat, dan kecamatan atau puskesmas sehat. Banyak indikator yang membangun pencapaian Indonesia/provinsi/kabupaten/kota sehat. Namun pada penelitian ini hanya dibatasi pada variabel kegiatan atau program yang berasal dari data rutin Puskesmas. Mencapai Kabupaten Serang Sehat hanya dapat terwujud apabila kita terus memonitor dan mengevaluasinya terus setiap saat, sehingga kendala dan masalah yang menghambat dalam upaya mewujudkan kabupaten sehat tersebut dapat diketahui sedini mungkin. Masalah yang terjadi di Kabupaten Serang adalah belum terbangunnya sistem yang dapat dengan segera memberikan informasi mengenal pencapaian indikator kabupaten sehat. Keterlambatan data, analisis serta kesulitan mencari data merupakan persoalan tersendiri yang berakibat pada sulitnya mengevaluasi tingkat pencapaian dan permasalahan dalam mencapai indikator kabupaten schat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah kualitatif dengan melaksanakan siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) Informan yang digunakan adalah stakeholder pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Penelitian ini telah menghasilkan satu prototype sistera pengembangan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Dalam sistem ini haru dikembangkan indikator yang berasal dari data rutin Puskesmas seperti programTransisi epidemiologi merupakan masalah sebagian Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ada empat (4) faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, antara lain: lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Menyikapi hal tersebut Departemen Kesehatan telah menetapkan visi Indonesia Sehat 2010. Visi tersebut dapat terwujud apabila terlebih dahulu membangun provinsi sehat, kabupaten/kota sehat, dan kecamatan atau puskesmas sehat. Banyak indikator yang membangun pencapaian Indonesia/provinsi/kabupaten/kota sehat. Namun pada penelitian ini hanya dibatasi pada variabel kegiatan atau program yang berasal dari data rutin Puskesmas. Mencapai Kabupaten Serang Sehat hanya dapat terwujud apabila kita terus memonitor dan mengevaluasinya terus setiap saat, sehingga kendala dan masalah yang menghambat dalam upaya mewujudkan kabupaten sehat tersebut dapat diketahui sedini mungkin. Masalah yang terjadi di Kabupaten Serang adalah belum terbangunnya sistem yang dapat dengan segera memberikan informasi mengenal pencapaian indikator kabupaten sehat. Keterlambatan data, analisis serta kesulitan mencari data merupakan persoalan tersendiri yang berakibat pada sulitnya mengevaluasi tingkat pencapaian dan permasalahan dalam mencapai indikator kabupaten schat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah kualitatif dengan melaksanakan siklus hidup pengembangan sistem (SHPS) Informan yang digunakan adalah stakeholder pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Penelitian ini telah menghasilkan satu prototype sistera pengembangan sistem informasi kabupaten sehat berbasis data puskesmas. Dalam sistem ini haru dikembangkan indikator yang berasal dari data rutin Puskesmas seperti program imunisasi, program KIA, program kesehatan lingkungan, program penyuluhan kesehatan masyarakat, dan program posyandu. Setelah melakukan uji prototype di laboratorium komputer FKM UI, dinyatakan bahwa sistem ini dapat diterima dengan nilai 80%. Namun untuk dapat diimplementasikan di lapangan perlu di lakukan uji lapangan terlebih dahulu untuk mengetahui kehandalan dan hambatan sistem. Selain itu disarankan agar melakukan sosialisasi dan advokasi kepada para pengembil kebijakan untuk mendapatkan dukungan pengembangan sistem ini lebih lanjut. Disarankan pula agar mengembangkan indikator lain dalan sistem ini sehingga pencapaian Kabupaten Serang Sehat dapat lebih lengkap dan akurat Daftar bacaan. 25 (1992-2005)

Read More
T-2424
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive