Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33866 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lia Alfiana Fauziah; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Dwi Gayatri, Fahiyah Isbaniyah
Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia baik dalam hal prevalensinya maupun masalah-masalah lainnya yang ditimbulkannya. Upaya dalam penanggulangan penyakit tuberkulosis masih terus dilakukan. Namun dalam perjalanannya banyak hambatan dalam upaya tersebut, salah satunya adalah adanya fenomena tuberkulosis multidrug resistant (TB-MDR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB-MDR. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus-kontrol dengan populasinya pasien TB di RSUP Persahabatan tahun 2013.
 
Penelitian ini menghasilkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB-MDR di RSUP Persahabatan adalah umur (OR 1,7; 95%CI 0,7-4,1), konsumsi alkohol (OR 1,5; 95%CI 0,5-4,5), riwayat kontak TB (OR 2,1; 95%CI 0,8-5,2), kepatuhan minum obat (OR 10,8; 95%CI 4,4-26,8), status gizi (OR 3,3; 95%CI 1,4-7,8) dan diabetes mellitus (OR 2,1; 0,7-5,8). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk mendukung pelaksanaan program DOTS, penderita TB harus terus dimonitoring dan dikontrol selama pengobatannya terutama dalam hal kepatuhan dalam minum obat.
 

Tuberculosis remains a major problem of public health in Indonesia, both in terms of prevalence and other problems it causes. An attempt of the tuberculosis prevention is still underway. But along the way there are a lot of obstacles in it, one of which is a phenomenon of multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB). This study intended to find the factors that affecting the MDR-TB. The design study is a case-controland the population is patients with TB at RSUP Persahabatan in 2013.
 
This study found that affected is the factors in MDR-TB at RSUP Persahabatan are the age (OR 1.7; 95%CI 0.7-4.1), alcohol consumption (OR 1.5; 95%CI 0.5-4.5), history of TB contact (OR 2.1; 95%CI 0.8-5.2), medication compliance (OR 10.8; 95%CI 4.4-26.8), nutritional status (OR 3.3; 95%CI 1.4-7.8) and diabetes mellitus (OR 2.1; 95%CI 0.7-5.8). The study showed that to support the implementation of DOTS program, TB patients should be closely monitored and controlled during treatment, especially in terms of medication compliance.
Read More
S-7783
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anette Yongki Wijaya; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observatif dengan data kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa rekam medik RSUP Persahabatan tahun 2020. Dengan desain studi kasus kontrol, 50 sampel dalam kelompok kasus dan 100 sampel dalam kelompok kontrol dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi square, OR untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel, dan p<0,05 sebagai batas kemaknaan.
Hasil: Usia ≤30 tahun (OR=0,30; p=0,019) dan kepatuhan minum obat (OR=6,64; p=0,000) memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Read More
S-10758
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Seno Aji; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 membuka mata masyarakat akan pentingnya kesehatan, peningkatan demand akan produk-produk kesehatan mendorong industri logistik PT X yang berperan dalam distribusi barang untuk melakukan lembur kerja atas intensitas kerja yang tinggi, hal ini meningkatkan risiko terjadinya fatigue di tempat kerja yang dapat menurunkan fungsional tubuh dan berdampak baik pada kesehatan pekerja maupun risiko terjadinya error di tempat kerja, PT X juga belum memiliki sistem manajemen risiko fatigue khusus sehingga deteksi fatigue tidak dapat dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran keluhan dan faktor risiko fatigue pada pekerja logistik gudang PT X tahun 2022 yang bertempat di salah satu kawasan DKI Jakarta. Penelitian ini berdesain deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode studi cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner termasuk Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan triangulasi data dengan hasil wawancara di lapangan terhadap beberapa pekerja dan koordinator tiap tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 pekerja (37,04%) mengalami keluhan fatigue ringan, mayoritas sebagian lainnya (62,96%) tidak mengalami keluhan fatigue dan tidak ditemukan pekerja dengan keluhan fatigue berat, serta untuk faktor risiko fatigue paling dominan yang ditemukan adalah pada faktor kuantitas tidur pekerja dengan mayoritas pekerja (83,33%) memiliki durasi tidur dibawah standar 7 jam
The COVID-19 pandemic situation has opened people's eyes to the importance of health, the increasing demand for health products has encouraged the logistics industry of PT X, which plays a role in the distribution of goods, to carry out overtime work to meet the high work intensity, this increases the risk of fatigue in the workplace which can reduce body function and have an impact on the health of workers and even the risk of errors in the workplace. Additionally, PT X lacks a fatigue risk management system, making it unable to do fatigue detection, thus this research aims to provide an overview of complaints and fatigue warehouse logistics workers at PT X year 2022, located in one of the DKI Jakarta region. Research design is a quantitative and qualitative with a cross-sectional study using questionnaire instruments, including the Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which were then analyzed univariately and triangulated the data with the results of field interviews towards several workers and the coordinator of each team. The results showed that there were 20 workers (37.04%) experiencing light fatigue, the majority of the others (62.96%) did not experience any, and none with severe fatigue, as for the most dominant fatigue risk factor found is the workers' sleep quantity with the majority of workers (83.33%) having sleep duration below the standard of 7 hours minimum
Read More
S-11028
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Suginarti, Edy Rizal
Abstrak:

Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia maka populasi usia Ianjut pun semakin bertambah. Menjalani masa tua dengan bahagia dan sejahtera merupakan dambaan semua orang. Keadaan ini hanya dapat dicapai bila merasa sehat secara fisik, mental (jiwa) dan sosial. Berkaitan dengan kesehatan jiwa ini salah satunya adalah penyakit dcpresi. Depresi mcrupakan pcnyakit gangguanjiwa dengan prevalensi terbesar pada usia lanjut dan dan diperkirakan sampai 40% tidak terdiagnosa padahal dengan diagnosa awal dan terapi segera dapat menaikkan kualilas hidup, status fungsional dan mencegah kematian dini pada usia lanjut. Untuk mengctahui apa pcnycbabnya maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mcngctahui faktor-faktor risiko yang bcrhubungan dcngan dcprcsi pada usia lanjut di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Metodologi pada penelitian ini merupakan disain kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder melalui penelusuran rekam medik pasien gcriatri di poli geriatri rumah sakil Cipro Mangunkusumo pada tahun 2006 - tahun 2008. Populasi penelilian adalah seluruh pasien usia lanjut di poli geriatri rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sampel adalah pasien usia Ianjur di poli geriatri RSUPN-CM yang menderila diagnosa depresinya dan telah ditegakkan diagnosanya oleh departemen psikiatri RSUPN-CM scbagai kasus dan kontrol adalah pasien usia Ianjut di poli geriatri RSUPN-CM yang tidak depresi. Jumlah sampel dalam penelitian ini 105 kasus dan 2I0 kontrol. Entri data, pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS Hasil penelitian mcnunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian depresi pada usia lanjum adalah kcmandirian (OR = 2,008. 95% Cl I,239 - 3253) dan dukungan sosial (OR = l_724_ 95% C`| 1.065 - 2.79l). Variabel kemandirian merupakan variabel yang lebih kuat pengaruhnya terhadap kejadian depresi dibandingkan variabel dukungan sosial. Variabel yang tidak berhubungan dengan kqiadian depresi pada usia lanjut adalah usia, jcnis kclamin. status perkawinan, tingkat pendidikan, obat resep dokter yang diminum rutin, kegiatan keagamaan, keadaan ekonomi dan riwayar pekerjaan. Dari temuan pada penelitian ini disarankan untuk mcningkatkan pembinaan dan pcrhatian lerhadap kcbutuhan usia Ianjul agar usia Ianjut hidup mandiri, produktif dan tetap berperan aktif dalam kehidupan serta diperlukan penelitian kasus kontrol lanjutan dengan menggunakan sampel yang lebih besar.


 

With growing of a spark of life age in indonesia hence old age population even also progressively increase. Experiencing a period to old happyly and securc and prosperous is everybody hungering. This situations only can reach by if feeling lit by lisik. bouncing (social and mental). Relating to health of this head one of them is disease of depresi. Depresi is disease of head trouble with biggest prevalensi at old age and estimated until 40% do not diagnosa though with diagnosa early and therapy immediately can boost up the quality of lil' e, functional status and prevent death early at old age. To know what the cause of hence conducted by this research with aim to to know risk factors related to depresi at old age in region of Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and ol' Bekasi). Methodologies this research is to bc designed by case control by using data of sekunder through of patient sis record of geriatri in hospital geriatri poli of Cipto Mangunkusumo in the year 2006 - year 2008. Research population is entire old age patient in hospital geriatri poli of`Cipto Mangunkusumo. Sampel is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which suffering the diagnosa of him and have been upheld the by him of by psychiatry department of RSUPN-CM as control and case is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which do not depresi. Amount oi" sampel in this researchs t05 ease and 2I0 control. Data Entri, data analysis and processing use SPSS version I3.0. Research result indicatc that variable rclatcd to occurcncc of depresi at old age is independence ( OR = $2,008. 95% CI l,239 - 3,253) and social support ( OR = l.724. 95% Cl l.065 - 2,79l). independence variable is stronger variable ofinfluence of to occurcncc ofdepresi compared to social support variable. Variable which do not relate to occurence of depresi at old age is age, gender, marriage status. education level. drinkcd by doctor recipe drug is routine, religious activity. situation ofwork history and economics. Of finding at this research is suggested to improve attcntion and construction to requirement of old agc so that self-supponing life old age. ad for and remain to share active in life is and also needed by research of case control continuation by using larger ones sampel.

Read More
T-2970
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Candra Kirana; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Rizka Maulida, Sulistyo
Abstrak: ABSTRAK Upaya pengendalian TB-MDR telah dilakukan, namun hasil akhir pengobatan pasien TBMDR masih merupakan permasalahan terkini yang perlu diselesaikan. Di Indonesia, terjadi penurunan angka keberhasilan pengobatan pasien TB resistan obat sejak lima tahun terakhir, yaitu kisaran 68%-46%, sedangkan hasil pengobatan yang buruk lebih fluktuatif dan masih tinggi yaitu kisaran 28%-47%. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dan bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan pasien TB-MDR di Indonesia. Data yang digunakan adalah data pasien TB-MDR yang berusia ≥15 tahun yang memulai pengobatan antara Januari 2013-Desember 2015 yang teregister dalam e-TB Manager. Didapatkan 1.683 kasus dengan 49,7% pasien TB-MDR yang sembuh, 2,7% pengobatan lengkap, 14,1% meninggal dunia, 4,4% gagal pengobatan, dan 29,1% loss to follow up. Analisis bivariat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan buruk yang didefinisikan sebagai kematian, gagal, atau loss to follow up. Dalam penelitian ini didapatkan faktor risiko terhadap hasil pengobatan buruk adalah usia diatas 45 tahun (RR 1.32; 95%CI 1.20-1.46), resistansi OAT R, H disertai E dan/atau S dan/atau Z (RR 34.1; 95%CI 8.24-141.0), resistansi OAT lini 1 disertai OAT injeksi lini 2 dan/atau florokuinolon (RR 32; 95%CI 7.9-134.0), kavitas paru (RR 1.21; 95%CI 1.00- 1.44), interval inisiasi pengobatan > 30 hari (RR 1.11; 95%CI 1.00-1.24), dan tempat tinggal di wilayah pedesaan (RR 1.15; 95%CI 1.02-1.30). Sedangkan faktor protektor terhadap hasil pengobatan buruk adalah paduan standar OAT TB-MDR (RR 0.73; 95% CI 0.59-0.91). Kata kunci: TB MDR, Hasil Pengobatan, Indonesia Efforts to control MDR-TB have been done, but treatment outcome of MDR-TB patients remains a current issue that needs to be resolved. In Indonesia, success rate was declining in the last five years, from 68%-46%, whereas poor treatment results are more fluctuative and still high at 28%-47%. This cohort retrospective study was conducted to analyze the characteristics and factors influencing treatment outcomes of MDR-TB patients in Indonesia. This research was use data from e-TB Manager and included all MDR-TB patients who were ≥15 years and starting treatment between January 2013 and December 2015. Overall, 1.683 MDR-TB patients were included, 49.7% recovered, 2.7% complete treatment, 14.1% died, 4.4% treatment failure, and 29.1% loss to follow up. A bivariate analysis was used to identify risk factors for poor treatment outcomes, which were defined as death, treatment failure, or loss to follow up. The risk factors for poor treatment outcome were age above 45 years (RR 1.32, 95% CI 1.20-1.46), patients who are resistant first lines TB drugs (RR 34.1; 95% CI 8.24 -141.0) and first lines TB drugs + 2nd lines injection and/or fluoroquinolone (RR 32; 95% CI 7.9-134.0), lung cavity (RR 1.21, 95% CI 1.00-1.44), treatment initiation interval > 30 days (RR 1.11; 95% CI 1.00-1.24), and residence in rural areas (RR 1.15; 95% CI 1.02-1.30). While the protector factor for poor treatment outcome is standardized regimen (RR 0.73; 95% CI 0.59-0.91). Keywords: TB MDR, Treatment Outcome, Indonesia
Read More
S-9849
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uly a Qoulan Karima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Ns. Palestina Gultom
S-7891
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Ayuningsih; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Nikson Sitorus, Dina Bisara Lolong
Abstrak: Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Hasil akhir pengobatan TB pada pasien berupa kematian saat melakukan pengobatan merupakan permasalahan terkini yang perlu diselesaikan. Penyebab pasti terjadinya kematian pada pasien yang sedang menjalani pengobatan TB masih belum banyak di ketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pasien tuberkulosis pada penderita TB MDR dan TB Sensitif Obat di Indonesia tahun 2015-2017. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari aplikasi eTB manager dan SITT di Subdit Tuberkulosis, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan RI
Read More
T-5778
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
XNur Afianti Hasanah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptyah; Penguji: Putri Bungsu, Sity Kunarisasi
Abstrak: Indonesia masuk kedalam Negara dengan tiga beban TB tertinggi, salah satunya adalah TB-MDR. Persentase kematian pada pasien TB-MDR selama masa pengobatan di Indonesia melebihi batasan target WHO yaitu 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien Tuberkulosis Multi Drug Resistance (TB-MDR) selama masa pengobatan di Indonesia tahun 2010-2014. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional menggunakan data sekunder registrasi kohort e-TB Manager (Surveilans TB Resistan Obat) 2010-2014. Variabel independen pada penelitian ini meliputi faktor kerentanan individu (usia, jenis kelamin, komorbid diabetes mellitus, jumlah resistansi OAT, hasil pemeriksaan sputum di awal pengobatan), faktor kerentanan sistem kesehatan (riwayat pengobatan TB sebelumnya dan interval inisiasi pengobatan), dan faktor kerentanan sosial (wilayah tempat tinggal). Variabel dependen pada penelitian ini adalah hasil akhir kematian pada pasien TB-MDR. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kematian pada pasien TB-MDR selama masa pengobatan. Kata Kunci : Kematian, Pasien TB-MDR Indonesia is one of the countries in three high-burden country list, partially MDR-TB. The presentation of mortality among MDR-TB patients during treatment in Indonesia is above WHO target which is 10%. This study aimed to describe the epidemiological and factors associated with mortality among MDR-TB patients during treatment in Indonesia from 2010 through 2014. The study was conducted with cross sectional using secondary data cohort registration e-TB Manager (Surveillance of TB Drugs Resistance) 2010-2014. Independent variables of this study were individual vulnerability (age, sex, diabetes mellitus comorbidities, number of drugs resistance, initial sputum test), programmatic or institutional vulnerability (previous history of TB treatment and interval of treatment), and social vulnerability (living status). Dependent variable of this study was the end of treatment result for mortality among MDR-TB patients. The results indicated that age associated with mortality among MDR-TB patients during treatment. Keywords : Mortality, MDR-TB Patients.
Read More
S-9333
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rojali; Pembimbing: Krisnawat Bantas; Penguji: Yovsyah, Tri Yunis Miko Wahyono, Suwandi, Iman Soehendar
Abstrak:

Pengobatan yang tidak tuntas menyebabkah penyakit tidak akan sembuh, Masalah putus berohar tubedrulosis adalah suatu yang universal, pengobatan tuberkulosis relatif panjang, jika dibandingkan dengan penyakit infeksi lain. Penderila tubedrulosis bila tidak diobati dengan baik akan menyebabkan terjadinya kekebalan pada kesehatan dan dapat menularkan penyak.it pada orang lain. Desain penelilian: Desain penelitian Kohort Retprospektif. Sampel sebanyak 652 orang pasien tuberkolosis yang Ielah menyelesaikan pengobatan tahun 2005 sd. 2006 di wilayah Suku Dinas Kesebatan Masyarakat Kota Jakarta timur. Sampel yang didapatkan 652 ornng dengan menggunakan random sampling yeng didapat dari kelompek tipe penderita baik penderita hero maupun penderita lama. Hasil dan Diskusi: Ditemukan penderita tuberkulosis yang pernah berobat selama tahun 2005-2006 sebesar 24 orang (3,1!6%). Probabilitas kesehatan berobat pasien tuberkolosis adalah sebesar 99,69"/o (hari ke II), 99,38% {hari ke 60), 97,01 {hari ke 90), 96,19% {hari ke 190) dan 96,19% (hari ke 249). Pada analisis Cox regression PMO dan Yankes metupalam varibel indepent pada penderita tuberlrulosis yang PMO bemsal dari non keluarga memiliki resiko pntus berobat 11,75 kali lebih besar dibandingken pasien tubekolosis yang PMOnya hemsa1 dari keluarga (HR :ll,754 95% CI:3,'177-34,737). Demikian juga pasien tuberkulosis pada Runtah Sakit memHiki resiko putus herobat 2,4 kali lebih tinggi dihandingkan pasien tuberkolosis yang di Puskesmas (2,369 95% Cl : 1,011-5,547). Kesimpulan dan saran: Faktor-fuktor yang berpengaruh terhadap survival kelanjutan berobat penderita tuberkulosis adalah Pengawas Minum Obat (PMO) dan Yankes dengan keseluruhan probabilitas survival kelanjutan berobat penderita tuberkulusis adalah 99,38% {hari ke 60 bari}, 97,01% (bari ke 90) dangan median probabilltas kesintasan oads hari ke 191· hari.


Treatment for T8 patients who are not complete will affect the disease will not recover.TB treatment not come to compliance is a universal and this condition base on TB drugs intake is needed few months (6 - 9 months), when to be comprised by other infectious diseases. The happening of impenetrability at germ (germ resistance) and can be contagious of disease at others, and it was affected by TB patients were not received a good case management including drugs management. Research Design: Designing of research was Retrospective cohort Sampling was amounting 652 TB patients who have been done on treatment compliance by the year 2005 10 2006 at East Jakarta Health Region of Health Community of Sub Services. Number of sampling 652 people by using sampling random that getting from new case detection (new TB patients), and also old case detection (old TB patients). Result and Discussion: Found by patient of tuberculosis broken medicines during year 2005-2006 equal to 24 people (3,86%). Probability survival of continuation medicines patient of tuberculosis is equal10 99,69% (day to 11), 97,38% (day10 60), 97,01(day 10 90),96,19% ( day10 190) and 96,19% (day 10 249). At analysis of Cox PMO regression and of health services represent indepent variable at patient of tuberculosis which is PMO come from non family have broken risk medicines 11,75 bigger limes compared 10 patient of tuberculosis which its this come from family (HR:11,754 95% Cl: 3,977-34,737). And so do 10 patient of tuberculosis at Hospital have broken risk medicines 2,4 higher times compared to patient of tuberculosis which in Health Center (2,369 95% Cl: 1,011-5,547). Conclusion and Suggestions: Factors having an effect on to survival of continuation treatment of tuberculosis patients was supervisor of drugs intake (PMO) and Health Services with overall of probability survival of continuation treatment of tuberculosis patients was 99,38% (day to 60 day), 97,01% (day to 90) with probability median survival on 191 days after drugs intake. It will be suggersted that should be taken step for increasing quality of Health Services in strategy of DOTS which are: diagnoses, counceling (health education) to the TB patients and Supervisor of Drugs Intake (PMO).

Read More
T-2825
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Farihatun; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Luciana, Murni
Abstrak: Prevalensi DO pada pasien TB MDR terus meningkat setiap tahunnya di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DO pada pasien TB MDR di Provinsi DKI Jakarta tahun 2011-2015 berdasarkan faktor risiko umur, jenis kelamin, status HIV, masa pengobatan, kepatuhan (berdasarkan tipe pasien), riwayat pengobatan TB sebelumnya, dan jumlah resistansi OAT. Data yang digunakan adalah data sekunder (data register kohort e-TB Manager) dengan jumlah sampel sebanyak 516 pasien. Desain penelitian studi kuantitatif observational cross sectional. Prevalensi DO pasien TB MDR pada penelitian ini 44.6% yang merupakan prevalensi kasar. Tren prevalensi DO pada penelitian ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2015 dan selalu melebihi angka 10% setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk dapat mengurangi jumlah kasus DO pada pasien TB MDR. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan program P2TB yang lebih baik dan tepat sasaran. Kata Kunci : Drop Out, Pasien TB MDR The prevalence of DO among MDR TB patients increases every year in DKI Jakarta Province. This research aims to analyse DO among MDR TB patients in DKI Jakarta Province in 2011-2015 based on risk factors of age, sex, HIV status, treatment periode, adherence (based on type of patients), history of TB treatment, and number of OAT resistance. The data used is secondary data (cohort registration e-TB Manager) with sample of 516 patients. The design study is an observational cross sectional quantitative study. The crude prevalence of DO among MDR TB patients was 44.6%. Prevalence tren of DO among MDR TB increases since 2011 untill 2015 and always more than 10% in every year. Therefore, it is necessary efforts that can decrease DO cases among MDR TB patients. This study expected to be a reference for DKI Jakarta Province Health Office in implement P2TB Program and reach target precisely. Keywords : Drop Out, MDR TB Patients.
Read More
S-9603
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive