Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34140 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Nurul Intan Permatasari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Purnawan Junadi, Sandi Ilyanto, Trimulyaningsih, Nina Candra Dewi
Abstrak:

ABSTRAK

Pelayanan publik salah satunya adalah bidang kesehatan yang dilaksanakanpada tingkat pelayanan primer di Puskesmas. Dokter merupakan salah satu jenisketenagaan di Puskesmas yang sehari-hari secara langsung berinteraksi denganpasien dan masyarakat sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Berbagai tekanandalam pekerjaan tentunya dirasakan oleh seorang dokter dalam menjalankanperannya. Stres kerja dapat berasal dari berbagai sumber dan mempengaruhiorang-orang dengan cara yang berbeda. Berbagai sumber stres kerja diantaranyakebingungan peran, konflik peran, ketersediaan waktu yang berkaitan dengan jamkerja, kelebihan beban kerja, tanggung jawab, pengembangan karir, sertaketidakamanan kerja. Pada akhirnya stres kerja yang dihadapi oleh dokter akanmempengaruhi kinerjanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja dokter yangdilihat dari aspek peran, karir, fasilitas, dan bahaya pekerjaan terhadap pelayanankesehatan dan hubungannya dengan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas diKota Cirebon serta faktor-faktor yang menjadi prioritas yang perlu diperhatikanuntuk meningkatkan kinerja tenaga medis di Puskesmas Kota Cirebon.Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desainpenelitian potong lintang atau cross sectional. Responden pada penelitian initerdiri seluruh dokter yang berjumlah 36 orang yang telah bekerja di PuskesmasKota Cirebon sebelum 1 Januari 2012 sampai saat penelitian dilakukan.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor stres kerja untuk aspek peran2,50, aspek karir 2,83, aspek fasilitas 3,09, dan aspek bahaya pekerjaan 3,07. Streskerja aspek peran termasuk kategori rendah sedangkan aspek karir, fasilitas, danbahaya pekerjaan termasuk kategori sedang. Uji bivariat menunjukkan terdapathubungan yang bermakna pada aspek peran terhadap absensi dokter dan jumlahpasien, aspek karir terhadap absensi dokter, serta aspek fasilitas terhadap absensidokter dan jumlah pasien. Uji multivariat terhadap absensi dokter maupun jumlahpasien menunjukkan R2 kurang dari 10%. Ini berarti lebih dari 90% variasivariabel terikat disebabkan oleh faktor lain diluar variabel bebas dalam model.

ABSTRACT

One of which is a public service of health conducted in primary care at thehealth center level. Doctor is one of the workforce in the day-to-day health centerdirectly interact with patient and the community as a health care provider. Thepressure of work must be felt by a physician in carryng out its role. Work stresscan come from a variety of sources and affects people in different ways. Varioussources of job stress include role ambiguity, role conflict, time availability, roleoverload-quantitative, career development, responsibility, resources adequacy,and occupational hazards. At the end of work stress faced by clinicians will affectits performance.This study aims to descibe the physician job stress as seen from the aspectof the role, career, facilities, and occupational hazard to health care and itsralationship to the performance of health services at the health center in the KotaCirebon and the factors that need to be considered a priority to improve the energyperformance medical health center in Kota CirebonThe design of this study is the quantitative study with a cross sectional studydesign. Respondents in this study comprises all the 36 doctors who had beenworking in the health center Kota Cirebon before Januari 1, 2012 until the time ofthe study.The results show the average score of job stress for aspects of the role 2,50,aspects of career 2,83, aspects of facilities 3,09 and aspects of occupational hazard3,07. Job stress of aspects of the role is low while the aspects career, facilities, andoccupational hazards are moderate categorized. Bivariate test shows there is asignificant relationship on aspects of the role of a doctor absenteeism and thenumber of patients, a career aspects of a doctor absenteeism, as well as aspects ofthe facility and the number of patient a doctor absenteeism. Multivariate testagains absentee doctors and the number of patient showing R2 less than 10%. Thismeans more than 90% variation in the dependent variable due to factors other thanthe independent variable in the model.

Read More
T-3981
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grara Vema Tuzauna; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Puput Oktamianti, Adang Bachtiar, Casini, Haeria
Abstrak: Latar belakang: Bidan merupakan tenaga kesehatan profesional yang sangat diharapkan kinerjanya dalam meningkatkan derajat kesehatan dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu. Sehingga, bidan dalam melaksanakan tugas dan fungsi nya harus memenuhi standar yang dapat menjamin kualitas pelayanan yang diberikan. Namun kenyataannya cakupan pelayanan kesehatan ibu yaitu cakupan kunjungan ibu hamil (K4), persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, dan kunjungan nifas ketiga (KF3) belum merata di wilayah kerja Kabupaten Cirebon sehingga dapat diasumsikan bahwa kinerja bidan puskesmas secara makro belum maksimal dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Kinerja bidan dapat dipengaruhi oleh kualitas kehidupan kerja (keterlibatan pegawai, kompensasi yang adil/seimbang, rasa aman terhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, rasa bangga terhadap institusi, pengembangan karir, fasilitas yang tersedia, penyelesaian masalah, dan komunikasi) di tempat bekerja karena kualitas kehidupan kerja dinilai dapat menumbuhkan partisipasi bidan terhadap organisasi atau institusi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas kehidupan kerja dengan kinerja bidan puskesmas di Kabupaten Cirebon. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional menggunakan data primer berupa kuesioner. Unit analisis dalam penelitian ini adalah bidan puskesmas. Sampel yang digunakan sebanyak 57 bidan. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Proporsi kinerja bidan tertinggi yaitu bidan yang memiliki kinerja baik sebanyak 34 (59,6%). Berdasarkan uji chi square, kinerja bidan memiliki hubungan yang signifikan dengan keterlibatan pegawai (p = 0,051), kompensasi yang adil/seimbang (p = 0,018), keselamatan lingkungan kerja (p = 0,048), rasa bangga terhadap institusi (p = 0,002), pengembangan karir (p = 0,002), fasilitas yang tersedia (p = 0,0005) dan penyelesaian masalah (p = 0,015). Sedangkan kinerja bidan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan rasa aman terhadap pekerjaan (p = 0,056) dan komunikasi (p = 0,072). Berdasarkan uji regresi logistik, kompensasi yang adil/seimbang memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja bidan setelah dikontrol oleh lama masa kerja dan usia bidan (p = 0,006 dan OR = 7,019), rasa bangga terhadap institusi memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja bidan setelah dikontrol oleh pendidikan bidan (p = 0,007 dan OR = 23,189) dan komunikasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja bidan setelah dikontrol oleh status perkawinan dan usia bidan (p = 0,031 dan OR = 5,468). Kesimpulan: Keterlibatan pegawai, kompensasi yang adil/seimbang, keselamatan lingkungan kerja, rasa bangga terhadap institusi, pengembangan karir, fasilitas yang tersedia, dan penyelesaian masalah dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja bidan puskesmas di Kabupaten Cirebon. Saran: Diperlukan monitoring dan evaluasi kinerja bidan secara periodik sehingga dapat diketahui perencanaan yang perlu disusun berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kebidanan
Read More
T-7499
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Novarina; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Hudi K. Wahyu, Asep Sunarjat
Abstrak: Abstrak

Kementerian kesehatan meluncurkan program Jampersal sejak tahun 2011 sebagai upaya mempercepat pencapaian MDGs terutama tujuan kelima yaitu meningkatkan kesehatan ibu, dengan salah satu indikator keberhasilannya adalah proporsi kelahiran yang ditangani oleh tenaga kesehatan berkompeten. Pada tahun 2012, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Nanggeleng sebagai salah satu puskesmas di Kota Sukabumi baru mencapai 70,7% dari target 86%. Dengan demikian implementasi program Jampersal belum optimal di wilayah kerja puskesmas Nanggeleng. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif analitik dengan pendekatan sistem, informasi diperoleh dari wawancara mendalam dan telaah dokumen yang berkaitan dengan implementasi program Jampersal, untuk validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala yang ditemui antara lain pada input; sebagian kelompok sasaran lebih memilih ke dukun bayi untuk menolong persalinannya. Pada proses; pemasaran Jampersal belum efektif, perencanaan kegiatan belum mendukung keberhasilan program Jampersal, kemitraan bidan dan dukun bayi belum berjalan baik, sehingga kinerja program Jampersal belum tercapai. Hasil penelitian ini menyarankan agar bidan terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada kelompok sasaran, disiminasi informasi menggunakan berbagai media informasi, perencanaan berdasarkan prioritas masalah serta meningkatkan kemitraan bidan dan paraji dengan prinsip kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan.


The Ministry of Health launched Jampersal program in 2011 as an effort to accelerate the achievement of the MDGs, especially the fifth goal, which is improving maternal health, with one success indicator is the proportion of births attended by skilled health personnel. Delivery by skilled health personel at Puskesmas Nanggeleng Sukabumi in 2012 is not optimal, that reached 70,7 % only, as compered to the target of 86%. This research uses qualitative approach with system framework. The information obtained through in-depth interviews and review of documents related to Jampersal program implementation. Triangulation of sources and methodes is used for validity.

The results showed the existence of obstacles encountered, among others. In the input; most preferre target group for the traditional birth attendants labor. In the process; Jampersal has not yet been implemented effectively, planing process has not supported the success of implementation, midwives and traditional birth attendants partnerships has not been well implemented, so that integrated Jampersal program performance has not been achieved. Thus the research suggest that midwives continue to prude Communication, information and education to target groups, disseminat of information using a variety of media conduct, planning based on priority issues and improve partnerships between midwives and traditional birth attendants with the principle of equality, openness and mutual benefit.

Read More
T-3970
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tati Hartati Permata; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Cucu Irawan
S-4900
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ramla Hakim; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Kusharisupeni, Dien Sanyoto
S-7305
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fenny Agria Meidian; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Vetty Yulianty, Vika Ekawati
S-7310
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Rachmawati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Kurnia Sari, Ni Made Sumartini
S-7199
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roosmayasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Tetra Fajarwati, Yuyun Widyaningsih
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi retensi dokter di puskesmas Penelitian dilakukan dengan mengolah data sekunder hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) 2017, dengan jumlah sampel sebanyak 14.091 orang dokter yang bertugas di puskesmas. Pengolahan data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dekat dengan keluarga besar adalah alasan utama kebetahan yang paling banyak disampaikan (34%). Pengaruh total variabel karakter terhadap kebetahan (retensi) 0,23, terhadap kepuasan kerja 0,04, dan terhadap motivasi 0,08. Pengaruh total variabel manfaat non finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,15, dan motivasi 0,03. Pengaruh total variabel manfaat finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,04, kepuasan kerja 0,13 dan motivasi 0,11. Tidak ada pengaruh langsung dari variabel manfaat finansial kepada tingkat retensi, dan dari variabel manfaat non finansial ke kepuasan. Pengaruh total variabel kepuasan terhadap retensi 0,26 dan terhadap motivasi 0,58. Pengaruh total variabel motivasi terhadap retensi 0,05. Disarankan agar Pemerintah Pusat melakukan sinkronisasi kebijakan rekruitmen dan distribusi tenaga dokter, subsidi anggaran insentif dokter daerah dengan kapasitas fiskal rendah dan atau memiliki keterbatasan finansial, dan melanjutkan program penugasan khusus penempatan dokter, menyusun dan mengaplikasikan kebijakan afirmatif distribusi tenaga dokter di puskesmas, antara lain program ikatan dinas dan beasiswa pendidikan kedokteran, datasering. Pemerintah Daerah dapat menyelenggarakan inovasi rekruitmen dan distribusi tenaga dokter melalui jalur penugasan khusus, program beasiswa daerah untuk pendidikan kedokteran, menyediakan subsidi insentif finansial yang layak bagi tenaga dokter, dan memberikan fasilitasi yang cukup bagi dokter puskesmas untuk dapat mengikuti program peningkatan kapasitas

This thesis discusses the factors that influence the retention of doctors in community health center. The study was conducted by processing secondary data from the results of the Health Research in 2017 (Risnakes), with total sample of 14,091 doctors who served at the community health center. Processing data using path analysis. The results of the study showed that being close to extended families was the main reason for most retention (34%). The effect of total character variables on retention is 0.23, on job satisfaction 0.04, and on motivation 0.08. The effect of the total non-financial benefit variable on retention rate -0.15, and motivation 0.03. The effect of the total variable financial benefits on retention rate 0.04, job satisfaction 0.13 and motivation 0.11. There is no direct effect from the financial benefit variable on the level of retention, and from the non-financial benefit variable to satisfaction. The effect of total satisfaction variables on retention is 0.26 and on motivation 0.58. Effect of total motivational variables on retention of 0.05. It is recommended that the Central Government synchronize the recruitment and distribution policy for doctor, subsidize the budget incentives doctor for regional with low fiscal capacity and or have financial limitations, and continue  2 special assignment programs for the placement of doctor, compile and apply affirmative policies for the distribution of doctor in community health center, including programs official ties and medical education scholarships, datasering. Local Governments can carry out recruitment innovation and distribution of doctor through special assignments, regional scholarship programs for medical education, provide appropriate financial incentives for doctor, and provide sufficient facilitation for capacity building programs.

Read More
T-5950
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuswati; Pembimbing: Adang Bachtiar
T-792
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riris Febriana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Basalama Fatum
S-7095
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive