Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 801 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Marlya Niken Pradipta; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Irene, Bai Kusnadi
Abstrak:
Penyakit Influenza adalah salah satu penyakit ISPA yang mendapat perhatian karena dapat menimbulkan wabah. Di Indonesia positivity rate influenza mencapai 40,3%, dimana virus yang teridentifikasi adalah virus A (subtype H1N1Pdm09 dan AH3) dan virus B (subtype Victoria). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Influenza A dan B di DKI Jakarta tahun 2021-2022. Studi cross sectional dan analisis cox regression yang mengestimasi nilai Prevalence Ratio (PR) dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder surveilans Influenza Like Illness di DKI Jakarta tahun 2021-2022. Hasil penelitian didapatkan prevalensi Influenza positif sebesar 27,8%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan influenza A dan B adalah usia 5 – 64 tahun memiliki PR 0,51 kali (p-value=0,006; 95% CI=0,31 – 0,82), kontak orang sakit memiliki PR 2,27 kali (p-value=<0,001; 95% CI=1,45 – 3,56), dan musim hujan memiliki PR 3,26 kali (p-value=<0,001; 95% CI=1,68 – 6,33) mengalami influenza A dan B. Musim hujan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi Kejadian influenza A dan B di DKI Jakarta Tahun 2021-2022.

Influenza is one of the ARI diseases that receives attention because it can cause outbreaks. In Indonesia, influenza positivity rate reached 40.3%, where the identified viruses are virus A (subtype H1N1Pdm09 and AH3) and virus B (subtype Victoria). The purpose of this study is to determine the factors that influence the incidence of Influenza A and B in DKI Jakarta in 2021-2022. Cross sectional study and cox regression analysis estimating the Prevalence Ratio (PR) value were conducted by utilizing secondary data of Influenza Like Illness surveillance in DKI Jakarta in 2021-2022. The results showed that the prevalence of positive Influenza was 27.8%. The results of multivariate analysis showed that the risk factors associated with influenza A and B were age>5-64 years had a PR of 0.51 times (p-value = 0.006; 95% CI = 0.31 - 0.82), contact with sick people had a PR of 2.27 times (p-value = <0.001; 95% CI = 1.45 - 3.56), and the rainy season had a PR of 3.26 times (p-value = <0.001; 95% CI = 1.68 - 6.33) of influenza A and B infection. The rainy season is the dominant factor influencing the incidence of influenza A and B in DKI Jakarta in 2021-2022.

Read More
T-6592
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Safitri; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Diah Mulyawati Utari, Tria Astika Endah Permatasari, Suyatno
Abstrak:
Gagal tumbuh selama ini menggunakan pengukuran antropometri menurut indeks konvensional yang diukur terpisah, sementara kekurangan gizi tidak dapat berdiri sendiri. Pengukuran gagal tumbuh menggunakan CIAF diperlukan untuk melengkapi kegagalan antropometri yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gagal tumbuh dengan perkembangan anak usia 24-59 bulan di desa lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Sungai Limau. Menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik simple random sampling, analisis chisquare dan regresi logistik model faktor risiko dengan sampel 105 anak usia 24-59 bulan. Anak mengalami perkembangan meragukan sebanyak 31,4%, perkembangan sesuai 68,6%, gagal tumbuh sebanyak 29,5% dan normal 70,5%. Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara gagal tumbuh dengan perkembangan anak(p= 0,028), gagal tumbuh berhubungan dengan perkembangan motorik kasar (p=0,002) dan kemampuan bicara bahasa (p=0,050).Variabel lain yang berhubungan dengan perkembangan anak yaitu pendidikan ibu (p= 0,002), pekerjaan ibu (p= 0,003),pendapatan(p= 0,003), ASI ekslusif (p= 0,0034), dan stimulasi (p= 0,0005). Analisis multivariat menunjukkan gagal tumbuh tetap konsisten berhubungan dengan perkembangan anak (p= 0,002). Gagal tumbuh berhubungan dengan perkembangan meragukan setelah dikontrol beberapa variabel kovariat. Pelaksanaan program deteksi dini tumbuh kembang anak memerlukan kerjasama dan komitmen lintas sektor kesehatan dan pendidikan yaitu mengintegrasikan kegiatan posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini.
Failure to thrive so far using anthropometric measurements according to conventional indices measured separately, while malnutrition cannot stand alone. Measurement of failure to thrive using CIAF is needed to complement more comprehensive anthropometric failures. This study aims to determine the relationship between failure to thrive and the development of children aged 24-59 months in the stunting locus village of the Sungai Limau Health Center work area. Using a cross-sectional study design with simple random sampling techniques, chisquare analysis and logistic regression risk factor models with a sample of 105 children aged 24-59 months. Children experienced dubious development as much as 31.4%, corresponding development 68.6%, failure to grow as much as 29.5% and normal 70.5%. Bivariate results showed an association between failure to thrive with child development (p = 0.028), failure to thrive was associated with gross motor development (p = 0.002) and speech skills (p = 0.050). Other variables related to child development were maternal education (p = 0.002), maternal employment (p = 0.003), income (p = 0.003), exclusive breastfeeding (p = 0.0034), and stimulation (p = 0.0005). Multivariate analysis showed failure to thrive remained consistently associated with child development (p = 0.002). Failure to thrive was associated with dubious development after controlling for several covariate variables. The implementation of early detection programs for child growth and development requires cooperation and commitment across the health and education sectors, namely integrating posyandu and Early Childhood Education activities.
Read More
T-6593
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mivtahurrahimah; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Trisari Anggodowati, Eva Sulistiowati, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa terdapat efek jangka panjang dari berhenti merokok terhadap penambahan berat badan yang turut memperparah prehipertensi, tetapi efek yang ditimbulkan belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan merokok dan obesitas terhadap kejadian prehipertensi pada dewasa muda di Indonesia. Penelitian kuantitatif ini merupakan studi analitik cross-sectional menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Sampel yang dianalisis dalam penelitian ini berjumlah 17.698 orang. Analisis regres cox dilakukan untuk mengetahui bersar risiko merokok dan obesitas terhadap prehipertensi. Hasil penelitian menjelaskan prevalensi prehipertensi dewasa muda di Indonesia sebesar 52,61%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kelompok dewasa muda yang tidak merokok dan mengalami obesitas memiliki risiko terbesar terkena prehipertensi yaitu sebesar 1,33 kali. Namun, ditemukan efek yang menurun pada kelompok dewasa muda yang merokok dan obesitas terhadap kejadian prehipertensi yaitu sebesar 1,17 kali, dan efek protektif pada mereka yang merokok dan tidak obesitas (PR=0,88) karena adanya interaksi antagonis merokok dan obesitas terhadap prehipertensi sebesar 3,42%. Perlunya pengecekan tekanan darah menggunakan aplikasi pada smart watch dan smart phone pada kelompok dewasa muda yang merokok dan berfokus kepada mereka yang obesitas ditambah peningkatan pelaksanaan Posbindu PTM di tempat umum dan promosi kesehatan melalui media sosial.
Previous studies have reported that there are long-term effects of quitting smoking on weight gain which also exacerbate prehypertension, but the effects are unclear. This study aims to determine the association of smoking and obesity on the incidence of prehypertension in young adults in Indonesia. This quantitative research is a cross-sectional analytic study using secondary data from Riskesdas 2018 with samples of 17,698 and Cox regression analysis. The results of this study explain that the prevalence of prehypertension in young adults in Indonesia is 52.61%. Multivariate analysis showed non-smokers and obese young adults had the greatest risk of developing prehypertension, which was 1.33 times. However, a decreasing effect was found in young adults who smoked and were obese on the incidence of prehypertension, which was 1.17 times, and a protective effect was found in those who smoked and were not obese (PR=0.88) due to the antagonistic interaction of smoking and obesity on prehypertension by 3.42%. Check blood pressure using applications on smartwatches and smartphones in young adults who smoke and focus on those who are obese plus increasing the implementation of Posbindu PTM in public places and promoting health through social media.
Read More
T-6594
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adistikah Aqmarina; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Syahrizal, Chita Septiawati, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi baru yang selama hampir tiga tahun (2020-2023) menjadi pandemi. Salah satu faktor risiko kematian COVID-19 adalah riwayat komorbid hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan komorbid hipertensi dengan kematian kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia periode Januari-Juni 2022 dengan mengontrol variabel potensial confounder secara komprehensif, sumber data lebih lengkap dan jumlah sampel lebih besar. Desain studi yang digunakan adalah kasus kontrol. Data bersumber dari laporan Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Online) Kementerian Kesehatan periode Januari-Juni 2022. Kasus konfirmasi COVID-19 dengan komorbid hipertensi memiliki risiko kematian sebesar 1,57 kali lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid hipertensi setelah dikontrol oleh variabel usia, status vaksinasi, varian virus, dan diabetes melitus (OR=1,57; 95%CI:1,20-2,05; p=0,001). Ada perbedaan risiko kematian pada kelompok infeksi bukan Omicron (OR=7,68; 95%CI:1,15-51,38; p=0,036) dan Omicron (OR=1,52; 95%CI:1,16-1,99; p=0,002) setelah dikontrol variabel usia, status vaksinasi, dan diabetes melitus. Ada perbedaan risiko kematian pada kelompok belum vaksin (OR=1,52; 95%CI:1,02-2,26; p=0,037), vaksin 1-dosis (OR=1,85; 95%CI:0,84-4,08; p=0,125), vaksin 2-dosis (OR=1,66; 95%CI:1,08-2,54; p=0,020) dan vaksin booster (OR=0,21; 95%CI:0,03-1,48; p=0,118) setelah dikontrol variabel usia, varian virus, dan diabetes melitus. Perlu upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian komorbid hipertensi untuk mencegah kematian COVID-19.
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new infectious disease which has been a pandemic for almost three years (2020-2023). One of the risk factors for COVID-19 mortality is a history of comorbid hypertension. This study was conducted to determine the relationship between comorbid hypertension and mortality among COVID-19 confirmed cases in Indonesia for the period January-June 2022 by comprehensively controlling potential confounder variables, more complete data sources and a larger sample size. The study design was a case control study. Data sourced from the Ministry of Health's Online Hospital Information System (SIRS Online) report for the period January-June 2022. Confirmed cases of COVID-19 with comorbid hypertension have a significantly higher risk of death by 1,57 times compared to confirmed cases COVID-19 without comorbid hypertension after controlling for age, vaccination status, viral variants, and diabetes mellitus (OR=1,57; 95%CI:1,20-2,05; p=0,001). There was a difference risk of death in the non-Omicron infection group (OR=7,68; 95%CI:1,15-51,38; p=0,036) and Omicron group (OR=1,52; 95%CI:1,16-1,99; p=0,002) after controlling for age, vaccination status, and diabetes mellitus. There was a difference risk of death in the unvaccinated group (OR=1,52; 95%CI:1,02-2,26; p=0,037), 1-dose vaccine group (OR=1,85; 95%CI:0,84-4,08; p=0,125), 2-dose vaccine group (OR=1,66; 95%CI:1,08-2,54; p=0,020) and booster vaccine group (OR=0,21; 95%CI:0,03-1,48; p=0,118) after controlling for age, viral variants, and diabetes mellitus. Joint efforts from the government and community are needed in the prevention and control of comorbid hypertension to prevent mortality from COVID-19 infection.
Read More
T-6595
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Setyawati; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh Bashabih, Helen Andriani, Budi Raharjo, Alvin Kosasih
Abstrak:
Waktu tunggu pelayanan resep di instalasi rawat jalan merupakan salah satu indikator penilaian kinerja instalasi farmasi yang mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit sehingga rumah sakit perlu melakukan upaya agar waktu tunggu pelayanan resep di instalasi rawat jalan dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui metode Lean dengan pendekatan Value Stream Mapping penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pelayanan resep di instalasi rawat jalan RSKO Jakarta, mengidentifikasi value added serta waste yang terjadi sehingga dapat dianalisis faktor penyebab waste yang dapat dicegah melalui rekomendasi usulan perbaikan yang diberikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data yang didapatkan melalui pengamatan dan pencatatan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di instalasi rawat jalan RSKO Jakarta yang sudah menggunakan e-resep, penggalian informasi secara mendalam kepada informan serta telaah dokumen. Dilakukan pengamatan terhadap 20 resep obat jadi dan 10 resep obat racikan. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik puposive sampling dan dilakukan wawancara kepada pasien untuk mendapatkan value dari perspektif customer sesuai prinsip dari metode Lean. Data yang didapatkan kemudian dianalisis untuk mendapatkan faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan resep menggunakan fishbone diagram kemudian dilakukan sistem skoring dengan menilai aspek urgency, severity serta growth penyebab masalah sehingga dapat dirumuskan prioritas rekomendasi yang perlu dilakukan. Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan April-Mei 2023 mendapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi adalah 49.25 menit (dengan nilai VAR 17.5%), dan untuk obat racikan 80.2 menit (dengan nilai VAR 33%) yang berarti masih melebihi SPM yang ditetapkan KMK No 128 tahun 2009 (obat jadi < 30 menit, obat racikan < 60 menit). Beberapa faktor penyebab terjadinya waste adalah inefisiensi SDM, sistem inventory farmasi yang belum otomatisasi, kurang optimalnya evaluasi/pemantauan penggunaan obat, tidak adanya sistem pemisahan pelayanan resep IGD dengan instalasi rawat jalan, SPO pelayanan resep yang belum disesuaikan dengan pelaksanaan e-resep dengan penetapan baku mutu respon time setiap proses, jaringan sistem informasi yang sering down/loading berulang dan seringnya interupsi permintaan informasi dari pasien. Diharapkan ke depannya dapat dilakukan strategi perbaikan untuk memperbaiki waktu tunggu pelayanan resep yaitu meningkatkan efisiensi SDM melalui pengaturan agar saat jam sibuk SDM farmasi fokus mengerjakan tupoksi pelayanan resep, adanya fasilitasi sistem inventory farmasi dengan sistem otomatisasi, penerapan sistem evaluasi pemantauan penggunaan obat dengan lebih efektif agar perencanaan pengadaan menjadi lebih akurat, pengaturan pemisahan pelayanan resep dari IGD, penyusunan SPO sesuai dengan pelaksanaan pelayanan resep, pemisahan penggunaan jaringan sistem informasi untuk pelayanan dengan perkantoran serta penyediaan dashboard informasi yang mudah terlihat oleh pasien (visual management)  

Analysis of Outpatient Installation Pharmacy Waiting Time at Special Hospital of Drug Addiction Jakarta in 2023 Abstract Prescription services waiting time in outpatient installations is one of the indicators for evaluating the performance of pharmaceutical installations that affects the quality of hospital services. Hospitals need to effort that prescription services waiting time meet the Minimum Service Standards (SPM). Through the Lean method with the Value Stream Mapping approach, this study aims to determine the prescription service procedures at the outpatient installation of RSKO Jakarta, identify value added and non-value added and waste that occurs so that factors that cause waste can be analyzed which can be prevented through the strategy recommendations obtained. This is a qualitative research with data collection obtained through observing and recording the e-prescriptions services waiting time at the RSKO outpatient installation, extracting in-depth information from informants and reviewing documents. Observations were made on 20 concoction medicine recipes and 10 concoction medicine recipes. The selection of informants was carried out using a purposive sampling technique and interviews were conducted with patients to obtain value from the customer's perspective according to the principles of the Lean method. The data obtained is then analyzed to obtain the factors affecting the prescription services waiting time duration using a fishbone diagram then a scoring system is carried out by assessing the urgency, severity and growth aspects of the cause problem so that priority recommendations can be formulated. The results of research conducted in April-May 2023 found that the average waiting time for prescription drug services was 49.25 minutes (VAR 17.5%) and for concoction drugs 80.2 minutes (VAR 33%), which means that it still exceeds the SPM set by KMK No. 128 of 2009 (no concoction drug recipe < 30 minutes, concoction drug recipe < 60 minutes). Some of the factors that cause waste are inefficiency in human resources, pharmaceutical inventory systems that have not been automated, inadequate evaluation/monitoring of drug use, the absence of a separate system for emergency prescription services, prescription service SPO that has not been adjusted with the establishment of prescription response time quality standardsfor each process, networks information system that frequently down/loads repeatedly and patient’s interruption for asking information. It is hoped that in the future an improvement strategy can be carried out to improve the waiting time for prescription services; increasing HR efficiency through arrangements so that during peak hours pharmaceutical HR focuses on working on the duties and functions of prescription services, facilitating a pharmaceutical inventory system with an automated system, implementing an evaluation system for monitoring drug use more effectively so that procurement planning becomes more accurate, regulation separates prescription services from the emergency room, providing SPO in accordance with prescription service implementation, separate the information system network between patient services and office and providing reachable information for pastient (visual management).  

Read More
B-2338
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Rizka; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Trisari Anggondowati, Findy Prasetyawaty, Ridzqie Dibyantari
Abstrak:
Latar Belakang. Kemoterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker pada pasien usia lanjut yang dapat menyebabkan risiko berat, terutama pada pasien usia lanjut dengan sindrom frailty. Hingga saat ini belum ada model prediksi kemotoksisitas dengan variabel frailty. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi kemotoksisitas berat pada usia lanjut yang melibatkan penilaian status frailty. Metode. Penelitian kohort retrospektif menggunakan data sekunder terhadap pasien usia lanjut yang menjalani kemoterapi di RSCM tahun 2019-2021. Dilakukan pemeriksaan determinan (jenis kelamin, usia, jenis kanker, jumlah regimen kemoterapi, status nutrisi, status frailty, polifarmasi, fungsi kognitif, status fungsional dan depresi) sebelum kemoterapi. Pasien diikuti hingga 21 hari pasca kemoterapi siklus pertama untuk dinilai apakah mengalami luaran kemotoksisitas berat berdasarkan kriteria CTCAE grade 3-5. Dilakukan analisis untuk pengembangan model prediksi dengan regresi Cox dan perhitungan performa prognostiknya menggunakan perangkat SPSS. Hasil. Dari 193 subyek yang menjalani kemoterapi, sebagian besar laki-laki dengan median usia 65,6 (RIK 60-82). Toksisitas berat terjadi pada 36% subyek. Model prediksi yang dikembangkan terdiri dari 4 determinan yaitu polifarmasi, penggunaan regimen kemoterapi lebih dari satu obat, status frailty dan jenis kanker saluran cerna. Model ini memiliki AUC 0,79 (IK95% 0,70-0,88) dengan p=0,01. Kesimpulan. Model prediksi dengan variabel polifarmasi, regimen kemoterapi lebih dari satu, status frailty dan jenis kanker saluran cerna dapat memprediksi kejadian toksisitas berat kemoterapi pada usia lanjut dengan performa baik
Background. Chemotherapy is a therapeutic modality for elderly with cancer which can pose elderly, especially frail patients, to fatal side effect. To date, there is no prediction model incorporating frailty in clincal practice. This study aims to develop prediction model which includes frailty state evaluation in predicting severe chemotoxicity in elderly. Methods. A retrospective cohort study using secondary data of elderly underwent chemotherapy during 2019-2021 was conducted in Cipto Mangunkusumo Hospital. Data of determinants ( sex, age, polypharmacy, frailty status, nutritional status, depression, cognitive status, cancer type, polychemotherapy, and functional status) and the incidence severe chemotherapy side effect according to grade 3-5 CTCAE were collected. Data was analyzed to develop prediction model with Cox regression using SPSS Results. Of 193 subjects, most of them are male, with median age of 65.6 (IQR 60-82) years old. Severe chemotoxicity was found in 36% of the subjects. Prediction model consists of polypharmacy, number of chemotherapy drugs, cancer type and frailty status was developed. The model has AUC of 0.79 (95% CI 0.70-0.88), p value 0,01 Conclusion. A prognostic Model consists of polypharmacy, number of chemotherapy drugs, cancer type and frailty status can predict incidence of severe chemotoxicity in elderly with AUC 0.79 (95%CI 0.70-0.88)
Read More
T-6596
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfia Mutiara Supatmanto; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Helen Andriani, Purnawan Junadi, Wellya Hartati, Endang Adriyani
Abstrak:
Proses bisnis yang penting dalam organisasi rumah sakit salah satunya adalah manajemen pengelolaan perbekalan farmasi. Manajemen pengelolaan perbekalan farmasi di RSPG Cisarua Bogor melibatkan tim dimulai dari tahapan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Hambatan internal dalam proses perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi merupakan hambatan yang bisa dikendalikan dengan intervensi secara internal dalam proses bisnis di dalam rumah sakit. Penelitian ini fokus pada usulan perubahan sistem manajemen pengelolaan perbekalan farmasi khususnya perencanaan dan pengadaan di internal RSPG Cisarua Bogor. Intervensi dalam proses pengadaan menggunakan lean six sigma sebagai alat bantu evaluasi untuk menentukan titik-titik lemah dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap improve. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan informan yang terkait proses perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi, observasi dan penelusuran dokumen kemudian diakhiri dengan diskusi kelompok untuk menentukan kesepakatan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan prosedur tetap dalam proses pengadaan perbekalan farmasi membuat lamanya prosedur berjalan dan tidak ada tolak ukur efisiensi dalam sistem. Alat bantu dalam proses pengadaan perbekalan farmasi juga tidak ada sehingga komunikasi internal antar bagian walaupun dalam satu tim yang sama menjadi rendah. Pada tahapan improve dari lean six sigma menghasilkan usulan perubahan standar operasional prosedur untuk proses pengadaan perbekalan farmasi rutin, penggunaan indikator efisiensi pengadaan dan pemanfaatan ABC VEN sebagai alat bantu dalam proses pengadaan perbekalan farmasi. Usulan perbaikan penggunaan ABC VEN dan indikator efisiensi perencanaan untuk mengatasi waste over production yang teridentifikasi selama proses perencanaan perbekalan farmasi. Usulan penetapan standar operasional prosedur baru yang memuat timeline, alat bantu pengelompokan perbekalan farmasi berdasarkan ABC VEN dan indikator efisiensi pengadaan untuk mengatasi waste waiting dalam proses pengadaan perbekalan farmasi.
One of the important business processes in hospital organizations is the management of pharmaceutical supplies. The management of pharmaceutical supplies management at RSPG Cisarua Bogor involves teams starting from the stages of planning, procurement, storage and distribution. Internal obstacles in the process of planning and procuring pharmaceutical supplies are obstacles that can be controlled by internal intervention in business processes within the hospital. This research focuses on proposed changes in the management system of pharmaceutical supply management, especially planning and procurement within RSPG Cisarua Bogor. Intervention in the procurement process using lean six sigma as an evaluation tool to determine weak points in this study only reached the improvement stage. Data collection used in-depth interviews with informants related to the process of planning and procuring pharmaceutical supplies, observation and document tracing then ended with group discussions to determine mutual agreement. The results showed that the absence of fixed procedures in the process of procuring pharmaceutical supplies made the procedure run longer and there was no benchmark of efficiency in the system. Tools in the process of procuring pharmaceutical supplies are also absent so that internal communication between departments even in the same team is low. At the improve stage of lean six sigma produced proposals for changes to standard operating procedures for routine pharmaceutical supply procurement processes, the use of procurement efficiency indicators and the use of ABC VEN as a tool in the pharmaceutical supply procurement process. Proposed improvements in the use of ABC VEN and planning efficiency indicators to address waste over production identified during the pharmaceutical supply planning process. Proposed establishment of new standard operating procedures containing timelines, tools for grouping pharmaceutical supplies based on ABC VEN and procurement efficiency indicators to overcome waste waiting in the pharmaceutical supply procurement process.
Read More
B-2339
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uray Cindy Hafinur; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Adriadiannisa Yuniar Milasari, Donni Hendrawan
Abstrak:
Implementasi program JKN seharusnya dapat meningkatkan akses masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan. Namun pada kenyataannya, ketimpangan akses terhadap pelayanan kesehatan masih banyak ditemui. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan status wilayah pada peserta JKN di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2021 serta serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan rawat inap pada peserta JKN di Indonesia Penelitian ini menggunakan data sekunder susenas 2019, 2020 dan 2021. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model logit. Secara statistik, status wilayah berhubungan secara signifikan (p-value 0,000 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN dari tahun 2019 hingga 2021. Responden yang tinggal di perkotaan pada tahun 2019 berpeluang memanfaatkan pelayanan rawat inap 1,141 kali, 1,127 kali pada 2020 dan 1,127 kali pada 2021 dibandingkan dengan responden yang tinggal di pedesaan. Usia, jenis kelamin, status pendidikan, status perkawinan, status pekerjaan, status ekonomi dan provinsi berhubungan secara signifikan (p-value 0,000 < 0,05) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN.
Implementation of the JKN program should be able to increase people's access to health services. However, disparities in health services still exist. The study aims to analyze the utilization of health services based on regional status for JKN participants in Indonesia from 2019 to 2021 and also examine the factors that influence the utilization of inpatient healthcare for JKN participants in Indonesia. This research uses Susenas secondary data for 2019, 2020 and 2021. Data were analyzed bivariately and multivariately using the Binary Regression method using a logit model. The results showed that regional status is significantly related (p-value 0.000 <0.05) to health utilization of JKN participants from 2019 to 2021. Respondents who live in urban areas in 2019 have 1,141 times, 1,127 times in 2020 and 1,127 times in 2021 higher odds ratio than respondents who live in rural areas. Age, gender, educational status, marital status, employment status, economic status and province are significantly related (p-value 0.000 <0.05) to the utilization of inpatient healthcare for JKN participants.
Read More
T-6597
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardhini Nugrahaeni; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Robiana Modjo, Viviyanti Azwar, Metty Pertamawati
Abstrak:
Rumah sakit mempunyai kewajiban dalam upaya keselamatan pasien salah satunya upaya pencegahan risiko pasien jatuh. Kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh di IGD dan ruang anak masih belum sesuai standar Kepatuhan dipengaruhi oleh hedonic goal, gain goal, dan normative goal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan kepatuhan upaya pencegahan risiko jatuh di RSUD Wonosari Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan explanatory sequential mixed method dengan desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian adalah ada hubungan signifikan motivasi, reward, SOP dengan kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh di RSUD Wonosari Yogyakarta. Faktor dominan dalam penelitian ini adalah motivasi. Penelitian ini merekomendasikan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan, adanya reward punishment yang dihubungkan dengan jasa pelayanan, memberikan kesempatan lebih besar pengembangan diri bagi perawat, memodifikasi tempat tidur pasien dengan menutup lubang pada handril tempat tidur pasien anak, supervise kepala ruangan , reward dan punishment bagi PJ shift, PJ shift senior membagikan ilmu dan membimbing perawat junior, dan menempelkan pengkajian risiko pasien jatuh di nurse station.
Hospitals have an obligation to prevent patient safety, one of which is to prevent the risk of patients falling. Compliance with efforts to prevent the risk of patients falling in the emergency room and children's room is still not up to standard Compliance is influenced by hedonic goals, gain goals, and normative goals. The purpose of this study was to analyze factors related to compliance with fall risk prevention efforts at Wonosari Hospital Yogyakarta. This study used explanatory sequential mixed method with cross sectional research design. The results of the study were that there was a significant relationship between motivation, reward, SOP and compliance with efforts to prevent the risk of patients falling at Wonosari Hospital Yogyakarta. The dominant factor in the study was motivation. This study recommends conducting regular and continuous momitoring and evaluation, the existence of reward punishment associated with service services, providing greater opportunities for self-development for nurses, modify the patient's bed by closing the hole in the handril of the pediatric patient's bed, supervise the head of the room, reward and punishment for PJ shifts, senior shift PJs sharing knowledge and guiding junior nurses, and attaching risk assessments of falling patients at the nurse station.
Read More
T-6598
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rora Asyulia; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robiana Modjo, Mutmainah Indriyati, Eti Rohati
Abstrak:
Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (Cross Sectional) akan meneliti capaian program pelayanan kesehatan pada orang berisiko terkena HIV dengan pendekatan Malcolm Baldrige di Puskesmas Kota Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui capaian Program pelayanan kesehatan pada orang berisiko terkena HIV dengan pendekatan Malcolm Baldrige. Populasi penelitian ini adalah seluruh Puskesmas di Kota Depok yang berjumlah 38 Puskesmas. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan wawancara yang dibuat berdasarkan rujukan baku dari kriteria Malcolm Baldrige yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh peneliti terdahulu dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Variabel Independen ada 6 yaitu Kepemimpinan, perencanaan strategis, focus pada pelanggan, pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan, focus pada sumber daya manusia dan manajemen proses sedangkan variabel dependen adalah capaian Standar pelayanan minimal pada pelayanan kesehatan orang berisiko terkena HIV. Analisis data menggunakan analisis data univariat melihat frekwensi distribusi hasil capaian, analisis data bivariat melihat hubungan antara 6 (enam) kriteria Malcolm Baldrige dengan hasil capaian Standar pelayanan minimal Program Pelayanan Kesehatan pada orang berisiko terkena HIV di Puskesmas Kota Depok dan analisis multivariat untuk mencari factor paling dominan mempengaruhi capaian standar pelayanan minimal HIV. Hasil penelitian Univariat mayoritas masuk kategori kurang kepemimpinan (53,07%), perencanaan strategis (46,21%) focus pada pelanggan (43,84%), pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan (44,21%), sumber daya manusia (47,85%) dan manajemen proses (47,49%) sedangkan hasil capaian Standar pelayanan minimal pada orang berisiko terkena HIV (69,86%) masuk kategori cukup. Pada analisis bivariat semua variabel independent memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap variabel dependen. Pada analisis multivariat ada korelasi yang kuat antara capaian SPM HIV (Y) dengan variabel kepemimpinan dan focus pada pelanggan (R=0,749) dan memiliki R Square 0,561 dimana variabel yang paling dominan adalah Focus pada Pelanggan (48,5%)
Quantitative research with a cross-sectional design (Cross Sectional) will examine the achievements of health service programs for people at risk of getting HIV using the Malcolm Baldrige approach at the Depok City Health Center. The purpose of this study was to determine the performance of the health service program for people at risk of getting HIV using the Malcolm Baldrige approach. The population of this study were all Community Health Centers in Depok City, totaling 38 Health Centers. The research instrument used questionnaires and interviews which were made based on standard references from Malcolm Baldrige's criteria which had been translated into Indonesian by previous researchers and adapted to the research objectives. There are 6 independent variables, namely leadership, strategic planning, focus on customers, measurement analysis and knowledge management, focus on workforce and process management, while the dependent variable is achievement of minimum service standards in health services for people at risk of getting HIV. Data analysis used univariate data analysis to look at the frequency distribution of performance results, bivariate data analysis looked at the relationship between 6 (six) Malcolm Baldrige criteria and the achievement results of the minimum service standard for the Health Service Program for people at risk of getting HIV at the Depok City Health Center and multivariate analysis to find the most common factor Dominantly affect the achievement of minimum HIV service standards. The majority of Univariate research results fall into the category of lacking leadership (53.07%), strategic planning (46.21%) focus on customers (43.84%), measurement, analysis and knowledge management (44.21%), workforce (47.85%) and process management (47.49%) while the results of the minimum service standards for people at risk of getting HIV (69.86%) are in the sufficient category. In the bivariate analysis all independent variables have a strong and positive relationship to the dependent variable. In the multivariate analysis there is a strong correlation between HIV MSS achievement and leadership and customer focus variables (R=0,749) and R square =0,561 where the most dominant variable is Customer Focus (48.5%).
Read More
T-6599
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive