Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), Vol.47, No.11, Nop. 1997, hal. 563-567
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Ind. (MKMI), XXVII, No.11, 1999, hal. 622-624
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.1, No.5, April 2007, hal: 195-201, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asiah Hamzah, Sukri, Hariani Jompa
JKMN Vol.1, No.5
Depok : FKM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Minah Sukri; Pembimbing: Bambang Hestu Djajadi; Penguji: Ronnie Rivany, Supriyantoro, Imam Hidayat Dahlan, Amila Megraini
Abstrak:

Pada era transisi otonomi yang sedang terjadi pada saat ini, perusahaan-perusahaan termasuk organisasi rumah sakit di Indonesia juga mengalami tantangan yang cukup besar. Rumah Sakit pemerintah perlu melakukan berbagai perubahan untuk menyesuaikan organisasinya sehingga dapat bertahan hidup dan bersaing.Beban pembiayaan pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit semakin meningkat dengan adanya krisis ekonomi. Rumah sakit harus mencari peluang untuk meningkatkan penerimaan dari masyarakat golongan ekonomi atas. Salah satu jalan keluar dengan mengembangkan perencanaan strategik ruang paviliun RSUD.Prof.DR.WZ.Johanes Kupang yang merupakan tempat pelayanan rawat inap bagi pasien mampu. Oleh karena itu diperlukan analisis strategi pengembangan di instalasi tersebut.Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung, pengumpulan data sekunder, mengadakan wawancara mendalam dan Consensus Decision Making Group (CDMG). Analisis penelitan dilakukan terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi ruang paviliun dengan menggunakan alat formulasi strategi berupa matrik Internal-Eksternal, dan matrik BCG.Hasil penelitian menunjukkan bahwa matrik IE berada pada kuadran V (Hold & Maintain) dan Matrik BCG pada kuadran Stars serta Matching alternatif strategi yang dianjurkan ke dua matrik menunjukkan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.Perumusan strategi pengembangan terhadap ruang paviliun RSUD Prof.DR.WZ. Johannes Kupang didapatkan dengan matrik QSPM yaitu pengembangan poduk.


 

Analyze of Situation on Determining Strategic Development in Overnight Paviliun Instalation at RSUD.Prof.DR.WZ.Johannes Kupang, 2001At the moment, mostly companies including hospitals in Indonesia have to face a great challenge. Government hospital need to make changes so that can survive and competitive.The cost of health care especially hospitals have increased due to the current economic crisis. Hospitals have to get a chance to increase the revenue from more affordable patient. One of the solutions is to develop strategic planning for Paviliun room at RSUD Prof.DR.WZ.Johanes which its target market is for more affordable patient. Hence we need to analyze develop strategic for those installation.This research done by direct research, collected secondary data, interview, Consensus Decision Making Group (CDMG). Analyzing external and internal factor of paviliun room using strategic formulation such as Internal-External matrix and BCG matrix.The result has shown us that the hospital position using IE matrix is on quadrant V (Hold & Maintain) and by Matrix BCG is at Stars and the result of matching alternative strategic for both matrix is market penetration and development product.Strategic formulation for development of overnight Paviliun instalation RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang QSPM matrix is product development.

Read More
B-585
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukri Siagian; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Budi Hartono
Abstrak:
ABSTRAK Sumber pembiayaan kesehatan di Indonesia masih mengandalkan pada pembayaran out of pocket dan menunjukkan kecenderungan meningkat. Out of pocket (1995) sebesar 54,0%; 72,8% (1998) dan 76,3% (2000). Sedangkan pembiayaan pemerintah menurun dari 46,0% (1995) menjadi 23,4% (2000). Latar belakang: penurunan BOR sebesar 3,6%, yaitu 71,3% (2007), 67,7% (2008), penurunan jumlah pasien rawat inap kelas III 2008-2009: 14%, serta jumlah tempat tidur kelas III yang disediakan: 68%. Jenis penelitian: penelitian operasional. Populasi target: seluruh pasien rawat inap kelas III (2009) yaitu pasien JAMKESMAS, JAMKESDA, SKTM, out of pocket. Analisa data: menganalisis data sekunder, selanjutnya mendeskripsikannya. Hasil penelitian: pemanfaatan pelayanan rawat inap kelas III sebanyak 41,4 % (pasien Jamkesmas, Jamkesda, dan SKTM). Sedangkan sisanya dari pasien OOP. Rata-rata LOS: Jamkesmas 8 hari, Jamkesda 5 hari, SKTM 7 hari, OOP 8 hari. Ratarata biaya rawat inap/pasien: Jamkesmas Rp. 2.611.619; Jamkesda Rp. 2.647.460; SKTM Rp 3.423.515.; dan OOP Rp. 1.173.423. Trend penyakit terbanyak: Jamkesmas, Jamkesda: Dengue Haemoragic Fever; SKTM: Cerebro Vascular Disease; OOP: Gastroenteritis. Pola pembiayaan berbeda antara pasien Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, dan OOP pada penyakit yang sama. Saran: biaya pelayanan khususnya pelayanan Jamkesmas, Jamkesda, dan SKTM memperoleh keefektifan dan keefisiensian, melakukan kajian ulang terhadap penetapan tarif pelayanan dan lama hari rawat pasien Jamkesmas, Jamkesda, SKTM, meningkatkan kinerja tim verifikator, melakukan kajian lebih mendalam terkait utilisasi pelayanan kesehatan pada ruang lingkup yang lebih besar.

ABSTRACT Sources of health financing in Indonesia is still relying on out-of-pocket payments and shows an increasing trend. Out of Pocket (1995) amounted to 54.0%, 72.8% (1998) and 76.3% (2000). Meanwhile, government funding decreased from 46.0% (1995) to 23.4% (2000). Background: BOR decreased by 3.6%, ie 71.3% (2007), 67.7% (2008), decreasing the number of class III patients hospitalized from 2008 to 2009: 14%, and the number of beds provided by the class III : 68%. Type of research: operational research. Target population: all inpatients class III (2009), ie patients Jamkesnas, JAMKESDA, SKTM, out of pocket. Analysis of data: secondary data analysis, then describe it. Result: The inpatient service use were 41.4% grade III (patient Jamkesnas, Jamkesda, and SKTM). While the rest of the patients OOP. Average LOS: Jamkesnas eight days, five days Jamkesda, SKTM seven days, eight days OOP. Average inpatient costs / patient: JAMKESMAS USD. 2,611,619; Jamkesda USD. 2.64746 million; SKTM USD 3,423,515.; And OOP USD. 1173423. The trend of most diseases: Jamkesnas, Jamkesda: Dengue Fever Haemoragic; SKTM: Cerebro Vascular Disease; OOP: gastroenteritis. Financing patterns differ between patients Jamkesnas, Jamkesda, SKTM, and OOP in the same disease. Suggestion: the cost of services, especially services Jamkesnas, Jamkesda, and SKTM obtain the effectiveness and efficiency, undertook a review of tariff setting and service of patient length of stay Jamkesnas, Jamkesda, SKTM, improve team performance verifying it, doing more in-depth studies related to utilization of health services in the space a larger scope.
Read More
B-1218
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive