Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Cecep Suherlan Alamsyah; Pembimbing: Soeratmi Poerbonegoro
S-952
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endang Darajat; Pembimbing: Dewi Susanna, Yasep Setiakarnawijaya; Penguji: Arminsih Ririn Wulandari, Cecep Suherlan Alamsyah, Abdul Syukur
Abstrak:
Latar Belakang : Berdasarkan data Dinas Olahraga DKI Jakarta tahun 2005 diperkirakan 8000 orang setiap harinya melakukan aktifitas berenang. Kebutuhan air bersih untuk kegiatan ini besar jumlahnya. Air bersih yang digunakan berasal dari air tanah dan Perusahaan Air Minum DKI Jakarta. Banyaknya orang yang berenang sangat mempengaruhi kualitas air kolam renang. Kualitas air ini harus terus dipertahankan agar terhindar dari risiko pencemaran. Dengan melakukan surveilans melalui kegiatan inspeksi sanitasi diharapkan dapat diketahui nilai kesesuaian antara hasil pengukuran tingkat risiko pencemaran dengan hasil pemeriksaan kualitas bakteriologik air kolam renang.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara hasil pengukuran tingkat risiko pencemaran dengan inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan bakteriologik pada air kolam renang di dki jakarta tahun 2005
Bahan dan Cara Kerja: Penelitian ini menggunakan disain cross sectional. Besarnya populasi pada penelitian ini sebanyak 35 kolam renang dengan jumlah sampel 30 kolam renang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variabel inspeksi sanitasi berjumlah 13 variabel dengan analisis yang dipakai adalah univariat dan bivariat.
Hasil: Hasil analisis diketahui bahwa 13 (44 %) air kolam renang menunjukkan tingkat risiko pencemaran rendah dan 17 (56%) air kolam renang menunjukkan tingkat risiko pencemaran tinggi. Sedangkan untuk kualitas bakteriologik diketahui 11 (36,7%) air kolam renang berkualitas baik dan 19 (63,3%) air kolam renang berkualitas buruk.
Kesimpulan: Besarnya nilai kesesuaian yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 0,733 artinya terdapat nilai kesesuaian baik. Variabel isi air merupakan variabel yang memiliki tingkat risiko pencemaran paling tinggi. Berdasarkan aspek inspeksi sanitasi didapat 8 aspek prediktif dan 5 aspek non-prediktif.Perlunya pemeriksaan air kolam renang secara berkala serta dilaksanakan penyuluhan dan bimbingan pada pengelola kolam renang dan masyarakat akan arti penting dari baiknya kualitas air kolam renang terhadap kesehatan.
Kata Kunci : Kesesuaian, Tingkat risiko pencemaran, Inspeksi Sanitasi, Kualitas Bakteriologik, Air Kolam Renang, DKI Jakarta.
Background: According to the data on Sport Department of DKI Jakarta, it was estimated that 8000 people do swimming everyday. Clean water required in this activity. It has proven us that this activity deeds big amount of clean water. Clean water that used in that activity comes from ground water as well as DKI Jakarta Municipal Water Corporation. The number of people swimming. The number of people swimming in that pool will effect very much to the quality of the swimming pool water. The quality of the water must be saved from its pollution. It is hoped that by conducting surveillance we are able to know the compatibility value between the compatibility result of pollution risk level with the inspection result of quality bacteriology of the swimming pool water.
Objective: Objective of this research is to obtain informatin about compatibility between measurement results of pollution risk level from sanitary inspection and bacteriological assessment results of swimming pool water at dki jakarta 2005.
Methods: This research used a sectional cross design. Total population of this research are 35 swimming pool with its 30 samples. Variable used in this research are 13 sanitation inspection variables by using univariate and bivariate analyses.
Result: The analyses resulted that 13 (44%) of swimming pool water shows the low pollution risk level and 17 (56%) of it is in high pollution risk level. For the quality of bacteriology, it is proven that 11(36,7%) of the water is in good quality meanwhile 19(63,3%) of it is in bad quality.
Conclution: Total compatibility value got from this research is 0,733. It means that there is a good compatibility value. Volume water variable is a variable that has a high pollution risk level. Based on sanitation inspection aspect, there are 8 predictive aspects and 5 non predictive aspects. It is useful and important to inspect the swimming pools water periodically, to explain and to guide the swimming pools organizers as well as the society about the importance of swimming pools water quality to the health.
Keywords : Compatibility, Pollution risk level, Sanitary Inspection, Bacteriological assessment, Swimming pool water, DKI Jakart
Read More
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara hasil pengukuran tingkat risiko pencemaran dengan inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan bakteriologik pada air kolam renang di dki jakarta tahun 2005
Bahan dan Cara Kerja: Penelitian ini menggunakan disain cross sectional. Besarnya populasi pada penelitian ini sebanyak 35 kolam renang dengan jumlah sampel 30 kolam renang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variabel inspeksi sanitasi berjumlah 13 variabel dengan analisis yang dipakai adalah univariat dan bivariat.
Hasil: Hasil analisis diketahui bahwa 13 (44 %) air kolam renang menunjukkan tingkat risiko pencemaran rendah dan 17 (56%) air kolam renang menunjukkan tingkat risiko pencemaran tinggi. Sedangkan untuk kualitas bakteriologik diketahui 11 (36,7%) air kolam renang berkualitas baik dan 19 (63,3%) air kolam renang berkualitas buruk.
Kesimpulan: Besarnya nilai kesesuaian yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 0,733 artinya terdapat nilai kesesuaian baik. Variabel isi air merupakan variabel yang memiliki tingkat risiko pencemaran paling tinggi. Berdasarkan aspek inspeksi sanitasi didapat 8 aspek prediktif dan 5 aspek non-prediktif.Perlunya pemeriksaan air kolam renang secara berkala serta dilaksanakan penyuluhan dan bimbingan pada pengelola kolam renang dan masyarakat akan arti penting dari baiknya kualitas air kolam renang terhadap kesehatan.
Kata Kunci : Kesesuaian, Tingkat risiko pencemaran, Inspeksi Sanitasi, Kualitas Bakteriologik, Air Kolam Renang, DKI Jakarta.
Background: According to the data on Sport Department of DKI Jakarta, it was estimated that 8000 people do swimming everyday. Clean water required in this activity. It has proven us that this activity deeds big amount of clean water. Clean water that used in that activity comes from ground water as well as DKI Jakarta Municipal Water Corporation. The number of people swimming. The number of people swimming in that pool will effect very much to the quality of the swimming pool water. The quality of the water must be saved from its pollution. It is hoped that by conducting surveillance we are able to know the compatibility value between the compatibility result of pollution risk level with the inspection result of quality bacteriology of the swimming pool water.
Objective: Objective of this research is to obtain informatin about compatibility between measurement results of pollution risk level from sanitary inspection and bacteriological assessment results of swimming pool water at dki jakarta 2005.
Methods: This research used a sectional cross design. Total population of this research are 35 swimming pool with its 30 samples. Variable used in this research are 13 sanitation inspection variables by using univariate and bivariate analyses.
Result: The analyses resulted that 13 (44%) of swimming pool water shows the low pollution risk level and 17 (56%) of it is in high pollution risk level. For the quality of bacteriology, it is proven that 11(36,7%) of the water is in good quality meanwhile 19(63,3%) of it is in bad quality.
Conclution: Total compatibility value got from this research is 0,733. It means that there is a good compatibility value. Volume water variable is a variable that has a high pollution risk level. Based on sanitation inspection aspect, there are 8 predictive aspects and 5 non predictive aspects. It is useful and important to inspect the swimming pools water periodically, to explain and to guide the swimming pools organizers as well as the society about the importance of swimming pools water quality to the health.
Keywords : Compatibility, Pollution risk level, Sanitary Inspection, Bacteriological assessment, Swimming pool water, DKI Jakart
T-2197
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cecep Suherlan Alamsyah; Pembimbing: Kemal N. Siregar
T-793
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yan Bani Luza Prima Wangsa; Pembimbing: Budi Haryanto, Syahrizal Syarif; Penguji: Ririn Arminingsih Wulandari, Ratu Tri Yulia, Cecep Suherlan Alamsyah
Abstrak:
Latar belakang : Kejadian penyakit diare yang dijumpai dalam suatu masyarakat masih cukup tinggi dan kematian karena diare merupakan bagian yang terbesar dari penyebab kematian di Indonesia.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis Escherichia coli dari peralatan makan (piring) balita dan hubungan antara faktor-faktor resiko lingkungan serta faktor-faktor resiko lainnya terhadap kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat tahun 2005.
Metode : Menggunakan desain penelitian Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh anak balita yang berumur kurang dari lima tahun dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 sampel, dan cara pengambilan sampel menggunakan sistematic cluster random sampling dengan terlebih dahulu membuat sampling frame sebelumnya. Sebagai responden adalah ibu yang memiliki anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Kualitas bakteriologis peralatan makan dilihat dengan adanya Escherichia coli yang dinilai dengan metode total plate count, menggunakan media agar EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) dan inkubator dengan suhu 25oc serta dihitung dengan colony counter. Analisis bivariat dengan uji beda proporsi chi square.
Hasil : Analisis bivariabel diperoleh tidak ada pengaruh kualitas bakteriologis peralatan makan dengan kejadian diare pada balita, namun kondisi pembuangan sampah dan kondisi air kulah yang tidak memenuhi syarat serta higen perorangan ibu yang tidak baik mempunyai pengaruh.
Kesimpulan : Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan di masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan tentang higien perorangan yang baik melalui berbagai media yang ada dan memberikan suatu bentuk stimulan percontohan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan juga memberikan pedoman tentang cara-cara penggunaan air kulah yang baik dan menginformasikan dampaknya secara terus menerus dan berkesinambungan, pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan penyakit diare dengan ikut serta melibatkan lintas program dan sektor terkait. Selanjutnya perlu dilakukan pula penelitian yang sejenis namun dengan disain penelitian yang lebih kuat seperti studi case control atau cohort, serta meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh.
Kata kunci : Kualitas bakteriologis Escherichia coli , diare, faktor resiko lingkungan, faktor resiko lain dan analisis univariat, analisis bivariat serta uji chi square.
Background : The incident of diarrhea found in community still quite high and mortality due to diarrhea take bigger part on cause of death in Indonesia
Objective : To evaluate the relation between Escherichia coli bacteriological quality of infant utensil of eating, environment risk factor and other risk factor with incident of infant diarrhea disease within working area of Puskesmas Sukaresmi at Cianjur District, Province West Java Year 2005.
Methods : Cross Sectional design researches is used, with working population is all infant below five years old and domicile within working area of Puskesmas Sukaresmi in Cianjur district, Province West Java. Total samples were taken 150 samples and data were collected by sistematic cluster random sampling , with pre-prepared sampling frame. The respondents are mothers with infant below 5 years old.. Bacteriological quality of infant utensil of eating was determined by the presence of Escherichia coli which judged using total plate count method, method utilize gel media EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) and 25oC incubator and counted using colony counter. Analysis bivariat with chi square proportional differential test.
Results : Analysis bivariat result show that bacteriological quality of infant utensils of eating has no effect with infant diarrhea incidents, however the below standard garbage dumpster and ?kulah? water condition altogether with poor mothers individual hygiene has effect.
Conclusions : Its deem necessary to continually improve community knowledge on good individual hygiene through various available media and giving a stimulant of the exile garbage and administer some form of stimulant such as model on hygienic qualified garbage dumpster facility, guidance on method of good "kulah" water usage along with its impacts by continuously and sustainability. Education and monitoring of diarrhea incidents which involve integrated cross program and inter sector participation is needed in order to promote and supervise this program.. Beside that it's also necessary to conduct similar research but with stronger design research approach such as case control or cohort study, also with increase on numbers of variable which has substantial effect.
Key word : Escherichia coli bacteriological quality, diarrhea, environment risk factor, other risk factor, and univariat analysis, bivariat analysis, also bivariat analysis with chi square test
Read More
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis Escherichia coli dari peralatan makan (piring) balita dan hubungan antara faktor-faktor resiko lingkungan serta faktor-faktor resiko lainnya terhadap kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat tahun 2005.
Metode : Menggunakan desain penelitian Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh anak balita yang berumur kurang dari lima tahun dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 sampel, dan cara pengambilan sampel menggunakan sistematic cluster random sampling dengan terlebih dahulu membuat sampling frame sebelumnya. Sebagai responden adalah ibu yang memiliki anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Kualitas bakteriologis peralatan makan dilihat dengan adanya Escherichia coli yang dinilai dengan metode total plate count, menggunakan media agar EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) dan inkubator dengan suhu 25oc serta dihitung dengan colony counter. Analisis bivariat dengan uji beda proporsi chi square.
Hasil : Analisis bivariabel diperoleh tidak ada pengaruh kualitas bakteriologis peralatan makan dengan kejadian diare pada balita, namun kondisi pembuangan sampah dan kondisi air kulah yang tidak memenuhi syarat serta higen perorangan ibu yang tidak baik mempunyai pengaruh.
Kesimpulan : Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan di masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan tentang higien perorangan yang baik melalui berbagai media yang ada dan memberikan suatu bentuk stimulan percontohan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan juga memberikan pedoman tentang cara-cara penggunaan air kulah yang baik dan menginformasikan dampaknya secara terus menerus dan berkesinambungan, pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan penyakit diare dengan ikut serta melibatkan lintas program dan sektor terkait. Selanjutnya perlu dilakukan pula penelitian yang sejenis namun dengan disain penelitian yang lebih kuat seperti studi case control atau cohort, serta meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh.
Kata kunci : Kualitas bakteriologis Escherichia coli , diare, faktor resiko lingkungan, faktor resiko lain dan analisis univariat, analisis bivariat serta uji chi square.
Background : The incident of diarrhea found in community still quite high and mortality due to diarrhea take bigger part on cause of death in Indonesia
Objective : To evaluate the relation between Escherichia coli bacteriological quality of infant utensil of eating, environment risk factor and other risk factor with incident of infant diarrhea disease within working area of Puskesmas Sukaresmi at Cianjur District, Province West Java Year 2005.
Methods : Cross Sectional design researches is used, with working population is all infant below five years old and domicile within working area of Puskesmas Sukaresmi in Cianjur district, Province West Java. Total samples were taken 150 samples and data were collected by sistematic cluster random sampling , with pre-prepared sampling frame. The respondents are mothers with infant below 5 years old.. Bacteriological quality of infant utensil of eating was determined by the presence of Escherichia coli which judged using total plate count method, method utilize gel media EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) and 25oC incubator and counted using colony counter. Analysis bivariat with chi square proportional differential test.
Results : Analysis bivariat result show that bacteriological quality of infant utensils of eating has no effect with infant diarrhea incidents, however the below standard garbage dumpster and ?kulah? water condition altogether with poor mothers individual hygiene has effect.
Conclusions : Its deem necessary to continually improve community knowledge on good individual hygiene through various available media and giving a stimulant of the exile garbage and administer some form of stimulant such as model on hygienic qualified garbage dumpster facility, guidance on method of good "kulah" water usage along with its impacts by continuously and sustainability. Education and monitoring of diarrhea incidents which involve integrated cross program and inter sector participation is needed in order to promote and supervise this program.. Beside that it's also necessary to conduct similar research but with stronger design research approach such as case control or cohort study, also with increase on numbers of variable which has substantial effect.
Key word : Escherichia coli bacteriological quality, diarrhea, environment risk factor, other risk factor, and univariat analysis, bivariat analysis, also bivariat analysis with chi square test
T-2175
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
