Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Andewi; Pembimbing: Hadi P.
S-546
Depok : FKM UI, 1990
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Andewi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mardiati Nadjib
Abstrak:
Mengingat beban pemerintah cukup berat dalam pembiayaan di sektor kesehatan termasuk pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Hal tersebut diperberat dengan terjadinya krisis ekonomi yang mengakibatkan biaya penyelenggaraan pelatihan semakin berkurang. Sementara itu Balai Pelatihan Kesehatan Cilandak sebagai unit pelaksana teknis yang mempunyai tugas menyelenggarakan pelatihan di lingkungan Departemen Kesehatan harus tetap survive. Berkaitan dengan hal tersebut sebagai langkah awal dilakukan analisis tarif pelatihan pada tahun 2002 sehingga akan diperoleh gambaran besaran biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan pelatihan dan memberikan pelayanan non pelatihan. Pelayanan yang dianalisis biayanya pada penulisan ini adalah pelayanan konsumsi, pelayanan ruang auditorium, kelas dan ruang rapat yang merupakan bagian dari suatu pelatihan. Untuk menetapkan besarnya tarif aspek lain yang dipertimbangkan selain biaya adalah keadaan pesaing, peluang pasar dan PP no 43 tahun 2001 tentang tarif jasa dan sewa PNBP. Berdasarkan pada laporan keuangan, inventaris dan laporan kegiatan Bapelkes Cilandak tahun 2002, pada analisis tarif ini menggunakan metode simple distribution dalam mengalokasikan biaya dari cost centre ke revenue centre . Digunakan pula metode wawancara mendalam untuk mendapatkan data aspek yang mempengaruhi penetapan tariff. Berdasarkan data dan laporan keuangan diperoleh hasil perhitungan biaya bahwa tidak proporsional antara biaya invetasi (25,82%), biaya variabel (72,23%) dan pemeliharaan (1,96%). Biaya satuan aktual dibandingkan tarif saat ini masih lebih rendah untuk konsumsi Rp.50.537,61; asrama Rp.28.090,95 dan ruang belajar Rp. 48.215,86, hanya ruang rapat yang lebih tinggi dari tarif yang dikenakan, yaitu Rp. 69.380,02. Bila kinerja Bapelkes lebih baik lagi, maka biaya-biaya tersebut akan menjadi lebih kecil dengan CRR total saat ini mencapai 62,28%. Tarif yang dikenakan maupun hasil perhitungan masih dapat dikatakan bersaing, hanya untuk tetap survive bapelkes masih perlu meningkatkan mutu layanannya baik pelatihan maupun non pelatihan dan meningkatkan efisiensi. Daftar Pustaka : 39 (1977 - 2002)

Analysis of Training Cost in Utilizing of Training Facilities at Cilandak Health Training Center 2002Nowadays, the government load has been hard enough in the health sector including health human resource development and it becomes harder due to the economy crisis, which impacts the lack of organizing cost for the training. As technical implementing unit, it has a duty to organize trainings surrounding Ministry of Health must survive. For that reason, analysis of training cost in the year 2002 was conducted as preliminary step to obtain the description of cost needed to organize the training and to provide the non-training service as well. The kinds of service that analyzed were service for meal, auditorium, class and meeting room. To determine the cost of another aspects excluding cost itself were competitor, market opportunity, and Government Regulation Number 43 Year 2001 about service fee and Non-tax Nation Revenue (PNBP) According to financial statement, inventory report, and activity report of Cilandak Health Training Center (Bapelkes Cilandak) year 2002, the analysis of training cost used simple distribution method on allocating cost from cost center to revenue center. This analysis also used in-depth interview to get another aspects affected the pricing. From data and financial statement showed that there was not proportional between investment cost (25.82%), variable cost (72.23%), and maintenance cost (1.96%). Actual unit cost compared with recent cost was lower for the meal (Rp 50,537.67), boarding house (Rp 28,090.95), class room (Rp 48, 215.86). There was only cost for meeting room that higher than recent cost (Rp 69,380.02). If the performance of Bapelkes were much better, the costs stated before would be lower with recent total CRR 62,28%. The analysis result and the recent cost can be assumed competitive. However, in order to keep survive Bapelkes should improve its service quality for both training and non-training, and also should maintain its efficiency. References: 39 (1977-2002)
Read More
T-1774
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fachrudin Ahmad; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Endang Sri Widyaningsih, Sri Andewi
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini membahas tentang penggunaan jamu untuk pengobatan pada pasien di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Tawangmangu tahun 2012. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Rapid Assesment Procedures (RAP). Hasil penelitian menemukan bahwa jamu yang digunakan untuk pengobatan sudah dirasakan manfaatnya dengan efek samping yang ringan, serta jamu yang paling banyak digunakan adalah sediaan godokan. Hal yang mendukung penggunaan jamu untuk pengobatan adalah pengetahuan terhadap tanaman obat, persepsi terhadap jamu, informasi mengenai klinik dan fasilitas pelayanan yang tersedia, keterjangkauan akses, adanya keluhan sakit serta keinginan untuk sembuh. Saran dari penelitian ini perlunya edukasi kepada masyarakat dan penambahan Klinik Saintifikasi Jamu yang terjangkau.


 

 ABSTRACT This thesis discusses the use of Jamu for treatment on patients at The Hortus Medicus Jamu Scientification Clinic in 2012. The study was a qualitative research using Rapid Assessment Procedures (RAP) approach. The study found that Jamu medicine used for treatment has already felt the benefit with low side effects, as well as the most widely used Jamu preparations is boiling. Factors encouraged the use of Jamu medicine for treatment are the knowledge of medicinal plants, Jamu perception, the availability of information on clinical and service facilities, the affordability of access, the pain complaints and the desire to recover. There is a need to educate people and increasing an affordable Jamu Scientification Clinic

Read More
T-3665
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive