Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 94 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Trisari Anggondowati; Pembimbing: Endang L. Anhari
S-2945
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Pahlevi Marbun; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Trisari Anggondowati, Woro Riyadina
Abstrak: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Penyebab diare sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko baik dari faktor balita, faktor ibu, faktor lingkungan tempat tinggal dan faktor ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan analisis univariat, bivariat, dan stratifikasi. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2017. Sampel yang digunakan sejumlah 906 balita. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia balita (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) dan sarana sanitasi keluarga (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) dengan kejadian diare pada balita. Secara analisis usia balita memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada balita setelah distratifikas oleh pendidikan ibu, riwayat ASI Eksklusif, berat lahir balita, daerah tempat tinggal dan ekonomi keluarga.
Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and children under five. The cause of diarrhea is strongly influenced by various risk factors, including child factors and maternal, environment, and family economic factors. This study used a cross sectional study design with univariate, bivariate, and stratified analysis. The data used is secondary data from the 2017 IDHS. The sample used is 906 children under five. The result of this study indicate that there is a significant relationship between the age factor of child under five (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) and family sanitation facilities (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) with the incidence of diarrhea in children under five. The stratification analysis showed that there was a relation between the age of the child under five and the incidence of diarrhea in children under five according to the mother?s education, history of exclusive breastfeeding, birth weight, are of the residence and family economic.
Read More
S-11015
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masfufah; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Trisari Anggondowati, Puhilan, Fristika Mildya
Abstrak:

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia, Difteri merupakan masalah endemis dimana tingkat kematian Difteri selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,8% pada tahun 2018 menjadi 8,5% pada tahun 2022. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa riwayat vaksinasi dan pemberian Anti Difteri Serum (ADS) merupakan faktor independen yang mempengaruhi kematian akibat Difteri, namun efek gabungan kedua faktor tersebut belum banyak diketahui. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan riwayat vaksinasi Difteri dan riwayat pemberian ADS dengan kejadian kematian Difteri di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder dari laporan surveilans Difteri Kementerian Kesehatan tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan risiko gabungan pada mereka yang tidak divaksinasi dan tidak diberikan ADS sebesar 4,57 kali (95% CI 2,30-9,09) lebih tinggi dibandingkan kasus Difteri dengan riwayat divaksinasi dan diberikan ADS. Risiko indepeden menunjukkan kelompok yang tidak divaksinasi memiliki risiko kematian 3,03 kali (95% CI 1,93-4,75) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang divaksinasi. Sedangkan kelompok yang tidak diberikan ADS memiliki risiko kematian 0,31 kali (95% CI 0,11- 0,82) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberikan ADS, namun hasil ini mungkin masih dipengaruhi oleh faktor-faktor perancu yang belum dikontrol dalam penelitian ini, sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa tidak memberikan ADS justru menurunkan risiko kematian akibat Difteri. Sebanyak 45% kejadian kematian Difteri dikaitkan dengan interaksi antara tidak divaksinasi dan tidak diberikan ADS. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya bersama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dan pemberian ADS secara tepat untuk menurunkan kejadian kematian akibat Difteri. Kata kunci: Difteri, Vaksinasi, Anti Difteri Serum, Kematian Difteri, Efek Gabungan, Surveilans Difteri.


 

Diphtheria is an infectious disease that can cause death. In Indonesia, Diphtheria is an endemic problem with an increasing death rate over the last five years by 1.8% in 2018 to 8.5% in 2022. Previous studies have shown that vaccination and administration of diphtheria antitoxin (DAT) affect mortality, but their combined effect is not widely known. Therefore, a study was conducted to determine the relationship between these two factors and Diphtheria mortality in Indonesia. The research used a case-control design with secondary data from the Ministry of Health's 2018-2022 Diphtheria surveillance report. The findings revealed that individuals who were neither vaccinated nor given DAT had a 4.57 times higher risk of death (95% CI 2.30-9.09) than vaccinated and received DAT group. Unvaccinated individuals had a 3.03 times higher risk of death (95% CI 0.11-0.82) than vaccinated individuals. The risk of death was 0.31 times lower (95% CI 0.11-0.82) in those who did not receive DAT. However, it is important to note that these results may still influenced by uncontrolled factors, thus no conclusion can be drawn regarding the reduction of death risk through withholding DAT. Up to 45% of diphtheria-related mortality were linked to the combination of this two factors. To reduce diphtheria deaths, it is essential to enhance immunization coverage and administer DAT properly. Key words: Diphtheria, Vaccination, Anti-Diphtheria Serum, Diphtheria Antitoxin, Diphtheria Mortality, Joint Effect, Diphtheria Surveillance

Read More
T-6623
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muthia Haniffa Zakiyah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Trisari Anggondowati, Septyana Choirunisa; Lies Sugianti
Abstrak: Berat lahir merupakan indikator penting untuk kesehatan bayi baru lahir, karena mencerminkan kondisi gizi dan metabolisme ibu, serta perkembangan janin selama kehamilan. Bayi yang dilahirkan dengan berat badan rendah mempunyai konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Cut off BBLR 2500 gram yang berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas bayi. Namun penelitian terbaru menunjukkan bayi yang lahir dengan berat

Birthweight is an important indicator for the health of newborns, because it reflects the nutritional and metabolic conditions of the mother, as well as the development of the fetus during pregnancy. Babies born with low birth weight have short-term and long-term health consequences. Cut off LBW 2500 grams related to infant morbidity and mortality. However, recent studies have shown that babies born weighing
Read More
S-11014
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Rizka; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Trisari Anggondowati, Findy Prasetyawaty, Ridzqie Dibyantari
Abstrak:
Latar Belakang. Kemoterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker pada pasien usia lanjut yang dapat menyebabkan risiko berat, terutama pada pasien usia lanjut dengan sindrom frailty. Hingga saat ini belum ada model prediksi kemotoksisitas dengan variabel frailty. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi kemotoksisitas berat pada usia lanjut yang melibatkan penilaian status frailty. Metode. Penelitian kohort retrospektif menggunakan data sekunder terhadap pasien usia lanjut yang menjalani kemoterapi di RSCM tahun 2019-2021. Dilakukan pemeriksaan determinan (jenis kelamin, usia, jenis kanker, jumlah regimen kemoterapi, status nutrisi, status frailty, polifarmasi, fungsi kognitif, status fungsional dan depresi) sebelum kemoterapi. Pasien diikuti hingga 21 hari pasca kemoterapi siklus pertama untuk dinilai apakah mengalami luaran kemotoksisitas berat berdasarkan kriteria CTCAE grade 3-5. Dilakukan analisis untuk pengembangan model prediksi dengan regresi Cox dan perhitungan performa prognostiknya menggunakan perangkat SPSS. Hasil. Dari 193 subyek yang menjalani kemoterapi, sebagian besar laki-laki dengan median usia 65,6 (RIK 60-82). Toksisitas berat terjadi pada 36% subyek. Model prediksi yang dikembangkan terdiri dari 4 determinan yaitu polifarmasi, penggunaan regimen kemoterapi lebih dari satu obat, status frailty dan jenis kanker saluran cerna. Model ini memiliki AUC 0,79 (IK95% 0,70-0,88) dengan p=0,01. Kesimpulan. Model prediksi dengan variabel polifarmasi, regimen kemoterapi lebih dari satu, status frailty dan jenis kanker saluran cerna dapat memprediksi kejadian toksisitas berat kemoterapi pada usia lanjut dengan performa baik
Background. Chemotherapy is a therapeutic modality for elderly with cancer which can pose elderly, especially frail patients, to fatal side effect. To date, there is no prediction model incorporating frailty in clincal practice. This study aims to develop prediction model which includes frailty state evaluation in predicting severe chemotoxicity in elderly. Methods. A retrospective cohort study using secondary data of elderly underwent chemotherapy during 2019-2021 was conducted in Cipto Mangunkusumo Hospital. Data of determinants ( sex, age, polypharmacy, frailty status, nutritional status, depression, cognitive status, cancer type, polychemotherapy, and functional status) and the incidence severe chemotherapy side effect according to grade 3-5 CTCAE were collected. Data was analyzed to develop prediction model with Cox regression using SPSS Results. Of 193 subjects, most of them are male, with median age of 65.6 (IQR 60-82) years old. Severe chemotoxicity was found in 36% of the subjects. Prediction model consists of polypharmacy, number of chemotherapy drugs, cancer type and frailty status was developed. The model has AUC of 0.79 (95% CI 0.70-0.88), p value 0,01 Conclusion. A prognostic Model consists of polypharmacy, number of chemotherapy drugs, cancer type and frailty status can predict incidence of severe chemotoxicity in elderly with AUC 0.79 (95%CI 0.70-0.88)
Read More
T-6596
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chaerin Nabila Fitriyah; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Trisari Anggondowati
S-10406
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Ambarwati; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trisari Anggondowati, Ernisfi
S-7378
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvi Octen; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu kurnia Yusrin Putra, Trisari Anggondowati
S-7827
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nursita Angesti; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Trisari Anggondowati
S-7910
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadilla Ajani; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Trisari Anggondowati
S-8012
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive