Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irnawati Marsaulina, Arlinda Sari Wahyuni
MPPK Vol.XVII, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Arlinda; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Luknis Sabri, Rahmah Dewi
S-5689
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Arlinda; Pembimbing: Budi Utomo, Tris Eryando/ Penguji: Budi Hartono, Julianty Pradono, Windy Oktavina
Abstrak: Diare masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi, dimana delapanpersen kematian pada anak disebabkan karena diare. Salah satu penyebab diareadalah sanitasi dan perilaku saniter. Penelitian ini bertujuan untuk menilaiperilaku sanitasi sesuai dengan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat(STBM); buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola airminum dengan aman, mengelola limbah dengan aman dan mengelola sampahdengan benar dan pengaruhnya terhadap kejadian diare anak. Penelitian inimenggunakan desain studi potong lintang (crosssectional) dengan menggunakandata survey riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. Sampel penelitian iniadalah ibu yang mempunyai balita. Regresi logistik digunakan untuk mengetahuinilai rasio odds kejadian diare berdasarkan perilaku sanitasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kejadian diare rendah pada ibu yang berperilaku sanitasi.Pengelolaan air minum dan pengelolaan limbah rumah tangga merupakan pilaryang menentukan dalam kejadian diare anak. Ibu sebagai penentu kondisikesehatan anak perlu meningkatkan meningkatkan pengetahuan agar hidup lebihhigienis dan saniter agar anak tercegah dari kejadian diare.Kata kunci: diare; anak; perilaku sanitasi.
Diarrhea is still a health problem is not resolved, where eight percent of deaths inchildren caused by diarrhea. One of the causes of diarrhea are sanitary andsanitary behavior. This study aimed to assess the sanitary behavior in accordancewith the five pillars of community-based total sanitation; defecation, handwashing with soap, safe drinking water to manage, manage waste safely andcorrectly managing waste and its effects on the incidence of childhood diarrhea.This study used a cross-sectional study design using survey data basic healthresearch in 2013. The sample was mothers with toddlers. Logistic regression wasused to determine the value of the odds ratio incidence of diarrhea by sanitationbehavior. The result showed that the incidence of diarrhea lower in women whobehaved sanitation. Management of drinking water and household wastemanagement are the pillars that determine the incidence of diarrhea in children.The mother as a determinant of child health conditions need to improve in order toimprove knowledge of life more hygienic and sanitary so that children preventedfrom diarrhea.Keywords: diarrhea; children; sanitation behavior.
Read More
T-4404
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arlinda Sari Wahyuni; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Indang Trihandini, Pandu Riono, Ronald A. Hukon, Kardinah
Abstrak:

Kanker payudara (KPD) masih merupakan masalah kesehatan pada wanita baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker payudara merupakan penyakit keganasan kedua terbanyak juga sering menyebabkan kematian. Selain itu, banyak penelitian di Indonesia yang menyatakan bahwa penderita kanker payudara mengobati penyakitnya ke rumah sakit atau ke dokter setelah penyakit masuk dalam stadium lanjut.Keberhasilan pengobatan kanker payudara lazim digambarkan dengan ketahanan hidup 5 tahun (five year survival rate). Selain aspek pengobatan, banyak faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup 5 tahun penderita KPD seperti stadium, ukuran tumor, penyebaran tumor, aspek patologi, aspek sosial ekonomi, dan aspek lainnya. Sampai saat ini penelitian tentang ketahanan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara di RS Kanker Dharmais belum pemah dilakukan. Namun, jumlah penderita kanker payudara pertahunnya cukup banyak (menempati urutan 1 pada kasus rawat inap tahun 2000).Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker payudara serta faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan hidup 5 tahun di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan rancangan studi longitudinal. Data yang dikumpulkan berasal dari data rekam medik penderita KPD tahun 1993 sampai tahun 1996. Sampel berjumlah 137 penderita. Cara pengumpulan data adalah dengan observasi data rekam medik serta media komunikasi via telepon atau surat untuk mengetahui ketahanan hidup 5 tahun penderita KPD.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker payudara sebesar 48% dan median ketahanan hidup 54 bulan. Probabilitas ketahanan hidup penderita kanker payudara pada stadium dini operable (I-IIIA) adalah 72% dan stadium lanjut (IIIB dan. IV) adalah 12%. Jika dibanding dengan stadium dini operabel, risiko untuk meninggal pada stadium lanjut sebesar 2,3 kali (95% CI: 1,228; 4,163). Probabilitas ketahanan hidup 5 tahun penderita kanker payudara pada ukuran tumor < 5 cm adalah 81%, dan ukuran tumor lebih dari 5 cm adalah 24%. Jika dibanding dengan ukuran tumor < 5 cm risiko meninggal pada ukuran tumor > 5 cm adalah 3,7 kali (95% CI: 1,803; 7,770). Probabilitas ketahanan hidup 5 tahun dengan pengobatan lengkap adalah 69% dan pengobatan tidak lengkap adalah 13%. Risiko meninggal penderita dengan pengobatan tidak lengkap adalah 3,3 kali (95%CI: 1,950; 5,572) dibanding dengan pengobatan lengkap.Berdasarkan hasil penelitian ini kepada tenaga medis diharapkan dapat meningkatkan penanganan kanker payudara dengan mengupayakan deteksi dini pada penderitanya. Selain itu perlu dorongan dari tenaga medis dan bantuan konseling agar penderita dapat mengikuti prosedur pengobatan dengan teratur dan lengkap. Kepada wanita terutama yang telah berumur di atas 20 tahun disarankan untuk melakukan SADARI (perikSA payuDAra sendiRl) setiap bulannya sehingga dapat segera mengetahui kelainan yang timbul pada payudaranya. Kepada pemerintah perlu diupayakan peningkatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) dengan penyebaran informasi lewat media massa tentang penyakit kanker payudara.


 

Breast cancer is still a health problem for women in developed countries and developing countries. In Indonesia, number of breast cancer cases is high, the second cause of deaths after cervical cancer. In the other hand many researches in Indonesia report that the breast cancer patients go to hospitals or doctors after late stage.The successful breast cancer therapy was usually measured by using a five-year survival rate. Besides therapeutically aspects, many factors are involved in five-year survival rate namely: stage, tumor size, metastases, pathological aspects, socioeconomic aspects and etc. The annual number of the breast cancer patients is high (the first rank from all cancer type in 2000). However, until] now, no studies of five-year survival rate on RSKD have been done.The goal of this research is to find the probability of 5 year survival of the breast cancer patients in Dharmais Cancer Hospital Jakarta and the relationship between some other factors and 5 year survival rate. The design of this research is longitudinal study. Data are collected from the medical record breast cancer patients on 1993 toI996. The sample is I37 persons. The method of data collecting is observing of the medical record and telephoning or posting to find out the survival of breast cancer patient.The result shows that 5 year survival rate on breast cancer patient is 48%, the median of the survival rate is 54 months. The 5 years survival rate on early operable stage is 72% and on the late stage is 12%. By using the early operable stage as a baseline comparison, the risk ratio of the deaths for the late stage is 2,3 (95% CI: 1,228; 4,163). Moreover the 5 year survival rate on the less than 5 cm is 81% and more than 5 cm is 24%. If compared to size < 5 cm, the risk ratio of the deaths on patients with tumor size 5 cm is 3,7 (95% CI: 1,803; 7,770). The 5 year survival rate on patients with a complete therapy is 69% and an incomplete therapy is 13%. The risk of the deaths on the patients with the incomplete therapy is 3,3 times (95% CI: 1,950; 5,572) compared to the complete therapy.Based on this study, It is recommended that doctors/medicians be able to increase the ability to handle breast cancer cases by doing early detections to the suffers. Moreover the supports for medical professionals and counseling professional are needed so that the patients are able to follow the procedure of treatments regularly and completely. It is suggested that it is important to do SADARI monthly of women above 20. The government should increase to do EIC (Education, Information, and Communication) by spreading EIC materials through mass media about breast cancer.

Read More
T-1411
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive