Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Asri Masitha Arsyati; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo
M-2274
Depok : FKM UI, 2006
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Masitha Arsyati; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Sri Tjahyani Budi Utami, Suryono, Muhtar Lintang
Abstrak:

Thesis ini membahas pemilihan KB Vasektomi dan faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor pada bulan Maret sampai bulan Juni 2011. Sampel informan berjumlah 42, terdiri dari 10 key informan, 16 informan akseptor vasektomi dan 16 akseptor non vasektomi. Penelitian ini kualitatif dengan rancangan RAP (Rapid Assesment Prosedure) menggunakan metode wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengetahuan tinggi, motivasi, nilai anak, dukungan istri, biaya gratis vasektomi serta pengaruh dari PLKB dan Lurah merupakan faktor yang mempengaruhi keinginan pria memilih KB Vasektomi. Namun dukungan istri, akses pelayanan sulit, kepercayaan, tidak ada media vasekomi serta mitos merupakan faktor yang menghambat pemilihan KB Vasektomi. Kata Kunci : KB,Vasektomi


 This research describes the choice of vasectomy contraceptive and any factors under that choice. This research has done in Leuwiliang Rural Bogor Region from March to June 2011. The number of informant sample are 42, consist of 10 keys informant, 16 vasectomy acceptor‘s informant and 16 non-vasectomy acceptor‘s. This is qualitative research with RAP (Rapid Assessment Procedure) design, using indepth interviews and document analysis. The result of this research conclude knowledge, motivation, child value, wife support, free of vasectomy‘s fee, and motivating support from PLKB and chief of village are factors that influenced men needed vasectomy contraceptive chosen. However, wife support, difficult accessibility health services and myth factors that barrier of vasectomy contraceptive choice. Key words : Vasectomy, contraceptive

Read More
T-3327
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Masitha Arsyati; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Ismawiningsih
S-5297
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Masitha Arsyati; Promotor: Hadi Pratomo; Kopromotor: Raden Irawati, Sabarinah B Prasetyo; Penguji: Purnawan Junadi, Rita Damayanti, Bambang Setiaji, Dian Ayubi, Titik Haryati
Abstrak: Indonesia menjadi darurat kejahatan seksual anak dalam 4 tahun terakhir. Jumlah kasus setiap tahunnya menunjukan peningkatan dengan tren semakin dini usia korban yang meninggal akibat kejahatan seksual bayi dan balita (KPAI,2014). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model intervensi pendidikan kesehatan bagi ibu balita melalui kader posyandu dalam pencegahan kekerasan seksual balita. Desain penelitian ini eksperimen semu dengan 3 kelompok yatu intervensi model individu, intervensi model kelompok dan kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di 3 Kecamatan Kota Bogor yaitu Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Timur sebagai wilayah intervensi dan Kecamatan Bogor Tengah sebagai kontrol. Penelitian dibagi menjadi dua tahap yaitu pengembangan media 6 bulan dan intervensi 6 bulan. Pengukuran terhadap pengetahuan, sikap dan praktik ibu balita diukur sebanyak 4 kali yaitu sebelum intervensi dan 3 kali setelah intervensi selama 4 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa intervensi pendidikan kesehatan pencegahan kekerasan seksual anak di posyandu dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik kader dan ibu balita baik dengan model pendidikan individu maupun kelompok. Metode pendidikan individu terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik ibu balita lebih tinggi di bandingkan metode kelompok pada bulan pertama intervensi. Media buklet merupakan media yang paling mudah dipahami dan paling sering dimanfaatkan ibu balita dibandingkan media poster dan lembar balik. Model intervensi ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam program Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan anak serta Komisi Perlindungan Anak dalam koordianasi upaya pencegahan, pelaporan dan pengobatan korban.
 

Sexual abuse among children in Indonesia is worrying within the last 4 years where the number of cases increased each year. In addition, its trend increasingly occurred among early ages (KPAI,2014). This study aimed to develop the intervention model of health behavior for mothers with children under five (CU5) through Posyandu cadre in preventing child sexual abuse. The study design used quasy-experiment among three group; group of individual intervention model, group intervention model, and control group. The study was conducted in three different sub-districts in Bogor City ; North Bogor and East Bogor as intervention group, and Central Bogor as control group; and consisted of two phases; media development and intervention in 12 months. Knowledge, attitude, and practice (KAP) of mothers with CU5 were measured 4 times before the intervention and 3 times after the intervention within four months. The result showed that the intervention of sexual child abuse education in Posyandu cadre escalated KAP in both group and individual intervention as well. The individual intervention increased KAP higher than group intervention. Booklet was more understandable and commonly used ineducating than poster or flipchart. This study expects the model is possibly implemented as a formal program of Ministry of Health, Ministry of women and children empowerment and Child Protection Commisionare in preventing, reporting and recovering child sexual abuse.
Read More
D-336
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive