Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rumatha Veralisa Sihaloho; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Wahyu Sulistiadi, Arfan Awaloeddin, Mutiara Arcan
Abstrak: Dalam hal ini, skor nilai kelemahan RS Awal Bros Panam masih lebih besar dibandingkan dengan skor nilai kekuatan. RS Awal Bros Panam perlu untuk memfokuskan perbaikan dari sisi kelemahan yang dimiliki. Hal ini dilakukan dengan memfokuskan pada penguatan mutu kelembagaan dan pengembangan pasar dengan penjabaran KPI (key performace vii indicator) yang terukur, pembuatan program yang sesuai dengan arah strategis yang ditekankan dalam mewujudkan visi misinya hingga tahun 2023.
Read More
B-2095
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Kusumawardhani Setiawan; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Eka Ginanjar, Arfan Awaloeddin, Melanie Husna
Abstrak:
Sport Clinic adalah salah satu layanan modern dari rumah sakit yang hadir mengikuti perkembangan zaman. Unit ini tersedia untuk menangani berbagai masalah kesehatan terkait dengan aktivitas fisik, terutama olahraga. Sport clinic adalah bagian dari ilmu kedokteran yang berkaitan dengan preventif, kuratif, rehabilitatif dan upaya performa, baik pelaku olahraga non-profesional maupun profesional. Primaya Hospital Bekasi Timur menyediakan solusi untuk cedera olahraga dengan penanganan yang akurat dan tepat, hingga olahragawan dapat melakukan aktivitas olahraga dengan proses pemulihan yang relatif lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelayanan Sport Clinic & Orthopedic Centre di Primaya Hospital Bekasi Timur. Upaya untuk mendukung kualitas layanan dalam usaha layanan kesehatan, maka perlu didukung oleh clinical outcome, utilisasi, kepuasan pelanggan, dan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional study yang dilakukan pada bulan Oktober 2023 – Januari 2024. Analisis efektivitas pelayanan Sport Clinic & Orthopedic Centre ini dilakukan pada data bulan Januari – Desember 2023. Selama tahun 2023 belum dilakukan pengukuran Clinical Outcomes pasien yang berkunjung ke Primaya Hospital Bekasi Timur. Tingkat utilisasi alat medis di Primaya Hospital Bekasi Timur masih rendah. Angka kunjungan pasien di Sport Clinic & Orthopedic Centre semakin meningkat dengan capaian Indeks Kepuasan Pasien sangat baik.

The Sport Clinic represents one of the most contemporary services offered by the hospital, reflecting the institution's commitment to keeping pace with evolving healthcare needs. This unit is available to treat a range of health issues related to physical activity, with a particular focus on sports. The field of sport medicine is a branch of medical science that encompasses a range of activities, including preventive, curative, rehabilitative, and performance-enhancing interventions, for both non-professional and professional athletes. Primaya Hospital Bekasi Timur offers solutions for sports injuries through the provision of accurate and precise treatment, thereby enabling athletes to resume their sporting activities with a relatively shorter recovery period. The objective of this study is to assess the efficacy of the Sport Clinic & Orthopedic Centre services at Primaya Hospital Bekasi Timur. In order to enhance the quality of service in the healthcare sector, it is essential to consider a range of factors, including clinical outcomes, utilisation, customer satisfaction, and financial aspects. The research method employed is a quantitative approach utilising a cross-sectional study methodology, conducted between October 2023 and January 2024. The analysis of the effectiveness of the Sport Clinic & Orthopedic Centre services was conducted on data collected from January to December 2023. In 2023, no measurement of clinical outcomes of patients visiting Primaya Hospital Bekasi Timur was conducted. Furthermore, the utilisation rate of medical equipment at Primaya Hospital Bekasi Timur remains low. However, services at the Sport Clinic & Orthopedic Centre are considered effective, as evidenced by the increasing number of visits and patients per month, coupled with a high Patient Satisfaction Index.
Read More
B-2482
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arfan Awaloeddin; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Purnawan Junadi, Adang BAchtir, Astuty, Anwarul Amin
Abstrak:

Rurnah sakit sebagai mata rantai sistern kesehatan diharapkan dapat mencapai pelayanan yang bermutu, berdaya guna, serta didirikan dan dijalankan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperlukan oleh masing-masing penderita dalam batas kemampuan teknologi dan sarana yang tersedia di rumah sakit. Salah satunya adalah instalasi farmasi yang merupakan sarana penting dalam proses penyembuhan dan merupakan salah satu komponen biaya operasional yang besar dari seluruh biaya operasional rumah sakit. Anggaran yang dibelanjakan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros untuk obat dan alkes sebanyak 46.65 % (Rp 5.155.680.986) dari total pengeluaran rumah sakit, dari jumlah tersebut 37.88% (1.952.881.880) adalah investasi untuk obat antibiotika. Penelitian dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros pada pemakaian obat-obatan antibiotika periode Januari hingga Juni tahun 2001, dengan tujuan mengidentifikasi tingkat persediaan obat antibiotika di instalasi farmasi, merencanakan dan mengendalikan jumlah pemesanan obat yang efisien dan efektif. Perencanaan yang tepat diharapkan dapat menghasilkan suatu jumlah dan jenis persediaan perbekalan di instalasi farmasi, dalam hal ini khusus obat antibiotika. Persediaan obat-obatan antibiotika dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok berdasarkan nilai pemakaian, nilai investasi dan nilai indeks kritis dengan memakai analisis ABC. Pengelompokkan ini merupakan salah satu cara untuk mengendalikan persediaan, dengan demikian dapat diketahui jenis obat mana yang perlu diperhatikan karena mempunyai investasi yang tinggi dengan nilai kritis yang tinggi pula. Indeks kritis dapat diketahui melalui pendapat dari para dokter full timer yang berada di Rumah Sakit Awal Bros yang memakai obat tersebut. Hasil analisis indeks kritis ABC didapatkan basil bahwa kelompok A untuk 75-20-5 yang memerlukan investasi paling tinggi (66.51 % dari seluruh biaya) terdiri dari 32 item obat (9.33 %), kelompok B menelan biaya 28.99% terdiri dari 126 item obat dan kelompok C menelan biaya 4.50% dari seluruh biaya. Jenis obat antibiotika kelompok A 75-20-5 berdasarkan pemakaian, investasi dan indeks kritis berjumlah 74 item, jika dikelompokkan dengan kelompok nama generik akan dapat berkurang menjadi 60 item. Hal ini setidaknya rumah sakit Awal Bros dapat melakukan efisiensi sehingga biaya yang hares diinvestasikan akan berkurang.


 

Hospital is the part of health system chain which might be expected to provides quality services, efficient, and was established, operated to achieve various level of health services including promotion, prevention, curative and rehabilitation to meet patient needs in accordance to both technologies and facilities availabilities in the respective hospital. In particularly, pharmaceutical department is one of the important facilities in patient care that consume the biggest part of operational cost. In Awal Bros hospital, drugs and consumable goods spent 46.65% of total hospital expenditure. (Rp 5.155.680.986.-). In addition the hospital spent 37.88% of their total drugs expenditure for antibiotic (1.952.881.880 rupiahs). This study took place in Pharmaceutical Department of Awal Bros hospital during January 2001 thorough June 2001 period that aimed to identify the availability of antibiotic, and to develop the most economical procurement plan as well as to manage the availability. By doing so it was expected the hospital could manage the availability of antibiotic in terms of amount and type. The availability of antibiotic was grouped into different categories according to level of utilization, investment as well as critical index by using ABC analysis. This approach aimed to control level of antibiotic availability, an effort to identify priority in next procurement by considering its investment level and critical index. Information on critical index was gathered from selected residence physicians that had been known as frequent users. The ABC critical index analysis revealed that group A (75- 20-5) represented the highest investment totaling 66.51% of total expenditure, consisted of 32 item of antibiotic (9.33%); group B represent 28.99% of total expenditure (126 items) and group C represent 4.50% of total expenses. The total group A 75-20-5 with categories according to level of utilization, investment as well as critical index consisted 74 items, if grouped to generic drugs the least would decrease to 60 items. This approach which aimed to control level of antibiotic availability, can be utilized to identify priority in next procurement by considering its investment level.

Read More
B-500
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive