Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agustini Ferawati; Pembimbing: Rachmadhi Purwana
S-3740
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Renti Mahkota, Elimarnis
S-6038
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrina Ferawati Sitohang; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Popy Yuniar, Eti Rohati
S-7881
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Rasita; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Ferawati
S-8347
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Darmiasih; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Ferawati
Abstrak: RSUP Fatmawati sebagai rumah sakit pendidikan kelas A dituntut untuk memiliki kualitas dokumentasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan sisi dokumen rekam medis pasien rawat inap kebidanan November-Desember 2014. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan rata-rata rekam medis pasien rawat inap kebidanan yang masuk dalam kategori lengkap sebesar 5%. Rata-rata kelengkapannya adalah 85,67% dan masuk dalam kriteria baik. Kompleksnya variabel dalam formulir rekam medis, dukungan sarana prasarana masih terdapat kekurangan serta SDM yang kurang juga menjadi hambatan dalam pengisian rekam medis secara lengkap.
Kata kunci: Rekam medis, rawat inap, kelengkapan
Read More
S-8576
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferawati Simbolon; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Kurnia Sari, Pujiyanto, Budi Hartono
Abstrak:
Rumah sakit memiliki tujuan memberikan pelayanan yang merata tanpa memandang status ekonomi, untuk pemerataan pemberian layanan dan kemudian pemerintah membentuk JKN yang selanjutnya dikelola oleh BPJS kesehatan. Pasien peserta BPJS yang sudah dilayani akan dilakukan penagihan klaim kepada BPJS . Apabila berkas klaim yang diterima BPJS tidak lengkap maka pembayaran akan ditunda sampai rumah sakit melengkapi adanya kesepakatan antar rumah sakit dan BPJS. Penelitian ini merupakan penelitian observasional atau non-eksperimental dengan menggunakan metode kualitatif melalui telaah dokumen berkas klaim pending tahun 2021 dan wawancara mendalam terhadap informan yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai faktor penyebab klaim pending di Rumah Sakit Ibu dan Anak Nabasa tahun 2021. Hasil dari penelitian ini adalah dari total 5380 klaim yang diajukan, ada 1599 kasus klaim pending. Dari hasil penelitian juga didapatkan ada tujuh faktor penyebab klaim pending dan tiga kasus terbanyak adalah resume medis tidak lengkap, koding tidak sesuai serta konfirmasi USG pada rawat jalan. Penyebab kasus klaim pending tersebut karena tidak ada pengecekan dahulu berkas klaim sebelum berkas tersebut diajukan, human error, serta petugas koder dan verifikator rumah sakit yang tidak kompeten.

The hospital aims to provide equal services regardless of economic status, leading to establishment of the National Health Insurance (JKN) managed by the Health Insurance Administration Agency (BPJS Kesehatan). Patients who are participants of BPJS will have their claims billed to BPJS after receiving treatment. If the claim documents obtained by BPJS are incomplete, the payment will be postponed until the hospital completes the necessary agreement between the hospital and BPJS. This research is an observational or non-experimental study conducted using qualitative methods through the review of claim document files pending in 2021 and in-depth interviews with informants. The goal is to obtain information about the factors causing pending claims at the Nabasa Mother and Child Hospital in 2021. The results of this study show that out of a total of 5,380 claims submitted, there were 1,599 cases of pending lawsuits. The research also identified seven factors causing pending claims, with the top three being incomplete medical resumes, incorrect coding, and lack of confirmation for outpatient ultrasound examinations (USG). The causes of these pending claim cases are attributed to the need for prior verification of claim documents before submission, human error, and incompetent hospital coders and verifiers.
Read More
B-2376
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrina Ferawati Sitohang; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Lindawati. Sri Puji Wahyuni
Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia. Salah satu intervensi kunci dan cara yang paling efektif untuk menurunkan PTM adalah pengendalian faktor risiko PTM, diantaranya pemanfaatan Posbindu PTM sebagai wadah deteksi dini faktor risiko PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di wilayah kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan sequential explanatory design (urutan pembuktian) diawali dengan penelitian kuantitatif terhadap 246 orang responden sesuai dengan kriteria inklusi dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, focus group discussion dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM. Data dianalisis secara univariat, bivariat, multivariat dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan Posbindu PTM dalam satu tahun hanya 3.2 kali. Faktor dominan yang berhubungan secara signifikan pada CI 95% secara berturut turut adalah sikap (P value 0.001), umur (P value 0.001), ketersediaan sarana (p value 0.005), dukungan tokoh masyarakat (p value 0.007), pengetahuan (p value 0.008), dukungan keluarga (p value 0.021). Disarankan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas Mogang untuk melaksanakan resosialisasi program Posbindu PTM, meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat, pembenahan terhadap sarana dan prasarana, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas sektor serta mengembangkan pemberdayaan masyarakat terintegrasi melalui kelompok-kelompok potensial.
Read More
T-5532
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elince Ferawati Siringo-Ringo; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Septriandy Alim
S-8264
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mito Julianto; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Masyitoh, Pujiyanto, Aldrin Neilwan P, Ferawati
Abstrak:

Latar Belakang : Komponen utama dalam penilaian kinerja keuangan rumah sakit adalah pendapatan dari layanan kesehatan. Tantangan yang dihadapi rumah sakit dapat meliputi pengelolaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), efisiensi operasional, serta penanganan biaya operasional yang terus meningkat. Data RSUP Fatmawati memperlihatkan sumber utama pendapatan berasal dari pembayaran klaim JKN yang diajukan rumah sakit ke BPJS Kesehatan. Proporsi penerimaan terbesar berasal dari klaim pelayanan pasien JKN, yaitu sebesar 86% pada tahun 2023, dan 84% pada tahun 2024. Data pengajuan klaim 3 bulan terakhir menunjukkan jumlah pengajuan klaim RSUP Fatmawati rata-rata 68%, jauh dari target kinerja yang ditetapkan Direktur Utama, yaitu sebesar 95%.
Metode : Penelitian ini menggunakan design experimental dengan pendekatan operational research. Pendekatan operational research dapat digunakan untuk merancang dan mengembangkan langkah kerja baru, sehingga proses menjadi lebih efisien. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan berdasarkan Central Limit Theorem, yaitu minimal 30 (tiga puluh) rekam medis. Teknik sampling menggunakan metode simple random sampling.
Hasil : Hasil penelitian dengan pendekatan lean six sigma didapatkan lead time pengolahan klaim JKN pelayanan rawat inap di RSUP Fatmawati yaitu 54 jam 40 menit 31 detik, sebesar 97% merupakan kegiatan non value added yang didominasi waste jenis waiting yaitu 52 jam 50 menit 11 detik. Identifikasi akar masalah didapatkah bahwa lamanya waktu pengolahan berkas klaim JKN pelayanan rawat inap disebabkan oleh adanya proses menunggu berkas fisik oleh verifikator internal pada fase hilir (pasca perawatan). Implementasi lean six sigma berhasil menurunkan lead time sebesar 56%, dari 54 jam 40 menit 31 detik menjadi 24 jam 6 menit 52 detik. Penurunan lead time ini disertai dengan reduksi waste, dengan reduksi waste terbesar pada jenis waiting sebesar 58%, dari 52 jam 50 menit 11 detik menjadi 22 jam 30 menit 0 detik.
Kesimpulan : Implementasi lean six sigma secara signifikan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi waktu dalam pengolahan berkas klaim JKN pelayanan rawat inap di RSUP Fatmawati.


Background        : The main component in assessing hospital financial performance is revenue from healthcare services. Challenges faced by hospitals may include managing National Health Insurance (JKN) claims, operational efficiency, and handling rising operational costs. Data from Fatmawati General Hospital shows that the main source of revenue comes from JKN claims submitted by the hospital to the Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan). The largest proportion of revenue comes from JKN patient service claims, accounting for 86% in 2023 and 84% in 2024. Data on claim submissions over the past three months shows that the average claim submission rate at RSUP Fatmawati is 68%, far below the performance target set by the Director General, which is 95%. Methodology        : This study employs an experimental design with an operational research approach. Operational research can be used to design and develop new work procedures, thereby enhancing process efficiency. The sample size in this study was determined based on the Central Limit Theorem, with a minimum of 30 (thirty) medical records. The sampling technique used simple random sampling. Results        : The results of the study using the lean six sigma approach showed that the lead time for processing JKN inpatient claims at RSUP Fatmawati was 54 hours, 40 minutes, and 31 seconds, with 97% being non-value-added activities dominated by waiting waste, which accounted for 52 hours, 50 minutes, and 11 seconds. The root cause analysis identified that the prolonged processing time for JKN inpatient claim documents was due to the waiting process for physical documents by internal verifiers in the downstream phase (post-treatment). The implementation of Lean Six Sigma successfully reduced the lead time by 56%, from 54 hours, 40 minutes, and 31 seconds to 24 hours, 6 minutes, and 52 seconds. This reduction in lead time was accompanied by a reduction in waste, with the largest reduction in waiting time at 58%, from 52 hours, 50 minutes, and 11 seconds to 22 hours, 30 minutes, and 0 seconds. Conclusion        : The implementation of Lean Six Sigma significantly improved the effectiveness and efficiency of processing JKN inpatient claims at Fatmawati General Hospital. 

 

Read More
B-2556
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive