Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agus Sikwan, Maria Rosarie Harni Triastuti
364.1534 SIK t
Yogyakarta : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM, 2005
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Harni, Gulardi H. Wiknjosastro, Hesti Kristina Pinita T., Misfita Farida, Sutanto
LP 618.2 HAR e
Depok : FPBI & FKM UI, 1996
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heriyanto; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Farida M. Tri Agustina, Harni Kusno
S-4232
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Harni Wijiastuti; Pembimbing: Mondastri K. Sudaryo; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, H.A.Y.G. Wibisono
S-4522
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meidy Farenti Prameswari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Asri C Adisasmita, Harni Koesno, Siti Nurul Qomariyah
T-2373
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yakin; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Kemal Nazarudin Siregar, Harni, Agustina Lubis
Abstrak:
Seperti diketahui, angka kematian ibu di Indonesia berdasarkan SKRT 1995 masih cukup tinggi yaitu 373 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini adalah yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Sekitar seperempat sampai setengah dari kematian tersebut berhubungan dengan komplikasi kehamilan dan persalinan. Pelayanan antenatal merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kejadian komplikasi persalinan yang diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2000. Cakupan K4 di Indonesia pada tahun 1995 masih cukup rendah yaitu 64,88% dari yang ditargetkan 80%. Untuk menekan angka kematian ibu tersebut perlu dilakukan penelitian tentang kualitas pelayanan antenatal dalam hubungannya dengan kejadian komplikasi persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara pelayanan antenatal dengan kejadian komplikasi persalinan. Desain studi adalah "Case Control" dengan menggunakan data sekunder dari survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 1997. Sebagai sumber data digunakan kuesioner SDKI 1997. Jumlah sampel adalah 14.332 ibu hamil yang telah bersalin pervaginam dari tahun 1992 sampai dengan 1997 (total populasi) yang terdiri dari 4376 kasus (ibu yang mengalami komplikasi persalinan) dan 9956 kontrol (ibu yang bersalin normal). Dilakukan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistic. Kejadian komplikasi persalinan adalah 30,5%. Dari hasil analisis bivariat, faktor yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah pelayanan antenatal yang kurang baik (OR = 1,18), ibu yang tidak pernah sekolah (1,38), sosial ekonomi yang rendah (1,2), tempat tinggal di pedesaan (1,14), umur ≤ 19 tahun (1,20), paritas ≥ 4 anak (1,10), penolong persalinan non tenaga kesehatan (1,11) dan tempat persalinan yang bukan fasilitas kesehatan (1,17) serta hasil ini bermakna secara statistik. Dari hasil analisis multivariat, faktor yang mempengaruhi hubungan antara pelayanan antenatal dengan kejadian komplikasi persalinan adalah faktor sosial ekonomi, umur, dan paritas. Dalam upaya pencegahan terjadinya komplikasi persalinan perlu lebih ditingkatkan kualitas pelayanan antenatal pada ibu hamil. Sehingga deteksi dini terhadap ibu hamil yang mempunyai faktor risiko tinggi dapat dilakukan dengan baik serta melakukan penanganan secepat mungkin.

Relationship between Antenatal Care and the Occurrence of Delivery Complication (Data analysis of Indonesian Health and Demography Survey, 1997)It had been known that according to household Health Survey (SKRT) 1995. Maternal Mortality Rate in Indonesia was 373 per 100.000 live births. This figure was the highest among ASEAN countries. About a quarter to a half of this MMR was caused by complication during pregnancy and delivery. Antenatal care is an effort to decrease the occurrence of delivery complication which could be expected to decline the MMR to be 225 per 100.000 live birth by the year 2000. The coverage of K4 in Indonesia was relatively low (64,88%). It has not achieved the target yet (80 %). The purpose of this research is to get information on relationship between antenatal care with the occurrence of delivery complication. This research used case control design. The source of data was questionnaires gets from Indonesian Health and Demography was survey 1997. The population is 14.332, since 1992 to 1997, which were consisting of 4376 cases (those who had delivery complication) and 9956 controls (those who had normal delivery). Data was analyzed by using univariat, bivariate as well as multivariate analysis. The result of this research showed that the delivery complication was 30,5%. Based on univariate analysis it was known that factors related to the occurrence of delivery complication was inadequate antenatal care (OR = 1,18), low education of mothers (1,38), low social economic level (1,2), settled in rural area (1,14), ≤ 19 years of age (1,20), parity of ≥ 4 children (1,10), delivery helper was non health provider (1,11) and delivered at non health facility (1,17). Based on multivariate analysis, the factors that related to this relationship were social economic level, age and parity. In order to prevent the occurrence of delivery complication, it needed to improve the quality of antenatal care. Besides this, the pregnant mothers of high risky should be detected earlier well as handle the cases as soon as possible.
Read More
T-1116
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nina Mardiana; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Luknis Sabri, Sujana Jatiputra, Harni, Kirana Pritasari
Abstrak:
Sebagian besar (99%) wanita di Indonesia telah menyusui bayinya akan tetapi hal tersebut belum dilaksanakan dengan baik dan benar, masalah utama adalah bahwa ibu-ibu membutnhlkan bantuan dan informasi yang mendukung sehingga menambah keyakinan bahwa mereka akan dapat menyu§ui bayinya dengan baik dan benar. Pemberian ASI di kota Balikpapan cukup tinggi yaitu 95,7% tetepi hanya sebesar 28,77% dari angka tersebut yang rnenyusui sampai umur 24 bulan dan sisanya ada yang menyusukan hanya sampai umur kurang dari nol (0) bulan sebesar I,44%, umur I-S bulan sebesar l0,l2% dan yang sampai umur 6-11 bulan sebesar 2I,3l%. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memperoleh informasi tentang gambaran pemberian ASI di kota Balikpapan yang dilihat dari faktor-faktor Prediposisi dan faktor pendorong Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan di kota Balikpapan dengan jumlah sampel 312 responden dafi 26 Rukun Warga yang dilaksanakan mulai bulan Juli tahun 2001 dengan cara pengambilan sampel Multi Stage Random Sampling. Untuk mengetahui distribusi frekuensi dilakukan analisis univariat, proporsi pemberian ASI yang bailc 57,l% dan perkiraan dipopulasi dengan CI 95% adalah antara 42,1%~72,l%. Untuk mengetahui hubungan antara variabcl dilakukan analisis bivariet dengan menggunakan uji Chi-square dengan P = 0,05. Hasil menunjukkan ada hubungan bermakna antara lain pengetahuan, sikap, bentuk puting susu, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI dengan masing-masing nilai P = 0,000, P = 0,001 , P = 0,001, P = 0,050, P = 0,005. Kemudian dilaukan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik, yang masuk dalam kandidat model yailu nilai P = < 0,25 yaitu pengetahuan, sikap, bentuk puting susu, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga_ Hasil akhir uji Regresi Logistik didapat tiga variabel sebagai determinant yaitu pengetahuan, sikap, dan bentuk puting susu, pengetahuan merupakan vaxiabel yang dominan dalam pemberian ASI dengan OR = 3,37. Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar membuat rencana untuk perbaikan dan peningkatan pemberian ASI sampai umur 24 bulan melalui upaya-upaya khusus terhadap ibu menyusui.

Breastfeeding is a common activity in general tradition and babies life are depend on breastmilk. Breastfeeding is able to increase the quality of nutrition and decreased the mother prevalence I0 - 20 times and the mortality 7 times (Health Department of Republic of Indonesia, 1994). The most Indonesian Women (99%) have done breastfeed, but this activity haven't done in the right way and successfiilly The main problem is mothers need help and infomation that will support them to breastfeed in the right way and successfully. Breastfeeding at Balikpapan city is slightly high (95,7 %) but it?s only 59,46 % of this numbers who gives their breastmilk to their babies until 24 months and the others do the breastfeed only one month less ( l,44 % ), l - 5 months (lO,l2 %) and until 6 - 11 months (2l,3l %). ln related with this, we desire to find information about the description of breastfeed at Balikpapan City that studied the predisposition factors and the supporting factors. This research is description study with study design is cross sectional. The location of this study is Balikpapan City, the numbers of respondent are 312 and they come fiom 26 community and they taken by multi stage random sampling. This study was run on Juli 2000. Statistical to know the distribution of some factors , we use univariate analysis and we End the proportion of good breastfeed is 57, l % and estimation in population is CI 95 % is 42,l% until 72,l%. Bivariate analysis is to find the correlation among factors we use chy square test witl1 p= 0,05. There is correlation among knowledge (p=0,000), attitude (p=0,00l), figure of nipples (p=0,00l), health workers (p=0,050) and family support (p=0,005) with breastfeed. Multivariate analysis with logistic regression can find the candidate in model has p < 0,25 there are knowledge, attitude, figure of nipples. support from health workers and family. The tina! result of this analysis found 2 variables as determinant, there are knowledge and figure of nipples, The knowledge is dominant variable in breastfeed (OR=3,3 7). The research also recommends that hopeliully to create the initiative to develop breasfeed action until babies age?s 24 months. This action is able to run through special activity to mothers who nursery their babies.
Read More
T-1134
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ening Harni Susilawati; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Evi Martha, Ella N. Hadi, Rahmi Winandari, Salmah
T-3090
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elyzabeth Nangoy; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Harni Wijiastuti
S-7800
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive