Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gabe Gusmi Aprilla; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dian Ayubi, Nur Indah, Aliyah Cendanasari
Abstrak: Pada tahun 2017 dan 2018, Puskesmas Kecamatan Cakung telah melakukan orientasi asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur kepada 77 orang kader dari 5 kelurahan yaitu Penggilingan, Pulo Gebang, Jatinegara, Ujung Menteng dan Cakung Barat. Dalam kurun waktu 3-6 bulan selesai orientasi, diharapkan kader membentuk kelompok asuhan mandiri. Namun baru terbentuk satu kelompok asuhan mandiri yaitu di RW 01 Kelurahan Penggilingan, sehingga peneliti tertarik untuk menganalisa hubungan faktor demografi dan motivasi terhadap partisipasinya. Penelitian ini menggunakan data primer dengan mengisi kuisioner. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen dengan desain cross sectional. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar kader asuhan mandiri berstatus ibu rumah tangga, menikah, berusia > 46 tahun, berpendidikan menengah, pendapatan < UMP DKI tahun 2020 dan lama kerja < 5 tahun. Sebagian besar motivasi rendah 39 orang (60%) dan sisanya motivasi tinggi 26 orang (40%) dan partisipasi rendah 33 orang (50,8%) dan sisanya partisipasi tinggi 32 orang (49,2%). Faktor lama kerja kader asuhan mandiri > 5 tahun dapat meningkatkan 4 kali partisipasi, sedangkan penghargaan meningkatkan 0,1 kali.
Kesimpulan: lama kerja > 5 tahun dan penghargaan meningkatkan partisipasi kader asuhan mandiri.
Saran: perlu bantuan bibit tanaman obat tradisional, pelatihan berjenjang dan berkala, pembinaan berkala, studi banding, penilaian kelompok asuhan mandiri dan family gathering untuk meningkatkan motivasi kader asuhan mandiri
In 2017 and 2018, the Cakung Community Health Center has given self care orientation using the herbal garden and acupressure for 77 cadres from 5 subdistrict namely Penggilingan, Pulo Gebang, Jatinegara, Ujung Menteng and West Cakung. Within 3-6 months of orientation, community health worker are expected to form self care groups. However, only one self care group was formed, namely in the Penggilingan sub-district, so the researchers were interested in analyzing the relationship between demographic factors and motivation of self care community health worker and their participation. This study uses primary data by filling out questionnaires. The research design used a non-experimental quantitative approach with a cross sectional design. The results showed that most of them were housewives, married, > 46 years old, middle school education, income < minimum wage DKI and length of work < 5 years. Most of the low motivation 39 people (60%) and the remaining high motivation 26 people (40%) and low participation 33 people (50.8%) and the remaining high participation 32 people (49.2%). The length of work factor > 5 years increased participation 4 times, while the reward motivation increased 0.1 times.
Conclusions : length of work and rewards for increasing participation.
Suggestions : need for seed herbal plant, training, supervision, study tours, competitions the self care group and family gatherings to increase motivation for self care community health worker
Read More
T-6051
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Indah; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Meinarwati, Dewi Yana
Abstrak: Pemanfaatan pelayanan akupunktur di Puskesmas merupakan pelayanan pelengkap yangdiharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien, akan tetapi penyelenggaraannyabelum berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinanpengguna pelayanan akupunktur di 2 Puskesmas Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun2016. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional, pengumpulan data melaluipengisian kuesioner pada 86 pasien yang mendapatkan terapi akupunktur di 2 puskesmasKota Administrasi Jakarta Selatan yang diambil secara simple random sampling. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pelayanan akupunktur di 2 Puskesmas KotaAdministrasi Jakarta Selatan adalah 3.76 kali kunjungan per pasien. Sebagian besar penggunapelayanan akupunktur berjenis kelamin perempuan dan berpendidikan SMU keatas.Pengetahuan, pendidikan, persepsi responden terhadap sikap petugas dan dukungan temansebaya dianalisis tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan akupunktur di 2puskesmas Kota Administrasi Jakarta Selatan, sedangkan variabel jenis kelamin merupakanvariabel yang secara signifikan berpengaruh (p=0.024) dan diasumsikan sebagai variabelyang dominan dalam kaitannya dengan Pemanfaatan Pelayanan Akupunktur di 2 PuskesmasKota Administrasi Jakarta Selatan.Kata Kunci : pemanfaatan pelayanan, akupunktur, puskesmas.Daftar Pustaka : 40 (1996-2015)
The utilization of acupuncture health service in public health center as a complementary isexpected to speed up the healing process, but the implementation of acupuncture healthservice is not running optimally. The aim of the study is to know the user determinant ofacupunture health service in 2 public health center in South of Jakarta 2016. This is a crosssectional study, using questionnare to 86 participants who get acupuncture therapy in 2 publichealth center and taken by simple random sampling. The results of the study showed that theutilization level of acupuncture health services is 3.76 times per visit patients. Most ofacupuncture health service user are woman and educated senior high school and above.Knowledge, the perception of atittude of the officers and support of peers analyzed is notrelated with the utilization of acupuncture health service in 2 public health center in SouthJakarta 2016, while gender is a variable that significantly affect (p=0.024) and assumed as adominant variable in relation with the utilization of acupuncture health service in 2 publichealth in South Jakarta 2016.Keywords: Utilization, acupuncture, public health center.References : 40 (1996-2015).
Read More
T-4625
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Fitriyanti; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Ascobat Gani, Purnawan Junadi, Anhari Achadi, Nur Indah
Abstrak:
Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri. Prevalensi anemia remaja putri di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi pada tahun 2022 mencapai 68,7% sehingga Puskesmas Muaragembong melakukan intervensi program inovasi dalam pemberian TTD remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penurunan anemia melalui pemberian TTD remaja putri di Puskesmas Muaragembong Kabupaten Bekasi tahun 2023. Penelitian menggunakan desain mixed method explanatory sequential. Penelitian kuantitatif dengan jenis studi cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 150 remaja putri. Kadar hemoglobin (Hb) diukur menggunakan alat hemocue, status gizi dihitung menggunakan indeks massa tubuh (IMT), pola menstruasi, riwayat penyakit infeksi, perilaku CTPS, pola konsumsi pangan, konsumsi tablet tambah darah, tingkat pengetahuan remaja putri, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan orang tua diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan regresi logistik sederhana, multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Penelitian kualitatif dilakukan melalui Rapid Assessment Procedure (RAP) untuk mengevaluasi efektivitas program menggunakan teori logic models dimana program akan dinilai dari sisi input, activity output serta outcome. Setelah dilakukan intervensi program terjadi penurunan prevalensi anemia remaja putri sebesar 62,15% menjadi 26%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri diantaranya adalah status gizi, pola menstruasi, pola konsumsi pangan, perilaku CTPS dan konsumsi TTD dimana faktor yang paling dominan adalah pola menstruasi. Terdapat ketidaksesuaian dalam program pemberian TTD pada variable SDM, sarana, advokasi, sosialisasi, jejaring dan komunikasi, pemberian, pendatatan dan pelaporan.

Anemia is still a major health problem among adolescent girls. The prevalence of anemia among adolescent girls in Muaragembong District, Bekasi Regency in 2022 reached 68.7% so that the Muaragembong Health Center conducted an innovation program intervention in TTD supplementation for adolescent girls. This study aims to evaluate the effectiveness of the anemia reduction program through TTD supplementation for adolescent girls at the Muaragembong Health Center, Bekasi Regency in 2023. The study used mixed method explanatory sequential design. Quantitative research with a cross-sectional study type. The sample used was 150 adolescent girls. Hemoglobin (Hb) levels were measured using a hemocue device, nutritional status was calculated using body mass index (BMI), menstrual patterns, history of infectious diseases, CTPS behavior, food consumption patterns, consumption of iron tablets, level of knowledge of adolescent girls, maternal education level and parental income level were obtained through interviews using questionnaires. Bivariate data analysis used the chi square test and simple logistic regression, multivariate using multiple logistic regression tests. Qualitative research is conducted through the Rapid Assessment Procedure (RAP) to evaluate the effectiveness of the program using the logic models theory where the program will be assessed from the input, activity output and outcome aspects After the program intervention, there was a decrease in the prevalence of anemia in adolescent girls by 62.15% to 26%. Factors related to anemia in adolescent girls include nutritional status, menstrual patterns, food consumption patterns, CTPS behavior and TTD consumption where the most dominant factor is the menstrual pattern. There are discrepancies in the TTD provision program in the variables of human resource, facilities, advocacy, socialization, networking and communication, provision, data collection and reporting.
Read More
T-7177
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive