Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ita Sembiring, Konstantius Elias Iswandi Kartowisastro, Evodia Almawati Iswandi
612.3 KAR r
Jakarta : Yayasan I Love You Darling, 2011
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran-193, Vol.39, No.5, Mei 2012, hal. 333-339
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iswandi Mourbas; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
S-232
Jakarta : FKM UI, 1985
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evodia A. Iswandi
616.962 ISW s
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1996
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iswandi, Sri Sedono / Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
S-1274
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrul Hamidi Nasution; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Helda, Ade Yonata, Iswandi Darwis
Abstrak: Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi adanya peningkatan jumlah penyandang diabetes melitus (DM) menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Prediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Diabetes dan komplikasinya membawa kerugian ekonomi yang besar bagi penderita diabetes dan keluarga mereka, sistem kesehatan dan ekonomi nasional melalui biaya medis langsung, kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Kepatuhan pengobatan yang rendah dapat mengakibatkan peningkatan resiko biaya perawatan, peningkatan penyakit komplikasi dan risiko rawat inap. Identifikasi faktorfaktor yang berhubungan dengan rendahnya kepatuhan pasien melakukan pengobatan DM merupakan tujuan dilakukannya penelitian ini sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi dan strategi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder Riskesdas 2018 se-Provinsi Bali dengan analisis regresi logistik dan besar hubungan dinyatakan dalam prevalance odds ratio (POR) dengan α= 0,05. Pada analisis multivariat didapatkan model akhir yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan DM di Bali tahun 2018 secara statistik yaitu pekerjaan (POR 1,164 95% CI 1,019-1,329 p-value 0,002), tempat tinggal (POR 0,864 95% CI 0,764-0,978 p-value 0,021), jenis kelamin (POR 0,816 95% CI 0,717-0,929 p-value 0,002), dan usia (POR 0,779 95% CI 0,6650,912 p-value 0,002) sementara tingkat pendidikan tidak bermakna secara statistik
The World Health Organization (WHO) predicts an increase in the number of people with diabetes mellitus (DM) is one of the global health threats. The predicted increase in the number of people with diabetes in Indonesia from 8.4 million in 2000 to around 21.3 million in 2030.Diabetics and its complications bring huge economic losses to diabetics and their families, the national health system and economy through direct medical costs, lost work and income. Low adherence to medication can result in an increased risk of treatment costs, an increased risk of complications and the risk of hospitalization. Identification of the factors associated with low patient compliance with DM treatment is the aim of this study so that this study is expected to provide solutions and strategies to improve treatment adherence. This study was an observational analytic study with a cross sectional design. The data used in this study are secondary data from Riskesdas 2018 throughout Bali Province with logistic regression analysis and the size of the relationship is expressed in the prevalence odds ratio (POR) with α = 0.05. In the multivariate analysis, the final model that relates to adherence to DM treatment in Bali in 2018 is statistically namely work (POR 1.164 95% CI 1.019-1.329 p-value 0.002), residence (POR 0.864 95% CI 0.764-0.978 p-value 0.021 ), gender (POR 0.816 95% CI 0.717-0.929 p-value 0.002), and age (POR 0.779 95% CI 0.665-0.912 p-value 0.002) while the level of education was not statistically significant
Read More
T-6084
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurbaati; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo, Mahlil Rubi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Iswandi Mourbas, Hendrianto
T-2407
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Eka Mathofani; Pembimbing: Sutanto Priyohastono, Toha Muhaimin; Penguji: Flourisa Julian, Iswandi
Abstrak: Beberapa faktor yang mempengaruhi unmet need yaitu umur, pendidikan, jumlah anak masih hidup, usia kawin, tempat tinggal, pengetahuan tentang KB, dan status pekerjaan responden, sikap suami terhadap KB, pernah pakai KB, aktivitas ekonomi dan indeks kesejahteraan hidup. Metode penelitian cross sectional dengan menggunakan sampel PUS sejumlah 1249 jiwa. Hasil penelitian menunjukkan status unmet need KB Provinsi Banten 12,00%. Sebagian besar responden mendapatkan pelayanan yang baik terhadap KB sebesar 66,2%. Ada hubungan yang signifikan antara pelayanan KB dengan status unmet need pada kelompok alasan tidak ber-KB karena alasan non kesehatan (CI 95% 2,3-47,6). Disarankan agar lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan, petugas lapangan KB, dan kader kesehatan dalam rangka penyebaran informasi melalui media sosial dan massa, serta diadakan program atau kegiatan yang sasarannya adalah pria karena memiliki peran penting dalam proses pengambilan keputusan dalam ber-KB Kata kunci: unmet need, pelayanan KB Some factors affecting unmet need are age, education, number of children still alive, age of marriage, residence, knowledge of family planning, and employment status of respondent, husband's attitude toward family planning, use family planning ever, economic activity and life welfare index. The cross sectional research method using EUS sample is 1249 people. The results showed the unmet need status of KB province of Banten 12.00%. Most of respondents get good service to KB by 66,2%. There was a significant correlation between family planning services with unmet need status for non-family planning group for nonhealth reasons (95% CI 2.3-47.6). It is suggested to increase the quality and quantity of health workers, field officers, and health cadres in order to disseminate information through social media and mass, and held programs or activities whose target is male because it has an important role in the decision-making process in family planning. Keywords: unmet need, family planning care
Read More
T-5003
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Mardiana Ritonga; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Yovsyah, Sardiana Salam, Iswandi Erwin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Anna Mardiana Ritonga Program Studi : Epidemiologi Judul               : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mortalitas Pasien Stroke Associated Pneumonia di Stroke Care Unit Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Tahun 2016-2018 Pembimbing   : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) adalah komplikasi stroke yang paling sering terjadi dan memiliki angka mortalitas yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP belum sepenuhnya diselidiki. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas dapat membantu pengambilan keputusan klinis untuk tatalaksana pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien SAP yang dirawat di Stroke Care Unit (SCU) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) tahun 2016-2018. Desain penelitian ini adalah penelitian kohort retrospektif, pada 268 pasien di SCU RSPON yang didiagnosis SAP selama tahun 2016-2018. Variabel yang berhubungan bermakna dengan mortalitas pada pasien SAP adalah kesesuaian LOS dengan CP RSPON, didapatkan risiko 0,262 (95% CI : 0,138 – 0,501) yang berarti pasien dengan Length of Stay (LOS) tidak sesuai dengan Clinical Pathway (CP) RSPON memiliki hubungan protektif terhadap mortalitas pasien SAP yaitu sebesar 0,26 kali. Dengan menggunakan model prediktor, dapat dihitung probabilitas terjadinya mortalitas pada pasien SAP. Kata kunci: kohort retrospektif; mortalitas; Stroke Associated Pneumonia


 

 ABSTRACT Name : Anna Mardiana Ritonga Study Program : Epidemiology Title                            : Determining Factors for Stroke Associated Pneumonia Mortality in the Stroke Care Unit National Brain Centre Hospital 2016-2018 Counsellor : dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D Stroke Associated Pneumonia (SAP) is the most common complication after stroke and has a high mortality rate. Determining factors for SAP mortality have not been fully investigated. Knowledge of its determining factors can help clinical decision making for patient management. The aim of this study was to determine the mortality factors of SAP who were treated in the Stroke Care Unit (SCU) National Brain Centre (NBC) Hospital. This study used retrospective cohort design, involving 268 subjects SAP obtained at SCU NBC who were diagnosed with SAP during 2016-2018. Variable that significantly related is suitability of Length of Stay (LOS) with Clinical Pathway (CP) NBC obtained the risk of 0.262 (95%CI : 0,138-0,501) which means has protective association with mortality. By using a predictor model, it can be calculated the probability of mortality in SAP patients. Keywords: mortality; retrospective cohort; Stroke Associated Pneumonia

Read More
T-5560
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iswandi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Asih Setiarini, Desiana Dharmayani, Nunik Kusumawardahani
Abstrak:

Tesis ini menguraikan pengaruh riwayat stunted (pendek) pada anak usia dibawah tiga tahun terhadap prestasi akademiknya pada usia sekolah dasar. Penelitian ini merupakan survey longitudinal atau cohort fixed population dengan menggunakan data Studi Indonesian Family Life Survey/IFLS tahun 1993-2007. Hasil penelitian menemukan Anak yang mengalami stunted pada usia bawah tiga tahun akan memiliki resiko untuk mengalami prestasi akademik kurang sebesar 1.840 kali dibandingkan dengan anak yang tidak memilik riwayat stunted setelah dikontrol variabel perancu (frekuensi makan, pemberian ASI eksklusif dan pendidikan pra sekolah dasar). Disarankan agar mengembangkan kerjasama lintas sektoral yang berkelanjutan untuk pembangunan SDM sejak anak usia dini terkhusus anak bawah tiga tahun dan pra sekolah dasar.


 

The focus in this study is to identify the relationship of history stunted in children under three years to the cl1ild's academic achievement at primary school age. This research is a longitudinal survey or cohort Study fixed population by using data Indonesian Family Life Survey/IFLS year 1993-2007. The study results showed that experienced stunted children under three years of age will have an increased risk for having low academic achievement at 1.840 times compared with children not having a history of stunted after controlled confounding variables (frequency of meals, exclusive breastfeeding and pre-primary school education for the child). Researcher suggests to develop cross-sectoral cooperation for sustainable human development since early childhood, especially children under three years and pre-primary school age.

Read More
T-3268
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive