Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penyakit gigi dan mulut sampai saat ini masih merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia pada semua golongan umur. Karies atau gigi berlubang merupakan penyakit yang paling sering ditemukan. Menurut SKRT (2001) prevalensi karies di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 60 %, sedangkan kota Tangerang prevalensi karies pada murrid madrasah mencapai 47,3 % path tahun 2005. Gambaran ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut periu segera mendapat penanganan yang serius, sebaliknya hal ini ternyata tidak diikuti dengan cakupan kunjungan pasien yang berobat gigi ke Puskesmas. Sistem informasi yang dapat menyediakan data yang berkualitas, cepa dan akurat sangat dibutuhkan dalam upaya mendukung manajemen Program Pelayanan Dasar Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas. Sistem yang lama belum mampu menyediakan informasi seperti yang diharapkan karena kendala dalam proses pengolahan data yang sebagian masih dilakukan dengan cara manual sehingga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Metodologi yang digunakan adalah berdasarkan siklus hidup pengembangan sistem yang diawali dengan tahap perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi. Untuk tahap implementasi hanya sampai pada kegiatan dokumentasi sistem dan pengujian sistem hanya dilakukan di laboratorium menggunakan data laporan buianan Puskesmas tahun 2005. PengumpuIan data dan informasi melalui wa.wancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Unit kerja yang menjadi obyek penelitian adalah Sie Kesehatan Khusus di Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Dalam penelitian ini telah dihasilkan suatu otomasi pengolahan data berupa prototype Sistem Informasi Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas. Prototype ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam hal mendapatkan informasi yang cepat, akurat dan relevan mengenai data pelayanan dasar kesehatan gigi dan mulut Puskesmas, sehingga dapat dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat dalam rangka menunmkan angka kesaldtan gigi di Kota Tangerang.
Dental and oral diseases are mostly suffered by Indonesians in all ages. Caries is often found as a disease. According to SICRT (2001) caries prevalence in Indonesia is still very high about 60 %, meanwhile in Tangerang caries prevalence of elementary Islamic student reached 47.3 % in 2005. This illustration shows that dental and oral health problem should be handled seriously soon. On the other hand this matter is not followed by patient visiting to Health Center. An information system that provides qualified data is required in order to support the management of Dental and Oral Health Service Program in Health Office. The system is not able to provide the expected information because the data processing has manual system so that it takes relatively long time to produce the expected information. The method for this research is using system development life cycle approach that is started by planning, analysis, design, and implementation stages. The implementation stage is only tested at laboratory using monthly report data of some Health Centers year 2005. The required data and information were collected by depth interviews, document examinations and observations. The object of this research is Seksi Kesehatan Khusus of Health Office in Tangerang City. The research has created a prototype of automatically data process. This prototype could be a solution in order to gain fast, accurate and relevan information concerning Dental and Oral Health Program in Health Office, so that it could be used to improve Dental and Oral Health Service for people in framework of minimize caries prevalence in Tangerang City.
Jumlah sarana kesehatan di Kota Tangerang Tahun 2006, yaitu Rumah Sakit sebanyak 18 buah, Puskesmas 25 buah, Pustu 7 buah, Posyandu 866 buah, Praktik dokter untuk 652 buab, Praktik dokter gigi 174 buah, Praktik dokter spesialis 275 buah, Balai Pengobatan (BP)/Klinik 120 buah, Rumah Bersalin (RB) 19 buah dan bidan swasta sebanyak 233 buab, namun sebaran sarana pelayanan kesehatan yang ada tersebut belum terlihat khususnya berdasarkan kebutuhan penduduk. Jumlah sarana pelayanan kesehatan swasta meningkat seiring dengan meningkatnya jamlah penduduk dan pencarian pengobatanoleh masyarakat. Sistem informasi registrasi sarana pelayanan kesehatan swasta di Kota Tangerang yang sudah berjalan belum mempunyai sistem basis data yang terintegrasi dan proses registrasi masih dilakukan secara manual. Analisis lebih lanjut perlu dilakukan sehingga dapat dilakukan pengembangan melalui tools yang tepat untuk menganalis kepadatan/rasio sarana pelayanan kesehatan dibandingkan dengan jumlah penduduk. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai advise dalam perencanaan pembangunan dan ususlan penentuan lokasi sarana pelayanan kesehatan swasta dan tenaga kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pengembangan sistem yang dilakukan berdasarkan metode Decision Support System (DSS) yaitu planning, analysis system, design, prototyping,implementation dengan memadukan konsep Data Base Management System dan data spasial sehingga menjadi kekuatan dalam Sistem fnformasi Evaluasi Registrasl Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta dan Tenaga Kesehatan (REKESTA). Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam sistem yang sedang berjalan serta altematif solusi pada level input, proses dan output. REKESTA didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pcngolahannya menjadi informasi. Output yang dihasilkan berupa laporan, tabulasi indikator tenaga kesehatan dan informasi pemetaan sebaran sarana pelayanan kesehatan swasta dan tenaga kesehatan berdasarkan wilayah administrasi dan lnterpretasi 1ebih lanjut akan didapatkan peta sebaran sarana pelayanan kesehatan dasar berdasarkan sarana dan tenaga yang ada, sehingga akan didapatkan daerah yang kekurangan tenaga dan sarana. Aplikasi REKESTA ini dapat menjadi alat manajemen dalam advise dalam perencanaan pembangunan bukan hanya untuk registrasi izin saja tetapi usulan penentuan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. REKESTA ini diharapkan dapat dijadikao alat bagi pengeloia program dan dimungkinkan dapat dikembangkan di Kabupaten lain.
The number of health facility in Tangerang on 2006, are 18 hospital, 25 local governer,7 pustu, 866 integrate post service (posyandu), 652 public doctor practise, 174 dentist practise, 275 specialized practice, 120 clinics, i9 maternity hospitals and 233 private midwife, however the spreading of those health services was unseen particularly based on the people needs. The number of private health services increase along with the increasing of people and public searching medical treatment. The information system of private health service registration in Tangerang that already exist now still have not with intergrated data base system and the registration process is still in manuaL Further analysis should be conducted inorder to develope with the right tools to analyze the density or ratio of health service facility compared with the number of citizen. Those informations can be used as advise to plan building and give an idea health service building location that needed by people. Developing system that be done based on decision support system (DSS) method, are planning, analysis system, design, prototyping, implementation by integrating the concept of data base management system and spacial data which result with the power in information system of private health facility service registration evaluation and health personnel (REKESTA). The result of this analysis system can identify the exist problem in the running system, it also can be an alternative solution in level input, process and output. REKESTA is designed to easy in data input and automatic processing into information, The output results are reports, indicator tabulation of health personnel, indicator grafic of health personnel and spreading map information of private health serv(ce and health personnel based on administration area. In further more interpretation can be obtained the spreading map of basic health service facility based on the present facility and personnel, so we will know the area that lack of personnel and facility. The REKESTA aplication can be a management tools in making advise to plan building not only for license registration but also to give idea the appropriate location with the people needs. It hoped can he a tool for programme manager and it is possibly to be developed in other regency.
