Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Nama : Binti Khofifah Program studi : Epidemiologi Komunitas Judul Tesis : Hubungan Waist – Hip Ratio/ WHR (Rasio Lingkar Pinggang – Lingkar Pinggul) Terhadap Kejadian Disabilitas Pada Usia ≥ 45 Tahun di Indonesia (Analisis Data Indonesia Family Life Survey V Tahun 2014) Disabilitas ADLs dari tahun ke tahun meningkat, sehingga rasio ketergantungan lanjut usia juga meningkat setiap tahunnya. Pengukuran rasio lingkar pinggang – lingkar pinggul pada lanjut usia merupakan indikator yang tepat untuk mengukur tingkat kelebihan massa lemak. Hal itu berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis dan memungkinkan berkembang ke arah disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan rasio lingkar pinggang – lingkar pinggul dengan kejadian disabilitas pada usia ≥ 45 tahun. Desain penelitian ini adalah cross sectional, dengan analisis data ROC (untuk mengetahui titik pototng disabilitas ADLs), Chi – Square dan Regresi Cox. Populasinya adalah seluruh seluruh populasi usia ≥ 45 tahun yang memenuhi kriteria pada IFLS V tahun 2015. Hasil menunjukkan bahwa PR disabilitas ADLs dan rasio lingkar pinggang – lingkar pingul adalah sebesar 2,7 setelah dikontrol variabel interaksi WHR dengan jenis kelamin, WHR dengan pekerjaan dan WHR dengan status merokok. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan selalu melakukan uji konfirmasi pengukuran rasio lingkar pinggang – lingkar pinggul khususnya pada usia ≥ 45 tahun teritama pada mereka yang tidak melakukan pekerjaan dan juga pada mereka yang merokok, sebab keduanya mempunyai interaksi sinergis dengan WHR yang akan meningkatkan disabilitas ADLs. Kata Kunci : disabilitas ADLs, IFLS V, rasio lingkar pinggang – lingkar pinggul, lanjut usia
ABSTRACK Name : Binti Khofifah Study Program : Community of Epidemiology Tittle : Relationship of Waist – Hip Ratio/ WHR with Disability at ≥ 45 years age in Indonesia (Data Analysis of Indonesia Family Life Survey V, 2014) ADLs disability have been increasing every year, so dependently ratio of oldests people increased too every years. Measurements of waist – hip ratio in oldest people are as the true indicator to identify at increased risk of accumulation of abdomial fat. It’s related with some chronical diseases and maybe can be developing into disability. Research objective is to analyze the relationship between waist hip ratio with ADLs disability in people with ≥ 45 age years. Research design is cross sectional, with data analysis with ROC (it’s to determine cut off point of ADLs disability), Chi – Square and Cox Regression Analysis. Population are all peoples with ≥ 45 age according criteria in IFLS V at 2014. The result showed that Prevalence Ratio ADLs disability with waist – hip ratio are 2,7 after controlled by interaction variable of gender by WHR, job by WHR, and smoking status by WHR. According the result to advices someone always have been measured waist – hip ratio especially for someone with ≥ 45 ages, and there are without activity but there are smoking, becouse the both have sinergic interaction with waist hip – ratio and increased ADLs disability. Keyword : ADLs disability, IFLS V, WHR, oldest – peoples
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas PERGIZI dilihat dari komponen input, proses, output dan outcome. Penelitian kualitatif dengan rancangan RAP (Rapid Assesment Procedure), dilakukan minggu keempat bulan Mei 2013 dengan informan kepala seksi gizi, petugas gizi, kader, bidan di desa, ibu balita dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan PERGIZI efektif untuk menanggulangi gizi buruk di Puskesmas Sepatan. dengan indikator meningkatnya status gizi sebesar 69,1%, hanya komponen input yakni dana yang disebagian besar pos gizi masih kurang, sedangkan dari komponen proses dan output telah dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Agar mengoptimalkan penanggulangan gizi buruk di wilayah Puskesmas Kabupaten Tangerang dengan PERGIZI.
The aims of this study was to determine the effectiveness of the PERGIZI program viewed by its component such as inputs, process, outputs and outcomes. A qualitative research with RAP (Rapid Assessment Procedure) design was conducted at fourth week of May 2013. The data collection methods used an indepth interview and focused group discussion. With the informants 42 persons consisting of section head of nutrition, nutrition workers, cadres, village midwives, mothers of under five children and community leaders. This could be seen from change of nutritional status from the under five children as much as 69,1%. From the input component the mean barrier was funding both component process and output was considered successfull and achieving the predetermined goal. It is recomended to solve existing under five nutritional problem in the district of Tangerang using the PERGIZI approach.
