Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Malahayati; Pembimbing: Pratomo, Hadi
M-1877
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunki Malahayati; Pembimbing: Jaslis Ilyas
M-192
Depok : FKM UI, 1998
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Happy Rahmadillah; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Artha Prabawa, Sulistyo Basuki
S-7989
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunki Malahayati Tambunan; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito
S-3076
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Malahayati; Pembimbing : Wachyu Sustiadi; Penguji: Amila Megraini, Yuli Prapanca Satar, Heru Kusumanto, Yunanto Sam'un Bashor
Abstrak:
Investasi yang ditanamkan untuk fasilitas rawat inap kelas I dan VIP (segmen kelas atas) cukup besar, sehingga bila utilisasinya rendah ditambah dengan tidak tercapainya target pendapatan dari segmen ini maka rurnah sakit tidak dapat melaksanakan kebijakan subsidi silang secara optimal kepada kelas rawatan yang lebih rendah, terlebih bila pendapatan dari kelas rawatan yang lebih rendah juga tidak tercapai. Rumah Sakit perlu memprioritaskan peningkatan utilisasi dan pendapatan dari kelas rawat inap ini sehingga dapat membantu menutupi pendapatan ruang rawat inap secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh infomasi besarnya pasar potensial produk pelayanan rawat inap kelas I dan VIP di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang yang merupakan salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey dan telaah data dan datanya dianalisa secara kualitataif. Untuk memperoleh informasi besarnya pasar potensial yang akan akan menyerap pengembangan dan peningkatan utilisasi produk pelayanan rawat inap segmen atas ini, peneliti melakukan analisa terhadap hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasar potensial tersebut yaitu : 1. Analisa hasil penjualan seperti karakteristik demogragik, geografik dan psikografik dari pasien yang telah menjalani rawat inap (penetrated market) serta menilai daerah potensial dari penetrated market tersebut. 2. Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan seperti keadaan umum masyarakat Kabupaten Karawang yang diproleh melalui gambaran geodemografiknya, menganalisa minat dan daya beli masyarakat terhadap produk pelayanan rawat inap segmen atas. 3. Analisa akses terhadap lokasi rumah sakit dari wilayah/ kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang untuk menentukan daerah potensialnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pangsa pasar untuk produk pelayanan rawat inap segmen atas di Kabupaten Karawang masih cukup besar sehingga dengan strategi pemasaran yang tepat, program rumah sakit untuk meningkatkan utlisasi dan pendapatan dari segmen ini dapat direalisasikan. Dari penelitian ini pula diperoleh informasi bahwa pasar potensial untuk produk pelayanan rawat inap kelas I dan VIP ini adalah konsumen yang bertempat tinggal dalam radius 10 - 15 km dari lokasi rumah sakit, merupakan kelompok masyarakat dengan penghasilan tertinggi , berpendidikan tinggi serta bekerja pada sektor perdagangan dan industri. Hasil penelitian dan saran- saran yang diajukan diharapkan dapat memberi masukan bagi RS. Dewi Sri Karawang untuk meningkatkan utilisasai dan pendapatan dari rawat inap kelas I dan VIP.

Big investment has been put into providing In Patient Departement facilities for first and VIP class aimed for upper class segment In the case of low utilization of this facility, and or the target income from this segment cannot be reched. The hospital need to put the priority on increasing utilization and income from this first and VIP class In Patient Departement to cover the income from In Patient Departement facility overall. The research aimed to have information on potential market of first and VIP class In Patent Departement facilities, conducted at Dewi Sri Hospital - a private hospital in Karawang Regency. This descriptive research use method of survey and data prediction, then the data is qualitatively analyzed. The analyses were on : 1. The influencing aspects of potential market, such as characteristic on demographic, geographic and psycographic aspect from penetrated market, and then judgment on potential market area from this penetrated market. 2. Factors influencing the market based on general condition of people in Karawang Regency, which coming from geo-demographic view, analyzing interest and capability to buy this upper class segment In Patient Departement Services. 3. Acses to hospital compare to surrounding area I districts to determine potential market for the hospital. As the result, it was found that the market for upper class segment In Patient Departement market still widely open, and by using a proper marketing strategy, the hospital program to increase utilization and income from this segment will be able to reach. It was found also that potential customer which live within radius fifteen kilometers from the hospital has highest income in the regency, with high education and work in industry and trade sector. The research result and suggestions can be use as an input for Dewi Sri Hospital to increase utilization and income from first and VIP class In Patient Departement.
Read More
B-490
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Malahayati; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Muhamad Nur Ihwan, Purwa Kurnia Sucahya
Abstrak:
Casemix, casemix index dan hospital baserate merupakan indikator penting untuk melihat kinerja rumah sakit di bawah sistem pembayaran INA-CBGs. Indikator tersebut merupakan penyusun besaran tarif INA-CBGs, instrumen penilaian kinerja rumah sakit mitra BPJS Kesehatan dan instrumen penyusun pembayaran klaim mixed method INA-CBGs dan global budget yang mulai diujicobakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis capaian dan determinan indikator casemix, casemix index dan hospital baserate RSPG Cisarua Bogor selama tahun 2017 – 2022. Penelitian akan dilakukan selama bulan Mei – Juni 2023 oleh peneliti langsung di RSPG Cisarua Bogor. Analisis capaian indikator casemix, casemix index dan hospital baserate rumah sakit menggunakan data sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi data pada elektronik klaim (e-klaim) Kementerian Kesehatan. Determinan yang berpengaruh terhadap ketiga indikator yang dihitung dalam penelitian ini akan dianalisis secara crossectional melalui pendekatan analitik kuantitatif dari data sekunder berupa e-klaim dan laporan rumah sakit. Uji statistik berupa uji korelasi dan regresi linier sederhana digunakan untuk melihat determinan yang berkaitan dengan indikator casemix, casemix index dan hospital baserate. Hasil penelitian menunjukkan tren casemix rawat jalan dan rawat inap tahunan RSPG mengalami penurunan dari 2017 hingga 2021 seiring dengan penurunan jumlah kasus. Penurunan pada tahun 2020 dan 2021 diakibatkan adanya penurunan jumlah kasus yang signifikan selama pandemi Covid-19. Nilai casemix di tahun 2022 kembali naik seiring membaiknya kondisi pandemi di Indonesia. Capaian casemix index rawat jalan dan rawat inap RSPG Cisarua lebih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata capaian casemix index RS Pemerintah Kelas A di regional I. Terjadi kenaikan casemix index saat pandemi Covid-19 dikarenakan masyarakat berobat dalam keadaan lebih parah di saat pandemi. Hospital baserate rawat jalan RSPG tahun 2017 dan 2021 masih berada di bawah tarif nasional, sedangkan tahun 2018, 2019, 2020, dan 2022 hospital baserate lebih tinggi dibandingkan tarif nasional. Hospital baserate rawat inap RSPG secara konasisten lebih tinggi dibandingkan tarif nasional. Artinya biaya yang dikeluarkan rumah sakit lebih tinggi dibandingkan tarif yang dibayarkan oleh BPJS dalam menangani kasus dengan nilai cost weight=1. Terdapat 5 variabel yang bernilai signifikan dengan p<0,05 terhadap casemix rawat jalan, yakni jumlah kasus, jumlah klinik rawat jalan, jumlah dokter spesialis, proporsi beban pegawai, dan proporsi beban penyusutan. Variabel yang berkorelasi secara statistik terhadap casemix rawat inap adalah jumlah kasus, severity level II dan III, lama hari perawatan, jumlah dokter spesialis, proporsi beban pegawai, dan proporsi beban penyusutan. Jumlah klinik rawat jalan dan proporsi beban pegawai memiliki hubungan dengan capaian casemix index rawat jalan. Jumlah kasus, severity level I dan III, lama hari perawatan, serta jumlah dokter spesialis yang praktek di rumah sakit secara statistik berpengaruh terhadap capaian casemix index rawat inap. Hospital baserate di rumah sakit dihitung dengan membagi total biaya dengan casemix. Jumlah klinik rawat jalan, jumlah dokter spesialis, dan proporsi beban pegawai memiliki hubungan (p<0,05) terhadap hospital baserate rawat jalan. Jumlah kasus, severity level I dan III, lama hari perawatan, dan proporsi beban pegawai merupakan determinan yang teridentifikasi terhadap hospital baserate rawat inap.

Casemix, casemix index and hospital baserate are important indicators to evaluate hospital performance under the INA-CBGs payment system. These indicators are the basis for the INA-CBGs tariff rates, the instrument for assessing the performance of BPJS Kesehatan partner hospitals and the constructing instrument of mixed method global budget claim payments for INA-CBGs which has begun to be trialled. This research was conducted to analyze the achievements and determinants of casemix, casemix index and hospital baserate RSPG Cisarua Bogor from 2017 to 2022. The research conducted on May - June 2023 at RSPG Cisarua Bogor. Analysis of the achievement indicators for casemix, casemix index and hospital base rate uses secondary data obtained from Ministry of Health's electronic claims (e-claims). The determinants that affect the indicators will be analyzed cross-sectionally through a quantitative analytical approach from secondary data form e-claims and hospital reports. Correlation and simple linear regression were used to see whether the determinants related to the casemix, casemix index and hospital baserate indicators. The results showed that the casemix trend for outpatient and inpatient at RSPG had decreased from 2017 to 2021 along with the number of visits. The decline in 2020 and 2021 was due to a significant decrease in the number of visits during the Covid-19 pandemic. The casemix in 2022 increased as the pandemic conditions improved in Indonesia. The casemix index for outpatient and inpatient care at RSPG Cisarua were lower than the average casemix index for Class A Government Hospitals in regional I. RSPG outpatient hospital baserate in 2017 and 2021 is still below the national rate, while the other years are higher. RSPG's hospital base rate of inpatient care is consistently higher than the national rate. This means that the costs incurred by the hospital are higher than the rates paid by BPJS in handling cases with cost weight = 1. There are 5 variables that have significant value with p
Read More
B-2348
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Malahayati Rusli Bintang; Promotor: Adang Bachtiar; Kopromotor: Fachmi Idris; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Ali Ghufron Mukti, Rizanda Mahmud, Achmad Farich
Abstrak:
Diabetes Melitus (DM) meningkatkan risiko terkena TB paru, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Meskipun penemuan kasus secara aktif dan peningkatan pelaporan di fasilitas kesehatan sangat penting, namun keterlibatan sektor swasta dalam pengendalian TB masih rendah karena adanya fragmentasi dan dana yang tidak memadai. Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) adalah perangkat lunak utama untuk mencatat dan melaporkan kasus TB, namun aksesnya terbatas dan sistemnya tidak terintegrasi dengan baik. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan e-screening tool untuk mengintegrasikan skrining TB ke dalam skrining diabetes yang ada saat ini secara efisien sehingga notifikasi TB di FKTP swasta dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed exploratory sequential, yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara bertahap. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap pertama menggunakan pendekatan kuantitatif dan tahap kedua dan ketiga menggunakan pendekatan kualitatif. Ditahap pertama, dilakukan analisis faktor determinan TB pada pasien DM menggunakan data Riskesdas 2013 dan 2018. Lalu tahap 2 dilakukan analisis/evaluasi mengenai implementasi proses notifikasi TB pada FKTP swasta dan pada tahap 3 dilakukan proses diseminasi kebijakan rancangan model skrining TB pada pasien DM dengan menggunakan pendekatan Policy Cycle. Hasil penelitian di tahap 1 menunjukkan bahwa variabel diagnosa penyakit kanker, riwayat merokok, ketersediaan rumah sakit swasta dan ketersediaan praktik dokter/klinik secara statistik memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian TB pada pasien DM. lalu dari hasil uji multivariat diperoleh hasil bahwa kanker merupakan faktor prediktif pada kejadian penyakit TB paru pada penderita DM. hasil penelitian tahap 2 menunjukkan bahwa belum semua FKTP swasta memiliki SITB mandiri yang menyebabkan pencatatan dan pelaporan kasus TB menjadi temuan milik puskesmas dimana hal ini berdampak pada rendahnya notifikasi TB di FKTP swasta. Hasil penelitian tahap 3 menunjukkan bahwa untuk meningkatkan notifikasi TB di FKTP swasta dapat dilakukan dengan merancang e-screening tool TB dengan pendekatan kaskade TB 6T. Dengan mengintegrasikan JKN Mobile, E-RM, P-Care dan SITB dalam bentuk partner satu sehat, serta didukung dengan SDM, sarana prasarana dan pembiayaan yang cukup diharapkan dapat meningkatkan notifikasi TB di FKTP swasta sehingga dapat menurunkan angka kematian atau angka kesakitan akibat TB pada pasien DM.

Diabetes Mellitus (DM) increases the risk of developing pulmonary TB, especially in high-risk groups. While active case finding and improved reporting at health facilities are critical, private sector involvement in TB control remains low due to fragmentation and inadequate funding. The Tuberculosis Information System (TBIS) is the primary software for recording and reporting TB cases, but access is limited and the system is not well integrated. To overcome these challenges, an e-screening tool is necessary to efficiently integrate TB screening into existing diabetes screening so that TB notifications at private primary care facilities can increase. This study used a mixed exploratory sequential approach, which combines quantitative and qualitative methods in its stages. The study consisted of 3 stages, with the first stage using a quantitative approach and the second and third stages using a qualitative approach. In the first stage, the determinants of TB in patients with DM were analyzed using 2013 and 2018 Riskesdas data. Then in stage 2, an analysis/evaluation of the implementation of the TB notification process at private primary care facilities was carried out and in stage 3, the policy dissemination process of the TB screening model design in DM patients was carried out using the Policy Cycle approach. The results of stage 1 of the study showed that the variables of cancer diagnosis, smoking history, availability of private hospitals and availability of TB screening in DM patients were significantly associated with TB screening in DM patients. The results of the multivariate test showed that cancer was a predictive factor in the incidence of pulmonary TB disease in patients with DM. The results of phase 2 of the study showed that not all private primary health care facilities have independent SITB, which causes the recording and reporting of TB cases to be the findings of the puskesmas, thus has an impact on the low notification of TB in private primary health care facilities. The results of phase 3, showed that improving TB notification at private primary care facilities can be done by designing a TB e-screening tool with a 6T TB cascade approach. By integrating JKN Mobile, E-RM, P-care and SITB in the form of the intergrated system of Satu Sehat, and supported by sufficient human resources, infrastructure and financing, these allow room for a better national TB control management. In this light, TB notification rate has a good potential for improvements at private primary care facilities, and thus eventually contributing to a reduction of mortality or morbidity due to TB in DM patients.
 
 
Read More
D-509
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive