Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fatimah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Ronnie Rivany, Budi Hartono, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:

ABSTRAK Untuk menghadapi persaingan yang semakin bcmt, scbuah rumah sakit harus dapat mencmpatkan oricntasi kepuasan sebagai tujuan utama. Dengan demikian kinerja karyawan rumah sakit harus diperhatikan, tcrutama mengenai motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Karena dcngan adanya motivasi kelja dan kepuasan maka karyawan dapal bekerja dengan optimal. Dalam hal ini kebutuhan karyawan juga merupakan perhatian yang panting bagi manajemen rumah sakit dikarenakan adanya keterkaitan yang erat antara karyawan dengan kemajuan rumah sakit, _ RSMH. Thamrin Cileungsi belum melakukan pengukuran mcngcnai motivasi dan kepuasan kenja karyawan sebelumnya. Olch karena itu masalah penelitian dalam tesis ini adalah belum pemah adanya pengukuran mengenai motivasi dengan kepuasan kerja karyawan baik itu karyawan paramedis dan non medis terhadap manqiemen rumah sakit. Penclitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, usia, pcndidikan dengan motivasi kcria karyawan dun juga huhungan motivasi dengan kepuasan kerja karyawan paramedis dan non medis di RS. MH. Tharnrin Cileungsi. Pcnclitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan analisis korelatif yang dirancang untuk mengukur hubungan antara seluruh variabcl bcbas dengan variabel terikat, dengan sampel 202 orang karyawan, terdiri dari 102 karyawan paramedis dan I00 karyawan non medis. I-lasi! penelitian menemukan bahwa pada karyawan paramcdis maupun non medis terdapal hubungan yang bcrrnakna antara jcnis kelamin dcngan motivasi karyawan yang meliputi kebutuhan rasa aman pada karyawan paramedis sedangkan pada karyawan non medis meliputi kcbutuhan iisioiogis. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan motivasi karyawan yang meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan sosialisasi, dan kebutuhan penghargaan pada karyawan paramedis, sedangkan karyawan non mcdis mclipuli kcbutuhan sosialisasi, kcbuluhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi. .luga terdapal hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan motivasi karyawan paramedis yang meliputi kcbutuhan rasa aman, kebutuhan sosialisasi, dan kcbutuhan pcnglmargaun. Namun lidak tcrdaput hubungan yang bemxakna antara pendidikan dengan motivasi karyawan non medis. Serta di dapat adanya hubungan yang bermakna antara motivasi dengzm kepuasan karyawan paramedis maupun non mcdis yang meliputi kebutuhan iisiologis, kcbuluhan rasa aman, dan kebutuhan akan penghargaan. Dengan pcngujian rcgrcsi logistik didapat tingkat pendidikan dan kebutuhan fisiologis yang mcmiliki hubungan paling bermakna dengan kepuasan karyawan paramedis. Sedangkan Dengan pcngujian regresi logistik didapat usia dan kebuluhan rasa aman yang memiliki hubungan paling bermakna dengan kcpuasan karyawan non mcdis. Untuk manajemen rumah sakit perlu lebih memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan motivasi dan kepuasan karyawan paramedis maupun non medis, diantaranya yaitu dengan sistcm kompensasi yang sesuai dengan penclidikan dan bcban kezja, adanya insentiil bonus, jaminan kesehatan dan keselamatan keqia (aslek, jamsostek, dll), dan lain sebagainya. Kenyamanan karyawan dalam bekerja _iuga harus diperhatikan dengan mcnjaga kondisi fisik rumah sakit dan menghindari adanya kecelakaan kerja di RS, selain ilu perlu adanya bus karyawan unluk karyawan yang tempat tinggalnya jauh dari RS. Ada baiknya manajemen rumah sakir mulai memperhatikan prestasi karyawan paramcdis maupun non medis dengan memberikan mcreka penghargaan selayak-layaknya seperti berupa piagam, surat rekomendasi, ataupun sekedar cindcra mata. Pihak manajemen perlu lebih memperhatikan karyawan paramedis dan karyawan non medis, terlebih karyawan paramedis yang pada umumnya sering berhubungan Iangsung dengan pasien. Agar tidak texjadi kesenjangan antara karyawan paramcdis dan non medis, maka pihak manajemen selayaknya dapat bersikap adil dan bijak tanpa membedakan status kepegawaian karyawan.


ABSTRACT To face a more complicated competition, a hospital must place satisfaction orientation as main purpose. Thus, hospital employees` performance had to be paid attention, especially toward motivation and employees work satisfaction. Because work motivation and satisfaction so employees could work optimally. Employees needs also become important focus for hospital management because ol' close relation between employees and hospital progress. MH. Thamrin Hospital Cileungsi not yet performed measurement toward employees? motivation and satisfaction. Therefore, research problems in this thesis is never exist an assessment toward motivation with employees work satisfaction whether paramedic and non-medic employees concerning hospital management. This research was aim to identify reiation of gender, age, education with work motivation and relation motivation with work satisfaction of paramedic and non-medic employees in M.H. Thamrin Hospital Cileungsi. This research is using cross sectional method with quantitative method and using correlative analysis that designed to assess relation between whole dcpcndcnt variables and bond variables, with 202 employees as samples, consist of` l02 paramedic and 100 non-medic employees in M.H. Thamrin Hospital Cileungsi. Research result obtained that whether paramedic or non-medic employees got significant relation between gender and employees motivation including salety needs on paramedic employees while on non-medic employees including physiology needs. Obtained significant relation between ages with employees? motivation including physiology needs, socialization needs, and appreciation needs on paramedic employees. while non-medic employees including socialization needs, appreciation needs and actualization needs. Also obtained significant relation between cducations with paramedic employees? motivation, which including safety needs, socialization needs and appreciation needs. However, there are no significant relations between education and non-medic employees? motivation. Also obtained significant relation between paramedic employees motivation and non-medic employees satisfaction, which including physiology needs, safety need and appreciation needs. By logistic regression test obtained education level and physiology needs, that has the most significant relation with paramedic employees? satisfaction. While, according logistic regression obtained age and safety needs as the most significant relation of non-medic employees? satisfaction. Hospital management need to conccm items that related with motivation and paramedic and non-medic employees? satisfaction, one of them is compensation system that appropriate with education and work responsibility, incentive, bonus, health guarantee and work safety (astclejamsostelt, etc), etc. Employees comlbrtable in working also focused by maintaining hospital physical condition and avoiding work accident in hospital, besides needed employees bus for employees who live far from hospital. lt is beneficial if hospital management staned to concem paramedic and non-medic employees? achievement by giving them reward such as deed. recommendation letter, or souvenirs. Management need focused to paramedic employees and non-»medic employees, moreover paramedic employees that generally directly related with patient. So that there is no gap between paramedic and non-medic employees, thus management should acl fair and wise without altering employees status.

Read More
B-1004
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwadi; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Yuli Prapanca Satar, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Faktor penentu yang berhubungan dengan terjadinya pembengkakan restitusi dan jumlah pemohon yang tidak prosedural dari tahun ke tahun antara lain adalah adanya persepsi masyarakat Polri terhadap citra Rumkitpus Polri RS Sukanto yang kurang baik yaitu adanya stigma negatif terhadap rumah sakit tersebut. Untuk mengetahui hubungan antara citra Rumkitpus Poiri RS. Sukanto dan pengajuan restitusi diantara anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya, telah dilakukan penelitian kros seksional dan penelitian kualitatit terhadap 190 orang sampel anggota Polri di Jakarta. Sampel diambil secara proportional stratified random sampling. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data tentang persepsi terhadap citra dan pengetahuan tentang restitusi, sedangkan data tentang restitusi lainnya diperoleh dari studi literatur. Teknik analisis yang digunakan adalah : uji chi square, menghitung odds ratio dengan confidence interval 95 %, uji korelasi Spearman's rho dan analisis regresi logistik dari program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,8 %) memiliki persepsi terhadap citra yang baik dan sebanyak 43,2 % responden memberikan persepsi buruk terhadap citra Rumkitpus Polri RS. Sukanto. Sebagian besar responden (64,7 %) tahu tentang restitusi. Sebanyak 117 orang (61,6 %) responden pernah mengajukan restitusi dan sebagian besar (86,3 %) diantaranya tidak prosedural. Dana yang dikeluarkan untuk membayar restitusi pada setiap tahunnya cenderung meningkat. Terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05) antara kepangkatan dengan citra p= 0,012; OR= 0,23. Hubungan tersebut menunjukkan korelasi positif dan bermakna, dimana r= 0, 182; p= 0,012. Variabel citra berhubungan bermakna dengan restitusi, dimana p= 0,038; OR= 0,784. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan nilai p= 0,046; OR= 0,146: CI 95% 0,048-0,274. Terdapat perbedaan persepsi terhadap citra Rumkitpus Polri RS Sukanto di kalangan anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya berdasarkan kepangkatan dan terdapat hubungan antara citra Rumkitpus Poiri RS Sukanto dan pengajuan restitusi diantara anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya. Disarankan konsisten dan tegas dalam menerapkan ketentuan pangajuan restitusi dan meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki tingkat kecocokan, memperbaiki tingkat kedekatan serta perbaikan manajemen rumah sakit. Daftar Pustaka : 26 (1983-2003)

Relation Between Image of Rumkitpus Polri Rs. Sukanto and Proffering of Restitution Among Member Police Unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya of Year 2003Determinant related to the happening of improvement of applicant amount and restitution which not procedural from year to year for. Example is the existence of perception of Polri to image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto un favorable that is existence of negative stigma to hospital. To know relation among image of Rumkipus Polri of RS Sukanto and proffering of restitution among Police member unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya, have been conducted by research of sectional kros and research qualitative to 190 people of sampel Police member in Jakarta. Sample taken by proportional sampling random stratified. Questioner used to get data about perception to knowledge and image about restitution, while data about other restitution obtained from literature study. Analysis technique the used is : test of chi square, calculating ratio odds with international confidence 95%, correlation test of Spearman?s analysis and rho of regression logistics of program of SPSS. Result of research indicate that most responder ( 56,8%) owning perception to good image and counted 43,2% responder give ugly perception to image of Rumkitpus Polri of RS. Sukanto. Most responder ( 64,7%) knowing about restitution. Counted 117 people ( 61,6%) responder have raised restitution and most ( 86,3%) among others [do] not procedural. Fund released to pay for restitution in each its year tend to increase. There are relation having meaning of (p < 0,05) among rank with image of p= 0,012; OR= 0,23. The relation show positive correlation and have a meaning of, where r= 0, 182; p= 0,012. image variable correlate to have a meaning of with restitution, where p= 0,038; OR= 0,784. Result of analysis of regression logistics show value of p= 0,046; OR= 0,146: Cl 95% 0,048 - 0,274. There are difference of perception to image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto among Police member Unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya pursuant to rank and there are relation among image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto and proffering of restitution among Police member unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya. Is suggested by consistence and coherent in applying rule of proffering of restitution and improve the quality of service, improve storey of agreement, improve contiguity storey and also repair of hospital management. Bibliography : 26 ( 1983-2003)
Read More
B-775
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisna Murti Mudijana; Pembimbing: Supriyantoro
B-538
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enny Ekasari; Pemb. Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Rumah Sakit Mohammad Husni Thamrin Cileungsi adalah rumah sakit swasta di wilayah kabupaten Bogor yang sudah mempunyai fasilitas Medical Check Up. Karena jumlah kunjungan yang jauh dari target dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi rumah sakit, salah satu kegiatan pemasaran yang dilakukan adalah melakukan segmentasi, target dan posisi. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam menyusun program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terhadap 103 responden pelanggan unit MCU untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan pelanggan, diolah secara kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Selain itu penulis juga melakukan wawancara mendalam terhadap manajemen rumah sakit untuk menetapkan target pelanggan dan posisi unit MCU RSMHTC. Dari basil penelitian diperoleh data / informasi bahwa segmentasi pelanggan unit MCU RSIVIHTC adalah sebagai berikut: Segmen pelanggan menurut geografi adalah pasien yang berasal dari wilayah luar Cileungsi, dengan waktu tempuh > 45 menit, jarak dari tempat tinggal ke RS > 15 km, dan mengatakan bahwa letak RS adalah strategis. Segmen pelanggan menurut demografi adalah perempuan, usia 20 - 30 tahun, dengan status belum menikah, pendidikan > SMA, pekerjaan karyawan swasta, penghasilan < Rp I juta. Segmen pelangan menurut psikografi adalah: penanggung biaya pengobatan oleh pribadi, kunjungan ke rumah sakit untuk yang pertama, melakukan MCU I kali dalm setahun, alasan MCU karena perminttaan perusahaan , yang menganjurkan MCU adalah perusahaan, mencari informasi melalui keluarga/teman. Segmen pelanggan menurut perilaku didapatkan: persepsi pasien terhadap pelayanan dokter dan perawat adalah cukup, prosedur administrasi mudah, tarif MCU cukup, tarif MCU di RSMHT dibanding dengan RS lain cukup, fasilitas alat medis cukup, kebersihan dan kenyamanan ruang periksa cukup, penilaian atas pelayanan adalah puas.Target pasar pelanggan yang ditetapkan bersarna manajemen RS adalah segmen yang secara geografi berada pada wilayah Cileungsi, golongan menengah ke bawah, usia produktif. Posisi unit MCU RSIVIHTC saat ini adalah sebagai pengisi pasar clan diharapkan menjadi tujuan pasien yang ingin melakukan pemeriksaan MCU dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau untuk pasien di wilayah Cileungsi khususnya. Peneliti menyarankan kepada manajemen RS sebaiknya dilakukan analisis penjualan untuk produk MCU agar dapat diketahui besamya pasar, potensi daya beli dan perubahan-perubahan yang tedadi di pasar, dapat mengidentifikasi target market, dapat melihat perubahan penrnintaan produk dan tekanan tekanan pesaing. Segera menyusun program pemasaran unit MCU dan mempercepat realisasi kerjasarna dengan perusahaan disekitar RS baik swasta maupun instansi pemerintah.untuk pelanggan unit MCU. Meningkatkan kualitas pelayanan dan SDM, menyiapkan kelengkapan fasilitas yang memenuhi standar RS sesui tipe, khususnya proses pernbangunan dalam rangka pengembangan.

Mohammad Husni Thamrin Cileungsi Hospital (RSMHTC) is a private hospital facilitated with Medical Check Up (MCU) features in Bogor regency. Due to lack of patients visit, the hospital has not been gaining much profit in the past few years. To anticipate the recurrence in the upcoming future, a research was conducted in order to obtain comprehensive information with regard to the customer's segment and target, and hence, will provide inputs for marketing strategies to implement. The research was carried out by performing segmentation in the aspects of geographic, demographic, psychographic and customer's attitude. The hospital's position was obtained through researches or studies and literatures which have been carefully examined. This analytical-descriptive research is a quantitative research where the primary data was collected through questionnaire distributed to 103 respondents. The data was then analyzed quantitatively and illustrated in terms of frequency distribution tables. Interviews with customers and hospital's management were also conducted to identify each of their characteristics, needs, targets and position, respectively. The main outcomes of the research are as follow: Segmentation in geographic aspect: Customers who live outside Cileungsi and its vicinity, take more than 45 minutes to get to hospital, live over 15 km from hospital, and state that the hospital is strategic. Segmentation in demographic aspect: Customers are single female between 20 - 30 years of age, last education is high school, working as an employee with income of less than Rp. 1 million. Segmentation in psychographic aspect: Customers pay the medical bill themselves, visit for the first time, use the service of MCU once a year, use MCU because their company's inquiry, suggested by the company, seek information through family and/or friends. Segmentation from attitude: Customers' perception of the Doctor's and nurse's services is appropriate, administration procedures are simple, the cost of Mars service is proper, the cost of MCU at RSMHTC to be compared to other hospital is comparable, the facility if MCU is suitable, cleanliness and convenience of the examination room is adequate, overall remarks of the service is satisfied. RSMHTC management's marketing target of the customers are those who geographically live in Cileungsi and its surrounding, socially in middle to lower terrier and are still productive. RSMHTC currently is a market nicher and expected to be the sole destination of customers in Cileungsi area to be specific. To boost the market, it is suggested that RSMHTC to conduct market segmentation periodically in order to measure the market value, buying power potential and market changes, identify market target, provide insight on the current trends, and distinguish changes in demand and its product and competitors pressures. It is also recommended to compose data compiling of RSMHITC Mars customers and their bases such that may be utilized to develop and accelerate the realization of a joint venture with other instances whether it is Government or private, in Cileungsi area.
Read More
B-1005
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive