Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Munifah; Pembimbing: Adang Bachtiar
S-1091
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Munifah; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Ronnie Rivany, Mieke Savitri, Muh. Fikri
Abstrak:

Dalam tesis ini akan dihitung rata-rata biaya pelayanan (average cost), nilai karakteristik, nilai kapitasi untuk pembiayaan layanan rawat inap bagi pasien JPK Gakin di rumah sakit pemerintah dan swasta wilayah Jakarta Timur. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang besaran biaya kapitasi pelayanan rawat inap di rumah sakit wilayah Jakarta Timur, termasuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi biaya kapitasi tersebut. Penelitian deskriptif-analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari laporan bulanan klaim biaya rawat inap pasien JPK Gakin dari rumah sakit Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total biaya untuk pelayanan RITL di rumah sakit wilayah Jakarta Timur diperkirakan sebesar Rp 33,6 milyar dengan nilai kapitasi sebesar Rp 191.063 per orang per tahun atau sebesar Rp 15.922 per orang per bulan. Average claim cost untuk RS Jakarta Timur adalah Rp 3.359.799 dan tingkat utilisasi RITL rata-rata 7. Peneliti menyarankan untuk : (1) memperluas penelitian dan analisis untuk seluruh rumah sakit dan puskesmas yang ada di DKI Jakarta, (2) menggunakan sistem kapitasi dalam mekanisme pembayaran di RS, (3) penerapan DRG guna mendukung penerapan Tarif Paket Pelayanan Essensial, (4) adanya pendataan ulang yang akurat tentang jumlah penduduk miskin DKI yang perlu mendapat kartu gakin, renovasi dan evaluasi  sistem/program senantiasa dilakukan agar realisasi program JPK-Gakin semakin optimal dan sesuai tujuan, (5) Diagnosa penyakit dengan pembiayaan terbesar, perlu dilakukan langkah-langkah pengendalian baik oleh RS maupun dinas kesehatan agar beban anggaran dapat dikurangi.


 

This thesis calculated the average cost of care, characteristic value, the value of capitation for in-patient health services payment of the program of health service assurance for the poor family (HAS-PF) in hospitals government and the private area of East Jakarta. The Study purposed to obtain information about amount of capitation cost of in-patient health service at east Jakarta hospitals, and the analysis of factors that affect the capitation cost. Descriptive-analytic study using quantitative approaches. Data used consisted of monthly reports expense claim of the in-patient of HAS-PF programs at the east Jakarta hospitals. The results showed that the total cost of the in-patient health services at the hospital east Jakarta area is estimated at Rp 33.6 billion with a value of capitation Rp 191.063 per person per year, or Rp 15.922 per person per month. Average claim cost for the Hospital, East Jakarta is Rp 3,359,799, and the utilization rate of in-patient 7. The study suggested to: (1) expand research and analysis for all hospitals and puskesmas in Jakarta, (2) using a capitation system of payment mechanisms in hospitals, (3) application of DRG in order to support the implementation of Essential Service Package Rates (PPE), (4 ) the existence of accurate data about the number of repeated poor DKI people who need to get a gakin card, the renovation and evaluation systems / programs are constantly maintained so that the realization of program-Gakin JPK more optimal and appropriate objectives, (5) Diagnosis of the disease with the largest financing, needs to be done step- control measures by both the hospital and health department so that the budget burden can be reduced.

Read More
B-1351
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisna Agustiyah; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Munifah Budi Isnaeni, Wita Darmawanti
Abstrak:
Untuk mencapai mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit yang berorientasi kepada pasien, diperlukan suatu standar yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pelayanan kefarmasian sebagaimana diatur dalam Kepmenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui capaian SPM rumah sakit bidang farmasi yang dipengaruhi oleh ketersediaan input meliputi SDM, jenis resep, peresepan obat, ketersediaan obat, ketersediaan formulir obat, ketersediaan SOP dan sarana prasaran serta di pengaruhi proses pelayanan obat meliputi proses telaah/skrinning obat, penyiapan obat dan penyerahan obat. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk menghitung proses pelayanan dan berupa capaian SPM Rumah Sakit bidang Farmasi yang terdiri dari waktu tunggu pelayanan obat, tidak adanya kesalahan pemberian obat, kepuasan pelanggan, dan persentase penulisan resep sesuai formularium obat dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk mengetahu factor input yang mendukung dan menghambat pencapaian SPM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2021 dengan jumlah total sampel 170 pasien dan responden sebaanyak 5 orang. Hasil penelitian didapatkan waktu tunggu obat jadi adalah 10,16 menit dan waktu tunggu obat racikan 12,32 menit, persentase kepuasan pelanggan 89,06%, tidak adanya kejadian pemberian obat 100% dan penulisan resep sesuai formularium 75,82%. Faktor pendukung capaian SPM adalah jumlah SDM yang memadai dan ketersediaan SOP pelayanan resep. Faktor penghambat capain SPM adalah ketersediaan obat yang tidak lengkap, prasarana yang kurang dan belum dilaksanakannya monitoring dan evaluasi kepatuhan dokter terhadap formularium obat rumah sakit yang sudah ditetapkan. Kata Kunci: SPM Rumah Sakit, Pelayanan Farmasi, Waktu Tunggu, Kepuasan Pelanggan

To achieve the quality of pharmaceutical services in patient-oriented hospitals, a standard is needed as a reference in pharmaceutical services as regulated in Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/II/2008 concerning Hospital Minimum Service Standards. The purpose of this study was to determine the achievement of hospital MSS in the pharmaceutical sector which is influenced by the availability of inputs including human resources, types of prescriptions, drug prescription, drug availability, availability of drug request forms, availability of SOPs and infrastructure facilities and is influenced by the drug service process including the drug review/screening process., drug preparation and drug delivery. Quantitative research methods were used to calculate the time needed to proceed drug prescription service and the achievement of hospital MSS in the field of Pharmacy which consists of waiting time for drug services, the absence of medication errors, customer satisfaction, and the percentage of prescription writing according to the drug formulary, followed with qualitative research to determine the factors inputs that support and hinder the achievement of MSS. This research was carried out from May to June 2021 with a total sample of 170 patients and 5 respondents. The results showed that the waiting time for the finished drug was 10.16 minutes and the waiting time for the compounded drug was 12.32 minutes, the percentage of customer satisfaction was 89.06%, the absence of drug administration errors was 100% and prescription writing according to the formulary was 75.82%. Supporting factors for achieving MSS were the number of adequate human resources and the availability of SOPs for prescription services. Contrastingly, the inhibiting factors for achieving MSS were incomplete drug availability, inadequate infrastructure and no implementation of monitoring and evaluation of doctors' compliance with the prescribed hospital drug formulary. Keywords: Hospital MSS, Pharmaceutical Services, Waiting Time, Customer Satisfaction
Read More
T-7495
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive