Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXV, No.7, 1997, hal. 429-431. ( ket. ada di bendel 1994-2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, Vol. XXXI, No.08, Agustus 2005, hal. 489-494
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.8, XXXI, Agt. 2005, hal. 489-494, ( Cat. ada di bendel 2000 - 2005 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachmalina S. Prasodjo, Sunanti Z. Soejoeti
MPPK Vol.IX, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 1999
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sapardijah Santoso, Rachmalina Prasodjo, Sunanti Zalbawi
MPPK Vol.XI, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sapardijah Santoso, Rachmalina Prasodjo, Sunanti Zalbawi
JEN Vol.5, Ed.2
Jakarta : [s.n.], 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufik, M.; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Evi Martha, Adi Sasongko, Rachmalina Prasodjo
Abstrak: Masa remaja merupakan masa dimana seseorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Hal ini mengakibatkan perubahan sikap dan tingkah laku, seperti mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis berusaha menarik perhatian dan muncul perasaan cinta, yang kemudian akan timbul dorongan seksual.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya perilaku hubungan seksual pra nikah pada remaja di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber informasi pengetahuan remaja mengenai seks pra nikah didominasi oleh teman sebaya melalui cerita-cerita dan diskusi diantara mereka.
 
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar remaja melakukan hubungan seksual pra nikah di rumah ketika mereka berada pada situasi dan kondisi rumah yang kosong tanpa pengawasan orang tua dan sebagian kecil di hotel dan rumah kost.
 
Hasil penelitian menyarankan bahwa orang tua perlu untuk meningkatkan pengawasan mereka terhadap sikap dan perilaku remaja melalui komunikasi yang intensif dan berkualitas tanpa membatasi hak anak untuk bergaul dengan lingkungannya serta perlunya peran Dinas Pendidikan dalam pengembangan kurikulum kesehatan reproduksi remaja. Bagi Dinas Kesehatan perlunya memaksimalkan pelayanan kesehatan reproduksi remaja melalui PKPR dengan pendekatan adolescent friendly yang melibatkan remaja sendiri.
 

Adolescence is a time where one individual's experience of transition from one stage to the next and a good change of emotion, body, interests, behavioral patterns, and also full of problems. This resulted in changes in attitudes and behavior, such as starting to notice the appearance myself, became interested in trying to attract the opposite sex and show feelings of love, which would then arise sexual urges.
 
This study aims to determine the cause of premarital sexual behavior among adolescents in Pontianak. This study uses qualitative methods through in-depth interviews and Focus Group Discussion (FGD). This study shows that the source of information on youth knowledge about sex before marriage is dominated by peers through the stories and discussions among them.
 
This study also shows that most teenagers have sex before marriage at home when they are in the situation and condition of the empty house without the supervision of parents and a small part in the hotels and boarding houses.
 
The results suggest that parents need to improve their oversight of adolescent attitudes and behavior through intensive communication and quality without restricting the rights of children to interact with their environment and the need for the role of Education Department in the development of adolescent reproductive health curriculum. For Public Health Service need to maximize the adolescent reproductive health services through the Adolescent PKPR friendly approach involving teenagers themselves.
Read More
T-3150
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadi Siswoyo; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah, Rachmalina Prasodjo, Siti Isfandari
T-3338
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kenti Friskarini; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Asih Setiorini; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rachmalina S. Prasodjo, Sri Poedji Hastoety Djaiman
Abstrak:

Daiam pencapaian status gizi yang dapat mcningkatkan kualitas SDM sering ditemui berbagai masalah. Masalah gizi di Indonesia dan di negara beikembang pada umumnya masih didominasi oleh masalah Kurang Bnergi Protein (KEP), Anemia besi, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan rnasalah obesitas terutama di kota-kota besar Dalam masyarakat, terdapat kelompok rentan gizi. Remaja merupakan salah satu bagian dalam kelompok ini Masa dewasa muda juga mcrupakan masa yang penting. Kebiasaan dalam pemenuhan gizi pada kedua masa ini merupakan investasi yang panting untuk masa depan karena merupakan usia yang produktif. Melihat kenyataan di atas, maka penulis ingin melihat gambaran tentang status gizi dengan menggunakan IMT pada remaja (15 - 18 tahun)dan dcwasa muda (19 - 24 tahun) di Indonesia serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan, dengan rnenggunakan data Survei Kesehatan Rumah Tangga di Indonesia tahun 2004 serta data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2004. Tujuan umum penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan [MT pada remaja dan dewasa muda di Indonesia tahun 2004. Sedangkan tujuan khususnya adalah diperolehnya gambaran mengenai IMT pada remaja dan dewasa muda, diperolehnya faktor-faktor yang berhubungan dengan [MT pada remaja dan dewasa muda, serta diperolehnya model untuk memprediksi faktor-faktor yang berperan terhadap kejadian IMT pada remaj a dan dewasa muda di Indonesia pada tahun 2004. Rancangan penelitian adalah potong lintang dengan populasi adalah rcmaja berusia 15 - 18 tahun dan dewasa muda usia 19 - 24 tahun di Indonesia pada tahun 2004. Menggunakan data Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2004 sorta data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2004. Sampel diambil dengan menggunakan rumus uji hipotesis dua proporsi. Analisis data dengan analisis regresi logistik multinomial. Hasil dari penelilian ini adalah proporsi responden yang memiliki gizi baik (75,4%) jauh lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki gizi lebih (6,0%) dan gizi kurang (18,6%). Berdasarkan seluruh proses analisis multivariabcl didapatkan basil bahwa ada 3 vanabel yang sccara signifikan berhubungan, yaitu jumlah anggota rumah tangga, daerah tempat tinggal dan aktifitas fisik. Faktor yang dominan berhubungan dengan IMT remaja dan dewasa muda dalam penelitian dcngan OR terbesar adalah aktititas fisik. Berdasarkan penelitian ini maka perlu dilakukan pemantauan IMT secara berkala di masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui besaran masalah gizi yang texjadi schingga dapat dilakukan pencegahan secara tepat. Selain itu lebih memasyarakatkan Pedoman Umum Gizi Seimbang kepada remaja dan dewasa muda schingga meningkatkan pengetahuan rentang gizi yang baik.


Attainment of nutrition status that could increase SDM quality otten met various problems. Nutrition problems in Indonesia and developing country generally dominated by Protein Energy Deficiency, iron anemia, disturbance caused by Iodine Deficiency (GAKY), vitamin A deficiency and obesity especially in big cities. In public, acquire malnutrition groups. Teenagers are one ofthe parts in these groups. Young adult was also an important period. Nutrition fulfillment habit in these both periods was an important infestation for future because represent productive ages. Seeing above facts, writer desire to see nutrition status description by using teenagers BMI (15 - 18 years old) and young adults (19 - 24 years old) in Indonesia and related factors, by using Household Health Survey data in Indonesia at 2004 also National Social Economy Survey data at 2004. These research general purposes were information toward factors related to BMI on teenagers and young adults in Indonesia at- 2004. While particular purposes were obtaining description toward BMI on teenagers and young-adults, obtaining factors related to BMI on teenagers and young adults, also obtaining model to predict distribution factors toward BMI cases on teenagers and young adults in Indonesia at Research design is cross sectional with population of teenager ages of 15 - 18 years old and young adult ages of 19 - 24 years old in Indonesia at 2004. It was uses Household Health Survey at 2004 and National Social Economy Stuvey data at 2004. Sample collected by using formula of double proportion hypothesis test. Data analysis was using multinornial logistic regression analysis. This research result is respondent proportion that has good nutrition (75.4%) higher than respondent with exceeded nutrition (6.0%) and malnutrition (18.6%). Based on entire multivariable analysis process obtained 3 significantly related variables, which are total of household member, residence and physical activity. Dominant factor that related with teenagers BMI and young adults in research, which with highest OR, is physical activity. Based on this research require BMI monitoring as continually in public to identify occurred nutrition problems coverage so that able to perform exact prevention. Besides, it was socializing General Guidance of Balanced Nutrition to teenagers and young adults so that increasing knowledge toward good nutrition.

Read More
T-2668
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive