Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Jour. of the Indonesian Med. Ass. (Maj. Ked. Indo) (MKI), Vol. 61, No. 7, Juli, 2011, Hal.
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Hadian Rahim; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo, Chehab Rukny Hilmy, Bambang Sutrisna
D-92
Depok : FKM UI, 2004
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Luthfi Gatam; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-Promotor: Subroto Supardan; Penguji: Respati Suryanto Drajat, Errol Untung Hutagalung, Ratna Djuwita, Agus Hadian Rahim, Angelia Bibiana Maria Tulaar
D-232
Depok : FKM UI, 2009
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Charles Apul Simanjuntak; Promotor: Nuning M.K. Masjkuri; Ko-Promotor: Mondastri Korib Sudaryo, Agus Hadian Rahim; Penguji: Errol Hutagalung, Respati Suryanto Drajat, Ratna Djuwita, Asri C. Adisasmita
D-294
Depok : FKM-UI, 2014
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agusti Medika Putri; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Adang Bachtiar, Anna Kurniati, Agus Hadian Rahim
Abstrak:
Read More
Dokter spesialis dibutuhkan dalam penguatan layanan kesehatan spesialistik di Indonesia terutama penanganan penyakit dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi, namun masih terjadi disparitas di wilayah Indonesia. Upaya mengatasi isu tersebut, perubahan kebijakan program adaptasi dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri yang semula berbasis institusi pendidikan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi program ini tentunya menjadi tantangan bagi dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri, dimana dokter spesialis tersebut harus memberikan layanan spesialistik kepada masyarakat sekaligus beradaptasi terhadap sistem layanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian bertujuan melakukan analisis pelaksanaan adaptasi dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri di rumah sakit sebagai bentuk evaluasi terhadap implementasi program adaptasi di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif serta kualitatif. Penelitian kuantitatif melalui pengisian kuesioner di 14 rumah sakit lokasi penempatan sesuai kriteria inklusi dengan responden dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri, pendamping, manajemen rumah sakit serta perawat. Penelitian kualitatif dilaksanakan di salah satu rumah sakit lokasi penempatan sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menyarankan pengalaman dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri bekerja di rumah sakit Indonesia dapat mendukung pelaksanaan adaptasi berjalan dengan baik; perlu format pelaporan yang seragam bagi pendamping bagi dokter spesialis; Ketersediaan obat dan alat kesehatan di rumah sakit penempatan adaptasi serta penyediaan fasilitas tempat tinggal yang belum memadai menjadi hambatan dalam pelaksanaan adaptasi.
Specialist doctors are needed to strengthen specialist health services in Indonesia, especially in the treatment of diseases with high morbidity and mortality rates, but there are still disparities in Indonesia. Efforts to overcome this problem include changing the program’s policy for Indonesian foreign-trained specialist doctors, originally based on educational institutions, to health service facilities. Implementing this program is certainly a challenge for Indonesian foreign-trained specialist doctors, where these specialist doctors must provide specialist services to the community while adapting to the health service system in hospitals. The study aims to analyze the implementation of the adaptation of Indonesian foreign-trained specialist doctors in hospitals as a form of evaluation of the implementation of the adaptation program. The study used a quantitative method with a descriptive and qualitative design. Quantitative research through filling out questionnaires at 14 hospitals where placements were carried out according to the inclusion criteria with respondents who were Indonesian foreign-trained specialist doctors, assistants, hospital management, and nurses. Qualitative research was carried out at one of the hospitals where placements were carried out according to the inclusion criteria. The results of the study suggest that the experience of specialist doctors who are Indonesian citizens who graduated abroad who work in Indonesian hospitals can support the implementation of adaptation to run well; the need for a uniform reporting format for assistants for specialist doctors; The availability of medicines and medical devices at home, the placement of health facilities, and the provision of inadequate housing facilities are obstacles in implementing adaptation.
T-7167
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Achmad Zaki; Promotor: Sudarto Rono admojo; Kopromotor: Ratna Djuwita, Nurhayati A Prihartono; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Andri MT Lubis, Rimbawan, Agus Hadi Rahiman
Abstrak:
ABSTRAK Saat ini terdapat perbaikan Angka Harapan Hidup (AHH) penduduk Indonesia dan penambahan populasi penduduk lanjut usia. Pada tahun 2017, AHH mencapai 71,06 tahun, dan jumlah lansia 23,4 juta orang (8,97% dari seluruh penduduk Indonesia). Hal ini berisiko meningkatkan kejadian penyakit degeneratif. Osteoartritis (OA) adalah penyakit yang sering dikaitkan dengan kondisi degeneratif dan mengakibatkan ketidakaktifan fisik. Pada Riskesdas 2013, penyakit Artritis berada di urutan kedua penyakit terbanyak diderita lansia dengan prevalensi 45% (55-64 tahun), 51,9% (65-74 tahun) dan 54,8% (usia >75 tahun). Pengobatan simtomatik dengan OAINS yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek samping yang fatal. Terdapat berbagai faktor risiko berkembangnya OA lutut, di antaranya konsentrasi serum Vitamin D (25(OH)D. Proporsi perempuan lansia dengan defisiensi 25(OH)D pada penelitian di Jakarta dan Bekasi mencapai 35,1%. Terdapat hubungan antara kadar Vitamin D (25(OH)D) yang rendah dengan nyeri lutut dan perubahan kartilago sendi lutut pada OA. Serum Cartilage Oligomeric Matrix Protein (COMP) merupakan produk degradasi penting dari kartilago sendi dan dapat menjadi marker diagnosis untuk OA lutut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian suplemen Vitamin D (Alphacalcidol) selama 12 minggu terhadap derajat nyeri berdasarkan indikator WOMAC, dan kondisi obyektif kartilago sendi dengan perubahan marker serum COMP pada penderita OA lutut lansia. Disain penelitian uji klinis teracak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo. Subyek dengan OA lutut simtomatis direkruit secara consecutive sampling dan dilakukan anamnesis, diperiksa kondisi fisik, radiologi lutut, kadar serum Vitamin D (25(OH)D), serum Calcium dan marker COMP. Subyek dialokasikan secara acak (random allocation) pada kelompok perlakuan yang diberikan suplemen Vitamin D (Alphacalcidol) atau kelompok kontrol yang diberikan plasebo. Populasi sumber xviii Universitas Indonesia pada penelitian ini ialah pasien OA lutut lanjut usia yang berobat ke KPKM FKIK UIN Jakarta. Dari hasil pemeriksaan konsentrasi serum Vitamin D 25(OH)D sebelum dilakukan intervensi, 53,4% responden mengalami insufisiensi dan 12,3% responden mengalami defisiensi Vitamin D. Pemberian suplemen Vitamin D (Alphacalcidol) selama 12 minggu, mempengaruhi penurunan derajat nyeri berdasarkan indikator WOMAC pada penderita OA lutut lansia yang bermakna secara statistik dengan perbedaan perubahan skor pra dan pascaintervensi pada kelompok intervensi dibanding kontrol sebesar 2,174 (p=0,00). Pemberian suplemen Vitamin D (Alphacalcidol) selama 12 minggu, mempengaruhi penurunan konsentrasi serum COMP pada penderita OA lutut lansia, dengan perbedaan perubahan skor pra dan pascaintervensi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 38,15 ng/ml namun tidak bermakna secara statistik (p=0,39)
ABSTRACT At present there are improvements in the Life Expectancy (AHH) of the Indonesian population and the addition of the elderly population. In 2017, AHH reached 71.06 yo and the number of elderly people reached 23.4 million people (8.97% of the total population of Indonesia). This has the potential to increase degenerative diseases. Osteoarthritis (OA) is a disease that is often associated with degenerative conditions and physical inactivity. Riskesdas in 2013 stated that Arthritis was the second most common disease suffered by the elderly with a prevalence of 45% (55-64 yo), 51.9% (65-74 yo) and 54.8% (>75 yo). Symptomatic treatment with prolonged NSAIDs can cause fatal side effects. There are various risk factors for developing knee OA, including serum Vitamin D (25(OH)D) concentrations. The proportion of elderly women with 25(OH)D deficiency in studies in Jakarta and Bekasi reaches 35.1%. It has been found an association between low Vitamin D levels (25(OH)D) with knee pain in OA and changes in the knee joint cartilage. Cartilage Oligomeric Matrix Protein (COMP) is an important degradation product of joint cartilage and can be act as a diagnostic marker of knee OA. This study aims to determine the effect of Vitamin D supplementation (Alphacalcidol) for 12 weeks on the degree of pain based on WOMAC indicators, and the objective conditions of joint cartilage with changes in COMP serum markers in patients with knee OA in the elderly. The research design is a randomized, double-blind, and placebo-controlled clinical trials. Subjects with symptomatic knee OA will be recruited by consecutive sampling and continued with history taking, physical conditions examinatons, knee radiology, and blood test for serum vitamin D (25(OH)D), serum calcium and marker COMP. Subjects were then randomly allocated to the treatment group given Vitamin D supplements (Alphacalcidol) or the control group given a placebo. The source population in this study was elderly with knee OA patients xx Universitas Indonesia who went to Primary Health Care Clinic (KPKM) of FKIK UIN Jakarta. We found that before intervention was done, 53.4% of respondents had Vitamin D insufficiency and 12.3% of respondents had Vitamin D deficiency. The administration of Vitamin D supplements (Alphacalcidol) for 12 weeks, influenced the decrease in the degree of pain based on the WOMAC indicator in knee OA of elderly patients significantly, with differences in changes in pre and post intervention scores of 2.174 compare with control (p=0.00). The administration of Vitamin D supplements (Alphacalcidol) for 12 weeks, affected the decrease in the serum concentration of COMP in knee OA of elderly patients, with differences in changes in pre and post intervention scores in the intervention group compared to the control group of 38.15 ng/ml but not statistically significant (p=0.39).
Read More
ABSTRACT
D-401
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
