Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Geumala Hayati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Popy Yuniar, Milla Herdayati, Siti Bahiyah, Sisca Rusmawati
Abstrak:

Data WHO menyebutkan 1 dari 5 wanita mengalami masalah kesehatan mental selama periode perinatal, salah satunya depresi. Depresi memberikan dampak serius bagi ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor resiko depresi pada ibu hamil di Puskesmas PONED wilayah Kota Tangerang. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional berbasis fasilitas kesehatan dengan responden adalah 105 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di 17 Puskesmas PONED di Kota Tangerang pada Oktober 2024. Pengambilan sampel melalui teknik consecutive sampling. Informasi mengenai faktor sosiodemografi, faktor obstetri dan faktor psikososial diperoleh dari pengisian kuesioner mandiri oleh ibu hamil. Pengukuran depresi menggunakan instrument Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) yang valid dan reliabel sebagai alat skrining depresi pada ibu hamil. Analisa univariat digunakan untuk mengetahui prevalensi depresi dan karakteristik ibu hamil. Analisa bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan model regresi logistik. Data diolah dengan SPSS versi 26.

Hasil penelitian menunjukan prevalensi depresi pada ibu hamil di Puskesmas PONED Wilayah Kota Tangerang adalah 21,9%. Faktor paling dominan berhubungan dengan kejadian depresi adalah riwayat stress karena peristiwa kehidupan (p value = 0,004). Responden dengan riwayat stress beresiko 8,6 kali lebih tinggi untuk terjadinya depresi dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki riwayat stress setelah dikontrol variabel gravida, usia, pekerjaan dan penghasilan (AOR = 8,62 95% CI 2,03 – 36,69). Skrining depresi pada pelayanan antenatal penting dan direkomendasikan untuk mengidentifikasi, mencegah morbiditas dan mortalitas lebih lanjut akibat depresi antenatal.


According to WHO data, 1 in 5 women experiences mental health problems during the perinatal period, with depression being one of the most significant issues. Depression can have serious consequences for both mothers and their babies. This study aims to determine the prevalence and risk factors associated with depression during pregnancy in pregnant women at the PONED Community Health Center in Tangerang City Area. A facility-based cross-sectional study was conducted with 105 pregnant women attending antenatal check-ups at the 17 PONED Community Health Center in Tangerang City in October 2024. Sample was obtained with consecutive sampling technic.  Information regarding sociodemographic, obstetric, and psychosocial factors was collected through questionnaires. Depression was assessed using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), a valid and reliable tool for screening depression in pregnant women. Univariate analysis was employed to determine the prevalence of depression and the characteristics of the pregnant women. Bivariate analysis using the chi-square test and multivariate analysis with a logistic regression model.  The research findings revealed that the prevalence of depression among pregnant women was 21.9%. The most significant factor associated with depression was a history of stress due to life events (p-value = 0.004). Respondents with a history of stress were 8.6 times more likely to develop depression compared to those without such a history, even after adjusting for variables such as gravida, age, occupation, and income (Adjusted Odds Ratio = 8.62; 95% CI 2.03 – 36.69). This highlights the importance of screening for depression during antenatal care to identify and prevent further morbidity and mortality related to antenatal depression.

Read More
T-7198
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sisca Rusmawati; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati M., Sabarinah, Mularsih Restianingrum, Nunung Nurhayati
Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu alat ukur untuk menilai keberhasilan pencapaian pembangunan kesehatan, berdasarkan data Angka Kematian Ibu Kota Tangerang tahun 2021 melebihi target RENSTRA yaitu 15,4/100.000 KH, sedangkan target RENSTRA 12,9/100.000 KH dan jumlah kematian ibu dari tahun 2017-2021 cenderung stagnan, berdasarkan hasil analisa AMP penyebab kematian maternal di Kota Tangerang tahun 2016-2021, 89,8% kematian maternal dapat dicegah, dengan faktor penyebab terbanyak yang dapat dicegah 68,5% dari faktor penyedia layanan, kemampuan dalam melakukan tindak lanjut atas rekomendasi AMP-SR Kota Tangerang dikategorikan “menengah” karena tindak lanjut atas rekomendasi sebanyak 59,4% sehingga perlu dilakukan evaluasi pelaksanaan AMP-SR di Kota Tangerang untuk peningkatan kualitas pelayanan dan penurunan Angka Kematian Ibu. AMPSR merupakan proses yang perlu dan penting dilakukan dalam upaya menurunkan kematian maternal, baik di tingkat fasilitas maupun di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian perlu dipastikan proses AMP dilaksanakan dengan benar dan berkualitas sesuai Pedoman AMPSR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans Respons (AMP-SR) di Kota Tangerang, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan desain penelitian studi kasus untuk memberikan informasi detail terkait variabel input, proses dan produk dalam evaluasi pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans Respons (AMP-SR) di Kota Tangerang Tahun 2022, penelitian dilakukan di Kota Tangerang pada bulan Mei sampai Juni 2023 dengan jumlah informan 16 orang, data diperoleh dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan AMP-SR di Kota Tangerang sebagian besar belum optimal dan belum sesuai pedoman AMPSR terutama di komponen input yaitu regulasi dan SDM, komponen proses yaitu pencatatan, pelaporan dan pengkajian kasus kematian, serta di komponen produk yaitu respons tindak lanjut. Keberhasilan AMP-SR yang baik dan bermutu akan terwujud jika ada komitmen yang kuat dari semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan AMP-SR, perlu adanya intervensi berkelanjutan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan AMP-SR secara bertahap. Pentingnya siklus AMP-SR dilaksanakan secara utuh agar dapat digunakan untuk pembelajaran yang berkelanjutan sehingga tidak terjadi kematian ibu berulang dengan penyebab dan pelaku yang sama.

The Maternal Mortality Rate (MMR) is a measuring tool to assess the success of achieving health development, based on data from the 2021 Tangerang City Mortality Rate exceeding the RENSTRA target of 15.4/100,000 live births, while the RENSTRA target is 12.9/100,000 live births and the number of deaths mothers from 2017-2021 tends to be stagnant, based on the results of the AMP analysis for causes of maternal death in Tangerang City in 2016-2021, 89.8% of maternal deaths can be prevented, with the most preventable factors 68.5% from service provider factors, ability in following up on the AMP-SR recommendations, Tangerang City is categorized as "medium" because the follow-up on recommendations is as much as 59.4%, so it is necessary to evaluate the implementation of AMP-SR in Tangerang City to improve service quality and reduce maternal mortality.AMPSR is a necessary and important process in an effort to reduce maternal mortality, both at the facility level and at the district/city level. It is necessary to ensure that the AMP process is carried out correctly and with quality according to the AMPSR Guidelines. This study aims to analyze the implementation of the Maternal Perinatal Surveillance Response (AMP-SR) Audit in Tangerang City, this type of research is qualitative research, using a case study research design to provide detailed information regarding input, process and product variables in evaluating the implementation of the Maternal Perinatal Surveillance Audit Response (AMP-SR) in Tangerang City in 2022, research was conducted in Tangerang City from May to June 2023 with a total of 16 informants, data obtained by indepth interviews and Focus Group Discussions (FGDs). The results showed that the implementation of AMP-SR in Tangerang City was mostly not optimal and did not comply with the AMPSR guidelines, especially in the input component, namely regulation and human resources, the process component, namely recording, reporting and review of death cases, and in the product component, namely the follow-up response. The success of a quality AMP-SR will be realized if there is a strong commitment from all parties involved in the implementation of the AMP-SR, there is a need for continuous intervention to monitor and evaluate the implementation of the AMP-SR in stages. It is important that the AMP-SR cycle is carried out in its entirety so that it can be used for continuous learning so that there are no repeated maternal deaths with the same causes and perpetrators.
Read More
T-6713
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fina Widya; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Popy Yuniar, Sisca Rusmawati
Abstrak:
Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe sistem skrining mandiri berbasis web untuk mendukung deteksi dini risiko preeklamsia pada ibu hamil. Penelitian menggunakan model System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan prototyping, meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, pengujian, hingga implementasi awal. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode blackbox testing, dengan hasil menunjukkan seluruh fitur berfungsi baik sesuai kebutuhan pengguna. Sistem ini mudah digunakan oleh ibu hamil dan tenaga kesehatan, serta berpotensi diintegrasikan dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan klinik. Sistem mengkategorikan risiko preeklamsia menjadi dua tingkat, yaitu risiko tinggi dan risiko sedang, dengan rekomendasi tindak lanjut seperti perubahan pola makan atau rujukan ke fasilitas kesehatan. Skrining berbasis web ini dapat meningkatkan aksesibilitas deteksi dini risiko preeklamsia. Penelitian ini masih membutuhkan evaluasi lanjutan, seperti uji coba populasi yang lebih luas dan analisis penerimaan pengguna menggunakan metode TAM. Dukungan dari pemangku kebijakan diperlukan untuk mengintegrasikan sistem dengan layanan kesehatan nasional guna mendukung keberlanjutan dan efektivitas dalam menurunkan angka kejadian preeklamsia

Preeclampsia remains a major cause of maternal mortality, especially in developing countries like Indonesia. This study designs a web-based self-screening prototype to aid in the early detection of preeclampsia risk among pregnant women. Using the System Development Life Cycle (SDLC) model with a prototyping approach, the research encompasses iterative stages including requirements analysis, system design, testing, and initial implementation. Functional testing through the blackbox method confirms that all features perform effectively and align with user needs. The system is user-friendly for both pregnant women and healthcare providers, with potential for integration into facilities such as community health centers, hospitals, and private clinics. It categorizes preeclampsia risk into high and moderate levels, accompanied by recommendations for follow-up actions, such as dietary adjustments or healthcare referrals. This web-based system enhances accessibility for independent early detection of preeclampsia risk. However, further studies are needed, including trials on larger populations and analysis of user acceptance using the Technology Acceptance Model (TAM). Future development should prioritize integration with local healthcare systems to ensure sustainability and effectiveness. Policymakers are encouraged to support the system's broader implementation by integrating it with national health platforms, improving infrastructure, and providing user training, thereby fostering maternal health advancements in Indonesia.
Read More
T-7186
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Wulandari; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Fathimah Sulistyowati Sigit, Sisca Rusmawati, Iradani Yupitaningrum
Abstrak:

Kanker leher rahim merupakan penyakit berbahaya pada wanita yang dapat ditangani semenjak awal dengan melakukan deteksi dini. Capaian deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia yang rendah menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim. Puskesmas Batuceper merupakan salah satu puskesmas di Kota Tangerang dengan capaian deteksi dini kanker leher rahim metode IVA terendah pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku wanita usia 30-50 tahun dalam melakukan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA di Puskesmas Batuceper tahun 2024 berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner kepada 172 wanita usia 30-50 yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 11,6% wanita usia 30-50 tahun telah melakukan deteksi dini metode IVA dalam 3 tahun terakhir. Faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker leher rahim metode IVA adalah persepsi hambatan dan isyarat bertindak, dimana persepsi hambatan merupakan faktor yang paling dominan. Responden dengan persepsi hambatan yang rendah memiliki peluang 4,68 kali untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA dibandingkan responden dengan persepsi hambatan yang tinggi setelah dikontrol oleh isyarat bertindak (aOR=4,68 95% CI 1,45-15,10). Oleh karena itu, penting dilakukan upaya untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan isyarat bertindak dengan memperluas kegiatan pemberian edukasi dan informasi mengenai bahaya kanker leher rahim serta pentingnya pemeriksaan IVA kepada calon pengantin, suami/pasangan, orangtua siswa di sekolah serta lintas sektor. Kata Kunci: Deteksi Dini, Kanker Leher Rahim, Health Belief Model, Puskesmas


 

Cervical cancer is a dangerous disease in women that can be treated early by screening. The low achievement of cervical cancer screening in Indonesia has led to an increase in the incidence of pain and death from cervical cancer. The Batuceper Health Center is one of the health centers in Tangerang City with the lowest achievement of cervical cancer screening with IVA method in 2022. This study aims to determine the behavioral determinants of women aged 30-50 in conducting early detection of cervical cancer using the IVA method at the Batuceper Health Center in 2024 based on the Health Belief Model (HBM) theory. The research design uses a cross-sectional study. Data was collected by interview method using a questionnaire to 172 women aged 30-50 who were selected using consecutive sampling techniques. The data were analyzed univariately, bivariate, and multivariate with multiple logistic regression tests. The results showed that 11.6% of women aged 30-50 had successfully detected the IVA method early in the last 3 years. Factors related to the behavior of early detection of cervical cancer IVA method are the perception of obstacles and action signals, where the perception of obstacles is the most dominant factor. Respondents with a low perception of obstacles had 4.68 times the chance of cervical cancer screening with IVA method compared to respondents with a high perception of obstacles after being controlled by action signals (aOR=4.68, 95% CI 1.45-15.10). Therefore, it is important to make efforts to reduce the barriers and increase action signals by expanding education and information activities about the dangers of cervical cancer as well as the importance of IVA examination to brides-to-be, husbands/partners, and parents of students at school and across sectors.  Keywords: Screening, Cervical Cancer, Health Belief Model, Health Center

Read More
T-7228
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive