Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Labibah Saraswati; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Syifa Rindani Rachmawati
Abstrak:
Read More
PT X merupakan perusahaan distribusi dan manufaktur bahan kimia dengan mayoritas pekerja berada di kantor pusat Jakarta, mencakup Bagian Corporate maupun Bagian Distribution. Aktivitas harian pekerja didominasi oleh tugas administratif dan manajerial berbasis komputer dengan durasi penggunaan perangkat digital yang panjang, tuntutan akurasi data, serta pemenuhan target operasional dan pengawasan anak perusahaan. Kombinasi antara paparan layar yang intensif dan beban kerja kognitif tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan penglihatan terkait penggunaan visual display terminal (VDT). Sementara itu, program kesehatan kerja yang tersedia saat ini masih berfokus pada pemeriksaan visus mata dan belum menjangkau gejala Computer Vision Syndrome (CVS) secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian CVS pada pekerja kantor pusat PT X tahun 2026. Penelitian observasional ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) yang melibatkan 140 pekerja kantor pusat PT X sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner CVS-Q yang disebarkan secara daring untuk mengukur gejala CVS, serta dilengkapi dengan pengukuran intensitas pencahayaan setempat. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel individu, perangkat komputer, dan lingkungan kerja dengan kejadian CVS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 60 pekerja (42,9%) mengalami CVS, sedangkan 80 pekerja (57,1%) tidak menunjukkan gejala. Keluhan yang paling banyak dilaporkan adalah mata kering (52,1%), diikuti sakit kepala (47,1%), mata kabur (45,0%), mata berair (43,6%), dan gatal pada mata (38,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kelainan refraksi (p=0,009), durasi penggunaan komputer (p=0,010), dan posisi monitor (p=0,033) berhubungan signifikan dengan kejadian CVS. Di antara ketiga faktor tersebut, kelainan refraksi yang tidak dikoreksi memiliki hubungan terkuat dengan keluhan CVS. Sementara itu, faktor jenis kelamin, penggunaan alat bantu penglihatan, pola istirahat mata, jarak pandang ke layar, dan intensitas pencahayaan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan CVS pada pekerja kantor tidak hanya bergantung pada perbaikan ergonomi, melainkan dikombinasikan dengan deteksi dini kelainan refraksi. Pendekatan ini dapat menjadi dasar bagi PT X dalam mengembangkan kebijakan kesehatan mata pekerja, khususnya pada populasi dengan tuntutan administratif dan pengawasan operasional yang tinggi.
PT X is a chemical manufacturing and distribution company with the majority of its employees based at the Jakarta head office, spanning both the Corporate and Distribution divisions. Daily operations are dominated by computer-based administrative and managerial tasks involving prolonged digital device use, high data accuracy demands, and responsibility for meeting operational targets as well as overseeing subsidiary entities. This combination of intensive screen exposure and cognitive workload potentially increases the risk of visual display terminal (VDT)-related visual disturbances. Meanwhile, the current occupational health program remains limited to structural visual acuity examinations and has not specifically addressed Computer Vision Syndrome (CVS) symptoms. This study aims to analyze the risk factors associated with CVS occurrence among head-office workers at PT X in 2026. This observational study adopted a cross-sectional design involving 140 head-office workers at PT X as respondents. Data were collected using the online CVS-Q questionnaire to measure CVS symptoms, complemented by local lighting intensity measurements. The Chi-square test was performed to analyze the associations of individual, computer-device, and work-environment variables with CVS occurrence. The results revealed that 60 workers (42.9%) experienced CVS, while 80 workers (57.1%) were asymptomatic. The most frequently reported complaints were dry eyes (52.1%), followed by headache (47.1%), blurred vision (45.0%), watery eyes (43.6%), and itchy eyes (38.5%). Bivariate analysis showed that refractive error (p=0.009), duration of computer use (p=0.010), and monitor position (p=0.033) were significantly associated with CVS. Among these three factors, uncorrected refractive error demonstrated the strongest association with CVS complaints. Conversely, sex, use of visual aids, eye-rest patterns, viewing distance, and lighting intensity showed no significant association. Therefore, CVS prevention strategies among office workers should not rely solely on ergonomic improvements but must be integrated with the early detection of refractive disorders. This comprehensive approach can serve as a foundation for PT X to develop employee eye-health policies, particularly for a workforce with demanding administrative and operational oversight duties.
S-12469
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
