Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Berkala Ilmu Kedokteran (BIK), Vol.38, No.4, Des. 2006, hal. 218-223, ( Cat. ada di bendel 2003 - 2006 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusiani; Promotor: Nurhayati Adnan; Kopromotor: Mardiati Nadjib, Idrus Alwi; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Sabarinah, Trisari Anggondowati, Budi Yuli Setianto, Soewarta Kosen
Abstrak:
Latar Belakang : Gagal jantung masih menjadi penyebab morbiditas, mortalitas dan beban biaya medis yang tinggi, terutama akibat perawatan ulang yang dapat menyebabkan penurunan cadangan jantung dalam perjalanan klinisnya. Program multidisiplin (MDP) direkomendasikan sebagai tatalaksana komprehensif gagal jantung. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas klinis program MDP pada aspek risiko perawatan ulang dan biaya dibandingkan program standar (PS) di Klinik Gagal Jantung Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).  Metode : Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data longitudinal pada 2 periode tatalaksana yang berbeda, yaitu 2017-2018 dan 2022-2023. Data yang diambil adalah data elektronik dari sistem informasi manajemen rumah sakit dan data tertulis dari rekam medik rumah sakit.  Sampel penelitian adalah populasi terjangkau yang memenuhi kriteria pemilihan subjek penelitian. Analisis generalized estimating equation (GEE) digunakan untuk estimasi besar risiko perawatan ulang, Nelson-Aalen estimator digunakan untuk analisis hazard kumulatif perawatan ulang pertama, analisis generalized linear model (GLM) untuk menilai efektivitas MDP dan cost-effectiveness analysis (CEA) perspektif rumah sakit sebagai analisis ekonomi penelitian ini. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan Stata 16. Hasil : Pada 189 subjek (98 MDP dan 91 PS), MDP konsisten dalam penurunan risiko relatif perawatan ulang tanpa dipengaruhi waktu (bulan) dengan penurunan risiko sebesar 82,1% dibandingkan subjek penelitian pada kelompok PS setelah dikontrol dengan perancu ARNI dan NYHA, selama masa 8 bulan pengamatan. Median durasi bebas perawatan ulang kelompok MDP lebih panjang dibandingkan PS (106 hari MDP; 34 hari PS, uji Mann–Whitney p = 0,0383). Hazard kumulatif perawatan ulang pertama kelompok MDP 0,10, lebih rendah dari hazard kumulatif kelompok PS 0,40. MDP memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan dengan PS (MDP 88,2%; PS 65,4%) dan menghemat rerata biaya medis per pasien sebesar Rp. 11.955.308,-. Kesimpulan : Selama masa pemantauan 8 bulan, MDP memiliki risiko yang lebih rendah terhadap  perawatan ulang rumah sakit dibandingkan dengan PS setelah di kontrol perancu, memiliki durasi bebas perawatan ulang rumah sakit lebih panjang dari PS, memiliki hazard kumulatif perawatan ulang pertama yang lebih rendah dari PS  dan MDP lebih efektif secara klinis dan biaya (strategi dominan) dibandingkan dengan PS.

Introduction: Heart failure remains a major cause of morbidity, mortality, and high medical costs, primarily due to hospital readmissions which may lead to a decline in cardiac reserve during the clinical course.The Multidisciplinary Program (MDP) is recommended for a comprehensive management approach for heart failure. This study aimed to evaluate the MDP in terms of readmission risk and cost-effectiveness compared with the standard care (SC) program at the Heart Failure Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital. Method: This study employed a retrospective cohort design using longitudinal data from two periods: The pre-MDP implementation phase (2017-2018) and the MDP implementation phase (2022-2023). Data were obtained from the hospital information system and written medical records. The study sample consisted of all eligible patients meeting the inclusion criteria. Generalized Estimating Equation (GEE) analysis was used to estimate readmission risk, the Nelson-Aalen estimator for cumulative hazard of first readmission, the Generalized Linear Model (GLM) for program effectiveness, and a cost-effectiveness analysis (CEA) from the hospital perspective for the economic evaluation. Data was compiled and analyzed using Stata 16. Results: In 189 subjects (98 MDP and 91 PS), MDP consistently reduced the relative risk of readmission regardless of time (months), with a risk reduction of 82.1% compared to subjects in the SC group after controlling for ARNI and NYHA confounders, over an 8-month observation period. The median readmission-free duration in the MDP group was longer than in the SC group (106 days in MDP; 34 days in PS; Mann–Whitney test p = 0.0383). The cumulative hazard of the first readmission in the MDP group was 0.10, lower than the cumulative hazard in the SC group (0.40). MDP was more effective than PS (88.2% in MDP; 65.4% in SC) and saved an average of Rp. 11,955,308 in medical costs per patient. Conclusion: During the 8-month follow-up period, MDP had a lower risk of hospital readmission compared to PS after controlling for confounders, had a longer readmission-free duration than PS, had a lower cumulative hazard of first readmission than SC and MDP was more clinically and cost-effective (dominant strategy) compared to SC.
Read More
D-602
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive