Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Medika, No.10, Okt. 1991, hal. 801-807
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Sumarni
BIK Vol.31, No.3
Yogyakarta : FK UGM, 1999
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Universa Medicina, Vol.33, No.2, May.- Augt. 2014, halaman. 133-140. ( ket. ada di bendel 2012 - 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosmini, Soeyoko, Sri Sumarni
MPPK Vol.XX, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosmini, Soeyoko, Sri Sumarni
Bulitkes Vol.38, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Semuel Sandy Sri Sumarni, Soeyoko
MPPK Vol.25, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Sumarni; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Ratna Djuwita, Abdul Hafiz; Sylviana Andinisari
Abstrak: ABSTRAK Hipertensi merupakan permasalahan serius yang masih banyak ditemukan sampai saat ini. WHO melaporkan satu miliyar orang di dunia menderita hipertensi, dua pertiga diantaranya berada di negara berkembang. Prevalensi hipertensi akan terus meningkat tajam, diprediksi pada tahun 2025 mendatang, sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi. Salah satu faktor risiko hipertensi pada penduduk usia 40 tahun atau lebih adalah hiperurisemia. Prevalensi hiperurisemia di Indonesia adalah 24,7%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan hiperurisemia dengan hipertensi pada penduduk usia 40 tahun atau lebih di Indonesia berdasarkan data pemeriksaan kesehatan haji tahap pertama tahun 2017. Desain penelitian ini adalah studi cross sectional dengan menggunakan data pemeriksaan kesehatan haji tahap pertama tahun 2017. Analisis data yang digunakan adalah Cox Regression. Hasil analisis menunjukkan penduduk yang hiperurisemia berisiko 1,269 kali (95% CI 1,225-1,314) menderita hipertensi dibandingkan penduduk yang tidak hiperurisemia setelah dikendalikan oleh umur, pendidikan, serta interaksi umur dengan hiperurisemia dan interaksi pendidikan dengan hiperurisemia. Penduduk usia 40 tahun keatas agar dapat lebih memperhatikan kadar asam uratnya sehingga dapat mencegah kejadian hipertensi serta peningkatan kegiatan pembinaan kesehatan terhadap Jemaah haji seperti penyuluhan, konseling, pemanfaatan upaya kesehatan berbasis masyarakat, pemanfaatan media massa, penyebarluasan informasi dan kunjungan rumah. Kata kunci : Hiperurisemia, Hipertensi Hypertension is a serious problem that is still found today. WHO reports one billion people worldwide suffer from hypertension, two-thirds in developing countries. The prevalence of hypertension will continue to rise sharply, predicted by 2025, about 29% of adult people in the world suffering from hypertension. Hypertension has planned deaths of about 8 million people each year where 1.5 million deaths occur in Southeast Asia. One of the risk factors of hypertension in people aged 40 years or older is hyperuricemia. The prevalence of hyperuricemia in Indonesia is 24.7%. The purpose of this study was to determine the association of hyperuricemia with hypertension in the population. 40 years or more in Indonesia.The design of this study is a cross sectional study using the first phase of hajj examination data in 2017. Data analysis is Cox Regression. The results showed that people with hyperuricemia have risk 1,269 times (95% CI 1,225-1,314) of hypertension compared to non hyperuricemia after controlled by age, education, interaction between age and hyperuricemia and interaction between education and hyperuricemia. The older and low education people in order to pay more attention to uric acid levels so they can prevent the incidence of hypertension. Keywords: Hyperuricemia, Hypertension
Read More
T-5145
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Watri Wahyuni; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Rico Kurniawan, Sudijanto Kamso, Soedibyo Alimoeso, Sri Sumarmi
Abstrak:

Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Stunting disebabkan oleh banyak factor. Air, sanitasi, dan lingkungan berkontribusi 50% sebagai penyebab stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sanitasi dan hygiene terhadap stunting pada balita di Papua Tengah, NTT, dan Aceh. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Data dari SKI 2023 dengan sampel 5.666 (pasangan balita dan ibu balita). Proporsi kejadian stunting di Provinsi Papua Tengah (35,8%), NTT (33,3%) dan Aceh (27,7%).Variabel yang mempengaruhi stunting di Papua Tengah adalah sumber air minum, penggunaan jamban, pengelolaan sampah, CTPS, tinggi ibu, jumlah anggota keluarga, dan daerah tempat tinggal. Variabel yang mempengaruhi stunting di NTT adalah sumber air minum, penggunaan jamban, pembuangan limbah, pengelolaan sampah, CTPS, BB lahir, PB lahir, jenis kelamin, tinggi ibu, LILA ibu, pendidikan ibu, dan daerah tempat tinggal. Variabel yang mempengaruhi stunting di Aceh adalah pengelolaan sampah, PB lahir, tinggi ibu, dan LILA ibu. Factor sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang paling mempengaruhi stunting di Papua Tengah adalah sumber air minum dengan AOR 3,4 (95% CI: 1,7 – 6,7), di NTT dan Aceh adalah pengelolaan sampah dengan AOR masing-masing 1,4 (95% CI: 0,8 – 2,4) dan 1,1 (95% CI: 0,9 – 1,4) setelah dikontrol variabel lainnya. Bagi pemerintah, diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pemerataan akses sanitasi dan air bersih dengan meningkatkan kerjasama instansi terkait. Bagi Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan program STBM, peningkatkan pengawasan air minum, dan meningkatkan promkes tentang PHBS.


Stunting has short-term and long-term impacts. Stunting is caused by many factors. Water, sanitation, and environment contribute 50% as the cause of stunting. The purpose of this study was to determine the effect of sanitation and hygiene on stunting in toddlers in Central Papua, NTT, and Aceh. The study used a cross-sectional design. Data from SKI 2023 with a sample of 5,666 (toddler and toddler mother pairs). The proportion of stunting incidents in Central Papua Province (35.8%), NTT (33.3%) and Aceh (27.7%). The variables that affect stunting in Central Papua are drinking water sources, use of latrines, waste management, CTPS, maternal height, number of family members, and area of residence. The variables that affect stunting in NTT are drinking water sources, use of latrines, waste disposal, waste management, CTPS, birth weight, birth weight, gender, maternal height, maternal LILA, maternal education, and area of residence. The variables that affect stunting in Aceh are waste management, birth weight, maternal height, and maternal LILA. The environmental sanitation and personal hygiene factors that most influence stunting in Central Papua are drinking water sources with an AOR of 3.4 (95% CI: 1.7 - 6.7), in NTT and Aceh are waste management with AORs of 1.4 (95% CI: 0.8 - 2.4) and 1.1 (95% CI: 0.9 - 1.4) respectively after controlling for other variables. For the government, it is hoped that the results of this study can improve equal access to sanitation and clean water by increasing cooperation between related agencies. For the Health Office, it is hoped that it can optimize the STBM program, increase supervision of drinking water, and improve health promotion on PHBS.

 

Read More
T-7168
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive