Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dedi Tedjakusnadi; Pembimbing: Supriyantoro; Penguji: Petter Patinama, Sutan Yenis, Hanna Permana, Imelda E. Dharma
Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh anggaran belanja logistik yang mengambil porsi terbesar dalam belanja Rumah Sakit Sumber Waras dalam masa krisis ekonomi dan ditengah keluhan masyarakat tentang buruknya pelayanan masyarakat dan pelayanan rumah sakit. Jumlah yang besar tadi, menjadi semakin membengkak akibat anggaran belanja logistik umum yang kurang terkontrol dan masih terdapat duplikasi fungsi logistik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa, membuat kesimpulan dan membuat usulan sistem kontrol logistik Rumah Sakit Sumber Waras untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan Rumah Sakit Sumber Waras.
Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kwalitatif. Data dan informasi didapat melalui in-depth interview serta pengamatan di lapangan sejak tanggal 6-24 Mei 2002.
Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak faktor yang telah mempengaruhi fungsi pengendalian logistik di Rumah Sakit Sumber Waras. Ada delapan faktor yang diteliti yaitu :
 
1. Struktur organisasi.
 
2. Kebijakan.
 
3. Sumber Daya Manusia.
 
4. Prosedur.
 
5. Perencanaan.
 
6. Pencatatan.
 
7. Pelaporan.
 
8. Pengawasan intern.
Duncan, Soenoesoebroto, Hardjoprawiro berpendapat bahwa banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan fungsi pengawasan dan pengendalian, khususnya dalam bidang logistik. Di samping itu, Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah menjadi acuan untuk pengelolaan barang di rumah sakit.
Dalam pembahasan diulas tentang kondisi Rumah Sakit Sumber Waras saat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen rumah sakit. Pembahasan mengurai tentang alur proses, struktur yang lebih baik, tim pengendalian, serta analisa pekerjaan, uraian jabatan, dan persyaratan jabatan di bagian logistik.
Pengaturan barang di rumah sakit ini bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Sistem kontrol logistik sangat diperlukan di Rumah Sakit Sumber Waras. Saat ini logistik rumah sakit ini masih dijalankan dengan cara yang sederhana, sehingga banyak terjadi inefisiensi.
Penelitian ini mencoba mencari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sistem kontrol pengendalian logistik dan mencari alternatif pemecahannya dengan cara yang dapat ditempuh dengan biaya seefisien mungkin.
 Akhir penelitian ini menghasilkan sebuah sistem kontrol logistik yang diharapkan dapat berguna bagi Rumah Sakit Sumber Waras khususnya, serta bagi institusi pendidikan dan masyarakat pada umumnya.
 

The Analysis of Control System of Logistics in Sumber Waras HospitalThis research was formed by the background of the logistics purchasing budget which took the largest portion in the whole purchasing budget of Sumber Waras Hospital amidst the economic crisis and the complaints of the public on the poor public service, including the service of hospital.
The large sum of the budget increased as the result of the lack of control in the general logistic purchasing budget and duplication of function in logistics procedures.
The targets of this research were to analyze the logistics process of Somber Waras Hospital, to assume and to propose a logistic control system, which can promote the health care services of Sumber Waras Hospital.
The type of this research is a case study with a qualitative approach. Data and information regarding the service process were obtained from in-depth interviews, and from field observation during May 6 to 24, 2002.
The result of the research showed that there were many factors influencing the logistics control system of Sumber Waras Hospital. There were eight factors to be observed:
 
1. Organizational structures.
 
2. Policies.
 
3. Human resources.
 
4. Procedures
 
5. Planning.
 
6. Recording.
 
7. Reporting.
 
8. Internal Auditing.
Duncan, Soenoesoebroto, Hardjoprawiro wrote that many factors had to be observed for developing the logistics control system. On the other hand, the government regulation issued by The Internal Affair and Regional Autonomy Minister No. 1112001, regarding regional logistics managing policy could be adopted as a reference to Sumber Waras Hospital Logistics Department.
The nowadays condition of Sumber Waras Hospital was observed, discussed, in-depth interviewed, and compared with some theory of Hospital Management.
This research tried to fmd some factors that influenced the logistics control system and tried the alternative resolve in an efficient and effective way.
At last, this research gave and outcome a logistics control system and hopefully it would be useful especially for Surnber Waras Hospital, and also for the educational institution, and most of all for the community.
Read More
B-643
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
C. Krismini Dwi Irianti; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Peter A.W. Pattinama, Dedi Tedjakusnadi
B-987
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erani Soengkono; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wachyu Sulistiadi, Dedi Tedjakusnadi, Jusuf Kristianto
Abstrak: Gastroenteritis akut merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia karena faktormortalitas dan morbiditas yang tinggi terutama pada anak-anak. Proses pelayanan yangbaik dan terorginisir akan meningkatkan hasil keluaran (outcome) yang baik daripasien dengan gastroenteritis akut. Clinical Pathway dapat digunakan sebagai standardyang jelas untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi lama hari perawatandi rumah sakit, biaya perawatan dan mengurangi variabilitas. Rumah Sakit Husadayang menerapkan clinical pathway gastroenteritis akut pada pasien anak sebagai alatkendali mutu harus benar-benar merencanakan, menyusun, menerapkan danmengevaluasi clinical pathway secara sistematis dan berkesinambungan.Penelitian inidilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan Tools PengembanganPra Clinical Pathway dan Evaluasi Clinical Pathway serta pendekatan kualitatif denganwawancara mendalam. Implementasi clinical pathway gastroenteritis akut pada pasienanak di RS Husada dapat dilihat dari faktor input (sumber daya manusia, biaya / dana,kebijakan rumah sakit, ketersediaan obat dan alat kesehatan, sarana dan prasarana),faktor proses mulai dari proses pra persiapan clinical pathway sampai tahapimplementasi dan faktor output berupa kesesuaian pelayanan kesehatan denganclinical pathway gastroenteritis akut (lama hari rawat, visite DPJP, pemeriksaanpenunjang, tindakan keperawatan dan penggunaan obat dan alat kesehatan). Hasilpenelitian didapatkan dari faktor input sumber daya manusia menjadi faktorpenghambat penerapan clinical pathway gastroenteritis akut sehingga penerapannyatidak berjalan baik, sedangkan dari sisi proses langkah awal pembuatan clinicalpathway tidak dijalankan dengan benar sehingga menjadi awal hambatan pada prosesimplementasi selanjutnya, dan dari faktor output masih belum ada kesesuaianpelayanan dengan clinical pathway gastroenteritis seperti visite DPJP, penggunaanobat dan alkes yang polifarmasi dan tidak efisien, serta pemeriksaan penunjang yangtidak diperlukan.Kata Kunci: gastroenteritis akut, pasien anak, evaluasi, implementasi, ClinicalPathway
Acute gastroenteritis becomes health problem all over the world, because it is thecausal factor of high mortality and morbidity especially in children. Good and well-organized process of healthcare service will improve the outcome of the patients withacute gastroenteritis. Clinical pathway may be used as clear standard to improve thequality of health care, and also to reduce the length of hospital stay, hospital costs anddecrease the variability. Husada Hospital which implementing the clinical pathwayacute gastroenteritis in children as a quality control should really plan, organize,implement and evaluate clinical pathway systematically and continuously. Methodethat used for the research are quantitative approach with development of pre-clinicalpathways and evaluation of clinical pathways tools, and also indepth interview. Theaim of this research are to find out the inhibiting factors for implementation of clinicalpathways acute gastroenteritis which seen from input factors (human resources,funds, hospital policy, availability of drugs and medical equipments, also facilitiesand infrastructure); process factors which start from pre-preparation of clinicalpathways until the implementation phase; the output factors to look at theappropriateness of health services acute gastroenteritis in children with clinicalpathways in Husada Hospital. The result showed that the inhibiting factors from inputfactors are human resources, then process factors are the beginning of deciding on anICP to develop, and the output which there are no appropriatness in service healthwith acute gastroenteritis clinical pathways (e.g. visite doctors, using drugs andmedical equipments, laboratories, radiology that unnecessary)
Read More
B-1808
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive