Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Selfi Octaviani Lestari; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Laila Fitria, Agus Setyo Widodo, Kuat Prabowo
Abstrak:
Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara-negara berkemban. Diare ditandai dengan terjadinya tiga atau lebih episode buang air besar yang encer dari biasanya, umumnya disertai kram perut dalam waktu 24 jam. Insiden diare di Asia Tenggara cenderung lebih tinggi di bandingkan di Afrika. Berbagai negara telah memiliki program dalam rangka menurunkan diare yaitu Community Led Total Sanitation. Di Indonesia juga memiliki program untuk menurunkan kejadian diare yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui korelasi STBM yaitu stop buang air besar sembarangan (Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABs)), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMMRT), pengelolaan sampah rumah tangga (PSRT) dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLCRT) dengan kejadian diare di Kota Metro Provinsi Lampung Tahun 2020-2022. Disain studi ekologi dan analisis spasial sebanyak 22 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima pilar hanya 2 pilar yang berhubungan dengan kejadian diare di Kota Metro tahun 2020-2022 yaitu PSRT (p=0,012, B=0,557) dan PLCRT (p= 0,017, B=-0,529).
Diarrheal disease is a major public health problem in developing countries. Diarrhea is characterized by the occurrence of three or more episodes of loose stools than usual, generally accompanied by abdominal cramps within 24 hours. The incidence of diarrhea in Southeast Asia tends to be higher than in Africa. Various countries already have programs to reduce diarrhea, namely Community Led Total Sanitation. Indonesia also has a program to reduce the incidence of diarrhea, namely Community-Based Total Sanitation. The aim of this study was to determine the correlation between STBM, namely Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABs), hand washing with soap (CTPS), and management of drinking water and household food. (PAMMRT), household waste management (PSRT) and household liquid waste management (PLCRT) with the incidence of diarrhea in Metro City, Lampung Province, 2020-2022. Ecological studies and spatial analysis studies of 22 sub-districts. The results showed that of the five pillars, only 2 pillars were related to the incidence of diarrhea in Metro City in 2020-2022, namely PSRT (p=0,012, B=0,557) and PLCRT (p= 0,017, B=-0,529).
Read More
Diarrheal disease is a major public health problem in developing countries. Diarrhea is characterized by the occurrence of three or more episodes of loose stools than usual, generally accompanied by abdominal cramps within 24 hours. The incidence of diarrhea in Southeast Asia tends to be higher than in Africa. Various countries already have programs to reduce diarrhea, namely Community Led Total Sanitation. Indonesia also has a program to reduce the incidence of diarrhea, namely Community-Based Total Sanitation. The aim of this study was to determine the correlation between STBM, namely Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABs), hand washing with soap (CTPS), and management of drinking water and household food. (PAMMRT), household waste management (PSRT) and household liquid waste management (PLCRT) with the incidence of diarrhea in Metro City, Lampung Province, 2020-2022. Ecological studies and spatial analysis studies of 22 sub-districts. The results showed that of the five pillars, only 2 pillars were related to the incidence of diarrhea in Metro City in 2020-2022, namely PSRT (p=0,012, B=0,557) and PLCRT (p= 0,017, B=-0,529).
T-6760
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Setyo Widodo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmita, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Yosyah, Syafik, Artha Budi Susila Duarsa
Abstrak:
Latar belakang : Selama lima tahun terakhir angka kesakitan malaria di wilayah Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan cenderung meningkat dan salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kenaikan tersebut adalah terjadinya resistensi obat anti malaria program PCD. Penelitian tentang resistensi obat yang dilakukan oleh Sutanto (2002) memperlihatkan angka resistensi obat anti malaria klorokuin diwilayah Puskesmas Hanura Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan sebesar 80%. Salah satu penyebab kegagalan program pemberantasan malaria didaerah endemis adalah banyaknya penderita tidak patuh minum obat sesuai aturan atau prosedur. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran perilaku kepatuhan minum obat pada penderita malaria klinis dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan. Desain studi : telah dilakukan studi cross sectional terhadap 108 sampel (responden/penderita) di Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan yang tercatat sebagai kasus 2004. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara terstruktur kepada penderita (responden), selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : penelitian yang dilakukan menunjukkan, bahwa 73,1% responden menyatakan tidak patuh minum obat anti malaria yang artinya bahwa selain minum obat anti malaria dari Puskesmas dalam waktu yang sama juga minum obat dari warung/toko yang ada dengan harapan mempercepat kesembuhan. Dari 13 variabel yang diduga berhubungan dengan kepatuhan, setelah diuji dengan chi – square ternyata ada 9 variabel yang bermakna. Kemudian dari 9 variabel tersebut dimasukkan dalam seleksi variabel kandidat model menggunakan regresi logistik sederhana dan didapatkan hasil variabel pengetahuan dan kualitas obat yang bermakna. Dan setelah diuji dengan analisis seleksi variabel interaksi, maka didapat faktor persepsi tentang kualitas obat yang paling dominan. Ini berarti responden yang menyatakan kualitas obat tidak baik berpeluang tidak patuh minum obat lebih besar dibanding responden yang menyatakan kualitas obat baik setelah dikontrol variabel pengetahuan. Diskusi : Dengan demikian, kesimpulan dari studi ini adalah kepatuhan penderita malaria di Kecamatan Padangcermin Kabupaten Lampung Selatan tahun 2004 dalam minum obat anti malaria dari Puskesmas masih rendah, sebagian besar masyarakat masih mengkonsumsi obat malaria dari luar pada waktu yang sama. Oleh karena itu disarankan segera memberdayakan kader desa untuk dilatih dalam pengobatan malaria sehingga nantinya bisa dijadikan Pengawas Minum Obat (PMO) bagi warganya sekaligus membantu petugas dalam menjelaskan, memberi pemahaman dan sekaligus mengawasi agar penderita minum obat malaria sesuai dosis dan prosedur yang benar Kata kunci : Terjadi resistensi obat malaria program PCD di Kec. Padangcermin Kab. Lampung Selatan, dimana salah satu penyebabnya adalah diduga faktor Kepatuhan minum obat
Read More
T-2144
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Warisah; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Agus Setyo Widodo
S-4506
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
