Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wiwit Aditama, Zulfikar, Baning R.
KJKMN Vol.7, No.6
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
The Int. J. of Environmental Studies (IJES), Vol.70, No.1, Febr. 2013, hal. 8-22. ( ket. ada di bendel maj. campuran No.15 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.12, Des. 1991, hal. 956-961
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfikar; Pembimbing: Sumengen Sutomo; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Septo Mulyo
S-4104
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tubianto Anang Zulfikar; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, I Nyoman Kandun
T-3297
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhmad Safi`i; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Surya Ede Darmawan, Amal Chalik Sjaaf, H.M. Zulfikar, Abdul Aziz
Abstrak: Latar Belakang: RSI NU Demak merupakan rumah sakit islam swasta nonprofit yang dalam pengelolaannya tidak semata-mata mencari keuntungan (profitabilitas) tetapi juga mengemban nilai-nilai sosial. Agar bisa berjalan baik antara fungsi ekonomi dan sosial di tengah-tengah persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat dan era revolusi industry 4.0, maka dibutuhkan alat ukur kinerja rumah sakit. Salah satu pendekatan evaluasi yang dipakai untuk menilai kinerja rumah sakit adalah Balance Scorecard (BSC). Metode: Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengukur kinerja RSI NU Demak dan implementasi nilai-nilai NU dalam pengelolaan RS serta rekomendasi kebijakan dan program RSI NU Demak peridoe 2017-2020. Hasil dan Diskusi: Dari delapan variabel pada perspektif keuangan yang menunjukkan nilai positif +1 hanya pada variabel peningkatan efisiensi dan variabel Hospital Social responsibility (HSR), Sedangkan variabel lainnya seperti pertumbuhan pendapatan, efektivitas ROA, ROI, ROE menurun karena angka kunjungan pasien juga menurun sehingga berpengaruh pada pendapatan Rumah sakit. Total skor perspektif keuangan -6. Perspektif pelanggan RSI NU Demak secara umum sudah baik dengan total skor 5 dari 8 variabel. Yang perlu ditingkatkan adalah angka retensi pelanggan, perbaikan pada aspek tangible atau bukti fisik, ketepatan waktu pelayanan jadwal dokter spesialis dan kecepatan penanganan atas keluhan pasien. Perspektif proses bisnis internal RSI NU Demak secara umum cukup baik dengan skor 15 dari 19 variabel, yang perlu diperbaiki adalah dangka BOR rendah, BTO dan AvLOS, serta belum adanya Standar Prosedur Operasional (SPO) terkait nilai-nilai Aswaja NU. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan RSI NU Demak secara umum cukup baik dengan skor 8 dari 12 variabel. Masalah yang menjadi perhatian bersama yaitu mulai variabel kepuasan karyawan meliputi kecukupan tunjangan dan dukungan antar karyawan dalam satu tim, turn over kayawan, perlu adanya evaluasi Hospital Managemen Information System RSI NU Demak (Hos MIS) serta tingkat produktivitas RSI NU Demak. Kesimpulan: Hasil akhir skor dari empat perspektif adalah 0,34, artinya kinerja RSI NU Demak ini dikatakan cukup sesuai dengan standar akan tetapi tetap harus dilakukan perbaikan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement)
Background: Nahdlatul Ulama Islamic Hospital (RSI NU) Demak is a private and nonprofit Islamic hospital, which is not only looking for profit (profitability) but also carrying out social values in its management. In order to balance the economic and social functions amid increasingly fierce competition between hospitals and the industrial revolution 4.0 era, a hospital performance measurement tool is needed. One of the evaluation approaches used to assess hospital performance is the Balanced Scorecard (BSC) method. Methods: This study uses a qualitative approach with a case study method to measure the performance of the RSI NU Demak and the implementation of NU values in hospital management as well as policy recommendations and programs for the RSI NU Demak in the period 2017-2020. Results and Discussion: The eight variables from a financial perspective showed a positive value of +1 only on the variable of increasing efficiency and variable Hospital Social Responsibility (HSR). Then, other variables such as income growth, the effectiveness of ROA, ROI, ROE decreased because the number of patient visits also decreased thus affecting hospital income. The total score for the financial perspective is -6. The customer perspective of RSI NU Demak is generally good enough with a total score of 5 out of 8 variables. The aspects that should be improved are the customer retention rate, improvements in the tangible aspects or physical evidence, the timeliness of specialist doctor services and the speed of handling patient complaints. The internal business process perspective of RSI NU Demak is good with a score of 15 out of 19 variables. The aspects that should be improved are the low BOR, BTO and AvLOS, and the absence of Standard Operating Procedures (SPO) related to Aswaja NU values. The learning and growth perspective of the RSI NU Demak is quite good with a score of 8 out of 12 variables. The common concerned problems include employee satisfaction variables such as the adequacy of allowances and support among employees in one team, employee turnover, the evaluation needs of the Hospital Information System Management at RSI NU Demak (Hos MIS) and the productivity level of the RSI NU Demak. Conclusion: The final score from the four perspectives is 0.34. It means that the performance of RSI NU Demak is said to be quite following the standard, but continuous improvement must be implemented as well
Read More
B-2181
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiska Aprilia; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Zulfikar
Abstrak: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan gejala okular dan ekstraokular akibat penggunaan komputer dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja. CVS adalah keluhan kesehatan akibat kerja dengan kasus terbanyak di seluruh dunia. Mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer termasuk kelompok rentan terkena keluhan CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, postur kerja, sudut pandang, jarak pandang, durasi kerja, pola istirahat, dan penggunaan alat bantu penglihatan), lingkungan kerja (intensitas pencahayaan ruang kerja, suhu udara, kelembaban udara), dan karakteristik komputer (jenis komputer, jenis monitor, intensitas radiasi elektromagnetik, penggunaan lapisan antiglare, dan polaritas monitor) dengan kejadian CVS pada mahasiswa di jurusan Teknik Informatika dan Komputer Politeknik Negeri Jakarta tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data primer, dan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian CVS pada mahasiswa adalah jenis kelamin responden (4,09;1,41-11,90), durasi kerja di luar praktikum (0,32;0,14-0,76), intensitas pencahayaan ruang kerja (8,75;1,26-60,59), dan intensitas radiasi elektromagnetik (2,54;1,09-5,92). Faktor yang paling dominan hubungannya dengan kejadian CVS adalah intensitas pencahayaan ruang kerja. Diperlukan penerapan aspek K3L untuk menurunkan angka kejadian CVS.
Kata kunci: Karakteristik individu, lingkungan kerja, komputer, computer vision syndrome (CVS), mahasiswa.
Read More
S-8703
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfikar; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Soehatman Ramli
Abstrak:

Kebakaran dapat terjadi dimana saja, bahkan di gedung sekolah yang memiliki tingkat risiko bahaya kebakaran yang ringan. Oleh karenanya, perlu dilakukan suatu penelitian terhadap tingkat risiko bahaya kebakaran pada setiap ruangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fungsi dan karakteristik ruangan, mengetahui tingkat risiko bahaya kebakaran, kebutuhan fasilitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta evakuasi di sekolah PRIBADI. Analisis tingkat risiko bahaya kebakaran ini ditinjau dari fungsi dan karakteristik setiap ruangannya. Fungsi dari ruangan yang terdapat di sekolah PRIBADI dapat dibedakan menjadi 4, yaitu: ruangan kelas umum dan laboratorium, ruangan bukan kelas untuk administrasi dan bukan. Adapun, karakteristik ruangannya ditinjau dari aktivitas ruangan, fasilitas pendukung dan bahan dasarnya, pembatas ruangan dan bahan dasarnya, kapasitas ruangan, prakiraan kerugian material, dan jenis dokumen yang disimpan. Penelitian ini bersifat kualitatif yang membandingkan kondisi di lapangan berdasarkan abservasi dengan peraturan, standar yang berlaku, seperti lampiran no. 31 dan 32 dari keputusan menteri pekerjaan umum no.378/KPTS/1987. Analisis terhadap tingkat risiko bahaya kebakaran dari setiap ruangan di sekolah PRIBADI adalah 33 ruangan kategori ringan, 13 ruangan kategori sedang dan 9 ruangan kategori berat. Berdasarkan tingkat risiko bahaya kebakaran tersebut, maka fasilitas pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang dibutuhkan adalah detektor kebakaran dan alat pemadam api ringan. Detektor rate of rise temperature dengan jenis pneumatic dapat dipasang pada lantai 1, 2, 3, 4 gedung A, dan lantai 3 gedung B yang befungsi mendeteksi kenaikkan temperature. Sedangkan, detektor nyala api jenis ultraungu dapat dipasang pada lantai 1, 2 gedung A dan lantai 1, 3 gedung B yang berfungsi mendeteksi nyala api. Alat pemadam api ringan yang dibutuhkan adalah jenis CO2 dengan volume maksimal 5 kg yang terdapat pada setiap lantai gedung A dan B. Gedung sekolah PRIBADI membutuhkan prosedur dan fasilitas evakuasi untuk dapat menyelamatkan penghuni gedung. Prosedur evakuasi yang dibutuhkan adalah prosedur umum dan jalur evakuasi. Sedangkan, fasilitas minimum evakuasi yang dibutuhkan adalah sumber daya listrik darurat, lampu darurat, bukaan penyelamatan dan penunjuk jalan keluar.


 

Fire can be happen anywhere, even at school which have a low risk } of fire risk rating. Therefore, a fire risk analysis is important to determine fire risk rate at school. Analysis about fire risk rating will be observed based on room characteristic and utilities. The objective of this research are to identify room characteristic and utilities, to determine based on room utility, risk fire rank every rooms, need analysis requirement of fire protection and prevention facility, also evacuation procedure for PRIBADI boarding school. PRIBADI boarding school has four different type room functions, there are: general class, laboratory class, administration and addition room. The room characteristic was observed based on room activity, equipments and base material, divider and base material, room capacity, loss property calculation and type of document at room. This research is qualitative study, based on comparative analysis between the existing conditions with a current Indonesia regulation. The Indonesia regulation was based on appendices number 31St and 32nd attached to Keputusan Menteri Pekerjaan Umum no.378/KPTS/1987. Results from fire risk analysis suggested that every room at PRIBADI boarding school are 33 room have high risk, 13 room medium risk and 9 room low risk_ Based on this fire risk analysis, the fire protection and prevention required in this facility are fire detector and fire extinguisher. Fire detector rate of rise temperature type with pneumatic system can be use on 1st, 2"d, 3rd, and 4th floor in building A, also on 3rd floor in building B with the function to detect rise temperature. Flame detector of ultraviolet can be use on 1St, and 2"d floor in building A, also on 15t, and 3"d in building B with the function to detect ignition. Type of fire extinguisher that PRIBADI boarding school needed is carbon dioxide with 5 kg volume in every floor. Indeed, PRIBADI boarding school needs a procedure and facility of evacuation; this would include the evacuation procedure and evacuation route. Other requirements of minimum facility are emergency power, emergency lamp, emergency exits and exits sign.

Read More
T-2399
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajar Zulfikar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Henny Mayawati
S-5583
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Taufik Zulfikar; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Yovsyah, Eka Jusup Singka
Abstrak: Ischemic heart disease adalah salah satu penyebab kematian pada jemaah haji Indonesia. Berdasarkan hasil surveilans yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Haji Tahun 2015, kematian akibat ischemic heart disease sebanyak 20,76% dari total kematian akibat Cardiovascular Diseases. Tujuan penelitian untuk mengkaji faktor yang berhubungan dengan kematian akibat ischemic heart disease pada jemaah haji Indonesia Tahun 2015M/1436H meliputi faktor usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi, riwayat dislipidemia dan riwayat diabetes mellitus. Penelitian dilakukan di Pusat Kesehatan Haji pada Bulan April - Juni 2016.
 
Desain studi yang digunakan adalah Case Control menggunakan data sekunder jemaah haji Indonesia (Siskohatkes) dengan jumlah sampel 250 orang terdiri dari kasus (50 orang) dan kontrol (200 orang), dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan menampilkan nilai OR dan 95% CI.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia lanjut (≥60 tahun) memiliki risiko 2,471 kali (95% CI:1,256-4,861), riwayat hipertensi memiliki risiko 1,924 kali (95% CI: 1,018-3,635), riwayat dislipidemia memiliki risiko 5,054 kali (95% CI:2,169-11,775) dan riwayat diabetes mellitus memiliki risiko 3,782 kali (95% CI:1,693-8,450) untuk mengalami kematian akibat ischemic heart disease pada jemaah haji di Arab Saudi. Pada jemaah usia lanjut (≥ 60 tahun) dan memiliki riwayat ischemic heart disease untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan rajin memeriksakan kesehatan agar dapat menurunkan faktor risiko kematian.
 

Ischemic heart disease is one of causes of mortality on Indonesia pilgrims. Based on the results of surveillance done by the central government pilgrim health 2015 M, a death resulting from ischemic heart disease as many as 20,76% of the total death from cardiovascular diseases. Research objectives to assess factors that deals with death from ischemic heart disease on Indonesia pilgrims of 2015 M / 1436 H, covering factors age, sex, the acts of hypertension, the acts of dislipidemia and the acts of diabetes mellitus. The research was done at the center for health hajj in April - June 2016.
 
Design study used is case control use secondary data Indonesia pilgrims (Siskohatkes) with the sample of the 250 people consisting of a case (50 people) and control (200 people), analyzed use thest chi-square and display value OR and 95% CI.
 
The research results show that age (≥60 years) risk having 2,471 times (95% CI:1,256-4,861), the acts of hypertension risk having 1,924 times (95% CI: 1,018-3,635), the acts of dislipidemia risk having 5,054 times (95% CI:2,169-11,775) and the acts of diabetes mellitus risk having 3,782 times (95% CI:1,693-8,450) to undergo death from ischemic heart disease on Indonesia pilgrims in Saudi Arabia. In the Indonesia pilgrims age (≥60 years) and having the acts of ischemic heart disease to keep healthy lifestyle and diligent health check to lower risk factors death.
Read More
S-9033
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive