Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gita Gilang Kencana; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty, Purnawan Junadi, Hestining Rahayu
B-1743
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ary Faddila; Pembimbing: Indri Hapsari; Penguji: Sandi Iljanto; Amal C. Sjaaf; Fauzy Masjur, Nuryalis
B-1751
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risna Mulyanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Helen Andriani, Purnawan Junadi, Endang Adriyani, Vitrie Winastri
Abstrak:
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pengelolaan persediaan obat di RS LNG Badak adalah sulitnya mengontrol jumlah stok yang optimal karena tidak adanya distributor obat di Kota Bontang, sehingga sering terjadi kekurangan stok. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian finansial dan terhambatnya pelayanan kesehatan.: Pengelolaan persediaan obat di rumah sakit merupakan hal yang krusial untuk menjamin ketersediaan obat bagi pasien. Salah satu metode yang efektif untuk mengoptimalkan pengelolaan persediaan adalah Metode Analisis ABC Indeks Kritis. Untuk menganalisis dan menerapkan Metode Analisis ABC Indeks Kritis dalam pengelolaan persediaan obat di Rumah Sakit LNG Badak, Bontang, Kalimantan Timur pada tahun 2024. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara mendalam kepada para informan serta pengisian kuesioner nilai kritis obat dan data sekunder berupa data pemakaian obat selama periode tertentu. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan Metode Analisis ABC Indeks Kritis dengan mengklasifikasikan item obat berdasarkan nilai, volume penggunaan dan tingkat kepentingan setiap item obat. Kemudian dihitung jumlah obat yang harus dipesan (Economic Order Quantity), stok pengaman (Safety Stock) dan titik pemesanan kembali (Reorder Point). Hasil Analisis ABC Nilai Pakai pada Kelompok A dengan jumlah pemakaian 589.695 (70%) menunjukkan pemakaian yang paling besar, disusul oleh kelompok B dan kelompok C. Dari sisi pemakaian, kelompok A merupakan prioritas yang harus diperhatikan dalam perencanaan obat. Hasil Analisis ABC Nilai Investasi pada Kelompok A dengan jumlah investasi sebanyak  4.708.882.160 (70%) menunjukkan investasi yang paling besar, disusul oleh kelompok B dan kelompok C. Dari sisi investasi, kelompok A merupakan prioritas yang harus diperhatikan dalam perencanaan obat.  Hasil Analisis ABC Indeks Kritis pada Kelompok A dengan nilai kritis rata-rata 10.36 menunjukkan kekritisan yang paling tinggi, disusul oleh kelompok B dengan nilai 8.6 . Dari sisi kekritisan, kelompok A merupakan prioritas yang harus diperhatikan dalam perencanaan obat. Diperlukan penghitungan EOQ, SS dan ROP dalam perencanaan dan pengendalian obat di RS LNG Badak. Integrasi nilai EOQ, SS, dan ROP ke dalam SIM Rumah Sakit akan membuat proses perencanaan dan pengendalian persediaan farmasi menjadi lebih akurat dan otomatis. Hasil analisis akan digunakan untuk memberikan rekomendasi pengelolaan persediaan obat yang lebih efektif. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan obat di Rumah Sakit LNG Badak, serta dapat menjadi referensi bagi rumah sakit lain dalam menerapkan Metode Analisis ABC Indeks Kritis. 

The problem often encountered in the management of drug supplies at Badak LNG Hospital is the difficulty of controlling the optimal amount of stock due to the absence of drug distributors in Bontang City, so that stock shortages often occur. This can result in financial losses and obstruction of health services: The management of drug inventory in hospitals is crucial to ensure the availability of drugs for patients. One effective method to optimize inventory management is the Critical Index ABC Analysis Method. To analyze and apply the Critical Index ABC Analysis Method in managing drug supplies at Badak LNG Hospital, Bontang, East Kalimantan in 2024. The research method used is a qualitative descriptive method. The data used are primary data in the form of in-depth interviews with informants and filling out drug critical value questionnaires and secondary data in the form of drug usage data during a certain period. The data were then analyzed using the Critical Index ABC Analysis Method by classifying drug items based on the value, volume of use and importance of each drug item. Then calculate the amount of drugs that must be ordered (Economic Order Quantity), safety stock (Safety Stock) and reorder point (Reorder Point). The results of ABC Analysis of Use Value in Group A with a total usage of 589,695 (70%) show the greatest usage, followed by group B and group C. In terms of usage, group A is a priority that must be considered in drug planning. The results of ABC Analysis of Investment Value in Group A with a total investment of 4,708,882,160 (70%) show the largest investment, followed by group B and group C. In terms of investment, group A is a priority that must be considered in drug planning.  The results of the ABC Analysis of Critical Index in Group A with an average critical value of 10.36 show the highest criticality, followed by group B with a value of 8.6. In terms of criticality, group A is a priority that must be considered in drug planning. EOQ, SS and ROP calculations are needed in drug planning and control at Badak LNG Hospital. The integration of EOQ, SS, and ROP values into the Hospital SIM will make the pharmaceutical inventory planning and control process more accurate and automated. The results of the analysis will be used to provide recommendations for more effective drug inventory management. It is hoped that this research can contribute to improving the efficiency of drug inventory management at Badak LNG Hospital, and can be a reference for other hospitals in applying the Critical Index ABC Analysis Method.
Read More
B-2504
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirah Wijaya; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Jeffry Rustandi, Oriza Safrini
Abstrak:
Manajemen logistik dalam sektor kesehatan, khususnya dalam rumah sakit, memiliki peran krusial dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini mengambil kasus Rumah Sakit Azra sebagai studi, dengan fokus pada perencanaan persediaan obat antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan metode ABC indeks kritis, safety stock, dan reorder point (ROP) yang efektif untuk meningkatkan efisiensi manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini melibatkan analisis ABC indeks kritis untuk mengkategorikan obat antibiotik menjadi tiga kelompok: A, B, dan C, serta menghitung safety stock dan ROP untuk setiap obat antibiotik. Hasil analisis akan diimplementasikan dalam manajemen logistik di RS Azra. Evaluasi dilakukan dengan memantau dampak implementasi metode tersebut terhadap kejadian backorder, frekuensi pembelian obat di luar jadwal pemesanan, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR), dan fill rate di Instalasi Farmasi RS Azra. Hasil penelitian diharapkan akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang perencanaan obat dalam lingkungan rumah sakit, khususnya obat antibiotik. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan akan membantu RS Azra dalam meningkatkan ketersediaan obat yang tepat waktu dan jumlah sesuai dengan kebutuhan pasien, serta mengoptimalkan anggaran pembelian obat. Penelitian ini juga memiliki potensi untuk memberikan manfaat bagi institusi pendidikan dengan menghasilkan penelitian yang relevan dan berkontribusi dalam pengembangan praktik perencanaan obat di rumah sakit, serta memfasilitasi kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Logistics management in the healthcare sector, especially in hospitals, plays a crucial role in providing quality healthcare services. This research focuses on the case of Azra Hospital, with a specific emphasis on the inventory planning of antibiotic drugs. The aim of this study is to formulate effective methods for the ABC critical index, safety stock, and reorder point (ROP) to enhance the efficiency of drug logistics management in the Pharmacy Department of Azra Hospital. The research involves the analysis of the ABC critical index to categorize antibiotic drugs into three groups: A, B, and C, as well as calculating safety stock and ROP for each antibiotic drug. The results of the analysis will be implemented in the logistics management of Azra Hospital. Evaluation will be conducted by monitoring the impact of these methods on backorder incidents, the frequency of drug purchases outside the ordering schedule, Inventory Turn Over Ratio (ITOR) values, and fill rates in the Pharmacy Department of Azra Hospital. The research results are expected to provide a deeper understanding of drug planning in the hospital environment, particularly for antibiotic drugs. Furthermore, the study is anticipated to assist Azra Hospital in improving the timely availability and quantity of drugs according to patient needs, as well as optimizing drug procurement budgets. This research also has the potential to benefit educational institutions by generating relevant research and contributing to the development of drug planning practices in hospitals, facilitating collaboration between educational institutions and hospitals to enhance the quality of healthcare services.
Read More
B-2420
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive