Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nisrina Widyasanti; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Eriyanto, Zulazmi Mamdy
Abstrak: tujuan penelitian ini adalah menggambarkan isi publikasi majalah Tempo mengenai pandemik COVID-19 periode Maret-Mei 2020 melalui metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saja (rentang 4,8%-22,9%) publikasi mengenai pandemik COVID-19 pada majalah Tempo periode Maret-Mei 2020 yang mengandung unsur komunikasi risiko. Aspek data epidemiologi dan sifat alamiah penyakit hanya mendominasi publikasi pada edisi ke satu bulan Marei 2020, namun terus menurun pada edisi-edisi selanjutnya. Framing Peran Pemerintah juga mendominasi publikasi mengenai pandemik COVID-19 pada publikasi majalah Tempo periode Maret-Mei 2020 yakni dengan persentase 93,9 %, disusul Peran Sosial sebesar 73,8 % dan Dampak Pandemik sebesar 34,3 %.
Read More
S-10572
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muswandar; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dedi Supratman, Mudjiharto
Abstrak: Peraturan tentang tenaga kesehatan selama ini tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan, oleh karena itu dibuatlah UU. No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang mengatur secara komprehensif. Sebagai sebuah profesi yang telah ditetapkan oleh undang-undang mewajibkan tenaga kesehatan masyarakat untuk melaksanakan apa yang diamatkan sesuai konten/isi kebijakan. Konten kebijakan yang berhubungan dengan tenaga kesehatan masyarakat antara lain, kewajiban untuk melakukan registrasi sebelum melakukan praktik profesinya di masyarakat dan mengikuti ujian kompetensi sebagai syarat pengurusan registrasi yang nanti kepadanya diberikan Surat Tanda Registrasi (STR). Selain itu kebijakan juga telah memisahkan kesehatan lingkungan dari kelompok tenaga kesehatan masyarakat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi kebijakan khususnya terhadap konten kebijakan yang berhubungan dengan tenaga kesehatan masyarakat. Evaluasi isi kebijakan ini dibedah menggunakan analisis retrospektif yang dibandingkan dengan kondisi nyata tenaga kesehatan masyarakat di lapangan, literatur review kebijakan terkait, teori tentang ilmu kesehatan masyarakat dan pandangan para ekspert kesehatan masyarakat.
Hasil penelitian diketahui tenaga kesehatan layak disebut sebagai sebuah profesi kesehatan sesuai dengan konten kebijakan. Uji kompetensi yang dilaksanakan tidak melanggar konten kebijakan sepanjang uji kompetensi yang dilaksanakan pada ranah profesi bukan syarat kelulusan (exit exam). Solusi STR bagi tenaga kesehatan masyarakat yang lulus sebelum peraturan ini ditetapkan dapat mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2013. Secara teoritis pemisahan kesehatan lingkungan dari kelompok kesehatan masyarakat tidak ditemukan dalam literatur.

Regulations on health workers have been scattered in various laws and regulations, therefore made the Act. No. 36 of 2014 on the comprehensive regulating Health Manpower. As a profession that has been established by law requires public health workers to implement what is saved according to the content / content of the policy. The content of policies related to public health personnel, among others, the obligation to register before doing the profession praxis in the community and to take the competency exam as a condition of registration of the registration which later on is given the Registration Certificate (STR). In addition, the policy has also separated the environmental health of public health personnel groups. Therefore, the researcher is interested to conduct policy evaluation especially to policy content related to public health worker. The evaluation of the contents of this policy was dissected using retrospective analysis compared to real conditions of public health personnel in the field, related policy review literature, theories about public health sciences and the views of public health experts. The result of the research is known that health workers deserve to be called as a health profession in accordance with policy content. The competency test carried out does not violate the policy content during the competency test conducted in the professional field not the exit exam. STR solutions for public health personnel who pass before this regulation is set up can refer to Minister of Health Regulation No. 46 of 2013. Theoretically the separation of environmental health from public health groups is not found in the literature.
Read More
T-5289
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reshiva Fiero Arista; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Wahyu Septiono, S. Panata Harianja
Abstrak:
Lonjakan kasus HMPV di Tiongkok menjadi sorotan media dan berkaitan dengan komunikasi risiko serta cara penyampaian pesan yang membentuk persepsi publik melalui pengaruh bias dan kepentingan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemberitaan Human Metapneumovirus (HMPV) pada Detik.com, Kompas.com dan Liputan6.com pada tanggal 1 Desember 2024 hingga 28 Februari 2025 selaras dengan kaidah komunikasi risiko WHO menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan, dari 296 artikel yang dianalisis, sebagian besar belum sepenuhnya mengikuti kaidah komunikasi risiko WHO. Pilar komunikasi risiko dalam membangun kepercayaan publik belum optimal diterapkan, tercermin lebih dari 30% artikel tidak memaparkan informasi dasar HMPV. Informasi sifat penyakit HMPV yang paling banyak ditemukan adalah informasi mengenai gejala HMPV dan paling sedikit adalah informasi penanganan HMPV. Pilar integrasi komunikasi risiko terhadap sistem kesehatan dibuktikan dengan adanya laporan data epidemiologi HMPV namun terbatas pada data kasus penyakit HMPV di Indonesia dan data kasus penyakit HMPV di luar negeri. Pilar praktik komunikasi risiko kurang optimal diupayakan oleh media dibuktikan dalam minimnya informasi yang dimuat mengenai upaya dan kebijakan kesehatan. Liputan6.com menjadi media daring yang paling memenuhi kaidah komunikasi risiko, dibuktikan melalui tingginya persentase temuan informasi dasar HMPV, sifat penyakit, data epidemiologi luar negeri, dan upaya kesehatan oleh pemerintah Indonesia serta fasilitas kesehatan. Kompas.com dan Detik.com lebih banyak memuat informasi bersumber pemerintah, sedangkan Liputan6.com lebih banyak memuat informasi bersumber pakar. Berita yang tidak mencantumkan sumber paling banyak ditemukan pada Detik.com. Tidak semua artikel berita memenuhi kaidah komunikasi risiko karena jenis pesan didominasi dengan pesan berisi ancaman dibandingkan pesan efikasi. Detik.com memuat paling banyak pesan ancaman sekaligus paling sedikit pesan efikasi. Sebanyak 49% artikel mengandung bias komersial berupa tersebarnya potongan dan pengulangan informasi pada artikel berbeda yang paling banyak ditemukan pada Detik.com. Strategi penyampaian pesan oleh media tercermin melalui headline artikel yang dominan menyoroti peristiwa HMPV, penutup yang mendukung isu HMPV, gaya penceritaan deskriptif yang banyak mengandung solusi terhadap penanganan HMPV, disertai penekanan fakta yang dominan melalui gabungan elemen huruf dan visual. 


The surge in HMPV cases in China has been in the media spotlight and is related to risk communication and how messages are conveyed, which shape public perception through media bias and interests. This study aims to identify the extent to which reporting on Human Metapneumovirus (HMPV) on Detik.com, Kompas.com, and Liputan6.com from December 1, 2024, to February 28, 2025, aligns with WHO risk communication guidelines using content analysis methods. The results of this study indicate that, out of 296 articles analyzed, most have not fully adhered to WHO risk communication guidelines. The pillars of risk communication in building public trust have not been optimally applied, as evidenced by over 30% of articles failing to provide basic information about HMPV. The most found information about HMPV is related to its symptoms, while the least common is information about its management. The pillar of integrating risk communication into the health system is evidenced by the availability of HMPV epidemiological data reports, though these are limited to HMPV case data in Indonesia and HMPV case data from other countries. The pillar of risk communication practices is not optimally pursued by the media, as evidenced by the limited information provided on health efforts and policies. Liputan6.com is the online media outlet that best meets the principles of risk communication, as evidenced by the high percentage of basic information on HMPV, disease characteristics, epidemiological data from abroad, and health efforts by the Indonesian government and health facilities. Kompas.com and Detik.com contain more information sourced from the government, while Liputan6.com contains more information sourced from experts. News articles without sources were most found on Detik.com. Not all news articles met risk communication guidelines because the type of message was dominated by threat-based messages rather than efficacy-based messages. Detik.com published the most threat-based messages while having the fewest efficacy-based messages. 49% of articles contained commercial bias in the form of repeated and duplicated information across different articles, most foundon Detik.com. The media's message delivery strategy is reflected through article headlines that predominantly highlight HMPV events, conclusions that support HMPV issues, descriptive storytelling styles that often include solutions for HMPV management, accompanied by a dominant emphasis on facts through a combination of text and visual elements.
Read More
S-12044
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive