Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yudi Handradika; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Budiawan, Heni D. Mayawati, Elsye As Safira
Abstrak:
Pekerja di lapangan migas, khususnya di lepas pantai memiliki risiko yangtinggi terhadap pajanan BTX di area kerja. Pajanan bersumber dari aktifitas yanglangsung bersentuhan dengan uap dan gas hidrokarbon yang sifatnya mudahmenguap pada suhu kamar (Volatile organic compounds - VOC) sehinggamemungkinkan terhisap oleh para pekerja dan menimbulkan efek kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan tingkat risiko nonkarsinogenik dankarsinogenik dari Pajanan BTX terhadap pekerja lepas pantai beserta manajemenrisiko yang harus dilakukan. Penelitian ini merupakan studi potong lintangmenggunakan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) yangmeliputi 4 langkah penting: identifikasi bahaya, analisis dosis-respon, analisispajanan dan karakterisasi risiko. Jumlah sampel berupa 95 orang pekerja tetap diperusahaan hulu migas X. Data penelitian diperoleh melalui wawancara danpengukuran langsung, tingkat risiko dihitung dengan cara membagi asupandengan dosis referensi BTX. Sebagai pembanding (control) dilakukan jugaperhitungan terhadap 7 orang pekerja lepas pantai yang bekerja hanya di kantor(office). Hasil penelitian menunjukkan risiko pajanan benzene non karsinogenikharus diwaspadai bagi pekerja lepas pantai dimana dari perhitungan diketahuinilai RQ (Risk Quotient) yang lebih dari satu baik untuk pajanan realtime (ada21,05% pekerja) maupun pajanan lifetime (61,05% pekerja). Sementara untukrisiko pajanan non karsinogenik dari toluene dan xylene termasuk rendah. Iniditunjukkan dari hasil perhitungan RQ untuk realtime maupun lifetime yangsemuanya (100%) bernilai kurang dari satu (RQ <1). Untuk risiko kesehatanpajanan karsinogenik benzene, diperoleh bahwa 20% pekerja lepas pantaimemiliki efek karsinogenik pada pajanan realtime dan 60% pekerja pada pajananlifetime. Disimpulkan bahwa perlu dilakukan manajemen risiko terhadap pajanansenyawa benzene di lingkungan kerja lepas pantai, agar pekerja terhindar daririsiko kesehatan baik risiko nonkarsinogenik dan risiko karsinogenik jangkapanjang.
Kata kunci:Analisis Risiko, BTX, Pekerja Lepas Pantai
This research has objective to predict carsinogenic and non carcinogeniceffect of BTX exposure to offshore workers and the risk management required. Itis cross sectional study which utilize the environmental health risk assessmentapproach. Sample consists of 95 offshore workers in upstream oil and gascompany X. research data is compiled from direct interview and companymeasurement data. As a control, 7 administrative workers are involved incalculation. The result of this research is non carcinogenic exposure of benzenemust become a high concern which has risk quotient - RQ 21.05% at realtimeexposure and 61.05% at lifetime exposure. There is little risk related to tolueneand xylene. Its respectively RQ is lower than 1 for both of them. For carcinogenichealth risk of benzene, 20% of offshore workers and 60% of offshore workers hascarcinogenic effect to their health risk.It can be concluded that risk management isrequired for being applied in order to minimize the benzene health effect tooffshore workers.
Keyword: Risk Analysis, BTX, Offshore worker.
Read More
Kata kunci:Analisis Risiko, BTX, Pekerja Lepas Pantai
This research has objective to predict carsinogenic and non carcinogeniceffect of BTX exposure to offshore workers and the risk management required. Itis cross sectional study which utilize the environmental health risk assessmentapproach. Sample consists of 95 offshore workers in upstream oil and gascompany X. research data is compiled from direct interview and companymeasurement data. As a control, 7 administrative workers are involved incalculation. The result of this research is non carcinogenic exposure of benzenemust become a high concern which has risk quotient - RQ 21.05% at realtimeexposure and 61.05% at lifetime exposure. There is little risk related to tolueneand xylene. Its respectively RQ is lower than 1 for both of them. For carcinogenichealth risk of benzene, 20% of offshore workers and 60% of offshore workers hascarcinogenic effect to their health risk.It can be concluded that risk management isrequired for being applied in order to minimize the benzene health effect tooffshore workers.
Keyword: Risk Analysis, BTX, Offshore worker.
T-4438
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Reyhan Ahadin Pratama; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Redo Maulana
Abstrak:
Read More
Laboratorium lubricant merupakan area kerja dengan berbagai bahaya keselamatan dan kesehatan kerja yang mengintai para pekerjanya. Pajanan bahaya kimia dapat terjadi melalui berbagai rute pajanan serta dapat memberikan risiko kesehatan kepada pekerja laboratorium, baik berupa efek kesehatan akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan terkait pajanan bahaya kimia benzena, toluena, dan xilena (BTX) pada pekerja laboratorium lubricant PT X. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Juni 2024 dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode chemical health risk assessment dari Department of Safety and Health Malaysia (DOSH) tahun 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif melalui pengukuran pajanan personal untuk pajanan rute inhalasi dan kualitatif untuk pajanan rute dermal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat level risiko moderat – tinggi untuk pajanan benzena serta level risiko rendah untuk pajanan aditif toluena dan xilena dengan rute inhalasi. Sementara itu, terdapat level risiko tinggi untuk pajanan benzena serta level risiko moderat untuk pajanan toluena dan xilena dengan rute pajanan dermal. Tingkat pajanan benzena, toluena, dan xilena dengan nilai rata-rata tertinggi berada pada Tim Sampling. Berdasarkan hasil penelitian, dibutuhkan langkah pengendalian yang tepat, seperti penyediaan APD sesuai kebutuhan, pemeliharaan sistem ventilasi, serta pemantauan pajanan BTX pada pekerjaan rutin dan non-rutin.
Lubricant laboratory pose various occupational safety and health hazards to their workers. Exposure to chemical hazards can occur through multiple routes and can lead to both acute and chronic health risks for laboratory workers. This study aims to analyze the health risks associated with exposure to benzene, toluene, and xylene (BTX) among lubricant laboratory workers at PT X. The study was conducted from February to June 2024 using a descriptive analytical research design with the chemical health risk assessment method from the Department of Safety and Health Malaysia (DOSH) 2018. Data collection techniques were employed quantitatively through personal exposure measurements for inhalation exposure and qualitatively for dermal exposure. The study results indicated a moderate to high risk level for benzene exposure and a low risk level for toluene and xylene additive exposure via inhalation. Meanwhile, a high-risk level was found for benzene exposure and a moderate risk level for toluene and xylene exposure via dermal exposure. The highest average exposure levels for benzene, toluene, and xylene were observed in the Sampling Team. Based on the study findings, appropriate control measures are necessary, such as providing appropriate personal protective equipment (PPE), maintaining ventilation systems, and monitoring BTX exposure during routine and non-routine tasks.
S-11649
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ryan Rachmawan; Pembimbing: Penguji Tejamaya, Doni Hikmat Ramdhan, Fatma Lestari, Hanafi, Elsye As Safira
Abstrak:
Berbagai macam pelarut organik digunakan di laboratorium pengujian PT SCI, termasuk benzene, toluene dan xylene (BTX). BTX diketahui sebagai bahan kimia yang berbahaya dan dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan baik dampak akut maupun kronis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian risiko Kesehatan terkait pajanan BTX guna menilai kecukupan metode pengendalian yang telah diimplementasikan di laboratorium PT SCI. Penelitian ini menilai risiko Kesehatan terkait inhalasi pajanan BTX dengan metode CHRA DOSH Malaysia secara kualitatif dan kuantitatif; dibandingkan dengan metode SQRA Singapura secara kuantitatif, tingkat risiko terkait pajanan benzene masuk ke dalam kategori tinggi, sedangkan pajanan toluene dan xylene memiliki risiko moderat. Secara kuantitatif (CHRA), pajanan benzene (TWA pengukuran = 0,025 ppm) memiliki risiko moderat (RR=5), sedangkan toluene (TWA pengukuran = 0,104 ppm) dan xylene (TWA pengukuran = 0,077 ppm) memiliki tingkat risiko rendah (RR=2). Dengan menggunakan metode SQRA diperoleh nilai tingkat risiko moderate untuk benzene, dan rendah untuk toluene, serta xylene. Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif CHRA overestimate metode kuantitatif CHRA; dan metode kuantitatif CHRA dan SQRA memperlihatkan hasil yang sebanding
A various of organic solvents are used in PT SCI's testing laboratory, including benzene, toluene, and xylene (BTX). BTX is known as a hazardous chemical and can pose a health risks, both acute and chronic. Therefore, it is necessary to conduct a health risk assessment related to BTX exposure in order to assess the adequacy of the control methods that have been implemented in the PT SCI laboratory. This study assessed the health risks associated with inhalation of BTX exposure with the CHRA DOSH Malaysia method qualitatively and quantitatively and compared to the Singapore quantitative method SQRA, the level of risk associated with benzene exposure is in the high category, while exposure to toluene and xylene has a moderate risk. CHRA in quantitatively, benzene exposure (TWA measurement = 0.025 ppm) had a moderate risk (RR=5), while toluene (TWA measurement = 0.104 ppm) and xylene (TWA measurement = 0.077 ppm) had a low risk level (RR=2). By using the SQRA method, the risk level is moderate for benzene, and low for toluene and xylene. It can be concluded that the CHRA qualitative method overestimates the CHRA quantitative method; and quantitative methods CHRA and SQRA showed comparable results.
Read More
A various of organic solvents are used in PT SCI's testing laboratory, including benzene, toluene, and xylene (BTX). BTX is known as a hazardous chemical and can pose a health risks, both acute and chronic. Therefore, it is necessary to conduct a health risk assessment related to BTX exposure in order to assess the adequacy of the control methods that have been implemented in the PT SCI laboratory. This study assessed the health risks associated with inhalation of BTX exposure with the CHRA DOSH Malaysia method qualitatively and quantitatively and compared to the Singapore quantitative method SQRA, the level of risk associated with benzene exposure is in the high category, while exposure to toluene and xylene has a moderate risk. CHRA in quantitatively, benzene exposure (TWA measurement = 0.025 ppm) had a moderate risk (RR=5), while toluene (TWA measurement = 0.104 ppm) and xylene (TWA measurement = 0.077 ppm) had a low risk level (RR=2). By using the SQRA method, the risk level is moderate for benzene, and low for toluene and xylene. It can be concluded that the CHRA qualitative method overestimates the CHRA quantitative method; and quantitative methods CHRA and SQRA showed comparable results.
T-6256
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
