Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Titis Elvira Nizar; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Putri, Widya; Simatupang, Deriani
B-2193
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dudy Arman Hanafy; Pembuimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Dicky Aligheri, Puji Triastuti
Abstrak: Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai pusat Rujukan Nasionalmemberikan layanan penatatalaksana penyakit jantung coroner dengan pembedahan yaituCoronary Artery Bypass Graft (CABG) dengan teknik Off-Pump dan On-Pump. Perlunyadilakukan cost analisys terhadap dua teknik diatas sebagai evaluasi ekonomi untukmengetahui teknik yang lebih hemat. Desain penelitian ini obeservasional analitik denganmenghitung unit cost dari setiap teknik dengan membagi biaya preoperatif, perioperatif danpostoperatif. Sampel adalah pasien ASKES yang dilakukan CABG Januari-Agustus 2012 dandidapatkan besar sampel Off-Pump 30 pasien dan On-Pump 40 pasien. Tidak ada perbedaandata demografi dari kedua kelompok. Untuk utilisasi pelayanan, pasien Off-Pumpmenggunaan ventilator yang lebih singkat (Off-Pump 6,3 jam ±2.55; On-Pump 9.7 jam ±3.51p=0.000), lama di ICU lebih singkat (Off-Pump 1,1 hari ±0.30; On-Pump 2.28 hari ± 1.79p=0.001) dan lama perawatan lebih singkat juga (Off-Pump 8,2±1.27; On-Pump 11.35±4.90p=0.001). Untuk perbandingan biaya, tidak ada perbedaan biaya preoperative pada keduateknik, perioperatif teknik Off Pump lebih hemat (Off-Pump Rp. 64.301.615 ± 7.257.330; On-Pump Rp. 68.206.112 ± 6.594.156 p=0.001) dan teknik Off-Pump juga lebih hemat padabiaya post operatif (Off-Pump Rp. 13.295.739 ± 3.810.598; On-Pump Rp. 19.501.919 ±10.655.286 p=0.000). Jadi teknik Off-Pump lebih hemat Rp. 10.138.450. (Off Pump Rp.79.576.505; On-Pump 89.714.955).Kata Kunci: Off-Pump CABG, On-Pump CABG, ASKES, Analisa biaya, Pre-operatif, Peri-operatif, post-operatif
Read More
B-1581
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shafira Rahmania; Pembimbing: Helda; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Wisesa Soetisna, Rudyanto Sedono
Abstrak:
Penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit arteri koroner (Coronary Artery Disease/CAD), merupakan salah satu penyebab utama kematian global. Bedah pintas arteri koroner (Coronary Artery Bypass Graft/CABG) merupakan salah satu intervensi utama untuk CAD yang bertujuan mengurangi morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, perawatan intensif yang berkepanjangan pasca CABG dapat berdampak negatif terhadap luaran kondisi pasien dan beban sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesintasan pasien pasca bedah pintas arteri koroner (CABG) untuk keluar dari ICU dalam waktu ≤48 jam dan mengembangkan model skoring prediksi lama rawat intensif. Studi menggunakan desain kohort retrospektif dengan data sekunder dari registri bedah jantung dewasa di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita periode Januari 2019 – Agustus 2024. Analisis mencakup univariat, bivariat (log-rank dan uji Cox proportional hazard), serta multivariat untuk memperoleh model prediksi terbaik. Hasil menunjukkan bahwa faktor faktor usia (adjHR 1.22; 95% CI 1.12-1.32), stroke (adjHR 1.29), gangguan fungsi ginjal berat (adjHR 1.51); gangguan fungsi ginjal sedang (adjHR 1.89), fungsi jantung normal (adjHR 1.80), kondisi kritis pre-operasi (adjHR 3.37), disfungsi jantung sedang (adjHR 1.85), disfungsi jantung ringan (adjHR 2.51), fungsi jantung normal (adjHR 3.03); mengalami infark miokard >21 hari pre-operasi (adjHR 1.35); tidak pernah mengalami infark miokard (adjHR 1.36); dan status prosedur elektif (adjHR 1.36) sebagai prediktor signifikan perawatan ICU ≤48 jam. Model skoring yang dikembangkan memiliki nilai AUC 68,87%, dengan titik potong skor ≥14 menunjukkan prediksi keberhasilan pasien menyelesaikan perawatan ICU dalam waktu ≤48 jam pasca operasi CABG. 

Cardiovascular diseases, particularly coronary artery disease (CAD), are among the leading causes of global mortality. Coronary Artery Bypass Graft (CABG) surgery is one of the primary interventions for CAD, aimed at reducing morbidity and improving patients' quality of life. However, prolonged intensive care post-CABG can negatively impact patient outcomes and place a burden on healthcare resources. This study aims to analyze factors influencing the survival of post-CABG patients to leave the ICU within ≤48 hours and to develop a scoring model for predicting intensive care length of stay. The study employed a retrospective cohort design using secondary data from the adult cardiac surgery registry at RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita from January 2019 to August 2024. The analysis included univariate, bivariate (log-rank and Cox proportional hazards tests), and multivariate approaches to obtain the best predictive model. Results identified are age (adjHR 1.22; 95% CI 1.12–1.32), stroke (adjHR 1.29), severe renal dysfunction (adjHR 1.51), moderate renal dysfunction (adjHR 1.89), normal cardiac function (adjHR 1.80), critical preoperative condition (adjHR 3.37), moderate cardiac dysfunction (adjHR 1.85), mild cardiac dysfunction (adjHR 2.51), normal cardiac function (adjHR 3.03), myocardial infarction >21 days preoperatively (adjHR 1.35), no history of myocardial infarction (adjHR 1.36), and elective procedure status (adjHR 1.36) as significant predictors for ICU stays ≤48 hours. The developed scoring model achieved an AUC of 68.87%, with a cutoff score of ≥14 indicating successful prediction of ICU discharge within ≤48 hours post-CABG surgery
Read More
T-7179
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikhwan Rinaldi; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Ratna Djuwita, Arif Mansjoer
Abstrak: ABSTRAK Mortalitas 30 hari pascaoperasi CABG di RSCM mencapai 13,96%. Angka ini jauh lebih besar dari mortalitas di Amerika Serikat 2% dan Pakistan 3,4%. Perbedaan yang besar ini menimbulkan pertanyaan adakah prediktor mortalitas lain selain yang terdapat pada EuroSCORE dan STS yang dapat menjadi prediktor mortalitas 30 hari pascaoperasi CABG di Indonesia. Penelitian ini berusaha mengetahui peran determinan praoperasi seperti yang terdapat pada EuroSCORE dan STS, determinan intraoperasi, dan pascaoperasi terhadap mortalitas 30 hari pascaoperasi CABG. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien berusia > 18 tahun yang menjalani operasi CABG di Pusat Jantung Terpadu, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2012-2015. Analisis dilakukan secara multivariat regresi Cox untuk mendapat model akhir hubungan antara deteminan pra-, intra-, pasca-, dan perioperasi dengan mortalitas pascaoperasi CABG. Penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat hubungan antara disfungsi neurologi, disfungsi ginjal, disfungsi ventrikel kiri, lama klem aorta, durasi operasi, trombositopenia pasca operasi dan pemasangan IABP pasca operasi dengan HR (IK 95%) berturut-turut: 5,63 (2,18-14,49); 3,49 (1,30-9,42); 3,07 (1,30-7,23); 4,00 (1,62-9,88); 3,03 (1,08-8,49); 3,37 (1,40-8,14) dan 9,56 (4,03- 22,67). Di samping prediktor praoperasi yang sudah standar, lama klem aorta, durasi operasi, trombositopenia pascaoperasi dan pemasangan IABP pascaoperasi merupakan determinan yang perlu dipertimbangkan dalam memprediksi mortalitas 30 hari pascaoperasi CABG. Kata kunci: determinan praoperasi; determinan intraoperasi; determinan pascaoperasi; mortalitas 30 hari pascaoperasi CABG Thirty-day mortality after CABG surgery in dr. Cipto Mangunkusumo Hospital is 13.96%, higher than in the US (2%) and Pakistan (3.4%). This huge difference suggests that there are other predictors beside those included in EuroSCORE dan STS. This research aimed to determine the role of preoperative, intraoperative, postoperative, and perioperative determinants of CABG surgery in 30-day mortality after the procedure. This was a retrospective study using secondary data from medical record of patients who underwent CABG in Comprehensive Heart Care Centre, dr. Cipto Mangunkusumo General Hospital in 2012-2015. Data were analysed using regresi Cox multivariate. This research showed that age, neurological dysfunction, renal dysfunction, left ventricle dysfunction, aortic clamp time, surgery duration, low platelet after surgery, and IABP support after surgery were associated with 30-day mortality after CABG with HR (95% CI) : 5,63 (2,18-14,49); 3,49 (1,30-9,42); 3,07 (1,30-7,23); 4,00 (1,62-9,88); 3,03 (1,08- 8,49); 3,37 (1,40-8,14) and 9,56 (4,03-22,67). In conclusion, besides scoring model determinants, low platelet count and administration of IABP after surgery should be considered as predictors of 30-day mortality after CABG. Keywords: intraoperative factors; postoperative factors; preoperative factors; thirty-day mortality after CABG
Read More
T-5436
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardiansyah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Kurnia Sari, Pujiyanto, Dovy Djanas, Pribadi Wiranda Busro
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan melakukan analisis perhitungan biaya satuan tindakan bedah jantung Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dalam satu episode rawatan dengan metode Activity Based Costing (ABC) di RSUP DR. M. Djamil Padang. Penelitian dilakukan di RSUP Dr M. Djamil Padang, Waktu penelitian November-Desember 2023. Terdapat 23 sampel pada penelitian ini. Semua sampel yang ada dibuatkan simulasi aktivitasnya berdasarkan telaah berkas klaim, wawancara, serta observasi langsung untuk mendapatkan gambaran terkait komponen biaya yang memengaruhi pelayanan pasien operasi bedah jantung CABG dalam satu episode rawatan. Berdasarkan hasil analisis biaya didapatkan bahwa biaya satuan pasien operasi bedah jantung CABG di RSUP M. Djamil Padang dalam satu episode rawatan didapatkan total unit cost sebesar Rp. 141.143.737,56. Total biaya langsung Rp. 124.767.235,56 dan biaya tidak langsung adalah sebesar Rp. 16.376.502,00. Kedisiplinan dalam menjalankan clinical pathway menjadi kunci utama bagi rumah sakit untuk melakukan efektivitas pembiayaan. Jumlah operasi memiliki potensi besar untuk ditingkatkan mengingat antrian bedah jantung terbuka di RSUP M. Djamil Padang sudah mencapai enam bulan lebih. Semakin banyak operasi yang dilakukan akan berdampak positif terhadap efektivitas biaya. Beberapa BMHP, alat-alat kesehatan, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi dan pemberian obat-obatan bisa lebih diefektifkan yang berdasarkan analisis penelitian ini mampu mengefektifkan biaya sampai dengan 25-30%.

This is a descriptive study with a qualitative and quantitative design with the aim to analyze the unit cost of Coronary Artery Bypass Graft (CABG) heart surgery in one hospitalization episode using the Activity Based Costing (ABC) method at RSUP DR. M. Djamil Padang. The research was conducted at Dr M. Djamil Hospital Padang on November-December 2023 with 23 samples. All existing samples were simulated activities based on a review of claims files, interviews, and direct observation to get an idea of the cost components that influence the CABG heart surgery patients in one episode of hospitalization. Based on the cost analysis results, it was found that the unit cost for CABG heart surgery patients at M. Djamil General Hospital in Padang in one hospitalization period was Rp. 141,143,737.56. Total direct costs are Rp. 124,767,235.56 and indirect costs are Rp. 16,376,502.00. Discipline in implementing clinical pathways is the main key for hospitals to make financing effective. The number of operations has great potential to be increased considering that the queue for open heart surgery at M. Djamil Hospital in Padang has reached more than six months. The more operations performed will have a positive impact on cost effectiveness. Several disposable medical materials, medical devices, laboratory examinations, radiological examinations and administration of medicines can be made more effective, which based on the analysis of this analysis can reduce the costs until 25-30%.
Read More
B-2413
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive