Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Siti Sarah Nurhaqqi; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Kartika Anggun Dimar Setio, Zulmely, Adang Mulyana
Abstrak:
Read More
Investigasi Kontak (IK) merupakan kegiatan pelacakan dan investigasi yang ditujukan pada orang-orang yang kontak dengan pasien TB untuk menemukan terduga TB. Puskesmas Cirimekar turut melaksanakan IK dengan meminta seluruh kontak serumah pasien TB BTA (+) dan BTA (-) untuk melakukan pemeriksaan dahak secara gratis di puskesmas. Puskesmas memberikan kemudahan dengan menitipkan pot dahak untuk kontak serumah melalui pasien. Namun kemudahan tersebut belum bisa menjangkau seluruh kontak serumah untuk melaksanakan IK. Hal ini diduga disebabkan adanya stigma asosiasi yaitu seseorang mendapatkan stigma berdasarkan pergaulannya dengan individu lain yang mengalami stigma. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan wawancara mendalam pada keluarga pasien TB, pasien TB, dokter, perawat serta Kepala Puskesmas pada bulan Juni 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stigma asosiasi yang menghambat pelaksanaan investigasi kontak TB pada anggota keluarga pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Cirimekar dan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program dengan menggunakan kerangka kerja Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance (RE-AIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan IK di Puskesmas Cirimekar masih belum efektif ditinjau dari jangkauan, efektivitas, adopsi, implementasi dan pemeliharaan. Dalam penelitian ini terdapat stigma asosiasi yang dirasakan oleh keluarga pasien TB namun faktor yang lebih dominan sebagai penghambat IK yaitu kurangnya pengetahuan keluarga pasien TB tentang penyakit TB.
Contact Investigation (CI) is a tracking and investigation activity aimed at individuals who have had contact with TB patients to identify suspected TB cases. Puskesmas Cirimekar is also conducting CI by requesting all household contacts of TB patients (both smear-positive and smear-negative) to undergo free sputum examination at the health center. The health center facilitates by collecting sputum samples from household contacts through the patients, but this convenience has not reached all household contacts to participate in the CI. This is thought to be due to association stigma, namely that someone gets stigma based on their association with other individuals who experience stigma. This is a qualitative study with a case study approach conducted through in-depth interviews with TB patients' families, TB patients, doctors, nurses, and the head of the health center in June 2024. The objective of this research is to determine the association stigma that hinders the implementation of TB contact investigations among family members of TB patients in the Cirimekar Community Health Center working area and evaluation to determine the effectiveness of program implementation using the Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance (RE-AIM) framework. The research results indicate that the implementation of CI at Puskesmas Cirimekar is still ineffective in terms of reach, effectiveness, adoption, implementation, and maintenance. In this study, there is a perceive association stigma experienced by TB patients families, but the dominant inhibiting factor in seeking treatment is the lack of knowledge of the TB patient's family about TB.
T-7144
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dina Fitriani; Pemimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Aditya Galatama Purwadi, Fatimah
Abstrak:
Read More
Tahun 2023, Global TB Report melaporkan Indonesia kembali menempati peringkat kedua setelah India dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Perlunya sebuah kegiatan sistematis yang dapat mendukung proses pencegahan penularan penyakit TB kepada orang yang sehat dan orang yang rentan tertular TB. Investigasi kontak pada pasien TB merupakan salah satu strategi untuk menemukan kasus terduga baru TB secara dini dan untuk mencegah penularan TB. Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan investigasi kontak yang dilakukan di Puskesmas Jatinegara, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kualitatif jenis rapid assessment procedure (RAP) dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan investigasi kontak pasien TB di Puskesmas Jatinegara belum berjalan optimal yang terlihat dengan masih banyaknya permasalahan yang ditemukan baik itu dari input, output ataupun outcome dari kegiatan investigasi kontak. Pendanaan juga masih menjadi bahasan yang cukup penting, melihat masih tingginya proporsi dana dari bantuan luar negeri dalam kegiatan ini. Peran serta dari kemitraan juga harus mendapat perhatian khusus, dimana komitmen dan kompetensi dari mitra yang terlibat masih perlu untuk ditingkatkan. Dari data hasil capaian kasus indeks yang dilakukan investigasi kontak di Puskesmas Jatinegara didapatkan angka sebesar 49,14%, angka ini masih jauh sekali dari target yang ditentukan yaitu 90%. Masih perlunya pendekatan yang komprehensif untuk mendorong kasus kontak TB agar dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan investigasi kontak sebagai langkah awal deteksi dini dan skrining TB.
In 2023, the Global TB Report reports that Indonesia will again rank second after India with the highest number of TB cases in the world. There is a need for systematic activities that can support the process of preventing the transmission of TB disease to healthy people and people who are susceptible to contracting TB. Contact investigation in TB patients is one strategy to find new suspected cases of TB early and to prevent TB transmission. This research focuses on evaluating the implementation of contact investigation activities carried out at the Jatinegara Primary Health Care, East Jakarta. This research uses a rapid assessment procedure (RAP) type qualitative study design with data collection techniques of in-depth interviews and document review. The results of this research indicate that the implementation of contact investigation activities for TB patients at the Jatinegara Primary Health Care has not been running optimally, which can be seen from the many problems still found in terms of input, output or outcome of contact investigation activities. Funding is also still an important topic of discussion, considering the still high proportion of funds from foreign aid in this activity. Participation in partnerships must also receive special attention, where the commitment and competence of the partners involved still needs to be improved. From the data on the results of index cases that were carried out by contact investigations at the Jatinegara Primary Health Care, the figure was 49.14%, this figure is still very far from the specified target, namely 90%. There is still a need for a comprehensive approach to encourage TB contact cases to fully participate in contact investigation activities as an initial step in early detection and TB screening.
T-6949
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hafizha Astia; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Lhuri Dwianti Rahmartani, Retno Kusuma Dewi, Windy Oktavina
Abstrak:
Read More
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit kuno yang sampai sekarang masih menjadi masalah, maka diperlukan program penanggulangan secara aktif promotif, salah satunya melalui investigasi kontak (IK), yaitu kegiatan pelacakan dan investigasi pada orang-orang yang kontak dengan pasien untuk menemukan terduga TBC. IK semestinya dilaksanakan oleh puskesmas, namun tidak semua pasien TBC berobat di puskesmas. Klinik JRC-PPTI menyediakan layanan tes cepat molekuler (TCM) secara gratis sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan IK. Petugas kesehatan akan menanyakan jumlah dan usia dari orang yang tinggal serumah dengan pasien dan memintanya untuk datang ke saat jadwal kontrol berikutnya. Namun, adanya hambatan kontak untuk datang langsung memodifikasi IK di klinik JRC-PPTI, berupa pemeriksaan secara tidak langsung bagi keluarga pasien yang tidak bisa datang dengan menitipkan sampel dahak pada pot dahak yang sebelumnya sudah dititipkan pada pasien saat berobat, selanjutnya sampel dibawa kembali pada jadwal kontrol berikutnya. Ternyata, dengan kemudahan yang diberikan, masih sedikit keluarga pasien melakukan IK sehingga diperlukannya evaluasi untuk mengetahui hambatan dari pelaksana program menggunakan kerangka kerja RE-AIM dan perspektif penerima menggunakan teori health belief model (HBM). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pasien TBC, keluarga pasien, dokter, perawat dan pimpinan klinik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hambatan pelaksanaan investigasi kontak serumah difasilitas kesehatan swasta dari persepsi klinik dan kontak serumah. Dari hasil penelitian, ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan program IK di Klinik Utama JRC-PPTI yang meliputi jangkauan, efektifitas, adopsi, implementasi dan pemeliharaan. Sementara pelaksanaan IK di klinik utama JRC-PPTI dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, keparahan, manfaat dan isyarat berperilaku.
Tuberculosis (TB) is an ancient disease that remains a problem even today, necessitating an actively promotive and preventive program. One of the strategies used is contact investigation (CI), which involves tracing and investigating individuals who have had contact with TB patients to identify potential TB cases. Ideally, CI should be carried out by primary healthcare centers, but not all TB patients seek treatment at such facilities. JRC-PPTI Clinic provides free rapid molecular testing (RMT) services, enabling the implementation of CI. Healthcare workers inquire about the number and ages of individuals living with the patient and request them to come for their next scheduled follow-up. However, there are contact barriers preventing them from coming in person, which modifies the CI process at JRC-PPTI Clinic. Instead, an indirect examination is conducted for family members who cannot come by having them deposit a sputum sample in a previously provided container, which is then collected during the next scheduled follow-up visit. Despite the convenience provided, only a few family members of TB patients participate in CI. Therefore, an evaluation is needed to identify the barriers to program implementation using the RE-AIM framework and the perspectives of recipients using the Health Belief Model (HBM) theory. This qualitative research adopts a case study approach and involves in-depth interviews with TB patients, their families, doctors, nurses, and clinic leaders. The objective of this study is to identify the barriers to implementing household contact investigation in a private healthcare facility from the clinic's and household contacts' perspectives. The research findings reveal several obstacles to the implementation of CI at JRC-PPTI Main Clinic, including reach, effectiveness, adoption, implementation, and maintenance. Meanwhile, the implementation of CI at the JRC-PPTI main clinic is influenced by perceptions of vulnerability, severity, benefits, and behavioral cues.
T-6763
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
