Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 85 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Noralisa; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Anwar Hassan, Didik Supriyono
S-6562
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulistyoning Rahayu; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Suwito
S-7994
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Handayani; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Penina Regina, Rina Artining Anggorodi
S-4519
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenni Riama Sibarani; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Yovsyah, Cicilia Windiyaningsih
S-5189
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Syahputra Yamin; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lalu Simbawara
Abstrak: Latar Belakang: Demam berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue yang merupakan masalah kesehatan di Indonesia termasuk di Kota Mataram. Kasus DBD di Kota Mataram sejak tahun 2016 sampai tahun 2019 cenderung fluktuatif dimana sebagian besar pasien DBD dirawat di RSUD Kota Mataram. Kematian akibat infeksi DBD Sebagian besar terjadi pada DSS dan kematian akibat DSS dilaporkan 50 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pasien DBD tanpa DSS. Diagnostik yang cepat dan pengobatan yang tepat merupakan salah satu penentu penting untuk pencegahan dan pengendalian dengue, sehingga dengan mengetahui faktor risiko ini dapat mencegah/mengurangi kematian. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan desain kasus control. Kasus adalah pasien DBD yang didagnosis Dengue Shock Syndrome oleh dokter yang merawat, sedangkan untuk kontrol adalah pasien DBD yang didiagnosis bukan Dengue Shock Syndrome oleh dokter yang merawat. Data penelitian diperoleh dari data rekam medis dan formular KD-RS yang dirawat di RSUD Kota Mataram dari bulan Januari 2016 sampai Desember 2020. Rancangan analisis ditujukan untuk memperoleh nilai odds ratio dilanjutkan dengan analisis multivariat untuk mengetahui faktor risiko yang dapat mendeteksi DSS lebih awal. Hasil Penelitian: Variabel yang signifikan secara statistic pada prediksi model akhir adalah variable peningkatan nilai hematokrit > baseline dengan OR= 17,1 (95% CI: 4,033-72,600), penurunan nilai trombosit < 100.000/µL dengan OR= 6 (95% CI: 2,30615,699), dan penurunan nilai leukosit < baseline dengan OR= 5,1 (95% CI: 2,20911,838). Sedangkan variabel yang paling dominan adalah variabel peningkatan nilai hematokrit > baseline dengan nilai OR= 17,1 (95% CI: 4,033-72,600) dan nilai p= 0,000.
Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus which is a health problem in Indonesia, including in the city of Mataram. DHF cases in Mataram City from 2016 to 2019 tend to fluctuate where most of the DHF patients are treated at the RSUD Kota Mataram. Death due to DHF infection occurred mostly in DSS and mortality from DSS was reported to be 50 times higher than in DHF patients without DSS. Prompt diagnosis and appropriate treatment are important determinants for dengue prevention and control, so knowing these risk factors can prevent/reduce mortality. Methods: This study is an observational study with a case-control design. Cases are DHF patients diagnosed with Dengue Shock Syndrome by the treating doctor, while the controls are DHF patients diagnosed not with Dengue Shock Syndrome by the treating doctor. The research data were obtained from medical records and KD-RS formular data treated at the RSUD Kota Mataram from January 2016 to December 2020. The design of the analysis was aimed at obtaining the odds ratio value followed by multivariate analysis to determine the risk factors that could detect DSS early. Results: The variables that were statistically significant in the prediction of the final model were the increase in hematocrit value > baseline with OR= 17.1 (95% CI: 4.03372.600), decreased platelet value < 100.000/µL with OR= 6 (95% CI : 2,306-15,699), and decreased leukocyte value < baseline with OR= 5.1 (95% CI: 2,209-11,838). While the most dominant variable is the increase in hematocrit value > baseline with OR = 17.1 (95% CI: 4.033-72.600) and p value = 0.000
Read More
T-6191
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunaryo, Bina Ikawati, Dyah Widiastuti
JEK Vol.13, No.4
Jakarta : Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Balitbangkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wening Widjajanti ... [et al.]
Vektora Vol.11, No.2
Salatiga : Balitbangkes Depkes RI, 2019
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwik Trapsilowati, Sugeng Juwono Mardihusodo, Yayi Suryo Prabandari, dan Totol Mardikanto
BPSK Vol.18, No.1
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Putra Kusuma; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ema Hermawati, Nurlaila, Erliana Setiani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Muhammad Putra Kusuma Program Studi : Magister Epidemiologi Judul : Hubungan Tempat penampungan Air dengan Kejadian DBD Di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018. Pembimbing : Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono M.Sc Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang endemis pada daerah tropis. Yang selalu muncul pada sepanjang  tahun. Terutama pada periode – periode musim yang cocok untuk perkebangbiakan nyamuk penularnya. Biasanya penyebaran penyakit ini secara cepat bila tidak segera di lakukan tindakan secara fokus. .Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten bangka barat jumlah kasus DBD pada tahun 2017 sebanyak 51 kasus dan sampai dengan bulan maret 2018 sebanyak 50 kasus terlaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tempat penampungan air dengan kejadian DBD di kabupaten bangka barat februari 2017 – februari 2018. Terdapat 3 variabel independen dalam penelitian ini yaitu, keberadaan jentik, jumlah tempat penampungan air dan tempat penampungan air terbuka/tertutup. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di kabupaten bangka barat. Besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 61. Perbandingan antara kasus dan kontrol adalah 1 : 2. Jadi total responden dalam penelitian ini adalah 183 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keberadaan jentik dengan kejadian DBD di kabupaten bangka barat pvalue 0,007 besar resiko OR 0,007 95 % (CI 1,596 – 19,960 ). Terdapat hubungan antara jumlah tempat penampungan air dengan kejadian DBD pvalue 0,010 dan besar resiko OR 5,125 dengan 95 %  ( CI 1,470 – 17,866 ). Terdapat hubungan antara tempat penampungan air tebuka/tertutup dengan kejadian DBD pvalue 0,063 dengan besar resiko OR 2,723  ( 95 % CI 0,946 – 7,842 ). Kata kunci: DBD, Penampungan air


ABSTRACT Name : Muhammad Putra Kusuma Study Program : Magister of Epidemiology Title Relationship of Water Reservoirs With Dengue Fever In West Bangka Regency  2018 Counsellor : : Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono M.Sc Dengue Hemorrhagic Fever is an endemic disease in the tropics. That always appears at all times of the year. Especially in seasonal periods suitable for the breeding of infected mosquitoes. Usually the spread of this disease quickly if not immediately done the action focus. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus that is transmitted through the bite of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Based on data from district health offices of western bangka the number of cases of dengue fever in 2017 as many as 51 cases and up to March 2018 as many as 50 cases were reported. The purpose of this research is to know relation of water reservoir with dengue occurrence in west bangka district of february 2017 - february 2018. There are 3 independent variables in this research that is, larva existence, number of water reservoir and open / closed water reservoir. The research is an analytic survey with case control study approach. Population in this research is society that exist in west bangka regency. The minimum sample size in this study was 61. The comparison between case and control was 1: 2. So total respondents in this study were 183 respondents.The result of this research indicate that there is correlation between larva existence and dengue occurrence in west bangka district pvalue 0,007 big risk OR 0,007 95% (CI 1,596 - 19,960). There is a relationship between the number of water reservoirs with the incidence of DBD pvalue 0.010 and the greatest risk of OR 5.125 with 95% (CI 1,470 - 17,866). There is a relationship between open / closed water reservoir with the incidence of DBD pvalue 0.063 with a large risk OR 2,723 (95% CI 0.946 - 7,842). Key words: DBD, Water Reservoirs

Read More
T-5164
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elva Idriani; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Artha Prabawa, Evawestari, Dewi Sartika
T-5445
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive