Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kholid Saifulloh; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Abdul Kadir, Fatma Lestari, Lelitasari, Lutfi Muzaqi
Abstrak:
Read More
Pajanan insektisida di tempat kerja dapat menyebabkan risiko kesehatan serius, mulai dari iritasi kulit hingga dampak sistemik. Penelitian ini menilai tingkat pajanan dermal pada sepuluh teknisi wanita pengendali hama menggunakan metode DREAM. Hasil menunjukkan seluruh aktivitas memiliki tingkat pajanan sangat rendah dengan total skor 8.89, tertinggi pada tahap mencuci alat (2.54). Tahapan lainnya seperti menuang, mencampur, dan menyemprot juga menunjukkan skor rendah. Meskipun APD digunakan, kontak langsung masih terjadi akibat ketidaksesuaian jenis APD dan kepatuhan rendah. Diperlukan peningkatan pelatihan K3, pengawasan rutin, serta penyediaan APD yang sesuai dan ramah wanita
Occupational exposure to insecticides can pose serious health risks, ranging from skin irritation to systemic effects. This study assessed dermal exposure levels among ten female pest control technicians using the DREAM method. Results showed all tasks had very low exposure levels, with a total score of 8.89; the highest was during equipment washing (2.54). Other tasks like pouring, mixing, and spraying also had low scores. Although PPE was used, direct contact still occurred due to inappropriate PPE types and low compliance. Improved OHS training, regular supervision, and provision of appropriate, female-responsive PPE are essential to ensure a safer work environment.
Occupational exposure to insecticides can pose serious health risks, ranging from skin irritation to systemic effects. This study assessed dermal exposure levels among ten female pest control technicians using the DREAM method. Results showed all tasks had very low exposure levels, with a total score of 8.89; the highest was during equipment washing (2.54). Other tasks like pouring, mixing, and spraying also had low scores. Although PPE was used, direct contact still occurred due to inappropriate PPE types and low compliance. Improved OHS training, regular supervision, and provision of appropriate, female-responsive PPE are essential to ensure a safer work environment.
T-7379
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Wulandhari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mila Tejamaya, Fatma Lestari, Rani Herespatiagni, Lusiana Lestari
Abstrak:
Dalam produksi minyak dan gas bumi, pengendalian kimiawi dari kontaminasi mikrobiologi bagi integritas jaringan pipa dan vessels salah satu caranya yaitu dengan menggunakan biosida Glutaraldehid. Dari data pencatatan Penyakit Akibat Kerja (PAK) PT. X, pada tahun 2019 telah terjadi insiden akibat kesalahan penanganan bahan kimia dan informasi yang tidak memadai pada Lembar Data Keselamatan (LDK) yang mengakibatkan ketidaksesuaian pemilihan sarung tangan kimia sehingga menyebabkan 7 kasus dermatitis kontak iritan pada pekerja yang melakukan injeksi biosida Glutaraldehid. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi, menilai besarnya risiko kesehatan melalui rute paparan kulit dan potensi dampak terjadinya iritasi pada kulit yang berkaitan dengan faktor-faktor risiko kulit, menentukan tingkat bahaya pada rute paparan, kulit serta mengevaluasi efektifitas pengendalian risiko dan memperoleh rekomendasi mitigasi yang tepat untuk mencegah terjadinya penyakit kulit akibat kerja pada proses injeksi biosida Glutaraldehid di fasilitas produksi hulu migas PT. X. Metode dalam penelitian ini yaitu observasional melalui pendekatan deskriptif yang bersifat semikuantitatif menggunakan metode Dermal Risk Assessment (DREAM) dan survei Nordic Occupational Skin Questionnaires (NOSQ 2002/SHORT) modified pada enam lapangan operasi di PT. X yang memiliki proses injeksi biosida Glutaraldehid. Hasil penelitian didapatkan, tingkat paparan dermal pada task level site B keseluruhan SkinW-Atask yaitu 118.97 tingkat risiko paparan tinggi; site S memiliki tingkat risiko paparan ekstrim tinggi yaitu 5809.38; site C memiliki tingkat risiko paparan ekstrim tinggi yaitu 11864.48, site CU tingkat risiko paparan ekstrim tinggi yaitu 11607.97 dan site SU dengan injeksi manual memiliki tingkat risiko paparan tinggi dengan hasil 492.45, sedangkan hasil open dan closed drain yaitu tingkat risiko sangat rendah. Tingkat paparan dermal pada task level tertimbang waktu (SkinW-Atask.w) pada proses injeksi Glutaraldehid di enam lapangan operasi memiliki tingkat risiko paparan rendah pada site B (18.34), risiko paparan sedang pada site S (76.98) dan site SU dengan proses manual (49.75); risiko paparan tinggi pada site C (175.02) dan site CU (141.20) serta risiko paparan sangat rendah pada site SU proses open drain (1.75) dan closed drain (4.37). Tingkat paparan dermal pada job level (Skinw-Ajob) pada proses injeksi Glutaraldehid di enam lapangan operasi memiliki tingkat risiko paparan sedang, rendah hingga sangat rendah. Perhitungan faktor-faktor dalam DREAM yang dikombinasikan dengan evaluasi faktor pendukung lainnya serta survei NOSQ 2002/SHORT modified dapat menangkap beberapa informasi dan gambaran awal paparan kulit serta adanya potensi terjadinya Penyakit Kulit Akibat Kerja (PKAK) pada proses injeksi Gluataraldehid di fasilitas produksi hulu migas PT. X
Read More
T-6368
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
