Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anak Agung Istri Citra Dewiyani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Endang Adriyani, Nyoman Gunahariati
Abstrak:
Pada tahun 2011 sampai tahun 2013 terdapat 48 barang dan jasa di RSUP Sanglah yang disediakan dengan cara KSO dan belum pernah dilakukan evaluasi. Salah satunya ESWL yang merupakan alat yang tinggi utilisasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan biaya antara tindakan ESWL dengan KSO dan tanpa KSO. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa biaya total tindakan ESWL lebih tinggi 1,4x dibandingkan tanpa KSO, tetapi dengan KSO ESWL mampu menjamin ketersediaan pelayanan setiap saat. Disarankan agar rumah sakit melakukan evaluasi tarif dan perjanjian dengan penyedia alat ESWL.

In the year 2011 until 2013 there were 48 equipment and services in Sanglah General Hospital were provided through joint operation with private institution and has never been evaluated, which one of its equipment is ESWL with a quite high utilization. This study used a cross-sectional design and involved qualitative approach. The study revealed that total cost of ESWL with joint operation was 1.4x higher than the cost without joint operation (own purchase) and hospital has to cover part of the cost. However, joint operation has its advantage in securing provision of service. It?s necessary for hospital to re-evaluate its agreement on rates with ESWL providers.
Read More
B-1640
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andreas Wijaya; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mardiati Nadjib, Melvin Lukito, Kalsum Komaryani
Abstrak:
Latar Belakang: Siloam Hospitals Kupang, sebagai rumah sakit swasta dengan layanan unggulan urologi, mampu melakukan berbagai tindakan pemecahan batu ginjal yaitu, Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), dan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS). Namun, tingginya jumlah pasien yang menjalani tindakan ESWL berulang lebih dari 1 kali setiap bulan, menimbulkan pertanyaan penting bagi manajemen rumah sakit terkait efektivitas biaya dari setiap prosedur yang tersedia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas biaya dari beberapa tindakan pemecahan batu ginjal di Siloam Hospitals Kupang. Metode: Penelitian dilakukan terhadap data 3 tindakan pemecahan batu ginjal selama periode September 2024 – November 2024 dengan mengambil seluruh sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi pada periode tersebut. Selanjutnya sampel dianalisis dengan analisis biaya yang membandingkan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectivenes Ratio (ICER) antara setiap tindakan terhadap pasien batu ginjal. Data primer didapatkan melalui kuesioner dan data sekunder dari laporan biaya rumah sakit serta rekam medis pasien. Pengukuran efektifitas dilakukan dengan menggabungkan antara indikator bebas batu, skala nyeri, durasi rawat inap, serta tingkat komplikasi. Hasil: Tindakan RIRS memiliki tingkat efektivitas yang paling baik dengan skor total 53,3%, nilai ACER sebesar Rp36.978.877. Diikuti oleh PCNL dengan efektivitas 20% degan ACER Rp80.940.986, dan ESWL dengan efektivitas 12,5% dengan ACER Rp16.268.591. Bila ESWL digantikan dengan RIRS akan memberikan nilai ICER Rp43.429.793, sedangkan bila digantikan dengan PCNL maka akan memberikan nilai ICER Rp189.360.602.  Kesimpulan: Tindakan RIRS adalah tindakan yang paling efektif diikuti oleh PCNL, dan ESWL memiliki efektifitas yang paling rendah. Jika ESWL diganti dengan RIRS maka biaya yang dibutuhkan akan lebih rendah dibandingkan bila diganti dengan PCNL. Jika dibandingkan dengan tarif klaim dari BPJS Kesehatan, maka hanya ESWL yang masih sesuai dengan nilai tarif yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Meskipun demikian RIRS masih bisa dilakukan untuk pasien dengan jaminan BPJS Kesehatan dengan catatan perlu dilakukan efisiensi dari sisi biaya alat flexible urethroscope, biaya dokter, dan biaya sewa gedung.

Background: Siloam Hospitals Kupang, as a private hospital with a distinguished urology service, can perform various kidney stone treatment procedures, including Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), and Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS). However, the high number of patients undergoing repeated ESWL procedures more than once per month has raised a critical question for hospital management regarding the cost-effectiveness of each available treatment option. Objectives: This study aims to analyze the cost-effectiveness of various kidney stone removal procedures at Siloam Hospitals Kupang. Methods: This study was conducted using data from three kidney stone treatment procedures during the period of September 2024 to November 2024 by including all samples that met the inclusion and exclusion criteria within that timeframe. The samples were then analyzed using a cost analysis approach, comparing the Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) and Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) among the procedures for kidney stone patients. Primary data were collected through questionnaires, while secondary data were obtained from hospital billing reports and patients’ medical records. Effectiveness was measured by combining multiple indicators, including stone-free status, pain scale, length of hospital stay, and complication rate. Results: RIRS demonstrated the highest level of effectiveness with a total score of 53,3% and an ACER of Rp36.978.877. This was followed by PCNL, with an effectiveness of 20,0% and an ACER of Rp80.940.986, and ESWL, which had the lowest effectiveness at 12,5% but the lowest ACER at Rp16.268.591. Replacing ESWL with RIRS resulted in an ICER of Rp43.429.793, whereas replacing it with PCNL led to a significantly higher ICER of Rp189.360.602. Conclusion: RIRS was found to be the most effective procedure, followed by PCNL, while ESWL had the lowest level of effectiveness. When ESWL is substituted with RIRS, the additional cost required is lower compared to substituting it with PCNL. In comparison to the reimbursement tariffs provided by BPJS Kesehatan, only ESWL remains within the acceptable claim limit. Nevertheless, RIRS may still be performed for patients under BPJS Kesehatan coverage, provided that cost efficiencies are implemented, particularly in the use of flexible urethroscope devices, physician fees, and facility rental charges.
Read More
B-2528
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive