Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Iwan Joko Sulistyo; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Mieke Savitri, Yuliandi, Edwar Zuliyar
Abstrak: Eliminasi malaria suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu. Penanggulangan penyakit malaria dipantau dengan menggunakan indikator Annual Parasite Incidence (API), untuk mengetahui suatu insidensi penyakit malaria pada suatu daerah tertentu selama satu tahun. Penurunan API bermakna bila disertai peningkatan Annual Blood Examination Rate (ABER). Oleh karena itu, penurunan API yang disertai penurunan ABER belum dapat diartikan sebagai penurunan insiden malaria. Selain ABER untuk menilai API juga digunakan Slide Positivity Rate (SPR) untuk melihat besaran tingkat infeksi pada kelompok populasi tertentu. Angka SPR bermakna bila ABER tinggi. Depkes membuat tahapan eleminasi malaria yaitu dari tahap pemberantasan, tahap pra eleminasi, tahap eleminasi dan tahap pemeliharaan. Tahap pra eleminasi salah satu syarat yang harus terpenuhi adalah Semua unit pelayanan kesehatan mampu memeriksa kasus secara laboratorium (mikroskopis) dan semua penderita malaria klinis di unit pelayanan kesehatan sudah dilakukan pemeriksaan sediaan darah dan SPR mencapai <5%. Target SPR ini harus tercapai karena untuk melihat besaran tingkat infeksi pada kelompok populasi tertentu. Di Kabupaten Musi Rawas dari tahun ke tahun API mengalami penurunan (0.15%) tahun 2016, namun dilihat per kecamatan SPR mengalami perubahan yang fluktuatif dan ABER masih sangat rendah. Hal ini menunjukkan masih adanya permasalahan yang belum tuntas dalam upaya pengendalian malaria di kabupaten Musi Rawas. Dalam pelaksanan program eleminasi Malaria, perlu dilakukan Evaluasi tentang pelaksanaan eliminasi Malaria di kabupaten Musi Rawas tahun 2020.sehingga dapat diketahui hambatan dari sumber daya maupun proses dalam pelaksanaan eliminasi Malaria di kabupaten Musi Rawas tinjauan tahun 2018.
Kata Kunci : Evaluasi, Eliminasi malaria

Malaria Elimination is an effort to stop local malaria transmission in a certain geographical area. The effort of malaria elimination can be monitored by using Annual Parasite Incidence (API) indicator. The usefulness of API is to recognize the malaria incidence in a certain area within one year. The decrease of API is more valuable if it is followed by the increase of Annual Blood Examination Rate (ABER). Thus the decrease of ABER does not mean the decrease of malaria incidence. Besides ABER, Slide Positivity Rate (SPR) is also used to see the magnitude of infection level on a certain population. The SPR digit is more valuable if ABER is high. The Department of Health has made stages in eliminating malaria. They are pre elimination, elimination, and alimination and maintenance. In pre elimination stage, one of the conditions which has to be fullfiled is all health service units have been able to examine a case microscopically and all clinical patients of malaria in a health service unit have sufficient blood and the SPR is 5%. The SPR target has to be accoplished due to the function to see the magnitude of infection level in a certain population. In Musi Rawas Regency from years API has a decrase (0.15%) in 2016, but if it is investigated per districts. SPR has a change fluctuativelly and ABER remains low. This shows there is a problem which is not solved yet in order to eliminate malaria in Musi Rawas Regency. In the implementation program of malaria elimination, evaluation is a must to implement the malaria elimination in Musi Rawas Regency in 2020 so that the obstacles of human resource of the implementation of malaria elimination in Musi Rawas Regency reviews can be detected in 2018.
Keyword: evaluation,malaria elimination
Read More
T-5449
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frengklin Pasik; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Wachyu Sulistiadi, Lukman Hakim, Purnawan Junadi
Abstrak: Nama : Frengklin Pasik Program Studi : 1706093920 Judul : Evaluasi Efektivitas Program Kelambu Anti Nyamuk Dalam Eliminasi Malaria Di Kota Jayapura Tahun 2018 Pembimbing : Dr. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM Propinsi papua secara khusus kota Jayapura masih bermasalah dan malaria dikota jayapura sekitar 19.504 kasus. Distribusi kelambu secara rutin setiap tahun dilakukan, di tahun 2018 kota jayapura mendapat 163.161 unit. Peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa efektif jalannya program tersebut dari berbagai sisi di wilayah dinas kesehatan kota Jayapura untuk eveluasi program Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan telaah dokumen, wawancara dan untuk memperjelas capaian program kelambu dilakukan survey atau pengukuran (Spot chek) pada 130 orang terpilih. Hasil penelitian ditemukan efektivitas kelambu untuk distrbusi 100%, kememilikan kelambu 66,15%, penggunaan kelambu 60,8%, kelambu tersisa di 6 puskesmas, sedangkan hubungan dengan kejadian malaria di kota meningkat 11,05% dengan yang tertinggi pada puskesmas koya barat 45%, sedangkan puskesmas kotaraja sukses menurunkan hingga 18 %. Faktor penyebab malaria adalah sering keluar dengan tidak menggunakan baju dan atau berbaju lengan pendek di malam hari. Faktor lain yang mempengaruhi efektivitas seperti sumber daya manusia cukup , dana terbatas, dukungan kurang, keterlambatan waktu dan aksebilitas terpenuhi. Diharapkan pemerintah daerah dapat lebih berkontrbusi agar distribusi dan monitoring evaluasi dapat teratasi terutama untuk masalah pendanaan, ketepatan waktu program dan dukungan lintas sektor. Kata kunci: Efektivitas, kelambu anti nyamuk, eliminasi malaria ABSTRACT Name : Frengklin Pasik Study Program : 1706093920 Title : Evaluation of the Effectiveness from the Mosquito Netting Program in The Eliminating Malaria in The city of Jayapura in 2018 Counsellor : Dr. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM Papua Province specifically, Jayapura city still has problems and malaria in the city of Jayapura, around 19,504 cases. Routine distribution of mosquito nets every year is carried out, in 2018 the city of Jayapura gets 163,161 units. The researcher was interested to find out how effective the program was from various sides in the Jayapura city health service area for program evaluation in 2018. This study used a qualitative approach by reviewing documents, interviews and clarifying the achievements of the survey program (Spot check) on 130 chosen person. The results of the study found the effectiveness of bed nets for distribution of 100%, mosquito net ownership of 66.15%, use of mosquito nets 60.8%, mosquito nets remaining in 6 health centers, while the relationship with malaria incidence in the city increased 11.05% with the highest in west koya 45 health centers %, while the Kotaraja health center has successfully reduced it to 18%. The causative factor of malaria is often going out without wearing clothes and or wearing short-sleeved clothes at night. Other factors that affect effectiveness such as sufficient human resources, limited funds, lack of support, delay in time and accessibility are fulfilled. It is expected that the regional government can contribute more so that the distribution and monitoring of evaluations can be overcome especially for funding issues, program timeliness and cross-sector support. Key words: Effectiveness, mosquito nets, malaria elimination
Read More
T-5763
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermawan Susanto; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Tris Eryando, R. Sutiawan, Elvied Sariwati, Budi Pramono
T-4925
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Same Betera; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Mohamad Sudomo, Wilfred N. Nunu, Budi Hartono
Abstrak:
Malaria telah menciptakan krisis kebangkitan kembali dalam kontinum eliminasi di Zimbabwe, yang berbeda dari komitmen global untuk eliminasi malaria pada tahun 2030. Penelitian kohort retrospektif ini bertujuan untuk menentukan faktor risiko yang terkait dengan malaria berat di distrik Beitbridge dan Lupane. Pengambilan sampel multistage digunakan untuk merekrut 2414 orang yang tercatat dalam database Perangkat Lunak Informasi Kesehatan Distrik2 Tracker. Penelitian ini menggunakan IBM SPSS 29.0.2.0 (20) untuk analisis data, dan rasio odds (OR) untuk memperkirakan risiko relatif (RR; 95% CI; p <0,05). Studi ini mengungkapkan risiko relatif yang signifikan (p-value<0,05) untuk individu yang tidak memiliki Kelambu Berinsektisida Tahan Lama (Beitbridge 47,4; Lupane 12,3), mereka yang memiliki tetapi tidak menggunakan LLIN (Beitbridge 24,9; Lupane 7,83), mereka yang tidur di luar rumah pada malam hari (Beitbridge 84,4; Lupane 1,93), dan orang dewasa (Beitbridge 0,18; Lupane 0,22) dibandingkan dengan kelompok referensi yang sesuai. Faktor-faktor lain menunjukkan RR yang bervariasi: jenis kelamin (Beitbridge 126,1), pengobatan yang cepat (Beitbridge 6,78), pengunjung yang menjadi tuan rumah (Lupane 6,19), dan tempat tinggal (Lupane 1,94) dibandingkan dengan kelompok referensi yang sesuai. Manajemen faktor risiko perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat setempat tentang malaria, cakupan universal LLINs pada ruang tidur di dalam dan di luar ruangan, program berbasis masyarakat tentang penggunaan LLIN yang tepat dan konsisten, skrining pengunjung dari daerah endemis malaria, kegiatan entomologi yang komprehensif, intervensi malaria campuran di titik-titik rawan di daerah pedesaan, dan penelitian di masa depan tentang dinamika penularan malaria lokal. Meskipun Zimbabwe memiliki potensi untuk mencapai tujuan global eliminasi malaria, keberhasilannya tergantung pada upaya mengatasi faktor-faktor risiko untuk mempertahankan kemajuan yang telah dicapai di antara daerah-daerah yang telah dieliminasi dari malaria.

Malaria has created a resurgence crisis in Zimbabwe’s elimination continuum, diverging from global commitment to malaria elimination by 2030. This retrospective cohort study aimed to determine the risk factors associated with severe malaria in the Beitbridge and Lupane districts. Multistage sampling was used to recruit 2414 individuals recorded in the District Health Information Software2 Tracker database. The study used IBM SPSS 29.0.2.0(20) for data analysis, and odds ratios (ORs) to estimate the relative risk (RR; 95% C.I; p < 0.05). The study revealed significant relative risks (p-value< 0.05) for individuals who had no Long-Lasting Insecticidal Nets (Beitbridge 47.4; Lupane 12.3), those who owned but used the LLINs (Beitbridge 24.9; Lupane 7.83), those who slept outdoors during the night (Beitbridge 84.4; Lupane 1.93), and adults (Beitbridge 0.18; Lupane 0.22) compared to the corresponding reference groups. Other factors showed varying RR: sex (Beitbridge 126.1), prompt treatment (Beitbridge 6.78), hosting visitor(s) (Lupane 6.19), and residence (Lupane 1.94) compared to the corresponding reference groups. Risk factor management needs to focus on increasing local awareness of malaria, universal LLINs coverage of indoor and outdoor sleeping spaces, community-based programs on proper and consistent LLIN usage, screening of visitors from malaria-endemic areas, comprehensive entomological activities, mixed malaria interventions in rural hotspots, and future research on local malaria transmission dynamics. While Zimbabwe has the potential to meet the global goal of malaria elimination, success depends on overcoming the risk factors to sustain the gains already made among malaria elimination districts.
Read More
T-7115
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive